Dua garis muncul di tespek pagi ini. Sebagian orang langsung merasa lega dan bahagia. Sebagian lain justru bingung karena garis kedua tampak tipis, haid baru telat sehari, atau kehamilan belum direncanakan.
Apa pun perasaan yang muncul, hasil positif sebaiknya ditindaklanjuti dengan tenang. Makin cepat kehamilan dipastikan, makin cepat pula perawatan kehamilan dimulai dan kondisi yang perlu penanganan bisa dikenali.
Berikut penjelasan tentang arti tespek positif, penyebab positif palsu, langkah di hari-hari pertama, dan tanda yang perlu segera diperiksa.
Apa Arti Tespek Positif?
Tespek atau test pack bekerja dengan mencari hormon human chorionic gonadotropin (hCG) di dalam urine. Hormon ini dibuat oleh plasenta atau ari-ari setelah sel telur yang dibuahi menempel di dinding rahim. Di awal kehamilan, kadarnya naik cepat, kira-kira dua kali lipat setiap 2 sampai 3 hari.
Hasil positif berarti alat tes menemukan hCG dalam urine Anda, dan umumnya ini menandakan kehamilan. Meski begitu, hasil tespek tetap perlu dipastikan oleh dokter lewat tes ulang, tes darah, atau USG.
Selain menjadi penanda kehamilan, hormon hCG memberi sinyal agar haid berhenti serta memicu produksi progesteron dan estrogen yang menopang kehamilan. Tespek biasanya dilakukan setelah telat haid atau muncul ciri awal kehamilan lain, seperti payudara nyeri dan membengkak, mudah lelah, sering buang air kecil, atau mual.
Seberapa Akurat Hasil Tespek di Rumah?
Banyak merek tespek mengklaim akurasi 99%, tetapi kemampuannya mendeteksi kehamilan yang masih sangat awal berbeda-beda. Tes urine akurat 97 sampai 99% bila dilakukan satu sampai dua minggu setelah telat haid, dan hasilnya lebih bisa diandalkan bila tes dilakukan setelah hari pertama telat haid.
Kepekaan setiap jenis tes kehamilan juga tidak sama, sehingga sebagian alat bisa menangkap hCG lebih awal. Waktu ovulasi dan implantasi pun bisa bergeser setiap bulan, dan siklus menstruasi yang tidak teratur membuat jadwal haid sulit diperkirakan. Agar hasil lebih bisa dipercaya, perhatikan hal berikut:
Pastikan garis kontrol muncul. Garis atau simbol kontrol menunjukkan bahwa alat tes bekerja, apa pun hasilnya. Bila tanda ini tidak muncul, hasil tidak bisa dibaca dan tes perlu diulang dengan alat baru.
Baca hasil sesuai waktu tunggu. Waktu tunggu biasanya 2 menit atau lebih, sesuai petunjuk pada kemasan. Gunakan pengatur waktu agar Anda tidak menebak-nebak.
Gunakan urine pagi pertama. Urine pagi biasanya lebih pekat sehingga hCG lebih mudah terdeteksi. Hindari minum air dalam jumlah banyak sebelum tes karena urine yang encer bisa menyamarkan hormon ini.
Periksa tanggal kedaluwarsa. Alat tes yang sudah lewat tanggal kedaluwarsa sebaiknya tidak dipakai. Ikuti petunjuk setiap merek karena cara pakainya bisa berbeda.
Bila garis kedua tampak sangat tipis atau beberapa tespek memberi hasil berbeda, buat janji dengan dokter. Tes darah atau USG bisa menjawab keraguan akibat hasil tespek samar seperti ini.
Penyebab Tespek Positif tapi Tidak Hamil
Hasil positif padahal tidak hamil disebut positif palsu. Kondisi ini jarang terjadi, tetapi tetap mungkin. Beberapa penyebab yang diketahui adalah sebagai berikut:
Keguguran yang sangat dini. Kehamilan bisa berhenti tak lama setelah hasil pembuahan menempel di dinding rahim. Tespek masih menangkap hCG yang sempat terbentuk, sehingga hasilnya positif walau kehamilan tidak berlanjut. Bila setelah tespek positif muncul perdarahan, segera hubungi dokter.
Obat kesuburan yang mengandung hCG. Tes yang dilakukan tak lama setelah memakai obat ini bisa menunjukkan hasil positif. Bila Anda menjalani program IVF atau terapi kesuburan lain, sampaikan hasil positif kepada dokter karena hasil tersebut mungkin perlu diverifikasi.
Masalah pada ovarium. Gangguan tertentu pada indung telur juga bisa memicu positif palsu. Bila hasil tespek tidak sejalan dengan kondisi Anda, dokter bisa mencari penyebabnya lewat pemeriksaan lanjutan.
Masa menopause. Perempuan yang sudah memasuki masa menopause juga bisa mendapat hasil positif tanpa kehamilan. Hasil seperti ini perlu dikonsultasikan ke dokter agar penyebabnya jelas.
Sebagian besar obat lain, termasuk antibiotik dan pil KB, tidak memengaruhi hasil tespek.
Langkah Pertama Setelah Tespek Positif
Beberapa langkah sederhana berikut bisa Anda lakukan dalam hari-hari pertama setelah melihat hasil positif.
1. Catat Hari Pertama Haid Terakhir
Dokter memakai tanggal hari pertama haid terakhir (HPHT) untuk memperkirakan usia kehamilan dan hari perkiraan lahir. Hari perkiraan lahir jatuh sekitar 40 minggu setelah HPHT, dan USG di awal kehamilan membantu memastikan perkiraan tersebut. Bila Anda lupa tanggalnya atau siklus tidak teratur, sampaikan saja kepada dokter.
2. Buat Janji Pemeriksaan Kehamilan
Jadwalkan kunjungan ke dokter atau bidan sesegera mungkin agar perawatan kehamilan bisa dimulai lebih awal. Permenkes Nomor 21 Tahun 2021 menetapkan pemeriksaan kehamilan minimal 6 kali, yaitu 1 kali di trimester pertama, 2 kali di trimester kedua, dan 3 kali di trimester ketiga.
Minimal 2 kunjungan dilakukan oleh dokter, yaitu pada trimester pertama dan ketiga, termasuk pemeriksaan USG. Standar pemeriksaannya juga meliputi pengukuran tekanan darah dan tes laboratorium.
3. Mulai Suplemen Kehamilan Sesuai Anjuran
Kebutuhan gizi meningkat sejak awal kehamilan. Kemenkes menganjurkan asam folat untuk ibu hamil dimulai sedini mungkin, bahkan sejak trimester pertama, karena zat ini berperan dalam perkembangan otak dan saraf janin.
Standar pemeriksaan kehamilan di Indonesia juga mencakup pemberian tablet tambah darah minimal 90 tablet. Konsultasikan jenis suplemen yang Anda minum dengan dokter atau bidan agar sesuai kebutuhan.
4. Siapkan Daftar Obat dan Kebiasaan Sehari-hari
Pada kunjungan pertama, dokter akan menanyakan obat resep, obat bebas, vitamin, dan suplemen yang Anda konsumsi. Kebiasaan merokok, minum alkohol, dan konsumsi kafein juga akan ditanyakan. Bila ingin mengubah atau menghentikan obat rutin, bicarakan dulu dengan dokter. Dokter juga bisa membantu bila Anda ingin berhenti merokok.
5. Sampaikan Riwayat Kehamilan Ektopik Sejak Awal
Kehamilan ektopik adalah kehamilan yang tumbuh di luar rahim, umumnya di saluran telur. Risikonya lebih tinggi pada perempuan dengan riwayat kehamilan ektopik, operasi saluran telur, penyakit radang panggul, terapi kesuburan, hamil saat memakai IUD, kebiasaan merokok, atau usia di atas 35 tahun.
Bila Anda pernah mengalami kehamilan ektopik, kabari dokter sesegera mungkin agar USG dini bisa dilakukan. Riwayat lain di atas juga perlu disampaikan pada kunjungan pertama.
Tanda yang Perlu Segera Diperiksa Dokter
Segera ke IGD bila tespek positif disertai nyeri perut yang tajam, mendadak, dan hebat, apalagi bila Anda merasa sangat pusing, pingsan, mual, atau tampak sangat pucat. Kombinasi keluhan ini bisa menandakan saluran telur pecah akibat kehamilan ektopik dan perlu dioperasi secepatnya.
Hubungi dokter hari itu juga bila muncul keluhan berikut:
Flek atau perdarahan dari vagina. Perdarahan saat hamil bisa ringan sampai berat dan memerlukan perhatian medis segera. Di awal kehamilan, perdarahan termasuk salah satu gejala utama keguguran.
Nyeri perut bawah di satu sisi. Nyeri ini, terutama bila disertai flek atau cairan cokelat encer, bisa menjadi tanda kehamilan ektopik. Gejalanya biasanya muncul pada minggu ke-4 sampai ke-12 kehamilan.
Nyeri di ujung bahu. Keluhan ini termasuk gejala kehamilan ektopik. Rasa tidak nyaman saat buang air kecil atau buang air besar juga perlu disampaikan kepada dokter.
Ringkasan Langkah Sesuai Situasi
Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.
Bagaimana Dokter Memastikan Kehamilan?
Dokter biasanya memulai dengan menanyakan siklus haid, riwayat kehamilan sebelumnya, serta riwayat kesehatan pribadi dan keluarga. Setelah itu, kehamilan dipastikan lewat pemeriksaan berikut:
Tes darah hCG. Tes darah bisa menemukan hCG dalam jumlah sangat kecil, bahkan sebelum telat haid. Tes kualitatif menjawab hamil atau tidak, sedangkan tes kuantitatif mengukur jumlah hCG secara tepat.
Pemeriksaan USG. USG membantu dokter memperkirakan usia kehamilan dan menentukan hari perkiraan lahir. Bersama tes darah, pemeriksaan ini juga dipakai untuk memastikan dugaan kehamilan ektopik.
Tes laboratorium awal kehamilan. Dokter bisa memeriksa golongan darah dan rhesus, kadar hemoglobin, kekebalan terhadap rubella dan cacar air, serta infeksi seperti hepatitis B, sifilis, dan HIV. Rangkaian tes darah saat hamil ini membantu menemukan masalah sejak awal.
Tes Darah Beta-hCG sebagai Langkah Konfirmasi
Tespek hanya menunjukkan ada atau tidaknya hCG dalam urine. Tes darah kuantitatif mengukur jumlahnya, sehingga dokter bisa memakai angka tersebut untuk memperkirakan usia kehamilan yang masih sangat awal atau memantau kehamilan dengan risiko keguguran.
Bila dokter menyarankan tes darah, Bumame menyediakan pemeriksaan B-HCG (serum) yang mengukur hormon beta-hCG dalam darah. Pemeriksaan ini memakai sampel darah, tidak memerlukan puasa, dan tersedia secara Walk In maupun Home Care. Sampaikan obat, vitamin, dan suplemen yang rutin Anda konsumsi kepada petugas, dan jangan menghentikan obat tanpa arahan tenaga medis.
Hasil pemeriksaan sebaiknya dibaca bersama dokter kandungan dengan mempertimbangkan usia kehamilan. Untuk informasi jadwal, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.
Sambut Kabar Ini dengan Langkah yang Terencana
Tespek positif adalah awal dari rangkaian pemeriksaan untuk menjaga Anda dan janin. Catat HPHT, buat janji pemeriksaan, mulai suplemen sesuai anjuran, dan kenali tanda yang perlu segera diperiksa. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan. Bila ada pertanyaan seputar jadwal tes, chat CS Bumame.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi
MedlinePlus, National Library of Medicine. Pregnancy Test.
Mayo Clinic. Home Pregnancy Tests: Can You Trust the Results?
Mayo Clinic. Prenatal Care: First Trimester Visits.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 21 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Masa Sebelum Hamil, Masa Hamil, Persalinan, dan Masa Sesudah Melahirkan, Pelayanan Kontrasepsi, dan Pelayanan Kesehatan Seksual.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat. Rekomendasi Suplemen Semasa Kehamilan.
NHS. Ectopic Pregnancy.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat. Pendarahan Ibu.
Ditinjau secara medis oleh dr. Reycha Nabila
Frequently Asked Question
Apakah tespek positif selalu berarti hamil?
Umumnya, tespek positif menandakan kehamilan karena alat mendeteksi hormon hCG dalam urine. Namun, positif palsu dapat terjadi, misalnya akibat obat kesuburan yang mengandung hCG atau keguguran sangat dini. Dokter dapat memastikan hasil melalui tes darah atau USG.
Apa penyebab tespek positif tetapi sebenarnya tidak hamil?
Penyebabnya antara lain keguguran sangat dini, penggunaan obat kesuburan yang mengandung hCG, gangguan tertentu pada ovarium, dan menopause. Sebagian besar antibiotik dan pil KB tidak memengaruhi hasil tespek.
Berapa lama setelah tespek positif harus memeriksakan diri ke dokter?
Buat janji dengan dokter atau bidan sesegera mungkin untuk memulai pemeriksaan kehamilan. Jika muncul nyeri perut hebat, pusing berat, pingsan, atau perdarahan, segera cari pertolongan medis karena dapat menandakan kondisi serius, termasuk kehamilan ektopik.
Bagaimana cara menghitung usia kehamilan setelah tespek positif?
Usia kehamilan umumnya dihitung sejak hari pertama haid terakhir (HPHT). Perkiraan hari persalinan adalah sekitar 40 minggu setelah HPHT. USG pada awal kehamilan dapat membantu memastikan perkiraan usia kehamilan dan hari persalinan.
Kapan tespek sebaiknya dilakukan agar hasilnya lebih akurat?
Tespek sebaiknya dilakukan setelah hari pertama telat haid. Gunakan urine pagi pertama, pastikan alat belum kedaluwarsa, dan baca hasil sesuai waktu yang tertera pada petunjuk. Jika garis samar atau hasil berbeda, konsultasikan tes darah atau USG dengan dokter.
