Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Sperma Bercampur Darah: Penyebab, Arti Warnanya, dan Kapan Perlu Diperiksa
Kembali ke Artikel & Berita

Sperma Bercampur Darah: Penyebab, Arti Warnanya, dan Kapan Perlu Diperiksa

SBAOthers

Setelah berhubungan intim atau masturbasi, sebagian pria mendapati air maninya berwarna merah muda, merah, atau kecokelatan. Wajar bila hal ini membuat cemas, apalagi bila muncul tanpa rasa sakit.

Menurut NHS, darah di air mani umumnya tidak disebabkan oleh kondisi serius dan sering hilang sendiri dalam beberapa hari atau minggu. Usia, berapa kali darah muncul, dan keluhan penyertanya menentukan perlu tidaknya pemeriksaan lanjutan.

Artikel ini membahas arti warna darah, penyebabnya, beda langkah sebelum dan sesudah usia 40 tahun, serta pemeriksaan yang biasa diminta dokter.

Apakah Sperma Bercampur Darah Selalu Berbahaya?

Dalam istilah medis, kondisi ini disebut hematospermia, yaitu adanya darah di dalam air mani atau semen, cairan yang membawa sperma keluar saat ejakulasi. Cleveland Clinic mencatat kondisi ini lebih sering dialami pria berusia 30 sampai 40 tahun dan umumnya tidak menandakan masalah serius.

Menurut MSD Manual, sebagian besar kasus tidak diketahui penyebabnya dan membaik sendiri dalam beberapa minggu. Kondisi ini jarang menjadi tanda kanker dan tidak memengaruhi fungsi seksual. Meski begitu, NHS tetap menganjurkan pemeriksaan ke dokter untuk memastikan penyebabnya.

Arti Warna Merah Muda, Merah, dan Cokelat pada Air Mani

Menurut Cleveland Clinic, darah di air mani bisa terlihat merah, merah muda, cokelat, atau merah kecokelatan. Warnanya memberi petunjuk tentang waktu perdarahan:

  • Merah terang atau merah muda. NHS menjelaskan warna merah terang muncul bila perdarahan baru saja terjadi. Kadang darah juga disertai gumpalan kecil.

  • Cokelat atau merah kecokelatan. Warna ini menandakan darah yang sudah lebih lama, menurut NHS. Catatan kapan warna ini muncul membantu dokter.

Sumber perdarahannya baru bisa diketahui lewat pemeriksaan dokter.

Dari Mana Darah di Air Mani Berasal?

Air mani melewati prostat dan saluran kemih sebelum keluar. Penyebab perdarahan yang umum dicatat meliputi:

  • Tindakan medis dan cedera. MSD Manual menyebut biopsi prostat (pengambilan sampel jaringan prostat) sebagai penyebab yang sering diketahui, dan perdarahan juga bisa muncul pada minggu pertama sampai kedua setelah vasektomi. Cleveland Clinic menambahkan cedera pada organ reproduksi.

  • Peradangan prostat dan saluran sperma. Tinjauan di Lombok Medical Journal mencatat prostatitis atau radang prostat umum dialami pria di bawah 50 tahun. Hematospermia bisa menjadi salah satu keluhannya, sering bersama uretritis (radang saluran kencing) atau epididimitis (radang saluran sperma di belakang testis).

  • Infeksi saluran kemih dan infeksi menular seksual. NHS menyebut infeksi saluran kemih (ISK) dan infeksi menular seksual (IMS) sebagai penyebab yang umum. Pada pria yang aktif secara seksual, kuman penyebab gonore dan klamidia juga bisa berperan dalam prostatitis, menurut tinjauan yang sama.

  • Pembesaran prostat jinak. NHS dan Cleveland Clinic mencantumkan pembesaran prostat jinak atau BPH. MSD Manual menggolongkannya sebagai penyebab yang lebih jarang, bersama cedera prostat.

  • Tekanan darah tinggi dan gangguan pembekuan darah. Cleveland Clinic mencatat tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dan gangguan pembekuan darah. MSD Manual menyebut dokter akan menanyakan obat antiplatelet atau pengencer darah, yang tetap diminum sesuai resep sampai ada arahan dokter.

  • Kanker, penyebab yang jarang. NHS menyebut darah di air mani jarang menjadi tanda kanker, misalnya kanker prostat. MSD Manual mengaitkan kanker prostat dengan pria di atas 35 sampai 40 tahun.

Keluhan Lain yang Bisa Muncul Bersamaan

NHS mencatat beberapa gejala yang bisa menyertai darah di air mani. Gejala ini membantu dokter memperkirakan sumbernya.

1. Keluhan saat Buang Air Kecil

NHS mencatat nyeri saat berkemih dan sering buang air kecil sebagai gejala penyerta. Rasa perih atau terbakar juga termasuk gejala ISK menurut Kementerian Kesehatan dan gejala prostatitis menurut NHS.

2. Nyeri saat Ejakulasi

NHS menyebut nyeri saat ejakulasi sebagai gejala penyerta. Pada prostatitis, nyeri juga bisa terasa di penis, skrotum atau kantong buah zakar, testis, atau bokong.

3. Darah di Urine

NHS mencantumkan darah di urine sebagai gejala penyerta. Kementerian Kesehatan juga mencatat urine keruh atau bercampur darah sebagai tanda ISK, jadi sampaikan keluhan kencing darah saat konsultasi.

4. Nyeri di Antara Anus dan Kantong Buah Zakar

Area ini disebut perineum. NHS mencatat nyeri di area ini sebagai gejala penyerta, dan tinjauan di Lombok Medical Journal juga mencatatnya pada prostatitis.

5. Demam dan Menggigil

Tinjauan yang sama mencatat demam, menggigil, dan badan lemas pada prostatitis bakteri akut. Kementerian Kesehatan juga mencatat demam tinggi sebagai gejala ISK.

Usia dan Pola Kemunculan Menentukan Langkah Berikutnya

Batas usia dalam sumber medis berkisar 35 sampai 40 tahun. Cleveland Clinic menyebut pria di bawah 40 tahun yang baru sekali mengalaminya kemungkinan tidak perlu pengobatan. MSD Manual menganjurkan pria di atas 35 tahun menemui dokter dalam beberapa minggu.

Situasi

Pola yang umum

Langkah yang biasa disarankan

Di bawah 40 tahun, baru sekali, tanpa keluhan lain

Sering membaik sendiri dalam hitungan hari atau minggu

Konsultasi untuk memastikan, tes lanjutan sering tidak diperlukan

Setelah biopsi prostat atau vasektomi

Perdarahan setelah tindakan sering terjadi

Sampaikan saat kontrol

Di atas 40 tahun, berulang, atau lebih dari 1 bulan

Penyebab perlu dicari lebih teliti

Pemeriksaan lanjutan ke dokter

Disertai demam, nyeri berkemih, darah di urine, atau benjolan di skrotum

Bisa berkaitan dengan infeksi atau kelainan lain

Periksakan dalam waktu dekat

Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.

Tanda yang Membuat Pemeriksaan Perlu Disegerakan

Segera ke IGD bila darah di air mani disertai linglung, bicara pelo, kulit, bibir, atau lidah yang tampak pucat atau kebiruan, atau sesak napas berat. Pada prostatitis, NHS menyebut tanda ini bisa berarti infeksi berat atau sepsis. Bila sama sekali tidak bisa buang air kecil, segera minta pemeriksaan dokter.

MSD Manual juga menggolongkan dua kondisi sebagai tanda bahaya, yaitu darah yang bertahan lebih dari 1 bulan tanpa riwayat biopsi prostat dan benjolan yang teraba di skrotum. Untuk darah yang berulang, Ikatan Ahli Urologi Indonesia (IAUI) menganjurkan evaluasi dimulai dari riwayat medis dan seksual yang lengkap serta pemeriksaan fisik yang teliti.

Apa Saja yang Diperiksa Dokter?

Langkah pemeriksaan disesuaikan dengan usia dan keluhan Anda, umumnya meliputi:

  • Wawancara dan pemeriksaan fisik. MSD Manual menyebut dokter akan menanyakan kapan darah pertama terlihat, tindakan medis yang baru dijalani, gejala ISK, dan obat pengencer darah. Dokter juga memeriksa kelamin dan melakukan colok dubur, yaitu perabaan prostat dengan jari melalui anus.

  • Tes urine. MSD Manual menyebut urinalisis dan kultur urine biasanya dilakukan. Kultur membantu mengetahui jenis bakteri dan antibiotik yang sesuai, menurut Kementerian Kesehatan.

  • Tes IMS dan PSA. Cleveland Clinic mencantumkan tes infeksi menular seksual dan tes darah PSA (prostate-specific antigen). Menurut MSD Manual, sebagian dokter memeriksa kemungkinan kanker prostat pada pria di atas 40 tahun lewat tes PSA dan USG transrektal atau USG melalui anus.

  • Pencitraan dan teropong. IAUI menganjurkan USG transrektal dan MRI dipertimbangkan bagi pria di atas 40 tahun atau pria segala usia dengan darah yang menetap. Bila hasilnya belum jelas atau darah terus berulang, pemeriksaan teropong seperti sistoskopi dan vesikuloskopi bisa dipertimbangkan.

Peran Cek Urine dalam Mencari Tanda Infeksi

NHS mencatat ISK sebagai salah satu penyebab darah di air mani. Menurut Kementerian Kesehatan, pemeriksaan sampel urine membantu mendeteksi bakteri, darah, atau sel nanah, sehingga dokter bisa menilai ada tidaknya tanda infeksi.

Bila dokter meminta cek urine, Bumame menyediakan pemeriksaan urine lengkap yang menilai protein, glukosa, bilirubin, urobilinogen, pH, darah, nitrit, leukosit esterase, keton, kontaminasi bakteri, dan kepekatan warna urine. Pemeriksaan ini tidak memerlukan puasa, tersedia secara Walk In atau Home Care, dan hasilnya keluar dalam 24 jam.

Kultur urine, tes IMS, dan PSA merupakan pemeriksaan terpisah sesuai arahan dokter. Untuk pertanyaan seputar pemeriksaan, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Pilihan Penanganan Sesuai Hasil Pemeriksaan

MSD Manual menyebut pengobatan diarahkan pada penyebabnya, dan sering kali darah hilang sendiri. Pilihannya meliputi:

  • Obat sesuai penyebab. NHS menyebut ISK dan IMS bisa diobati dengan antibiotik, dan Cleveland Clinic juga mencantumkan obat antiradang. Dengan antibiotik, keluhan prostatitis biasanya membaik dalam 2 minggu, dan NHS menganjurkan segera kembali ke dokter bila belum membaik setelah 48 jam.

  • Pengobatan pasangan. Bila penyebabnya IMS, WHO menekankan pengobatan pasangan seksual untuk memutus penularan dan mencegah infeksi berulang. WHO juga mencatat klamidia dan gonore umumnya bisa disembuhkan dengan antibiotik.

  • Waktu pulih setelah cedera. Cleveland Clinic menyarankan menunggu beberapa hari hingga cedera pulih sebelum masturbasi atau berhubungan seksual. Ikuti juga jadwal kontrol bila darah muncul setelah tindakan medis.

Kebiasaan yang Membantu Menjaga Saluran Kemih dan Organ Reproduksi

Sebagian penyebab, khususnya infeksi, bisa diturunkan risikonya lewat kebiasaan berikut:

  • Gunakan kondom dengan benar dan konsisten. WHO menyebut cara ini termasuk perlindungan yang efektif terhadap IMS. IMS juga sering tidak bergejala, jadi diskusikan tes IMS dengan dokter bila Anda merasa berisiko.

  • Minum cukup air dan tidak menahan buang air kecil. Kementerian Kesehatan menganjurkan kebiasaan ini untuk mencegah ISK. Anjuran yang sama mencakup menjaga kebersihan organ intim.

  • Pantau tekanan darah. Cleveland Clinic mencatat tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol sebagai salah satu penyebab. Cek tensi rutin membantu mengenalinya lebih awal.

Periksakan dengan Tenang, Temukan Penyebabnya Lebih Awal

Sperma bercampur darah umumnya tidak berbahaya dan sering membaik sendiri. Usia di atas 40 tahun, darah yang berulang, atau keluhan penyerta menjadi alasan yang baik untuk berkonsultasi. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan.

Bila ada pertanyaan seputar pemeriksaan urine, chat CS Bumame.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. Ikatan Ahli Urologi Indonesia (IAUI). Panduan Saku Tata Laksana Disfungsi Seksual Pria, Edisi Pertama.

  2. Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Kenali Apa itu Infeksi Saluran Kemih.

  3. Qubro H, Firza F, Ramzi A. Lombok Medical Journal. Diagnosis dan Tatalaksana Prostatitis.

  4. NHS. Blood in semen.

  5. NHS. Prostatitis.

  6. Cleveland Clinic. Blood In Semen (Hematospermia): Causes & Treatment.

  7. Maddukuri G (MSD Manual Consumer Version). Blood in Semen.

  8. World Health Organization. Sexually transmitted infections (STIs).

Ditinjau secara medis oleh dr. Febe Rangga Saba Pong Tambing

Frequently Asked Question

Apakah sperma bercampur darah berbahaya?

Umumnya tidak berbahaya dan dapat hilang sendiri dalam beberapa hari hingga minggu. Namun, pemeriksaan dokter tetap dianjurkan, terutama jika darah muncul berulang, disertai keluhan lain, atau terjadi pada pria berusia di atas 40 tahun.

Apa arti sperma berwarna cokelat atau merah kecokelatan?

Warna cokelat atau merah kecokelatan biasanya menandakan darah yang sudah lebih lama berada dalam air mani. Sementara itu, warna merah terang atau merah muda dapat menunjukkan perdarahan yang lebih baru. Penyebab pastinya perlu diketahui melalui pemeriksaan dokter.

Berapa lama sperma bercampur darah biasanya hilang?

Banyak kasus membaik sendiri dalam beberapa hari hingga beberapa minggu. Jika darah bertahan lebih dari satu bulan tanpa riwayat biopsi prostat, segera periksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebabnya.

Pemeriksaan apa yang dilakukan untuk mengetahui penyebab sperma bercampur darah?

Dokter biasanya menanyakan riwayat kesehatan dan melakukan pemeriksaan fisik, termasuk pemeriksaan prostat melalui anus. Pemeriksaan dapat dilanjutkan dengan tes urine, kultur urine, tes infeksi menular seksual, PSA, atau pencitraan sesuai usia dan keluhan.

Apakah pasangan perlu ikut diperiksa jika sperma bercampur darah?

Jika penyebabnya adalah infeksi menular seksual, pasangan seksual perlu ikut diperiksa dan diobati untuk mencegah penularan serta infeksi berulang. Penggunaan kondom secara benar dan konsisten juga membantu menurunkan risiko penularan.