Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Vaksin JE: Jadwal, Dosis, dan Siapa yang Perlu Mendapatkannya
Kembali ke Artikel & Berita

Vaksin JE: Jadwal, Dosis, dan Siapa yang Perlu Mendapatkannya

SBAVaksin Others

Rencana liburan ke Ubud sudah rapi, lengkap dengan bersepeda melewati sawah dan menginap di vila dekat kebun. Tabir surya dan losion antinyamuk sudah masuk koper, tetapi vaksin untuk penyakit yang dibawa nyamuk sawah jarang masuk daftar persiapan.

Penyakit itu bernama Japanese encephalitis (JE), infeksi virus yang menyebar lewat gigitan nyamuk Culex. Sebagian besar infeksi hanya menimbulkan gejala ringan atau tidak bergejala. Pada sebagian kecil orang, virus ini bisa mencapai otak.

Berikut penjelasan tentang siapa yang perlu vaksin JE, jadwal dan dosisnya, persiapan, efek samping, dan kapan vaksinasi perlu ditunda.

Apa Itu Vaksin JE?

Vaksin JE adalah vaksin yang melatih sistem imun membentuk antibodi terhadap virus Japanese encephalitis. WHO menyebut virus ini sebagai penyebab utama ensefalitis atau radang otak akibat virus di banyak negara Asia. Vaksin diberikan sebelum paparan terjadi, karena gejala dan dampak Japanese encephalitis bisa berat ketika virus sudah menyerang otak.

WHO mencatat tiga jenis vaksin JE, yaitu vaksin inaktif berisi virus yang sudah dimatikan, vaksin hidup yang dilemahkan, dan vaksin hidup rekombinan hasil rekayasa genetika. Jumlah dosis dan jadwal ketiganya berbeda. Itu sebabnya informasi jadwal vaksin JE sering terlihat berbeda-beda.

Cara Virus JE Menular dan Alasan Vaksin Dibutuhkan

Di alam, virus JE berputar di antara nyamuk, babi, dan burung air. Manusia tertular ketika digigit nyamuk Culex pembawa virus, terutama Culex tritaeniorhynchus. Menurut IDAI, nyamuk ini banyak hidup di persawahan dan area irigasi, lebih aktif pada malam hari, dan jumlahnya meningkat pada musim hujan. JE tidak menular dari orang ke orang dalam kontak sehari-hari.

WHO memperkirakan sekitar 1 dari 250 infeksi menjadi sakit berat, dengan masa inkubasi atau jeda dari gigitan hingga muncul gejala selama 4 sampai 14 hari. Gejalanya berkisar dari demam dan sakit kepala, peradangan selaput otak atau meningitis, hingga radang otak yang disertai kejang dan koma. Pada pasien radang otak, angka kematian bisa mencapai 30%, dan sebagian penyintas mengalami gangguan saraf, kognitif, atau perilaku yang menetap.

Belum ada obat antivirus untuk JE, dan perawatannya berfokus pada meredakan gejala. WHO merekomendasikan vaksinasi JE masuk jadwal imunisasi nasional di wilayah yang menjadikan JE masalah kesehatan masyarakat, dan Kementerian Kesehatan menyatakan Indonesia termasuk di dalamnya. CDC mencatat penularan di Indonesia tersebar luas sepanjang tahun, dengan kasus dari Bali, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Papua, dan Sumatra, termasuk pada pelancong ke Bali.

Kementerian Kesehatan memulai kampanye dan pengenalan imunisasi JE untuk anak di Provinsi Bali pada 2017, lalu memasukkannya ke program imunisasi rutin di Kalimantan Barat pada September 2023.

Siapa yang Perlu Vaksin JE?

Kebutuhan vaksin JE bergantung pada lokasi, lama tinggal, musim, aktivitas, dan tempat menginap. Kelompok berikut umumnya disarankan atau dipertimbangkan untuk divaksin:

  • Anak di daerah endemis. WHO mencatat sebagian besar kasus JE terjadi pada anak, karena banyak orang dewasa di daerah endemis sudah punya kekebalan alami dari infeksi semasa kecil, meski semua usia tetap bisa terkena. Itu sebabnya program pemerintah menyasar anak. Jadwalnya mengikuti rekomendasi IDAI dan penilaian dokter anak, sejalan dengan daftar vaksin anak lainnya.

  • Orang yang pindah atau tinggal lama di daerah endemis. CDC merekomendasikan vaksin JE bagi orang yang pindah ke negara endemis dan pelancong yang tinggal satu bulan atau lebih. Pedoman Australia ikut memasukkan orang yang menetap di kota tetapi kemungkinan mengunjungi pedesaan atau lahan pertanian.

  • Pelancong yang sering bolak-balik. Setiap kunjungan menambah peluang paparan. Karena itu CDC juga merekomendasikan vaksin bagi orang yang sering bepergian ke daerah endemis, misalnya untuk urusan kerja di kawasan pedesaan.

  • Pelancong jangka pendek dengan aktivitas berisiko. Perjalanan kurang dari satu bulan tetap bisa berisiko bila dilakukan saat musim hujan, banyak di pedesaan atau sawah, diisi kegiatan seperti berkemah atau memancing, atau menginap tanpa AC, kasa, maupun kelambu. Kondisi ini perlu dibicarakan dengan dokter sebelum berangkat. Sebaliknya, CDC tidak merekomendasikan vaksin JE untuk perjalanan singkat yang hanya di area perkotaan.

  • Pekerja dengan paparan khusus. Pedoman Australia menganjurkan vaksin bagi pekerja laboratorium yang mungkin terpapar virus JE. Pekerja peternakan babi, tenaga kesehatan hewan, dan petugas pengendalian nyamuk di wilayah berisiko juga termasuk sasaran.

Jadwal dan Dosis Vaksin JE Menurut Jenisnya

Jadwal vaksin JE bergantung pada jenis vaksin dan usia saat dosis pertama diberikan:

  • Vaksin hidup rekombinan untuk orang dewasa. Australian Immunisation Handbook mencantumkan satu dosis 0,5 mL yang disuntikkan di bawah kulit. Pada orang dewasa, dosis penguat tidak diperlukan setelah dosis tunggal ini.

  • Vaksin hidup rekombinan untuk anak. Anak bisa membutuhkan dosis penguat bila risiko paparan berlanjut, dan IDAI juga mencantumkan dosis penguat untuk perlindungan jangka panjang. Usia mulai dan jarak antardosis ditentukan dokter anak.

  • Vaksin inaktif di negara lain. Di Amerika Serikat, CDC mencantumkan vaksin jenis ini dalam dua dosis berjarak 28 hari, atau 7 hari pada sebagian orang dewasa, yang harus selesai setidaknya satu minggu sebelum berangkat. Dosis penguat diberikan minimal satu tahun kemudian bila paparan berlanjut.

Data Australian Immunisation Handbook menunjukkan satu dosis vaksin hidup rekombinan memicu pembentukan antibodi pada sekitar 94% orang dewasa sehat dalam 14 hari. Karena itu, jadwalkan vaksinasi beberapa minggu sebelum berangkat, bersamaan dengan vaksin perjalanan lain yang Anda butuhkan.

Vaksin hidup lain, misalnya vaksin demam kuning, bisa diberikan di hari yang sama atau berjarak setidaknya 4 minggu. Catat setiap dosis bersama jadwal vaksin dewasa Anda.

Persiapan Sebelum Vaksin dan Kondisi yang Membuatnya Ditunda

Bawa rencana perjalanan dan catatan vaksin sebelumnya agar dokter bisa menilai kebutuhan Anda dan menghindari dosis ganda. Sampaikan juga kondisi berikut:

  • Sedang demam atau sakit. Demam atau sakit sedang hingga berat membuat vaksinasi ditunda sampai Anda pulih. Pilek ringan tanpa demam umumnya tidak menjadi penghalang.

  • Hamil atau merencanakan kehamilan. Vaksin hidup rekombinan tidak diberikan pada ibu hamil, dan kehamilan sebaiknya dihindari selama 28 hari setelah vaksinasi. Ibu menyusui juga perlu berdiskusi dengan dokter soal jenis vaksin yang sesuai.

  • Daya tahan tubuh lemah. Orang dengan daya tahan tubuh lemah (imunokompromais), termasuk yang menjalani terapi penekan sistem imun, tidak diberi vaksin hidup ini. Dokter akan mencari pilihan perlindungan lain.

  • Riwayat alergi berat. Reaksi alergi berat (anafilaksis) terhadap dosis vaksin JE sebelumnya atau komponennya menjadi alasan vaksin tidak diberikan. Riwayat alergi lain tetap perlu disampaikan agar petugas bisa bersiap.

  • Baru menerima produk darah. Vaksin hidup ini tidak diberikan dalam 6 minggu setelah pemberian imunoglobulin atau produk darah yang mengandungnya, dan jeda 3 bulan lebih dianjurkan. Sampaikan tanggal transfusi atau suntikan terakhir kepada dokter.

Efek Samping yang Umum Setelah Vaksin JE

Reaksi setelah vaksinasi disebut Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Pada orang dewasa, keluhan yang umum setelah vaksin hidup rekombinan adalah nyeri di bekas suntikan, sakit kepala, lelah, dan badan kurang enak, yang sebagian besar mereda dalam 3 hari.

Kementerian Kesehatan melaporkan tidak ada efek samping serius dari imunisasi JE dalam program pemerintah, dengan keluhan berupa nyeri, bengkak ringan, kemerahan, dan demam. Beri tahu petugas bila Anda merasa pusing, penglihatan berubah, atau telinga berdenging, karena sebagian orang bisa pingsan setelah tindakan medis.

Kapan Harus ke Dokter atau IGD?

Segera ke IGD bila setelah vaksinasi muncul biduran, bengkak di wajah dan tenggorokan, sulit bernapas, jantung berdebar cepat, pusing, atau lemas. Reaksi alergi berat ini bisa muncul setelah Anda meninggalkan klinik.

IGD juga menjadi tujuan bila demam tinggi mendadak, sakit kepala hebat, leher kaku, kebingungan, atau kejang muncul setelah Anda pulang dari daerah endemis. WHO menyebut radang otak sebagai kondisi darurat yang membutuhkan pertolongan segera. Sampaikan riwayat perjalanan Anda kepada dokter.

Vaksin JE di Bumame

Vaksin JE hidup bekerja dengan memperkenalkan virus yang sudah dilemahkan kepada sistem imun, sehingga tubuh membentuk antibodi sebelum bertemu virus aslinya. Di Bumame, layanan ini tersedia sebagai Vaksin Japanese Encephalitis Imojev, yaitu pemberian vaksin perlindungan JE dengan komposisi per dosis 0,5 mL berupa virus JE rekombinan hidup yang telah dilemahkan. Layanan ini bisa diakses di klinik maupun lewat Home Care.

Vaksinasi tidak memerlukan puasa. Kenakan pakaian yang lengannya mudah digulung, dan tunda vaksinasi bila sedang tidak enak badan. Untuk vaksinasi anak, hubungi CS Bumame untuk memastikan ketersediaan sesuai usia anak. Untuk mengatur jadwal, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Kebiasaan yang Membantu Menghindari Gigitan Nyamuk

Vaksin membantu menurunkan risiko JE, dan kebiasaan menghindari gigitan nyamuk tetap diperlukan. WHO dan pedoman imunisasi Australia menganjurkan langkah berikut:

  • Pakai losion antinyamuk. Pilih produk berbahan DEET atau picaridin, lalu oleskan sesuai petunjuk kemasan. Gunakan terutama saat beraktivitas di luar ruang.

  • Tutup kulit saat nyamuk aktif. Kenakan pakaian longgar berlengan panjang dan celana panjang, terutama saat senja dan fajar. Nyamuk Culex juga aktif pada malam hari, jadi perlindungan ini penting saat berkemah.

  • Tidur dengan kelambu. Kelambu, terutama yang sudah diberi insektisida, penting bila kamar tidak ber-AC atau jendela tanpa kasa. IDAI mencatat tidur tanpa kelambu termasuk perilaku yang menaikkan risiko gigitan.

  • Kurangi tempat nyamuk berkembang biak. Singkirkan genangan air, tutup penampungan air, dan pasang kasa di jendela serta pintu. Obat nyamuk bakar sebaiknya hanya dipakai di luar ruangan berventilasi baik.

Siapkan Perlindungan Sejak Merencanakan Perjalanan

Perjalanan ke alam terbuka terasa lebih tenang bila persiapannya dimulai lebih awal. Cek tujuan dan kegiatan Anda, bicarakan kebutuhan vaksin JE dengan dokter beberapa minggu sebelum berangkat, lalu lengkapi dengan kebiasaan menghindari gigitan nyamuk agar perjalanan Anda dan keluarga tetap menyenangkan.

Lokasi Klinik Bumame

Pemeriksaan tersedia di lima klinik Bumame.

Bumame Cideng

JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28, Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi

Bumame TB Simatupang

Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi

Bumame BSD

Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kec. Serpong, Tangerang, Banten 15310. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi

Bumame Puri

Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23, RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat 11610. Senin sampai Minggu, pukul 06.00 sampai 20.00. Lihat lokasi

Bumame Kelapa Gading

Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Kelapa Gading Barat, Kec. Kelapa Gading, Jakarta Utara, DKI Jakarta 14240. Senin sampai Minggu, pukul 06.00 sampai 20.00. Lihat lokasi

Pilih lokasi terdekat dari tempat Anda.

Referensi

  1. World Health Organization. Japanese Encephalitis.

  2. Centers for Disease Control and Prevention. CDC Yellow Book, Japanese Encephalitis.

  3. Centers for Disease Control and Prevention. Japanese Encephalitis Vaccine VIS.

  4. Australian Government. Australian Immunisation Handbook, Japanese Encephalitis.

  5. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Japanese Encephalitis.

  6. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/117/2017 tentang Pelaksanaan Kampanye dan Introduksi Imunisasi Japanese Encephalitis di Provinsi Bali.

  7. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Imunisasi Tambahan untuk Optimalkan Kekebalan Tubuh Anak.

Ditinjau secara medis oleh dr. Talitha Amalia

Frequently Asked Question

Apa itu vaksin JE?

Vaksin JE membantu tubuh membentuk antibodi terhadap virus Japanese encephalitis yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Culex. Vaksinasi membantu melindungi dari penyakit berat yang dapat menyebabkan radang otak.

Siapa saja yang perlu mendapatkan vaksin JE?

Vaksin JE dianjurkan bagi anak di daerah endemis, orang yang tinggal lama di wilayah berisiko, pelancong yang sering berkunjung, serta pekerja dengan paparan khusus. Pelancong jangka pendek yang beraktivitas di sawah atau pedesaan juga dapat mempertimbangkannya bersama dokter.

Vaksin JE berapa kali untuk orang dewasa?

Untuk vaksin JE hidup rekombinan, orang dewasa umumnya menerima satu dosis 0,5 mL tanpa dosis penguat. Sementara itu, vaksin inaktif yang digunakan di beberapa negara diberikan dalam dua dosis. Jadwal vaksinasi bergantung pada jenis vaksin yang digunakan.

Apakah ibu hamil boleh mendapatkan vaksin JE?

Vaksin JE hidup rekombinan tidak diberikan kepada ibu hamil. Kehamilan juga sebaiknya dihindari selama 28 hari setelah vaksinasi. Ibu hamil yang berencana bepergian ke daerah endemis perlu berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan perlindungan yang sesuai.

Apa efek samping vaksin JE?

Efek samping yang umum meliputi nyeri di bekas suntikan, sakit kepala, kelelahan, dan badan terasa kurang enak. Keluhan biasanya mereda dalam beberapa hari. Segera ke IGD jika muncul biduran, pembengkakan wajah atau tenggorokan, maupun kesulitan bernapas.