Kanker Ovarium Sering Tidak Menimbulkan Gejala pada Tahap Awal. Kenali Penyebab dan Faktor Risikonya Sejak Dini.
Penyebab kanker ovarium merupakan salah satu jenis kanker yang menyerang indung telur (ovarium). Penyakit ini sering disebut sebagai silent disease karena pada tahap awal sering kali tidak menimbulkan gejala yang khas. Akibatnya, banyak kasus baru terdiagnosis ketika kanker sudah memasuki stadium lanjut.
Hingga saat ini, penyebab pasti kanker ovarium belum diketahui. Namun, para ahli telah mengidentifikasi sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit ini. Mengenali faktor risiko tersebut dapat membantu wanita lebih waspada dan melakukan pemeriksaan apabila muncul keluhan yang mengarah pada kanker ovarium.
Menurut World Health Organization (WHO), kanker ovarium termasuk salah satu kanker ginekologi dengan angka kematian yang cukup tinggi karena sering terlambat terdiagnosis. Deteksi dini dan penanganan yang tepat berperan penting dalam meningkatkan keberhasilan pengobatan.[1]
Lalu, apa saja penyebab dan faktor risiko kanker ovarium?
Apa Itu Kanker Ovarium?
Kanker ovarium adalah pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali pada ovarium atau indung telur.
Ovarium merupakan organ reproduksi wanita yang berfungsi menghasilkan sel telur serta hormon estrogen dan progesteron.
Kanker dapat berkembang pada berbagai jenis sel di ovarium, tetapi sebagian besar kasus berasal dari sel epitel yang melapisi permukaan ovarium.
Apa Penyebab Kanker Ovarium?
Sampai saat ini, penyebab pasti kanker ovarium masih belum diketahui.
Kanker ovarium terjadi ketika sel-sel di ovarium mengalami perubahan atau mutasi genetik sehingga tumbuh secara tidak terkendali dan membentuk tumor.
Meskipun penyebab pastinya belum dapat dipastikan, terdapat beberapa faktor yang diketahui dapat meningkatkan risikonya.
7 Faktor Risiko Kanker Ovarium
Usia yang Semakin Bertambah
Risiko kanker ovarium meningkat seiring bertambahnya usia.
Sebagian besar kasus ditemukan pada wanita berusia di atas 50 tahun, terutama setelah menopause.
Riwayat Keluarga
Wanita yang memiliki ibu, saudara perempuan, atau anak perempuan dengan riwayat kanker ovarium atau kanker payudara memiliki risiko yang lebih tinggi.
Risiko ini berkaitan dengan kemungkinan adanya faktor genetik yang diturunkan dalam keluarga.
Mutasi Gen BRCA1 dan BRCA2
Perubahan pada gen BRCA1 atau BRCA2 dapat meningkatkan risiko kanker ovarium maupun kanker payudara.
Wanita dengan riwayat keluarga yang kuat mungkin memerlukan konseling genetik sesuai rekomendasi dokter.
Endometriosis
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa wanita dengan endometriosis memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami beberapa jenis kanker ovarium dibandingkan populasi umum.
Namun, sebagian besar wanita dengan endometriosis tidak akan mengalami kanker ovarium.
Belum Pernah Hamil
Wanita yang belum pernah menjalani kehamilan memiliki risiko yang sedikit lebih tinggi dibandingkan wanita yang pernah hamil.
Hal ini diduga berkaitan dengan jumlah ovulasi yang terjadi sepanjang hidup.
Terapi Hormon Pasca Menopause
Penggunaan terapi hormon estrogen dalam jangka panjang setelah menopause dapat meningkatkan risiko kanker ovarium pada sebagian wanita.
Karena itu, terapi hormon sebaiknya selalu dilakukan sesuai anjuran dokter.
Obesitas
Kelebihan berat badan atau obesitas dikaitkan dengan peningkatan risiko beberapa jenis kanker, termasuk kanker ovarium.
Menjaga berat badan ideal menjadi salah satu langkah untuk mendukung kesehatan secara menyeluruh.
Gejala Kanker Ovarium yang Perlu Diwaspadai
Pada stadium awal, kanker ovarium sering tidak menimbulkan gejala yang jelas.
Namun, beberapa keluhan yang dapat muncul antara lain:
Perut terasa kembung terus-menerus.
Cepat kenyang saat makan.
Nyeri atau rasa tidak nyaman pada panggul.
Sering buang air kecil.
Perut membesar.
Berat badan turun tanpa sebab yang jelas.
Gangguan buang air besar seperti sembelit.
Karena gejalanya menyerupai gangguan pencernaan biasa, banyak wanita tidak menyadari bahwa keluhan tersebut dapat berkaitan dengan kanker ovarium.
Kapan Harus Memeriksakan Diri?
Segera berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami:
Perut kembung yang berlangsung hampir setiap hari.
Nyeri panggul yang menetap.
Cepat kenyang meskipun makan sedikit.
Berat badan turun tanpa sebab yang jelas.
Gangguan buang air kecil atau buang air besar yang berlangsung lama.
Memiliki riwayat keluarga dengan kanker ovarium atau kanker payudara.
Pemeriksaan sejak dini dapat membantu mengetahui penyebab keluhan dan menentukan penanganan yang sesuai.
Bagaimana Dokter Mendeteksi Kanker Ovarium?
Apabila dicurigai mengalami kanker ovarium, dokter akan melakukan wawancara mengenai gejala, riwayat kesehatan, serta riwayat kanker dalam keluarga.
Selanjutnya, dokter dapat merekomendasikan beberapa pemeriksaan, seperti:
USG transvaginal.
CT Scan atau MRI apabila diperlukan.
Pemeriksaan penanda tumor CA-125 pada kondisi tertentu.
Biopsi untuk memastikan diagnosis.
Tidak ada satu pemeriksaan yang dapat memastikan kanker ovarium secara mandiri. Dokter akan mempertimbangkan hasil seluruh pemeriksaan sebelum menegakkan diagnosis.
Bisakah Kanker Ovarium Dicegah?
Belum ada cara yang dapat mencegah kanker ovarium sepenuhnya.
Namun, beberapa langkah berikut dapat membantu menurunkan risikonya:
Menjaga berat badan tetap ideal.
Menerapkan pola makan yang sehat.
Berolahraga secara rutin.
Mengetahui riwayat kanker dalam keluarga.
Berkonsultasi dengan dokter apabila memiliki risiko genetik yang tinggi.
Tidak mengabaikan gejala yang berlangsung terus-menerus.
Kesadaran terhadap gejala dan faktor risiko merupakan langkah penting untuk mendukung deteksi dini.
Periksakan Keluhan yang Mengarah pada Kanker Ovarium di Bumame
Perut yang sering kembung, nyeri panggul, atau cepat kenyang sebaiknya tidak selalu dianggap sebagai gangguan pencernaan biasa. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu mengetahui penyebab keluhan dan menentukan apakah diperlukan pemeriksaan lanjutan.
Di Bumame, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai gejala maupun faktor risiko kanker ovarium. Jika diperlukan, dokter akan merekomendasikan pemeriksaan laboratorium atau pemeriksaan penunjang sesuai kondisi kesehatan Anda.
Mengalami keluhan yang mengarah pada kanker ovarium atau memiliki riwayat keluarga dengan kanker ovarium? Konsultasikan dengan tim medis Bumame melalui WhatsApp untuk mendapatkan informasi mengenai layanan pemeriksaan yang sesuai. Klik di sini untuk chat WhatsApp Bumame.
Kenali Faktor Risiko Kanker Ovarium Sejak Dini
Kanker ovarium sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas pada tahap awal sehingga banyak kasus baru terdiagnosis ketika penyakit sudah berkembang. Mengenali faktor risiko dan tidak mengabaikan keluhan yang berlangsung terus-menerus dapat membantu mempercepat diagnosis dan meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan.
Apabila Anda mengalami gejala yang mengarah pada kanker ovarium atau memiliki faktor risiko tertentu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan pemeriksaan yang sesuai.
Sumber
World Health Organization. Ovarian cancer.
American Cancer Society. Ovarian Cancer Risk Factors.
Lokasi Klinik Bumame
Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10160Klinik Bumame TB Simatupang
1, Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12550Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kec. Serpong, Tangerang, Banten 15310Klinik Bumame Puri Indah
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23, Kembangan, Jakarta Barat 11610
Ditinjau oleh: dr. Muhammad Reza Kurniawan
FAQ
Apa penyebab utama kanker ovarium?
Apa penyebab utama kanker ovarium?
Hingga saat ini penyebab pasti kanker ovarium belum diketahui. Namun, penyakit ini diduga terjadi akibat perubahan genetik pada sel ovarium yang menyebabkan pertumbuhan sel tidak terkendali.
Apakah kanker ovarium diturunkan dalam keluarga?
Apakah kanker ovarium diturunkan dalam keluarga?
Sebagian kasus berkaitan dengan faktor genetik, terutama mutasi gen BRCA1 dan BRCA2 atau riwayat keluarga dengan kanker ovarium maupun kanker payudara.
Apa gejala awal kanker ovarium?
Apa gejala awal kanker ovarium?
Gejalanya dapat berupa perut kembung yang menetap, cepat kenyang, nyeri panggul, sering buang air kecil, dan perut terasa membesar.
Apakah kanker ovarium bisa dideteksi sejak dini?
Apakah kanker ovarium bisa dideteksi sejak dini?
Ya. Pemeriksaan oleh dokter, USG transvaginal, dan pemeriksaan penunjang lainnya dapat membantu mendeteksi kelainan pada ovarium, terutama pada wanita yang memiliki gejala atau faktor risiko.
Siapa yang memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker ovarium?
Siapa yang memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker ovarium?
Wanita berusia di atas 50 tahun, memiliki riwayat keluarga dengan kanker ovarium, mutasi gen BRCA, endometriosis, obesitas, atau belum pernah hamil memiliki risiko yang lebih tinggi.








