Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Anemia pada Ibu Hamil: Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya
Kembali ke Artikel & Berita

Anemia pada Ibu Hamil: Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya

SBAOthers

Naik tangga sedikit sudah terengah-engah, kepala terasa ringan saat berdiri, dan rasa lelah tidak hilang meski sudah tidur. Banyak ibu hamil menganggapnya bagian wajar dari kehamilan, sampai hasil tes darah menunjukkan kadar hemoglobin yang rendah.

Survei Kesehatan Indonesia 2023 mencatat 27,7% ibu hamil di Indonesia mengalami anemia. Kabar baiknya, kondisi ini bisa diketahui lewat tes darah sederhana, lalu dicegah dan ditangani.

Berikut penjelasan tentang penyebab, gejala, batas kadar hemoglobin per trimester, pemeriksaan, pengobatan, dan pencegahannya.

Apa Itu Anemia pada Ibu Hamil?

Anemia pada ibu hamil adalah kondisi ketika jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin berada di bawah batas untuk usia kehamilannya. Hemoglobin (Hb) adalah protein dalam sel darah merah yang mengangkut oksigen ke seluruh tubuh dan janin.

Selama hamil, cairan darah atau plasma bertambah 40 sampai 50%, sedangkan sel darah merah hanya bertambah 15 sampai 25%. Pengenceran ini disebut hemodilusi. Kadar Hb pun turun secara alami tanpa mengurangi kemampuan darah membawa oksigen, sehingga batas Hb untuk ibu hamil ditetapkan tersendiri.

Penyebab Anemia saat Hamil

Tubuh ibu hamil membuat darah tambahan untuk dirinya dan janin, sehingga kebutuhan zat besi naik dua kali lipat. Penyebab yang sering ditemukan antara lain:

  • Kekurangan zat besi. MSD Manual mencatat sekitar 95% kasus anemia saat hamil disebabkan kekurangan zat besi, atau anemia defisiensi besi. Cadangan yang sudah tipis akibat pola makan, menstruasi, atau kehamilan sebelumnya membuatnya lebih mudah muncul.

  • Kekurangan folat atau vitamin B12. Keduanya dibutuhkan untuk membentuk sel darah merah, sehingga kekurangannya bisa memicu anemia. Kekurangan folat juga berkaitan dengan cacat tabung saraf pada janin, karena itu asam folat untuk ibu hamil dianjurkan sejak awal.

  • Perdarahan dan infeksi. Menstruasi yang banyak sebelum hamil dan perdarahan pada persalinan sebelumnya menguras cadangan zat besi. WHO juga mencatat infeksi cacing tambang dan malaria bisa mengganggu penyerapan zat gizi.

  • Kelainan darah bawaan. Kementerian Kesehatan memperkirakan 3 sampai 10% penduduk Indonesia adalah pembawa sifat talasemia. Pembawa sifat umumnya tidak bergejala, tetapi bisa mengalami anemia ringan, mudah lelah, dan tampak pucat.

Siapa yang Lebih Berisiko?

Mayo Clinic mencatat risiko anemia saat hamil lebih tinggi pada kondisi berikut:

  • Jarak kehamilan yang dekat. Cadangan zat besi belum pulih dari kehamilan sebelumnya. WHO menganjurkan jarak minimal 24 bulan antarkehamilan untuk membantu mencegah anemia.

  • Hamil anak kembar. Kebutuhan zat besi lebih besar dan pengenceran darahnya juga lebih besar. Kadar Hb perlu dipantau lebih cermat.

  • Sering muntah. Mual dan muntah berulang membuat asupan makanan, termasuk sumber zat besi, ikut berkurang. Muntah terus-menerus hingga sulit makan dan minum perlu segera diperiksakan.

  • Asupan zat besi kurang atau riwayat anemia. Menu yang jarang memuat daging, ikan, atau kacang-kacangan sulit memenuhi kebutuhan zat besi. Menstruasi berat dan anemia sebelum hamil membuat cadangan rendah sejak awal.

Gejala Anemia pada Ibu Hamil

Pada tahap awal, ciri-ciri anemia sering tidak muncul atau hanya berupa keluhan samar. Mayo Clinic mengingatkan gejalanya mirip keluhan kehamilan biasa, sehingga tes darah tetap dilakukan meski Anda merasa sehat.

1. Lelah Berlebihan dan Badan Lemas

Lelah memang umum saat hamil, tetapi pada anemia lelah terasa lebih berat karena jaringan kekurangan oksigen. Bila kelelahan mengganggu aktivitas harian, sampaikan kepada dokter.

2. Pusing atau Kepala Terasa Ringan

Anda bisa merasa pusing atau seperti melayang, terutama saat berdiri dari posisi duduk. Pusing yang disertai pingsan perlu segera diperiksa.

3. Kulit dan Kuku Tampak Pucat

Kulit tampak lebih pucat dari biasanya. WHO menyebut pucat pada bagian dalam mulut dan di bawah kuku sebagai tanda anemia yang lebih berat.

4. Sesak Napas dan Jantung Berdebar

Darah dengan Hb rendah membawa lebih sedikit oksigen, sehingga napas terasa pendek saat naik tangga dan jantung berdetak lebih cepat. Sesak saat beristirahat perlu segera diperiksakan.

5. Ingin Terus Mengunyah Es Batu

Keinginan ini disebut pica dan dicatat Mayo Clinic sebagai gejala anemia defisiensi besi saat hamil. Ceritakan keinginan ini kepada dokter saat pemeriksaan kehamilan.

Dampak Anemia bagi Ibu dan Janin

Seperti bahaya anemia pada umumnya, dampaknya bergantung pada berat dan lamanya kondisi ini. Anemia yang berat atau dibiarkan berkaitan dengan risiko berikut:

  • Bayi lahir prematur atau dengan berat badan rendah. Mayo Clinic menyebut anemia defisiensi besi yang berat meningkatkan risiko kelahiran sebelum 37 minggu dan berkaitan dengan berat lahir rendah. Janin bisa kekurangan oksigen untuk tumbuh, termasuk untuk perkembangan otaknya.

  • Risiko saat dan setelah persalinan. Perdarahan yang normal terjadi saat persalinan bisa memperberat anemia. Risiko infeksi setelah melahirkan juga meningkat.

  • Depresi pascapersalinan. Mayo Clinic mencatat anemia defisiensi besi setelah melahirkan bisa meningkatkan risiko kondisi ini. Kontrol setelah melahirkan membantu mengenalinya lebih awal.

Berapa Kadar Hb yang Termasuk Anemia saat Hamil?

Batas anemia pada ibu hamil dibedakan per trimester. Selain Hb, dokter melihat hematokrit, yaitu persentase sel darah merah dalam darah. MSD Manual mengutip batas dari American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) berikut:

Usia kehamilan

Kadar Hb

Kadar hematokrit

Trimester pertama

di bawah 11 g/dL

di bawah 33%

Trimester kedua

di bawah 10,5 g/dL

di bawah 32%

Trimester ketiga

di bawah 11 g/dL

di bawah 33%

Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.

Nilai rujukan bergantung pada laboratorium dan dokter, dan ambang diagnosis ditentukan oleh dokter.

Kapan Perlu ke Dokter atau IGD?

Segera ke IGD bila Anda pingsan, sesak napas saat beristirahat, nyeri dada, jantung berdebar sangat cepat, atau mengalami perdarahan dari jalan lahir.

Buat janji dengan dokter kandungan bila lelah mengganggu aktivitas, pusing sering berulang, atau keluhan menetap setelah beberapa minggu minum suplemen zat besi. Sampaikan juga riwayat anemia, menstruasi berat, atau keluarga dengan talasemia.

Cara Dokter Memastikan Anemia saat Hamil

Anemia biasanya terdeteksi lewat pemeriksaan darah lengkap pada kunjungan kehamilan pertama, sebagai bagian dari tes darah saat hamil. Bila Hb di bawah batas, dokter mencari penyebabnya melalui pemeriksaan berikut:

  • Darah lengkap. Dokter melihat Hb, hematokrit, dan ukuran sel darah merah atau MCV. Sel yang kecil mengarah ke kekurangan zat besi atau kelainan Hb bawaan, sedangkan sel yang besar mengarah ke kekurangan folat atau vitamin B12.

  • Pemeriksaan zat besi. Kadar feritin menggambarkan cadangan zat besi. Zat besi serum dan feritin yang rendah, disertai transferin atau protein pengangkut zat besi yang tinggi, memastikan anemia defisiensi besi.

  • Pemeriksaan lanjutan. Kadar folat dan vitamin B12 diperiksa bila sel darah merah berukuran besar. Pada sel yang kecil, dokter juga bisa meminta elektroforesis hemoglobin untuk menilai kemungkinan talasemia.

Cek Anemia untuk Ibu Hamil di Bumame

Kadar Hb menunjukkan ada tidaknya anemia, sedangkan pemeriksaan zat besi membantu menelusuri apakah kekurangan zat besi menjadi penyebabnya. Di Bumame, pemeriksaan ini tersedia sebagai Paket Anemia yang berisi hematologi lengkap, retikulosit, serum iron (Fe), dan TIBC (Total Iron Binding Capacity). Retikulosit adalah sel darah merah muda yang menggambarkan seberapa cepat sumsum tulang membentuk sel darah merah baru.

Layanan ini tersedia di klinik maupun lewat Home Care. Pemeriksaan ini memerlukan puasa 8 sampai 12 jam dengan tetap boleh minum air putih, jadi bicarakan rencana puasa serta obat yang sedang diminum dengan dokter kandungan lebih dulu. Untuk mengatur jadwal, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Pengobatan Anemia selama Kehamilan

Penanganan anemia saat hamil disesuaikan dengan penyebabnya. Untuk anemia defisiensi besi, dokter biasanya memberikan suplemen zat besi yang diminum. Bila muncul keluhan seperti sembelit, dokter bisa menyesuaikan cara minumnya.

Sekitar 20% ibu hamil yang mendapat suplemen zat besi tidak menyerapnya dengan cukup atau tidak tahan efek sampingnya. Pada kondisi ini, atau setelah operasi lambung atau usus, dokter bisa memberikan zat besi lewat infus. Transfusi darah dipertimbangkan pada anemia berat yang disertai keluhan berat atau tanda gangguan pada janin, dan keputusannya diambil dokter di rumah sakit.

Bila Hb belum membaik setelah minum suplemen, dokter akan mencari penyebab lain seperti kekurangan folat atau pembawa sifat talasemia, dan bisa merujuk Anda ke dokter spesialis kelainan darah.

Langkah Mencegah Anemia sejak Awal Kehamilan

WHO merekomendasikan suplemen zat besi dan asam folat setiap hari bagi ibu hamil untuk membantu menurunkan risiko anemia, berat lahir rendah, dan kelahiran prematur. Langkah berikut melengkapinya:

  • Minum suplemen sesuai anjuran. Di Indonesia, suplemen zat besi untuk ibu hamil dikenal sebagai tablet tambah darah. Kebutuhan vitamin ibu hamil di setiap trimester bisa dibahas bersama dokter atau bidan.

  • Pilih makanan kaya zat besi. Sumbernya meliputi daging merah tanpa lemak, unggas, ikan, kacang-kacangan, serta sayuran hijau gelap. Padukan dengan jeruk, tomat, atau stroberi karena vitamin C membantu penyerapan zat besi, lalu sesuaikan ragam makanan untuk anemia dengan selera Anda.

  • Atur waktu minum teh dan kopi. WHO menganjurkan menghindari teh, kopi, kakao, dan kalsium saat mengonsumsi makanan kaya zat besi. Suplemen kalsium sebaiknya diminum pada waktu yang berbeda dari suplemen zat besi.

  • Periksa sebelum hamil. Kementerian Kesehatan menganjurkan calon pengantin menjalani pemeriksaan darah lengkap untuk mengetahui status pembawa sifat talasemia. Hasilnya juga menunjukkan apakah Anda sudah mengalami anemia sebelum hamil.

Pantau Hb, Jalani Kehamilan dengan Lebih Tenang

Anemia saat hamil bisa dicegah dan ditangani. Pemeriksaan kehamilan yang rutin, suplemen yang diminum teratur, dan pola makan bergizi menjadi bekal Anda. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan, untuk Anda dan si kecil.

Lokasi Klinik Bumame

Pemeriksaan tersedia di lima klinik Bumame.

Bumame Cideng

JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28, Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi

Bumame TB Simatupang

Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi

Bumame BSD

Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kec. Serpong, Tangerang, Banten 15310. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi

Bumame Puri

Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23, RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat 11610. Senin sampai Minggu, pukul 06.00 sampai 20.00. Lihat lokasi

Bumame Kelapa Gading

Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Kelapa Gading Barat, Kec. Kelapa Gading, Jakarta Utara, DKI Jakarta 14240. Senin sampai Minggu, pukul 06.00 sampai 20.00. Lihat lokasi

Pilih lokasi terdekat dari tempat Anda.

Referensi

  1. World Health Organization. Anaemia.

  2. World Health Organization. Daily Iron and Folic Acid Supplementation During Pregnancy.

  3. MSD Manual Professional Version. Anemia in Pregnancy.

  4. MSD Manual Consumer Version. Anemia During Pregnancy.

  5. Mayo Clinic. Iron Deficiency Anemia During Pregnancy: Prevention Tips.

  6. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Anemia.

  7. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kenali Status Carrier Anda Hari Ini, Lindungi Generasi Masa Depan dari Talasemia.

  8. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Rekomendasi Suplemen Semasa Kehamilan.

Ditinjau secara medis oleh dr. Talitha Amalia

Frequently Asked Question

Apa penyebab anemia pada ibu hamil?

Penyebab anemia pada ibu hamil yang paling umum adalah kekurangan zat besi karena kebutuhannya meningkat selama kehamilan. Penyebab lain meliputi kekurangan folat atau vitamin B12, perdarahan, infeksi, dan kelainan darah bawaan seperti talasemia.

Apakah mudah lelah saat hamil selalu menandakan anemia?

Tidak selalu. Kelelahan juga umum terjadi pada kehamilan normal. Namun, jika disertai pusing, pucat, sesak napas, atau jantung berdebar, anemia perlu dipertimbangkan. Tes darah membantu memastikan kadar hemoglobin.

Berapa kadar hemoglobin yang termasuk anemia pada ibu hamil?

Mengacu pada batas ACOG dalam artikel, anemia ditandai hemoglobin di bawah 11 g/dL pada trimester pertama dan ketiga, serta di bawah 10,5 g/dL pada trimester kedua. Dokter menilai hasil sesuai kondisi kehamilan dan nilai rujukan laboratorium.

Apakah anemia saat hamil berbahaya bagi janin?

Anemia berat dapat meningkatkan risiko bayi lahir prematur dan memiliki berat badan rendah. Anemia juga dapat memperberat risiko saat persalinan. Pemeriksaan kehamilan rutin membantu mendeteksi dan menangani kondisi ini lebih awal.

Bagaimana cara mencegah anemia selama kehamilan?

Konsumsi suplemen zat besi dan asam folat sesuai anjuran dokter atau bidan, makan sumber zat besi seperti daging, ikan, kacang-kacangan, dan sayuran hijau, serta padukan dengan vitamin C. Beri jeda konsumsi teh dan kopi dari makanan atau suplemen kaya zat besi.