Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Apakah Anemia Berbahaya? Penentu Risiko, Komplikasi, dan Kapan ke Dokter
Kembali ke Artikel & Berita

Apakah Anemia Berbahaya? Penentu Risiko, Komplikasi, dan Kapan ke Dokter

SBATips Kesehatan

Banyak orang baru tahu kadar hemoglobin mereka rendah saat cek darah rutin, padahal merasa baik-baik saja. Ada juga yang berminggu-minggu mudah lelah dan pusing, lalu menganggapnya kurang tidur atau kurang darah biasa.

Anemia memang sering ringan dan bisa diatasi. Namun, kondisi yang sama juga bisa membebani jantung bila dibiarkan, atau menjadi tanda adanya penyakit lain yang perlu ditangani.

Berikut cara menilai kapan anemia perlu diwaspadai, komplikasi yang bisa muncul, siapa yang lebih rentan, dan langkah yang bisa Anda ambil.

Jadi, Apakah Anemia Berbahaya?

Jawabannya bergantung pada kondisi masing-masing. Banyak kasus anemia bersifat ringan dan membaik setelah penyebabnya ditangani, tetapi anemia berat bisa mengancam nyawa. Bila rasa lemas disertai nyeri dada, sesak napas, atau pingsan, segera ke IGD.

Anemia adalah kondisi saat jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin lebih rendah dari normal. Hemoglobin adalah protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen dari paru ke seluruh tubuh. Saat jumlahnya kurang, organ menerima oksigen lebih sedikit dan jantung harus bekerja lebih keras.

Tingkat bahayanya ditentukan oleh empat hal berikut:

  • Seberapa rendah kadar hemoglobin. Keluhan biasanya bertambah berat seiring turunnya kadar hemoglobin, mulai dari mudah lelah hingga sesak napas dan nyeri dada.

  • Seberapa cepat anemia terjadi. Anemia ringan yang muncul perlahan sering tidak bergejala karena tubuh sempat menyesuaikan diri. Perdarahan mendadak, misalnya akibat pembuluh darah pecah, menimbulkan gejala yang lebih berat.

  • Apa penyebabnya. Kurang asupan zat besi umumnya bisa diperbaiki dengan suplemen dan pola makan. Perdarahan tersembunyi di saluran cerna atau penyakit sumsum tulang memerlukan penanganan yang berbeda.

  • Siapa yang mengalaminya. Ibu hamil, anak, remaja putri, lansia, dan orang dengan penyakit kronis seperti gagal ginjal atau kanker lebih rentan terdampak. Survei Kesehatan Indonesia 2023 mencatat 27,7% ibu hamil mengalami anemia.

Membedakan Anemia Ringan, Sedang, dan Berat

Tabel berikut merangkum pola gejala tiap derajat menurut Kemenkes beserta langkah yang sesuai.

Derajat

Keluhan yang sering muncul

Langkah yang disarankan

 

Ringan

Mudah lelah setelah aktivitas ringan, lesu, lemah, dan sulit fokus

Konsultasi ke dokter untuk mencari penyebabnya

Sedang

Jantung sering berdebar, pucat, dan sesak napas meski aktivitasnya ringan

Periksa ke dokter dalam waktu dekat

Berat

Lelah terus-menerus, menggigil, pucat sekali, jantung berdebar kencang, sesak napas, dan nyeri dada

Segera ke IGD

Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.

Batas kadar hemoglobin untuk menentukan anemia berbeda menurut usia, jenis kelamin, dan kehamilan, sehingga ambang diagnosis ditentukan oleh dokter. Lama keluhan juga ikut menentukan penanganan, karena itu perbedaan anemia ringan dan kronis perlu dipahami sejak awal.

Komplikasi bila Anemia Dibiarkan

Bila tidak ditangani, anemia bisa menimbulkan dampak berikut:

  • Kelelahan berat dan produktivitas menurun. Anemia berat bisa membuat pekerjaan sehari-hari sulit dilakukan. Pada remaja, Kemenkes mencatat anemia menurunkan konsentrasi, prestasi belajar, dan kebugaran.

  • Gangguan irama dan kerja jantung. Jantung memompa lebih banyak darah untuk menutupi kekurangan oksigen. Lama-kelamaan, kondisi ini bisa memicu aritmia atau gangguan irama jantung, pembesaran jantung, hingga gagal jantung.

  • Daya tahan tubuh menurun. Kekurangan zat besi memengaruhi sistem imun, sehingga tubuh lebih mudah sakit dan terkena infeksi. Kemenkes juga mencatat penurunan imunitas sebagai dampak anemia pada remaja.

  • Risiko pada kehamilan. Anemia pada ibu hamil dikaitkan dengan bayi lahir prematur, berat lahir rendah, dan kematian ibu. Risiko komplikasi meningkat sebelum maupun setelah persalinan.

  • Hambatan tumbuh kembang anak. Anemia berat bisa mengganggu perkembangan kemampuan berpikir dan gerak anak. Dampaknya bisa terlihat pada prestasi di sekolah.

  • Penurunan kemandirian lansia. Saat masih ringan pun, anemia membuat lansia lebih mudah bingung, murung, atau goyah saat berjalan. MSD Manual menyebut anemia bisa memperpendek harapan hidup lansia.

  • Kondisi yang mengancam nyawa. Kehilangan banyak darah dalam waktu singkat menyebabkan anemia berat yang bisa berakibat fatal. Sebagian anemia bawaan, seperti anemia sel sabit, juga bisa menimbulkan komplikasi serius.

Saat Anemia Menjadi Tanda Penyakit Lain

WHO memandang anemia sebagai gejala dari kondisi yang mendasarinya. Karena itu, dokter perlu mencari sumber masalahnya setelah anemia ditemukan.

Penyebab yang mudah terlewat adalah perdarahan perlahan. Luka di lambung, polip atau kanker saluran cerna, wasir, dan haid yang banyak bisa menguras zat besi sedikit demi sedikit. Perdarahan di lambung dan usus pun termasuk penyebab umum anemia defisiensi besi. Penyakit kronis seperti penyakit ginjal, kanker, penyakit autoimun, dan radang usus kronis juga bisa menghambat pembentukan sel darah merah, sehingga penanganannya bertumpu pada pengendalian penyakit dasarnya.

Gangguan di sumsum tulang memerlukan perhatian khusus. Pada anemia aplastik, tubuh tidak membuat cukup sel darah baru, sedangkan leukemia dan penyakit sumsum tulang lain bisa menurunkan produksi sel darah. Kelainan bawaan juga berperan. Pada thalassemia, tubuh membuat hemoglobin lebih sedikit, sementara pada anemia hemolitik sel darah merah hancur lebih cepat daripada penggantinya. Urine gelap atau kulit kekuningan bisa menjadi petunjuk kerusakan sel darah merah.

Kekurangan vitamin B12 atau folat juga bisa menyebabkan anemia. Rasa terbakar atau kesemutan di tangan dan kaki bisa mengarah ke kekurangan vitamin B12. Pada lansia, gangguan ini bisa memengaruhi daya pikir sehingga keliru dianggap demensia.

Kapan Harus ke Dokter atau IGD?

Segera ke IGD bila lemas atau anemia disertai tanda berikut:

  • Nyeri dada atau sesak napas. Anemia bisa meningkatkan risiko serangan jantung, dan kedua keluhan ini termasuk tanda yang perlu segera ditangani.

  • Pusing berat, keringat dingin, atau pingsan. Keluhan ini bisa menandakan jaringan tubuh tidak mendapat cukup oksigen.

  • Tanda perdarahan. BAB hitam seperti aspal, darah pada feses atau urine, dan batuk darah menunjukkan anemia bisa berasal dari perdarahan.

Buat janji dengan dokter dalam waktu dekat bila:

  • Lelah atau sesak tanpa sebab yang jelas. Keluhan yang tidak membaik dalam dua minggu perlu diperiksa karena gejala anemia mirip penyakit lain.

  • Tidak lolos donor darah karena hemoglobin rendah. Mayo Clinic menyarankan pemeriksaan lanjutan setelah mendapat hasil ini.

  • Haid sangat banyak atau keluhan memburuk meski sudah diobati. Kedua kondisi ini menandakan penyebabnya perlu dievaluasi ulang.

Kulit pucat, cepat lelah, dan sulit fokus termasuk ciri-ciri anemia yang sering dianggap kelelahan biasa.

Pemeriksaan untuk Menilai Anemia dan Penyebabnya

Dokter akan menanyakan keluhan, gaya hidup, dan riwayat kesehatan Anda, lalu memeriksa warna kulit serta denyut jantung. Langkah berikutnya biasanya tes darah lengkap untuk melihat kadar hemoglobin, hematokrit atau persentase sel darah merah dalam darah, serta ukuran dan bentuk sel darah merah. Hitung retikulosit, yaitu sel darah merah yang belum matang, menunjukkan apakah sumsum tulang membentuk sel baru dengan cukup.

Bila penyebabnya belum jelas, dokter bisa menambah tes feritin untuk mengukur kadar zat besi, vitamin B12, folat, tes darah samar pada feses, endoskopi untuk mencari perdarahan di lambung atau usus, USG panggul, atau pemeriksaan sumsum tulang. Nilai rujukan bergantung pada laboratorium dan dokter.

Paket Anemia di Bumame

Penyebab ikut menentukan bahaya anemia, sehingga pemeriksaan awal perlu melihat kadar hemoglobin sekaligus kerja sumsum tulang dan kadar zat besi dalam darah. Bumame menyediakan Paket Anemia yang berisi pemeriksaan hematologi lengkap, retikulosit, serum iron (Fe), dan TIBC (Total Iron Binding Capacity). Pemeriksaan bisa dilakukan secara Walk In di klinik Bumame atau lewat Home Care.

Hasilnya dibaca bersama dokter untuk menentukan perlu tidaknya tes lanjutan. Untuk pertanyaan seputar persiapan puasa dan jadwal, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Pengobatan Mengikuti Penyebabnya

Bila sumbernya perdarahan, menghentikan perdarahan menjadi langkah pertama, misalnya lewat endoskopi atau penanganan haid yang berlebihan. Kekurangan zat besi, folat, atau vitamin B12 ditangani dengan suplemen dan perbaikan pola makan sesuai anjuran dokter. Simpan suplemen zat besi jauh dari jangkauan anak karena kelebihan zat besi bisa membahayakan anak kecil.

Pada kondisi tertentu, dokter bisa memberikan obat yang merangsang sumsum tulang membentuk sel darah, obat penekan sistem imun bila sel darah merah diserang sistem imun, atau transfusi darah pada anemia berat. Transplantasi sumsum tulang dipertimbangkan untuk kasus tertentu. Rangkaian perawatan anemia sesuai jenisnya ditentukan dokter setelah penyebabnya jelas.

Langkah Sehari-hari untuk Mencegah Anemia

Sebagian jenis anemia, terutama yang diturunkan, tidak bisa dicegah. Risiko anemia akibat kurang gizi bisa ditekan dengan langkah berikut:

  • Pilih sumber zat besi. Daging merah tanpa lemak, ikan, unggas, kacang-kacangan, sayuran hijau tua, dan sereal yang diperkaya zat besi bisa menjadi pilihan. Ragam makanan untuk anemia membantu Anda menyusun menu harian.

  • Atur waktu minum teh dan kopi. Buah dan sayur kaya vitamin C membantu penyerapan zat besi. Teh, kopi, kakao, dan kalsium sebaiknya diberi jeda dari makanan kaya zat besi.

  • Cukupi folat dan vitamin B12. Folat banyak terdapat pada sayuran hijau tua dan kacang-kacangan. Vitamin B12 terdapat pada daging dan produk susu.

  • Ikuti program tablet tambah darah. Kemenkes memberikan tablet tambah darah (TTD) bagi remaja putri karena mereka kehilangan darah saat haid setiap bulan. Ibu hamil mengikuti anjuran suplemen dari dokter atau bidan.

  • Periksakan haid berlebihan dan cegah infeksi. Dokter bisa mengobati penyebab haid yang banyak agar zat besi tidak terus terkuras. Cuci tangan dengan sabun dan gunakan toilet yang bersih untuk menurunkan risiko infeksi, termasuk infeksi cacing.

Kenali Penyebabnya, Pulihkan Energi Anda

Anemia bisa ringan, bisa juga berat. Derajat, kecepatan munculnya, penyebab, dan kondisi tiap orang menentukan besar kecilnya risiko. Bila mengalami keluhan, catat kapan munculnya dan berapa lama, lalu diskusikan dengan dokter.

Penanganan yang sesuai membantu tubuh kembali bertenaga. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan. Bila ingin menjadwalkan pemeriksaan, chat CS Bumame.

Lokasi Klinik Bumame

Pemeriksaan tersedia di lima klinik Bumame.

Bumame Cideng

JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28, Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi

Bumame TB Simatupang

Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi

Bumame BSD

Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kec. Serpong, Tangerang, Banten 15310. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi

Bumame Puri

Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23, RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat 11610. Senin sampai Minggu, pukul 06.00 sampai 20.00. Lihat lokasi

Bumame Kelapa Gading

Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Kelapa Gading Barat, Kec. Kelapa Gading, Jakarta Utara, DKI Jakarta 14240. Senin sampai Minggu, pukul 06.00 sampai 20.00. Lihat lokasi

Pilih lokasi terdekat dari tempat Anda.

Referensi

  1. World Health Organization. Anaemia.

  2. Kementerian Kesehatan RI, Ayo Sehat. Anemia.

  3. Kementerian Kesehatan RI, Ayo Sehat. 7 Dampak Anemia pada Remaja.

  4. Kementerian Kesehatan RI, Ayo Sehat. Cegah Anemia pada Remaja Putri dengan Tablet Tambah Darah.

  5. Mayo Clinic. Anemia, Symptoms and Causes.

  6. MSD Manual Consumer Version. Overview of Anemia.

  7. Cleveland Clinic. Anemia.

  8. NHS. Iron Deficiency Anaemia.

Ditinjau secara medis oleh dr. Talitha Amalia

Frequently Asked Question

Apakah anemia berbahaya?

Anemia bisa berbahaya bergantung pada tingkat keparahan, penyebab, kecepatan munculnya, dan kondisi penderitanya. Anemia ringan sering membaik setelah penyebabnya ditangani, sedangkan anemia berat dapat mengancam nyawa.

Apa saja komplikasi anemia jika tidak ditangani?

Anemia yang tidak ditangani dapat menyebabkan kelelahan berat, gangguan irama jantung, gagal jantung, penurunan daya tahan tubuh, komplikasi kehamilan, serta hambatan tumbuh kembang anak.

Apa tanda anemia berat yang harus segera dibawa ke IGD?

Nyeri dada, sesak napas, jantung berdebar kencang, pucat sekali, pusing berat, keringat dingin, atau pingsan merupakan tanda bahaya yang memerlukan penanganan segera di IGD.

Apakah anemia bisa menjadi tanda penyakit lain?

Bisa. Anemia dapat disebabkan perdarahan saluran cerna, haid berlebihan, penyakit ginjal, kanker, gangguan sumsum tulang, atau kekurangan vitamin B12 dan folat. Dokter perlu mencari penyebabnya agar penanganan tepat.

Apakah anemia bisa sembuh?

Banyak kasus anemia dapat diatasi setelah penyebabnya diketahui dan ditangani, misalnya melalui suplemen zat besi atau vitamin sesuai anjuran dokter. Anemia bawaan tertentu mungkin memerlukan perawatan jangka panjang.