Lewati ke konten

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

medical check up

Diabetes Insipidus: Kenali Gejala, Penyebab, hingga Bedanya dengan Kencing Manis

Ditinjau secara medis oleh dr. Arina Dyga Putri · General Practitioner

Terbit pada

apa itu diabetes insipidus

Rasa haus yang tidak kunjung reda dan bolak-balik ke kamar mandi sering langsung dikaitkan dengan diabetes melitus atau kencing manis. Keluhan yang sama ternyata juga bisa berasal dari gangguan keseimbangan air bernama diabetes insipidus.

Namanya mirip, tetapi penyebab, pemeriksaan, dan pengobatannya berbeda. Mengenali perbedaannya membantu Anda menyampaikan keluhan dengan tepat, sehingga pemeriksaan bisa langsung diarahkan ke sumber masalahnya.

Berikut penjelasan tentang pengertian, jenis, penyebab, gejala, hingga cara dokter mendiagnosis dan mengobati diabetes insipidus.

Apa Itu Diabetes Insipidus?

Diabetes insipidus adalah gangguan langka pada keseimbangan air tubuh. Ginjal membuang urine encer dalam jumlah sangat banyak, sehingga penderitanya terus merasa haus. Kadar gula darahnya umumnya normal, dan hal inilah yang membedakannya dari kencing manis.

Pengatur utama keseimbangan air adalah hormon vasopresin atau antidiuretic hormone (ADH). Hormon ini dibuat di hipotalamus, bagian otak yang juga mengatur rasa haus, lalu dilepaskan oleh kelenjar hipofisis di dasar otak. ADH memberi sinyal kepada ginjal untuk menahan air, sehingga urine lebih pekat.

Masalah muncul ketika ADH kurang, ginjal tidak merespons hormon ini, atau asupan cairan berlebihan akibat gangguan rasa haus. Agar tidak tertukar dengan diabetes melitus, sejumlah ahli kini memakai istilah arginine vasopressin deficiency (kekurangan vasopresin) dan arginine vasopressin resistance (ginjal kurang responsif terhadap vasopresin).

Apa Bedanya Diabetes Insipidus dan Diabetes Melitus?

Kedua kondisi sama-sama bisa memicu rasa haus dan sering buang air kecil, sehingga mudah tertukar. Pemeriksaan kadar gula darah menjadi salah satu langkah awal dokter untuk membedakan keduanya.

Diabetes insipidus vs diabetes melitus

Aspek

Diabetes insipidus

Diabetes melitus

Penyebab

Kekurangan hormon ADH atau ginjal kurang merespons ADH

Gangguan hormon insulin membuat gula darah tidak terpakai dengan baik

Kadar gula darah

Umumnya normal

Tinggi

Gejala pembeda

Urine sangat banyak, encer, dan pucat meski gula darah normal

Haus dan sering buang air kecil muncul bersama gula darah tinggi

Penanganan

Sesuai jenisnya, mulai dari pengganti hormon, penanganan penyebab, hingga pengaturan cairan

Pengendalian kadar gula darah sesuai anjuran dokter

Tabel ini merangkum pola yang umum ditemui. Diagnosis tetap ditentukan oleh dokter.

Mengenal Jenis-Jenis Diabetes Insipidus

Dokter membagi kondisi ini menjadi empat jenis menurut sumber masalahnya, dan jenisnya menentukan arah pengobatan.

Diabetes Insipidus Sentral

Jenis ini terjadi saat hipotalamus atau kelenjar hipofisis rusak, sehingga tubuh kekurangan ADH. Kerusakannya bisa dipicu cedera, operasi, tumor, atau penyakit tertentu, dan pada sebagian orang penyebabnya tidak ditemukan.

Diabetes Insipidus Nefrogenik

Pada jenis ini, jumlah ADH cukup, tetapi ginjal kurang peka terhadap sinyalnya. Akibatnya, air tetap terbuang dalam jumlah besar. Kondisi ini bisa bawaan sejak lahir atau muncul belakangan.

Diabetes Insipidus Gestasional

Jenis ini jarang dan hanya muncul selama kehamilan, saat ADH dipecah oleh enzim yang dihasilkan plasenta atau ari-ari. Kondisi ini umumnya membaik setelah persalinan.

Polidipsia Primer atau Tipe Dipsogenik

Pada polidipsia primer, asupan cairan yang berlebihan menjadi sumber masalahnya. Gangguan pusat pengatur haus di hipotalamus membuat seseorang terus minum, sehingga urine pun banyak dan encer. Kondisi ini juga dikaitkan dengan gangguan kesehatan mental tertentu.

Beragam Penyebab Diabetes Insipidus

Pemicunya berbeda menurut jenis. Beberapa penyebab yang dikenal antara lain:

  • Cedera kepala. Benturan keras pada kepala bisa merusak hipotalamus atau kelenjar hipofisis. Akibatnya, produksi ADH terganggu.

  • Operasi di area otak. Pembedahan di sekitar kelenjar hipofisis bisa mengganggu pelepasan ADH. Keluhan haus dan banyak buang air kecil setelah operasi perlu segera disampaikan kepada dokter.

  • Tumor. Tumor di dekat hipotalamus atau kelenjar hipofisis bisa menekan atau merusak jaringan penghasil ADH. Penanganan tumor menjadi bagian dari pengobatannya.

  • Faktor genetik. Kelainan genetik yang diturunkan bisa memicu jenis sentral maupun nefrogenik. Pada jenis nefrogenik bawaan, tandanya bisa terlihat sejak bayi.

  • Obat tertentu. Beberapa obat, misalnya obat penstabil suasana hati tertentu dan sebagian obat antivirus, bisa membuat ginjal kurang merespons ADH. Bicarakan dengan dokter sebelum mengubah atau menghentikan obat rutin.

  • Penyakit ginjal. Kondisi ginjal yang bermasalah, misalnya penyakit ginjal kronis, bisa menurunkan kemampuan ginjal memekatkan urine. Kondisi ini termasuk penyebab jenis nefrogenik.

  • Kehamilan. Enzim dari plasenta bisa memecah ADH selama kehamilan. Ibu hamil yang tiba-tiba sangat haus dan banyak buang air kecil sebaiknya memberi tahu dokter kandungan.

Gejala Diabetes Insipidus yang Perlu Dikenali

Gejalanya bisa ringan hingga berat, tergantung jenis dan seberapa besar gangguan pada ADH.

1. Haus Terus-Menerus

Rasa haus terasa kuat dan sulit reda meski sudah banyak minum, dan banyak penderitanya lebih menyukai minuman dingin. Haus ini merupakan cara tubuh mengganti air yang terus terbuang. Bila berlangsung berhari-hari tanpa sebab jelas, sampaikan kepada dokter.

2. Buang Air Kecil Sangat Banyak, Termasuk Malam Hari

Volume urine jauh lebih banyak dari biasanya, kondisi yang disebut poliuria. Banyak penderita terbangun beberapa kali di malam hari untuk buang air kecil dan minum, sehingga tidur terganggu dan badan lelah keesokan harinya. Pola yang menetap layak diperiksakan.

3. Urine Sangat Encer dan Pucat

Karena ginjal kesulitan menahan air, urine sangat encer dan pucat, bahkan hampir bening. Urine pucat setelah banyak minum sebenarnya wajar, jadi perhatikan warna urine yang terus pucat disertai haus dan volume urine yang besar.

4. Tanda-Tanda Dehidrasi

Bila cairan yang keluar lebih banyak daripada yang masuk, tubuh bisa mengalami dehidrasi, yaitu kondisi kekurangan cairan. Tandanya antara lain mulut kering, badan lemas, dan mudah lelah. Risikonya meningkat pada orang yang tidak bisa minum sesuai rasa hausnya.

5. Gejala pada Bayi dan Anak

Bayi dan anak kecil belum bisa menyampaikan rasa haus, sehingga orang tua perlu mengamati tandanya. Gejalanya bisa berupa rewel tanpa sebab jelas, popok sangat basah, mengompol, sulit tidur, serta pertumbuhan yang terhambat. Bila beberapa tanda muncul bersamaan, periksakan anak ke dokter.

Komplikasi yang Bisa Terjadi

Komplikasi umumnya muncul saat air yang terbuang tidak tergantikan.

  • Dehidrasi berat. Kehilangan cairan yang terus berlanjut membuat tubuh kekurangan cairan dalam jumlah besar. Kondisi ini perlu segera ditangani tenaga medis.

  • Gangguan elektrolit. Elektrolit adalah mineral bermuatan listrik, seperti natrium dan kalium, yang membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh. Saat kadarnya tidak seimbang, bisa muncul lemas, mual, muntah, hilang nafsu makan, hingga bingung.

Kapan Perlu Memeriksakan Diri ke Dokter?

Periksakan diri bila rasa haus dan frekuensi buang air kecil meningkat tanpa sebab jelas dan berlangsung terus-menerus, termasuk bila Anda sering terbangun malam hari untuk buang air kecil.

Perhatian lebih diperlukan setelah cedera kepala atau operasi di area otak, selama kehamilan, atau saat rutin minum obat yang memengaruhi ginjal. Segera cari pertolongan medis bila muncul lemas berat, muntah, atau bingung.

Cara Dokter Mendiagnosis Diabetes Insipidus

Dokter akan menanyakan pola minum, frekuensi buang air kecil, obat yang dikonsumsi, dan riwayat keluarga. Gula darah juga diperiksa untuk menyingkirkan diabetes melitus. Setelah itu, tes berikut bisa dilakukan:

  • Tes urine. Urinalisis menilai kepekatan urine. Pengukuran volume urine harian menunjukkan seberapa banyak air yang terbuang.

  • Tes darah. Dokter memeriksa kadar natrium dan osmolalitas darah. Osmolalitas adalah ukuran kepekatan zat terlarut dalam cairan tubuh.

  • Tes deprivasi air. Pasien berhenti minum selama beberapa jam di bawah pengawasan ketat tenaga medis, sementara berat badan, urine, dan kadar natrium dipantau. Hormon pengganti ADH lalu bisa diberikan untuk membedakan jenis sentral dan nefrogenik.

  • MRI kepala. Pemindaian magnetic resonance imaging memperlihatkan kondisi hipotalamus dan kelenjar hipofisis. Pemeriksaan ini membantu bila dokter mencurigai tumor atau kerusakan akibat cedera.

Hasil semua tes dibaca bersama, dan ambang diagnosis ditentukan oleh dokter. Bila perlu, dokter akan merujuk pasien ke dokter spesialis penyakit dalam yang mendalami gangguan hormon.

Mengapa Kadar Natrium Darah Ikut Diperiksa?

Saat tubuh kehilangan air berlebihan, kadar natrium dalam darah cenderung naik karena darah lebih pekat, sehingga pemeriksaan natrium termasuk tes darah awal yang digunakan dokter bersama tes urine.

Bumame menyediakan pemeriksaan Natrium, yaitu pemeriksaan kadar natrium dalam darah. Hasilnya menjadi salah satu bahan pertimbangan dokter, bersama tes urine dan riwayat keluhan. Bila dokter menyarankan pemeriksaan ini, Anda bisa hubungi CS Bumame lewat WhatsApp untuk mengatur jadwal.

Pilihan Pengobatan Sesuai Jenisnya

Pengobatan bergantung pada jenis dan penyebabnya, sehingga rencananya disusun dokter setelah diagnosis jelas. Secara umum, pendekatannya sebagai berikut:

  • Jenis sentral. Dokter umumnya memberikan hormon sintetis pengganti ADH. Pada kasus ringan, menambah minum sesuai urine yang keluar kadang sudah cukup.

  • Jenis nefrogenik. Penanganan diarahkan pada penyebabnya, misalnya menyesuaikan obat pemicu atau menangani gangguan ginjal. Dokter juga bisa menyarankan pola makan rendah garam dan obat untuk mengurangi jumlah urine.

  • Jenis gestasional. Hormon sintetis pengganti ADH bisa diberikan selama kehamilan dengan pemantauan dokter. Kebutuhan terapinya dievaluasi kembali setelah persalinan.

  • Polidipsia primer. Fokusnya mengurangi asupan cairan secara bertahap sesuai arahan dokter. Bila berkaitan dengan kesehatan mental, penanganannya melibatkan tenaga profesional di bidang tersebut.

Apa pun jenisnya, ikuti saran dokter soal jumlah minum harian dan konsultasikan setiap perubahan terapi.

Kenali Sinyal Tubuh dan Periksakan Lebih Awal

Haus terus-menerus dan buang air kecil berlebihan adalah sinyal yang layak diperiksakan, apalagi bila gula darah sudah dinyatakan normal. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan, karena penyebabnya bisa dicari dan ditangani sesuai jenisnya. Untuk pertanyaan seputar jadwal pemeriksaan, Anda bisa chat CS Bumame.

Referensi

  1. Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Diabetes Insipidus. Retrieved 23 September 2026 from https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/193/diabetes-insipidus

  2. NHS. Diabetes insipidus. Retrieved 23 September 2026 from https://www.nhs.uk/conditions/diabetes-insipidus/

  3. Mayo Clinic. Diabetes insipidus - Symptoms and causes. Retrieved 23 September 2026 from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diabetes-insipidus/symptoms-causes/syc-20351269

  4. Cleveland Clinic. Arginine Vasopressin Disorders (Diabetes Insipidus). Retrieved 23 September 2026 from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/16618-diabetes-insipidus

  5. StatPearls, NCBI Bookshelf. Arginine Vasopressin Disorder (Diabetes Insipidus). Retrieved 23 September 2026 from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK470458/

  6. MedlinePlus. Diabetes insipidus. Retrieved 23 September 2026 from https://medlineplus.gov/ency/article/000377.html

Ditulis oleh: Tim Editorial Bumame

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apa itu diabetes insipidus?

Diabetes insipidus adalah gangguan langka pada keseimbangan air yang membuat tubuh mengeluarkan urine encer dalam jumlah sangat banyak dan memicu rasa haus kuat. Kondisi ini berkaitan dengan hormon ADH atau respons ginjal terhadap hormon tersebut.

Apa bedanya diabetes insipidus dan diabetes melitus?

Pada diabetes melitus, gula darah tinggi, sedangkan pada diabetes insipidus gula darah umumnya normal. Masalah diabetes insipidus ada pada pengaturan air oleh hormon ADH dan ginjal.

Apa penyebab diabetes insipidus?

Penyebabnya antara lain cedera kepala, operasi atau tumor di area otak, faktor genetik, obat tertentu, penyakit ginjal, dan kehamilan. Pada sebagian orang, penyebabnya tidak ditemukan.

Apa saja gejala diabetes insipidus?

Gejala utamanya adalah haus terus-menerus, buang air kecil sangat banyak termasuk di malam hari, serta urine yang encer dan pucat. Pada anak, tandanya bisa berupa rewel, mengompol, dan pertumbuhan yang terhambat.

Bagaimana cara mendiagnosis diabetes insipidus?

Dokter menggabungkan tes urine, tes darah seperti kadar natrium dan osmolalitas, tes deprivasi air di bawah pengawasan, serta MRI bila diperlukan. Ambang diagnosis ditentukan oleh dokter.

Rekomendasi Layanan

Promo Bumame

Filter koleksi

Lokasi Bumame

Lihat artikel lainnya
WhatsApp CTA