Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Globulin: Fungsi, Jenis, dan Arti Hasil Tes yang Perlu Diketahui
Kembali ke Artikel & Berita

Globulin: Fungsi, Jenis, dan Arti Hasil Tes yang Perlu Diketahui

ab3bf4ca-8ed2-4d91-a98c-d07a51e0fc3dmedical check up

Lembar hasil medical check-up sering memuat baris yang jarang diperhatikan, seperti protein total, albumin, globulin, dan rasio A/G. Selama tidak ada tanda tinggi atau rendah, baris ini biasanya dilewati.

Padahal kadar globulin ikut menggambarkan kerja hati, ginjal, dan sistem imun. Angka yang bergeser memberi petunjuk awal bagi dokter untuk mencari penyebabnya lewat tes lanjutan.

Berikut penjelasan tentang jenis globulin, cara mengukurnya, dan arti hasil yang tinggi, rendah, atau rasio A/G yang bergeser.

Apa Itu Globulin?

Globulin adalah kelompok protein di dalam darah. Cleveland Clinic menyebut sekitar 40 persen protein darah adalah globulin, sedangkan sebagian besar sisanya adalah albumin, protein yang menjaga cairan agar tidak merembes keluar dari pembuluh darah.

Menurut MedlinePlus, sebagian globulin dibuat oleh hati dan sebagian lagi oleh sistem imun. Karena albumin juga dibuat di hati, kadar protein darah ikut mencerminkan fungsi hati. Tubuh membutuhkan globulin untuk melawan virus dan infeksi, membantu pembekuan darah, serta menjaga kerja hati dan ginjal. Globulin juga membantu mengangkut zat gizi ke seluruh tubuh.

Globulin larut di serum, yaitu bagian cair dari darah. Letaknya berbeda dengan hemoglobin, protein pembawa oksigen di dalam sel darah merah, walau namanya mirip.

Empat Jenis Globulin dan Perannya

MedlinePlus dan Cleveland Clinic membagi globulin menjadi kelompok alfa, beta, dan gama. Pada elektroforesis protein, yaitu tes pemilah protein darah, kelompok alfa terbagi lagi menjadi dua sehingga hasilnya memuat empat jenis globulin.

1. Globulin Alfa-1

Globulin alfa-1 adalah bagian pertama kelompok alfa. Menurut Cleveland Clinic, globulin alfa naik saat tubuh mengalami peradangan. Kenaikannya menjadi salah satu tanda radang yang lalu ditelusuri dokter dengan tes lain.

2. Globulin Alfa-2

Globulin alfa-2 adalah bagian kedua kelompok alfa. Kadarnya juga bisa naik saat tubuh melawan infeksi atau peradangan. Pada grafik elektroforesis, naik turunnya tiap kelompok membentuk pola yang dikenali dokter.

3. Globulin Beta

Globulin beta adalah kelompok ketiga. Seperti kelompok alfa, kadarnya ikut naik saat ada peradangan. Kenaikan satu kelompok belum menunjukkan penyakit tertentu, jadi dokter melihat pola seluruh kelompok bersama keluhan Anda.

4. Globulin Gama atau Imunoglobulin

Globulin gama disebut juga imunoglobulin atau antibodi. Protein ini membantu sistem imun melawan zat asing dan infeksi. Pemeriksaan kelompok gama dipakai untuk menelusuri gangguan sistem imun dan mieloma multipel, sejenis kanker darah.

Bagaimana Kadar Globulin Diukur?

Kadar globulin biasanya diketahui dari tes protein total. Tes ini mengukur jumlah seluruh protein dalam darah, lalu membandingkan albumin dengan globulin. Karena globulin adalah sisa protein di luar albumin, angkanya umumnya dihitung dari selisih protein total dan albumin.

Perbandingan kedua protein ini disebut rasio albumin/globulin atau rasio A/G. Menurut Cleveland Clinic, tubuh biasanya memiliki albumin sedikit lebih banyak daripada globulin.

Bila dokter butuh rincian, pemeriksaan lanjutannya adalah elektroforesis protein. Tes ini memakai arus listrik untuk memilah protein darah berdasarkan ukuran, bentuk, dan muatan listriknya. Dokter biasanya memintanya saat hasil tes darah lain tidak biasa, saat ada gejala penyakit yang mengubah kadar protein, atau saat curiga ada penyakit sumsum tulang.

Situasi Saat Dokter Meminta Tes Globulin

Dokter bisa meminta tes ini dalam beberapa situasi berikut:

  • Pemeriksaan rutin. Tes protein total sering masuk dalam panel darah saat medical check-up. Hasilnya membantu dokter menemukan kemungkinan masalah hati atau ginjal.

  • Keluhan yang mengarah ke hati. Dokter bisa memintanya bersama tes lain bila muncul tanda gangguan fungsi hati. Contohnya mual, nafsu makan turun, lemas, kulit dan mata menguning, perut bengkak, urine gelap, tinja pucat, dan gatal.

  • Tanda masalah ginjal atau gizi. Bengkak di kaki atau perut, rasa lelah, dan berat badan turun tanpa sebab juga bisa menjadi alasan pemeriksaan. Menurut MedlinePlus, urine berdarah termasuk gejala umum penyakit ginjal.

  • Memantau penyakit yang sudah diketahui. Pada penyakit hati atau ginjal, tes ini diulang sesuai jadwal dokter. Hasilnya menunjukkan apakah kondisi membaik atau memburuk.

  • Dugaan gangguan sistem imun. Elektroforesis protein dipakai untuk menilai alergi, penyakit autoimun seperti lupus dan rheumatoid arthritis, serta mieloma multipel. Hasilnya melengkapi pemeriksaan lain yang dokter pilih.

Persiapan dan Prosedur Tes Globulin

Beri tahu dokter semua obat dan suplemen yang sedang Anda pakai, dan tetap minum obat seperti biasa kecuali dokter meminta berhenti.

Menurut MedlinePlus, puasa beberapa jam mungkin diperlukan bila tes ini menjadi bagian dari pemeriksaan darah lain. Cleveland Clinic menyebut puasa setidaknya 12 jam kadang diminta, sedangkan elektroforesis protein umumnya tidak butuh persiapan khusus. Ikuti arahan dokter atau petugas laboratorium.

Pengambilan sampelnya sama seperti cek darah pada umumnya. Petugas mengambil darah dari pembuluh di lipat siku dengan jarum kecil, dan prosesnya biasanya kurang dari lima menit. Rasa perih atau memar ringan di bekas tusukan umumnya cepat hilang.

Membaca Hasil Globulin dan Rasio A/G

Laporan laboratorium biasanya memberi keterangan normal, rendah, atau tinggi pada tiap angka. Menurut Cleveland Clinic, kisaran yang umum adalah protein total 6,3 sampai 8,0 g/dL, albumin 3,9 sampai 4,9 g/dL, dan globulin 2,0 sampai 3,5 g/dL, dengan rasio A/G sedikit di atas 1.

Nilai rujukan bergantung pada laboratorium dan dokter, jadi cocokkan angka Anda dengan nilai rujukan di laporan. Dokter membaca hasil bersama keluhan, riwayat kesehatan, dan tes darah lain sebelum menentukan langkah berikutnya.

Saat Globulin atau Protein Total Tinggi

Protein darah yang tinggi disebut hiperproteinemia. Menurut Mayo Clinic, kondisi ini jarang menimbulkan gejala dan sering baru ditemukan saat tes darah untuk keluhan lain. Penyebabnya antara lain:

  • Infeksi menahun dan peradangan. Menurut Mayo Clinic, protein tertentu di darah bisa naik saat tubuh melawan infeksi atau peradangan. Contoh infeksinya antara lain hepatitis B dan C, HIV, dan tuberkulosis atau TBC.

  • Penyakit autoimun. Pada penyakit autoimun, sistem imun keliru menyerang sel sehat tubuh sendiri. Lupus dan rheumatoid arthritis termasuk contoh yang bisa menaikkan globulin.

  • Penyakit sumsum tulang dan kanker darah. Menurut Mayo Clinic, mieloma multipel bisa menaikkan protein darah sebelum gejala lain muncul. Cleveland Clinic dan MedlinePlus juga menyebut makroglobulinemia Waldenström, limfoma Hodgkin, dan leukemia.

Untuk mencari sumbernya, dokter bisa meminta elektroforesis protein. Menurut Mayo Clinic, tes ini membantu menunjukkan jenis protein yang naik dan asalnya, misalnya dari hati atau sumsum tulang.

Saat Globulin atau Protein Total Rendah

Globulin atau protein total yang rendah bisa menjadi tanda beberapa masalah berikut:

  • Penyakit hati. Penyakit hati termasuk penyebab globulin rendah menurut MedlinePlus dan Cleveland Clinic. Dokter membacanya bersama tes fungsi hati lain, seperti SGOT, SGPT, dan gamma GT.

  • Penyakit ginjal. Penyakit ginjal juga termasuk penyebab globulin dan protein total yang rendah. Hasil ini bisa dilengkapi tes fungsi ginjal dan pemeriksaan urine.

  • Kurang gizi atau gangguan penyerapan. Malnutrisi atau kurang gizi terjadi saat asupan makanan tidak mencukupi kebutuhan tubuh. Protein total juga bisa rendah bila protein tidak tercerna atau terserap dengan baik, misalnya pada penyakit celiac dan penyakit Crohn.

  • Gangguan sistem imun. Menurut MedlinePlus, kadar tiap jenis globulin menggambarkan kerja sistem imun. Bila kelompok gama rendah, dokter bisa menelusuri kemungkinan gangguan kekebalan dengan tes lanjutan.

Saat Rasio A/G Rendah atau Tinggi

Rasio A/G membantu dokter melihat protein mana yang bergeser. Menurut MedlinePlus, rasio yang rendah bisa muncul pada penyakit hati, termasuk sirosis atau jaringan parut yang meluas di hati. Pola umumnya tampak pada tabel berikut.

Hasil rasio A/G

Kemungkinan arah

Contoh kondisi

Rendah

Albumin turun, globulin naik, atau keduanya

Penyakit autoimun seperti lupus, penyakit hati termasuk sirosis, penyakit ginjal

Tinggi

Globulin turun atau albumin naik

Kelainan genetik tertentu, sebagian leukemia

Tabel ini membantu memahami arah hasil secara umum. Penafsiran hasil tetap dilakukan oleh dokter.

Apa Saja yang Bisa Menggeser Hasil Tes Globulin?

Beberapa kondisi berikut bisa menggeser hasil dan perlu Anda sampaikan kepada dokter:

  • Kekurangan cairan. Saat tubuh mengalami dehidrasi, bagian cair darah menjadi lebih pekat. Akibatnya, protein total dan globulin bisa tampak tinggi walau jumlah proteinnya tidak bertambah.

  • Kehamilan. Menurut Cleveland Clinic, kadar globulin cenderung naik selama hamil dan umumnya bukan tanda masalah. MedlinePlus juga menyebut albumin yang rendah saat hamil tergolong normal.

  • Obat tertentu. Obat golongan kortikosteroid, pil KB, dan insulin termasuk yang bisa memengaruhi kadar globulin. Dokter yang menentukan perlu tidaknya obat dihentikan sementara.

  • Perbedaan laboratorium. Tiap laboratorium bisa memakai teknik berbeda. Untuk memantau perubahan, periksa di laboratorium yang sama.

  • Pola makan. Menurut Mayo Clinic, diet tinggi protein tidak menyebabkan protein darah tinggi. Karena itu, hasil yang tinggi tetap perlu ditelusuri penyebabnya bersama dokter.

Tanda yang Perlu Dibicarakan dengan Dokter

Bawa hasil tes ke dokter bila protein total, globulin, atau rasio A/G berada di luar nilai rujukan, meski Anda merasa sehat. Temuan tanpa keluhan tetap layak dibahas, karena tes lanjutan membantu dokter mencari penyebabnya. Periksakan diri juga bila kulit atau mata menguning, bengkak di kaki atau perut, urine berdarah, atau berat badan turun tanpa sebab.

Pahami Protein Darah Anda Bersama Dokter

Kadar globulin dan rasio A/G memberi gambaran tentang hati, ginjal, dan sistem imun. Dokter biasanya meminta panel protein bersama tes fungsi hati, lalu menilai hasilnya sesuai keluhan Anda. Pemeriksaan lebih awal memberi waktu dan pilihan yang lebih banyak.

Untuk pertanyaan seputar jenis pemeriksaan darah yang tersedia, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. MedlinePlus. Globulin Test: MedlinePlus Medical Test. Retrieved 24 September 2026 from https://medlineplus.gov/lab-tests/globulin-test/

  2. Cleveland Clinic. Globulin Blood Test: What It Is, Procedure, Results. Retrieved 24 September 2026 from https://my.clevelandclinic.org/health/diagnostics/22365-globulin-blood-test

  3. Mayo Clinic. High blood protein - Causes and definition. Retrieved 24 September 2026 from https://www.mayoclinic.org/symptoms/high-blood-protein/basics/causes/sym-20050599

  4. NHS. Total protein test. Retrieved 24 September 2026 from https://www.nhs.uk/conditions/total-protein-test/

  5. MedlinePlus. Total Protein and Albumin/Globulin (A/G) Ratio. Retrieved 24 September 2026 from https://medlineplus.gov/lab-tests/total-protein-and-albumin-globulin-a-g-ratio/

  6. Cleveland Clinic. Serum Protein Electrophoresis. Retrieved 24 September 2026 from https://my.clevelandclinic.org/health/diagnostics/serum-protein-electrophoresis

Ditinjau secara medis oleh dr. Aimee Wineyna

Frequently Asked Question

Apa itu globulin?
Globulin adalah kelompok protein darah selain albumin yang dibuat oleh hati dan sistem imun. Protein ini membantu melawan infeksi, pembekuan darah, dan pengangkutan zat gizi.
Berapa kadar globulin yang normal?
Menurut Cleveland Clinic, kadar globulin umumnya 2,0 sampai 3,5 g/dL dengan rasio A/G sedikit di atas 1. Nilai rujukan bergantung pada laboratorium dan dokter.
Apa penyebab globulin tinggi?
Globulin tinggi bisa berkaitan dengan infeksi menahun, peradangan, penyakit autoimun, kanker darah seperti mieloma multipel, atau kekurangan cairan. Dokter menentukan penyebabnya dari tes lanjutan.
Apa arti globulin rendah?
Globulin rendah bisa menjadi tanda penyakit hati, penyakit ginjal, atau kurang gizi. Dokter membacanya bersama albumin, protein total, dan keluhan Anda.
Apa arti rasio A/G rendah?
Rasio A/G rendah berarti albumin relatif lebih sedikit dibanding globulin. Menurut MedlinePlus, pola ini bisa ditemukan pada penyakit autoimun, penyakit hati termasuk sirosis, dan penyakit ginjal.