Badan cepat lelah dan wajah pucat sering dianggap akibat kurang tidur. Saat akhirnya cek darah dan kadar hemoglobin ternyata rendah, dokter kadang meminta satu pemeriksaan lagi, yaitu hitung retikulosit.
Angka ini membantu dokter melihat apakah sumsum tulang sedang bekerja keras mengganti sel darah merah yang hilang, atau produksinya justru melambat. Kedua pola itu mengarah ke penyebab anemia dan penanganan yang berbeda.
Artikel ini membahas pengertian retikulosit, kegunaan tesnya, persiapan, hingga cara membaca hasil yang tinggi atau rendah.
Apa Itu Retikulosit?
Retikulosit adalah sel darah merah yang belum matang sepenuhnya. Sel ini dibentuk di sumsum tulang, jaringan lunak di bagian dalam tulang, lalu dilepas ke aliran darah. Dalam satu sampai dua hari, retikulosit matang menjadi sel darah merah dewasa.
Sel darah merah dewasa membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh sel tubuh dengan bantuan hemoglobin, protein kaya zat besi yang memberi warna merah pada darah. Setiap sel darah merah bertahan sekitar 120 hari, lalu digantikan sel baru dari sumsum tulang.
Retikulosit berukuran sedikit lebih besar dari sel dewasa dan masih menyimpan sisa materi genetik berupa RNA yang bisa diwarnai di laboratorium. Saat tubuh butuh lebih banyak sel darah merah, sumsum tulang melepas sel muda ini lebih awal.
Angka yang Dilaporkan dari Tes Retikulosit
Tes hitung retikulosit menggambarkan kerja sumsum tulang akhir-akhir ini. Menurut Testing.com, tes ini dikerjakan dengan alat hitung otomatis, sering bersamaan dengan tes darah lengkap. Hasilnya bisa dilaporkan dalam bentuk berikut:
Persentase. Angka ini menunjukkan porsi retikulosit di antara seluruh sel darah merah. Bentuk ini sering dipakai untuk menyebut kisaran normal.
Hitung absolut. Angka ini menunjukkan jumlah retikulosit dalam volume darah tertentu, misalnya ribuan sel per mikroliter. Menurut Testing.com, bentuk ini kini lebih sering dilaporkan.
Angka koreksi atau indeks. Saat sel darah merah sedang sedikit, persentase retikulosit bisa tampak tinggi walau produksinya belum bertambah. Dokter lalu bisa memakai indeks produksi retikulosit, yaitu persentase yang disesuaikan dengan hematokrit atau porsi sel darah merah dalam darah.
Mengapa Dokter Meminta Tes Retikulosit?
Dokter biasanya meminta tes ini bersama pemeriksaan darah lain. Berikut situasi yang umum.
1. Anemia yang Belum Jelas Penyebabnya
Tes ini sering diminta setelah tes darah lengkap menunjukkan sel darah merah, hemoglobin, atau hematokrit yang rendah. Ciri-ciri anemia seperti lemas, pucat, sesak napas, pusing, atau detak jantung tidak teratur juga bisa menjadi alasan. Hasilnya membantu dokter memilah jenis anemia yang terjadi.
2. Menilai Kerja Sumsum Tulang
Sumsum tulang yang sehat menambah produksi saat tubuh kehilangan sel darah merah. Bila ada anemia sementara retikulosit tetap rendah, dokter menduga ada hambatan dalam pembentukan darah di sumsum tulang.
3. Memantau Terapi Zat Besi, Vitamin B12, atau Folat
Pada anemia defisiensi besi dan anemia akibat kekurangan vitamin B12 atau folat, sumsum tulang kekurangan bahan untuk membuat sel darah merah. Setelah terapi berjalan, retikulosit biasanya naik sebagai tanda produksi mulai pulih.
4. Setelah Perdarahan
Setelah perdarahan, sumsum tulang berusaha mengganti sel darah merah yang hilang. Menurut Testing.com, retikulosit naik beberapa hari kemudian dan bisa bertahan tinggi bila perdarahan berlangsung lama, misalnya lewat tinja atau haid yang banyak.
5. Dugaan Hemolisis
Hemolisis adalah pemecahan sel darah merah sebelum masa hidupnya habis. Pada anemia hemolitik, sel darah merah hancur lebih cepat daripada kemampuan sumsum tulang menggantinya. Sumsum tulang lalu melepas lebih banyak retikulosit untuk mengejar kehilangan tersebut.
6. Setelah Kemoterapi atau Transplantasi Sumsum Tulang
Kemoterapi dan terapi radiasi bisa menekan produksi sel darah merah. Dokter memakai tes ini untuk memantau kapan sumsum tulang pulih, termasuk setelah transplantasi sumsum tulang. Retikulosit yang mulai naik menandakan produksi sel darah merah sedang kembali.
7. Pemeriksaan pada Bayi Baru Lahir
Bayi baru lahir kadang menjalani tes ini untuk memeriksa penyakit hemolitik pada bayi baru lahir. Kondisi ini bisa muncul saat golongan darah ibu, misalnya Rhesus, tidak cocok dengan bayinya, sehingga sistem imun ibu menyerang sel darah merah bayi. Dokter anak yang menentukan perlunya tes ini.
Persiapan dan Jalannya Pemeriksaan
Menurut MedlinePlus, tes hitung retikulosit tidak memerlukan persiapan khusus. Bila tes dilakukan bersama pemeriksaan yang mensyaratkan puasa, ikuti petunjuk dokter atau petugas laboratorium. Sampaikan juga obat yang sedang dipakai dan kondisi khusus seperti kehamilan, karena keduanya bisa memengaruhi hasil.
Petugas mengambil sampel darah dari pembuluh darah di lengan dengan jarum kecil, sama seperti cek darah pada umumnya. Prosesnya biasanya selesai kurang dari lima menit. Rasa perih atau memar ringan di bekas tusukan biasanya cepat hilang.
Arti Hasil Retikulosit Normal, Tinggi, dan Rendah
Menurut Cleveland Clinic dan StatPearls, kisaran retikulosit pada orang dewasa sehat sekitar 0,5 sampai 2,5 persen dari seluruh sel darah merah. Pada bayi, kisarannya lebih tinggi. Nilai rujukan bergantung pada laboratorium dan dokter, jadi cocokkan angka Anda dengan nilai rujukan di laporan.
Hasil retikulosit dibaca bersama jumlah sel darah merah, hemoglobin, hematokrit, keluhan, dan riwayat kesehatan. Menurut Testing.com, tes ini memberi tanda adanya gangguan dan petunjuk untuk pemeriksaan lanjutan. Diagnosis ditetapkan dokter dari gabungan beberapa hasil.
Saat Retikulosit Tinggi
Retikulosit yang tinggi, atau retikulositosis, menandakan sumsum tulang sedang bekerja keras. Pola ini muncul saat tubuh kehilangan atau menghancurkan sel darah merah lebih cepat dari biasanya, sementara sumsum tulang masih mampu merespons. Contohnya perdarahan, anemia hemolitik, pemulihan setelah terapi zat besi, vitamin B12, atau folat, dan penyakit hemolitik pada bayi baru lahir.
Sesekali, retikulosit naik bersama jumlah sel darah merah. Kondisi eritrosit tinggi seperti ini bisa berkaitan dengan kebiasaan merokok, polisitemia vera atau kelainan yang membuat sel darah merah berlebihan, dan tumor penghasil eritropoietin. Eritropoietin adalah hormon dari ginjal yang merangsang pembentukan sel darah merah.
Saat Retikulosit Rendah
Retikulosit yang rendah menandakan sumsum tulang membuat sel darah merah lebih sedikit dari kebutuhan. Bila disertai anemia, penyebabnya antara lain:
Kekurangan bahan baku. Kekurangan zat besi, vitamin B12, atau folat yang belum diobati menghambat pembentukan sel darah merah. Dokter biasanya menelusurinya dengan tes ferritin serta pemeriksaan zat besi, vitamin B12, dan folat.
Gangguan sumsum tulang. Pada anemia aplastik, sumsum tulang tidak mampu membuat cukup sel darah. Kegagalan sumsum tulang akibat infeksi atau kanker, termasuk leukemia dan sindrom mielodisplastik, juga menurunkan retikulosit.
Penyakit ginjal. Ginjal menghasilkan eritropoietin. Saat ginjal sakit, kadarnya bisa turun sehingga sumsum tulang kurang terdorong membuat sel darah merah.
Efek terapi dan penyakit kronis. Kemoterapi dan terapi radiasi bisa menekan produksi sel darah merah. Anemia penyakit kronis yang menyertai penyakit menahun, sirosis atau jaringan parut pada hati, dan kecanduan alkohol juga termasuk penyebabnya.
Tabel ini membantu memahami arah hasil secara umum. Penafsiran hasil tetap dilakukan oleh dokter.
Hal yang Bisa Menggeser Angka Retikulosit
Hasil di luar kisaran kadang dipengaruhi kondisi sementara. Beberapa hal berikut bisa menggeser angka retikulosit:
Kehamilan. Jumlah retikulosit bisa lebih tinggi selama hamil. Dokter mempertimbangkan kehamilan saat membaca hasil.
Pindah ke dataran tinggi. Kadar oksigen yang lebih rendah bisa menaikkan retikulosit untuk sementara. Angkanya kembali normal setelah tubuh menyesuaikan diri.
Obat tertentu. Sebagian obat bisa menaikkan atau menurunkan hasil. Tunggu arahan dokter sebelum menghentikan obat apa pun.
Waktu pemeriksaan. Menurut StatPearls, kadar eritropoietin naik selama 3 sampai 4 hari sebelum kenaikan retikulosit terlihat. Tes yang dilakukan segera setelah perdarahan bisa belum menunjukkan kenaikan.
Perdarahan menahun. Perdarahan yang berlangsung lama bisa berujung pada kekurangan zat besi. Pada tahap ini, retikulosit bisa tidak lagi tinggi walau perdarahan masih terjadi.
Tes Retikulosit untuk Menilai Respons Sumsum Tulang
Hitung retikulosit menunjukkan apakah sumsum tulang merespons anemia dengan menambah produksi sel darah merah. Karena itu, hasilnya membantu dokter memilah penyebab anemia dan memantau terapi.
Di Bumame, tes retikulosit dilakukan dari sampel darah. Angkanya dibaca bersama hasil hitung darah lengkap yang dokter minta, jadi bawa kedua hasil saat berkonsultasi. Untuk pertanyaan seputar persiapan dan jadwal, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.
Keluhan yang Sebaiknya Diperiksakan ke Dokter
Periksakan diri ke dokter bila rasa lelah, pucat, pusing, atau sesak napas tidak kunjung membaik. Hal yang sama berlaku bila muncul darah pada tinja, haid yang banyak, atau detak jantung tidak teratur. Menurut NHLBI, anemia kadang menjadi tanda kondisi lain, seperti perdarahan di lambung, peradangan akibat infeksi, penyakit ginjal, atau penyakit autoimun.
Bagi yang sedang menjalani terapi anemia atau kemoterapi, ikuti jadwal kontrol dan tes darah dari dokter. Segera ke IGD bila terjadi perdarahan hebat, pingsan, atau sesak napas berat.
Jadikan Hasil Retikulosit Petunjuk Langkah Berikutnya
Hitung retikulosit memperlihatkan seberapa aktif sumsum tulang membuat sel darah merah. Dibaca bersama hasil darah lain dan keluhan Anda, angka ini membantu dokter memilih langkah yang sesuai. Pemeriksaan lebih awal memberi waktu dan pilihan yang lebih banyak.
Jika ada pertanyaan seputar tes darah untuk anemia, chat CS Bumame.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi
MedlinePlus. Reticulocyte Count: MedlinePlus Medical Test. Retrieved 23 September 2026 from https://medlineplus.gov/lab-tests/reticulocyte-count/
Cleveland Clinic. Reticulocyte Count: Testing, Purpose & Results. Retrieved 23 September 2026 from https://my.clevelandclinic.org/health/diagnostics/22787-reticulocyte-count
Testing.com. Reticulocyte Count Test: Uses and Results. Retrieved 23 September 2026 from https://www.testing.com/tests/reticulocytes/
StatPearls, NCBI Bookshelf. Histology, Reticulocytes. Retrieved 23 September 2026 from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK542172/
National Heart, Lung, and Blood Institute. Anemia - What Is Anemia? Retrieved 23 September 2026 from https://www.nhlbi.nih.gov/health/anemia
MedlinePlus. Anemia. Retrieved 23 September 2026 from https://medlineplus.gov/anemia.html
Ditinjau secara medis oleh dr. Denizha Irfani
