Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Apakah Hipertensi Bisa Sembuh? Penjelasan Medis dan Cara Menjaganya Tetap Terkendali
Kembali ke Artikel & Berita

Apakah Hipertensi Bisa Sembuh? Penjelasan Medis dan Cara Menjaganya Tetap Terkendali

SBATips Kesehatan

Setelah beberapa bulan rutin minum obat darah tinggi, angka tensi seseorang bisa stabil di kisaran normal dan badannya terasa sehat. Pada titik ini, muncul pertanyaan yang wajar, apakah darah tinggi itu sudah sembuh dan obatnya boleh dihentikan?

Jawabannya berbeda untuk setiap orang. Ada jenis hipertensi yang bisa membaik saat pemicunya ditangani, ada pula yang perlu dijaga dalam jangka panjang. Bila tensi sangat tinggi disertai nyeri dada, sesak napas, atau sakit kepala hebat, segera ke IGD.

Artikel ini membahas jenis hipertensi yang berpeluang membaik, aturan aman soal obat, pemeriksaan penunjang, dan kebiasaan sehat sehari-hari.

Apakah Hipertensi Bisa Sembuh? Jawabannya Bergantung pada Jenisnya

Jenis yang umum adalah hipertensi primer atau hipertensi esensial, yaitu tekanan darah tinggi yang tidak disebabkan penyakit lain. Menurut WHO, risikonya dipengaruhi usia, faktor keturunan, berat badan berlebih, kurang gerak, makanan tinggi garam, dan alkohol berlebih. Tujuan pengobatannya adalah menjaga tekanan darah tetap terkendali dalam jangka panjang.

WHO menyebut perubahan gaya hidup membantu siapa pun dengan hipertensi, meski banyak orang tetap memerlukan obat. Mayo Clinic menambahkan bahwa gaya hidup sehat bisa mencegah, menunda, atau mengurangi kebutuhan obat. Karena itu, istilah yang lebih tepat untuk jenis ini adalah terkendali.

Gambaran berbeda terlihat pada hipertensi sekunder, yaitu tekanan darah tinggi yang dipicu penyakit lain atau obat tertentu. NHLBI menyebut tekanan darah pada kelompok ini bisa membaik setelah penyebabnya diobati atau dihentikan.

Mengenal Hipertensi dan Cara Dokter Menetapkannya

Hipertensi adalah kondisi saat tekanan dalam pembuluh darah terlalu tinggi. WHO memakai batas 140/90 mmHg atau lebih yang terukur pada dua hari berbeda, sedangkan ambang diagnosis ditentukan oleh dokter.

Kebanyakan orang dengan hipertensi tidak merasakan gejala. WHO memperkirakan 1,4 miliar orang dewasa berusia 30 sampai 79 tahun hidup dengan hipertensi pada 2024, dan hanya sekitar 23% yang terkendali. Kenali juga gejala dan cara deteksi hipertensi sejak awal.

Satu kali hasil tinggi belum cukup untuk diagnosis. Mayo Clinic menyebut sebagian orang memiliki tensi tinggi hanya saat diperiksa di fasilitas kesehatan, yang disebut white coat hypertension. Pengukuran di rumah atau pemantauan selama 6 atau 24 jam membantu dokter memastikannya.

Hipertensi Sekunder, Jenis yang Bisa Membaik Saat Pemicunya Ditangani

Mayo Clinic menyebut penanganan yang tepat sering bisa mengendalikan tekanan darah sekaligus penyakit pemicunya. Beberapa pemicunya antara lain:

  • Gangguan ginjal. Kerusakan ginjal akibat diabetes, penyakit ginjal polikistik, dan penyempitan arteri yang menuju ginjal bisa menaikkan tekanan darah. Pedoman Kemenkes juga mencatat hipertensi sebagai salah satu tanda penyakit ginjal kronik, sehingga dokter bisa memeriksa fungsi ginjal.

  • Gangguan hormon. Produksi hormon aldosteron berlebihan atau hiperaldosteronisme membuat ginjal menahan garam dan air. Pemicu hormonal lain mencakup sindrom Cushing, feokromositoma, gangguan tiroid, dan hiperparatiroidisme.

  • Henti napas saat tidur. Sleep apnea membuat napas berulang kali berhenti saat tidur dan sering ditandai dengkuran keras. Kekurangan oksigen bisa merusak lapisan pembuluh darah dan memicu zat yang menaikkan tekanan darah.

  • Obat dan suplemen tertentu. Pereda nyeri, pil KB, antidepresan, dekongestan, serta suplemen herbal seperti ginseng dan akar manis bisa menaikkan tekanan darah pada sebagian orang. Bawa daftar obat dan suplemen saat kontrol, lalu ubah hanya atas saran dokter.

  • Kehamilan. Kehamilan bisa memicu tekanan darah tinggi baru atau memperberat hipertensi yang sudah ada. NHLBI menganjurkan pemantauan tekanan darah sebelum, selama, dan sesudah kehamilan, karena riwayat preeklampsia meningkatkan risiko hipertensi dan penyakit jantung di kemudian hari.

Peluang Tensi Kembali Normal Menurut Jenis Hipertensi

Ringkasan setiap jenis tersaji pada tabel berikut.

Jenis

Contoh pemicu

Peluang tensi kembali normal

Hipertensi primer

Usia, keturunan, berat badan berlebih, kurang gerak, garam berlebih

Dikendalikan jangka panjang, kebutuhan obat bisa berkurang dengan gaya hidup sehat

Hipertensi sekunder

Penyakit ginjal, gangguan hormon, sleep apnea

Bisa membaik setelah pemicunya ditangani

Akibat obat atau suplemen

Pereda nyeri, pil KB, dekongestan

Bisa membaik bila dokter menghentikan atau mengganti pemicunya

Terkait kehamilan

Hipertensi gestasional, preeklampsia

Tetap dipantau sesudah persalinan, riwayat preeklampsia menaikkan risiko jangka panjang

White coat hypertension

Suasana pemeriksaan

Tensi di luar ruang periksa bisa normal, perlu pengukuran ulang

Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.

Tanda Hipertensi Perlu Ditelusuri Lebih Lanjut

Mayo Clinic mencatat beberapa tanda yang bisa mengarah ke hipertensi sekunder. Contohnya adalah tekanan darah yang tetap tinggi walau sudah minum obat, angka atas atau sistolik di atas 180 mmHg, angka bawah atau diastolik di atas 120 mmHg, dan obat yang dulu efektif kini tidak lagi bekerja.

Tanda lain adalah tensi tinggi yang muncul mendadak sebelum usia 30 atau setelah 55 tahun, tanpa riwayat hipertensi dalam keluarga, atau tanpa obesitas. Catatan tentang penyebab tensi naik sehari-hari membantu dokter merencanakan pemeriksaan.

Tensi Sudah Normal, Bolehkah Berhenti Minum Obat?

Tekanan darah yang normal selama minum obat menandakan pengobatan berjalan baik. Mayo Clinic mengingatkan agar obat diminum sesuai resep tanpa melewatkan dosis atau menghentikannya mendadak. Penghentian tiba-tiba obat tertentu seperti beta blocker bisa memicu lonjakan tekanan darah yang disebut rebound hypertension.

Pengurangan obat memang mungkin pada sebagian orang. Keputusan ini diambil dokter dengan melihat catatan tensi dari waktu ke waktu. NHLBI menambahkan dokter bisa mengubah dosis atau mengganti obat bila muncul efek samping.

Dampak Tekanan Darah Tinggi yang Tidak Terkendali

Tekanan yang terus tinggi bisa mengeraskan arteri dan mengurangi aliran darah ke jantung. WHO mencatat kondisi ini bisa memicu nyeri dada atau angina, serangan jantung, gagal jantung, gangguan irama jantung, stroke, dan kerusakan ginjal hingga gagal ginjal. Risiko penyakit jantung juga bertambah bila disertai kolesterol atau gula darah yang tinggi.

Di Indonesia, pedoman Kemenkes yang mengutip Indonesian Renal Registry 2020 mencatat penyakit ginjal akibat hipertensi sebagai penyebab 35% kasus penyakit ginjal tahap akhir.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter atau ke IGD?

Segera ke IGD bila tekanan darah sangat tinggi, umumnya 180/120 mmHg atau lebih, disertai sakit kepala hebat, nyeri dada, sesak napas, pandangan kabur, kebingungan, mimisan, atau irama jantung tidak teratur. WHO menyebut kondisi ini memerlukan pertolongan segera.

Ibu hamil atau baru melahirkan dengan lonjakan tekanan darah di atas 160/110 mmHg juga memerlukan pertolongan darurat, menurut NHLBI.

Jadwalkan konsultasi biasa bila tensi di rumah sering melewati target, muncul efek samping obat, Anda memakai obat atau suplemen baru, atau ada tanda hipertensi sekunder.

Pemeriksaan untuk Mencari Penyebab dan Menilai Organ

Selain mengukur ulang tekanan darah, dokter bisa meminta tes darah dan urine untuk mencari kondisi yang memicu atau memperberat hipertensi. Menurut Mayo Clinic, tes ini mencakup kadar kolesterol, gula darah, serta fungsi ginjal, hati, dan tiroid bila diperlukan.

Pemeriksaan EKG merekam aktivitas listrik jantung dan, menurut Kemenkes, bisa menunjukkan irama tidak normal atau pembesaran jantung. Dokter juga bisa menambahkan ekokardiografi untuk melihat ketebalan dinding jantung.

Menilai Dampak Hipertensi pada Jantung

Tekanan darah tinggi yang berlangsung lama memaksa jantung bekerja lebih keras. Pemeriksaan jantung membantu dokter menilai dampaknya, misalnya lewat treadmill test yang menurut Kemenkes menilai respons jantung saat bekerja lebih keras.

Bila dokter menyarankan pemeriksaan lanjutan, Paket Kesehatan Jantung di Bumame mencakup konsultasi dan pemeriksaan fisik oleh dokter umum, tes Ishihara, rontgen thorax, EKG, treadmill, hematologi lengkap, urine lengkap, profil lipid (kolesterol total, HDL, LDL direk, trigliserida), HbA1c, serta CK, CK-MB, dan hs-CRP. Pemeriksaan tiroid berada di luar paket ini dan bisa ditambahkan dokter bila diperlukan. Untuk jadwal dan persiapannya, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Kebiasaan Harian yang Membantu Tekanan Darah Tetap Terkendali

NHLBI menyarankan gaya hidup sehat tetap dijalankan selama minum obat karena kombinasi keduanya membantu mengendalikan tekanan darah. Langkah berikut menjadi dasar cara menurunkan darah tinggi:

  • Turunkan berat badan berlebih. Tekanan darah bisa turun sekitar 1 mmHg untuk setiap kilogram berat badan yang hilang. Risiko meningkat bila lingkar pinggang melebihi 102 cm pada pria atau 89 cm pada wanita.

  • Atur pola makan. Pola makan Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH) yang kaya sayur, buah, dan biji-bijian utuh bisa menurunkan tekanan sistolik hingga 11 mmHg. NHLBI menyebut DASH rendah garam bisa seefektif obat.

  • Kurangi garam. Batasi natrium hingga 2.300 mg per hari, idealnya 1.500 mg bagi kebanyakan orang dewasa, untuk menurunkan tekanan darah sekitar 5 sampai 6 mmHg. Perhatikan dampak gula dan garam bagi kesehatan saat memilih makanan olahan.

  • Bergerak aktif. WHO menganjurkan 150 menit aktivitas sedang atau 75 menit aktivitas berat per minggu. Olahraga aerobik bisa menurunkan tekanan darah sekitar 5 sampai 8 mmHg, dan tekanan bisa naik lagi bila olahraga dihentikan.

  • Berhenti merokok dan batasi alkohol. Tembakau dan nikotin, termasuk rokok elektrik, menaikkan tekanan darah. Alkohol berlebih juga bisa membuat obat bekerja kurang baik.

  • Tidur cukup dan kelola stres. Tidur kurang dari tujuh jam selama berminggu-minggu bisa memengaruhi tekanan darah. Teknik relaksasi dan kelompok dukungan membantu mengelola stres.

  • Pantau tensi di rumah. Pengukuran rutin membantu memastikan gaya hidup dan obat bekerja. Bawa catatannya setiap kontrol.

Hidup Aktif dengan Tekanan Darah yang Terkendali

Bagi banyak orang, menjaga tekanan darah adalah komitmen jangka panjang. Tekanan yang terkendali menurunkan risiko komplikasi, dan pemicu yang ditemukan lebih awal membuka peluang tensi kembali normal. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan.

Ukur tensi secara rutin dan diskusikan setiap rencana perubahan obat bersama dokter. Untuk menjadwalkan pemeriksaan, chat CS Bumame.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/1634/2023 tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Penyakit Ginjal Kronik.

  2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat. Pemeriksaan Penunjang Kardiovaskular.

  3. World Health Organization. Hypertension.

  4. National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI). High Blood Pressure Treatment.

  5. National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI). Pregnancy and High Blood Pressure.

  6. Mayo Clinic. Secondary Hypertension, Symptoms and Causes.

  7. Mayo Clinic. High Blood Pressure (Hypertension), Diagnosis and Treatment.

  8. Mayo Clinic. 10 Ways to Manage High Blood Pressure Without Medicine.

Ditinjau secara medis oleh dr. Muhammad Reza Kurniawan

Frequently Asked Question

Apakah hipertensi bisa sembuh total?

Hipertensi sekunder dapat membaik setelah penyebabnya ditangani, sedangkan hipertensi primer umumnya perlu dikendalikan dalam jangka panjang melalui gaya hidup sehat dan obat bila diperlukan.

Apakah obat darah tinggi harus diminum seumur hidup?

Sebagian orang memerlukan obat dalam jangka panjang. Perubahan gaya hidup dapat membantu mengendalikan tekanan darah dan mengurangi kebutuhan obat pada sebagian orang. Dokter menentukan penyesuaian dosis berdasarkan catatan tekanan darah dan kondisi pasien.

Bolehkah berhenti minum obat hipertensi saat tekanan darah sudah normal?

Tidak boleh menghentikan obat sendiri. Tekanan darah normal saat menjalani pengobatan menunjukkan bahwa terapi berjalan baik. Penghentian mendadak obat tertentu dapat memicu lonjakan tekanan darah. Diskusikan perubahan dosis atau penghentian obat dengan dokter.

Apa saja penyebab hipertensi sekunder?

Hipertensi sekunder dapat dipicu oleh gangguan ginjal, kelainan hormon, sleep apnea, kehamilan, serta obat atau suplemen tertentu. Tekanan darah berpeluang membaik setelah penyebabnya ditangani sesuai arahan dokter.

Berapa tekanan darah yang termasuk hipertensi?

WHO menggunakan batas 140/90 mmHg atau lebih yang terukur pada dua hari berbeda. Namun, penetapan diagnosis tetap dilakukan dokter berdasarkan hasil pengukuran dan kondisi pasien. Satu kali hasil tinggi belum cukup untuk memastikan hipertensi.