Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Batuk karena Asam Lambung: Ciri, Bedanya dengan Batuk Paru, dan Cara Mengatasinya
Kembali ke Artikel & Berita

Batuk karena Asam Lambung: Ciri, Bedanya dengan Batuk Paru, dan Cara Mengatasinya

SBATips Kesehatan

Batuk itu kembali tak lama setelah Anda berbaring. Tenggorokan terasa mengganjal, Anda sering berdeham, dan suara terdengar serak keesokan paginya. Obat batuk bebas sudah dicoba, tetapi batuk terus datang lagi.

Pola seperti ini bisa berasal dari asam lambung yang naik ke kerongkongan. Batuk yang bertahan berminggu-minggu juga bisa bersumber dari paru, misalnya asma atau TBC, sehingga sumbernya perlu dipastikan.

Artikel ini membahas mekanisme, ciri, cara membedakan, pemeriksaan, dan pengobatan batuk karena asam lambung.

Apa Itu Batuk karena Asam Lambung?

Batuk karena asam lambung adalah batuk yang dipicu refluks, yaitu naiknya isi lambung ke esofagus atau kerongkongan. Banyak orang sesekali mengalami refluks. Bila terjadi berulang dalam waktu lama, kondisinya disebut GERD, dan NIDDK mencatat GERD bisa menimbulkan batuk kronis serta suara serak.

Mayo Clinic menyebut batuk kronis pada orang dewasa sebagai batuk yang berlangsung 8 minggu atau lebih, dengan batas lebih pendek pada anak. Ambang diagnosis ditentukan oleh dokter. Asam lambung hanya satu dari beberapa penyebab batuk tidak kunjung sembuh, di samping rokok, asma, dan infeksi. Karena itu, keluhan ini perlu dibedakan dari penyebab tenggorokan gatal dan batuk lainnya.

Mengapa Asam Lambung Bisa Memicu Batuk?

Di ujung bawah kerongkongan ada sfingter esofagus bawah, cincin otot yang menutup setelah makanan masuk ke lambung. Bila cincin ini melemah atau mengendur di saat yang keliru, asam naik dan mengiritasi kerongkongan. Mayo Clinic menjelaskan iritasi yang terus-menerus ini bisa berujung pada batuk kronis. Batuk itu lalu memperberat GERD, sehingga keduanya saling memicu.

Menurut Mayo Clinic, refluks malam hari juga bisa memicu laringitis atau radang pita suara serta asma yang baru muncul atau memburuk.

Faktor berikut termasuk penyebab GERD atau pemicu yang membuat keluhan mudah kambuh:

  • Berat badan berlebih dan kehamilan. NIDDK dan Mayo Clinic menyebut keduanya meningkatkan peluang GERD. Bagi yang kelebihan berat badan, NIDDK menyarankan penurunan berat badan.

  • Rokok. NIDDK memasukkan merokok dan asap rokok orang lain sebagai faktor risiko. Rokok juga penyebab umum batuk kronis, jadi batuk perokok bisa punya lebih dari satu sumber.

  • Hernia hiatus dan obat tertentu. NIDDK mencatat hernia hiatus, yaitu naiknya bagian atas lambung ke rongga dada, bisa memperberat GERD. Obat seperti benzodiazepin, penghambat kanal kalsium, sebagian obat asma, OAINS (obat antiinflamasi nonsteroid), dan antidepresan trisiklik juga bisa memperberatnya. Jangan menghentikan obat resep tanpa saran dokter.

Ciri Batuk karena Asam Lambung

Selain tanda asam lambung naik yang umum, batuk karena refluks biasanya disertai ciri berikut.

1. Muncul Malam Hari atau setelah Makan Besar

Mayo Clinic mencatat refluks malam hari bisa menimbulkan batuk yang menetap, dan rasa panas di dada sering memburuk saat berbaring. Porsi besar dan makan larut malam ikut memicu, jadi batuk setelah makan malam berat patut dicatat.

2. Disertai Rasa Panas di Dada atau Asam di Mulut

Heartburn atau rasa panas di dada terasa di belakang tulang dada dan naik ke arah tenggorokan. NIDDK juga menyebut regurgitasi, yaitu isi lambung yang naik hingga mulut terasa asam.

3. Suara Serak dan Sering Berdeham

Asam yang mencapai tenggorokan bisa memicu laringitis sehingga suara terdengar serak. Mayo Clinic mencatat sering berdeham, sakit tenggorokan, dan suara serak kerap menyertai batuk kronis.

4. Tenggorokan Mengganjal atau Sulit Menelan

Rasa ada benjolan di tenggorokan dan disfagia atau sulit menelan termasuk gejala GERD menurut Mayo Clinic. NIDDK menyarankan pemeriksaan bila menelan terasa sulit atau nyeri.

5. Tetap Batuk Walau Dada Tidak Terasa Panas

NIDDK mencatat tidak semua orang dewasa dengan GERD merasakan heartburn atau regurgitasi. Pada sebagian orang, keluhan yang menonjol justru batuk kronis atau suara serak.

Komplikasi yang Bisa Menyertai

Mayo Clinic mencatat batuk kronis bisa mengganggu tidur, memicu sakit kepala, pusing, muntah, hingga pingsan, bahkan membuat tulang rusuk patah pada kasus berat. GERD yang menahun juga bisa menimbulkan esofagitis atau peradangan kerongkongan, striktur esofagus atau penyempitan kerongkongan, dan esofagus Barrett. Esofagus Barrett adalah perubahan lapisan kerongkongan bawah yang berkaitan dengan risiko kanker kerongkongan yang lebih tinggi.

Membedakan Batuk dari Lambung dan dari Paru

Pola berikut membantu Anda menjelaskan keluhan kepada dokter.

Sumber batuk

Ciri yang menonjol

Pemeriksaan yang biasa diminta

Asam lambung (GERD)

Batuk malam atau setelah makan, rasa panas di dada, suara serak

Penilaian keluhan dan respons pengobatan, endoskopi bila perlu

Asma

Batuk malam atau dini hari, mengi, sesak saat terpapar debu atau udara dingin

Spirometri

TBC

Batuk terus-menerus, demam lama, keringat malam, berat badan turun

Tes dahak, tes cepat molekuler, rontgen dada

PPOK pada perokok

Batuk berdahak hampir setiap hari, sesak saat beraktivitas

Spirometri, rontgen dada

Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.

Pola batuk malam juga ada pada gejala asma, sedangkan demam lama dan berat badan turun perlu dicocokkan dengan ciri batuk TBC.

Kapan Batuk Ini Perlu Diperiksakan ke Dokter?

Segera ke IGD bila batuk disertai nyeri dada, khususnya bersama sesak napas atau nyeri yang menjalar ke rahang atau lengan. Mayo Clinic mengingatkan keluhan ini bisa menjadi tanda serangan jantung.

Buat janji dengan dokter bila:

  • Batuk berlangsung berminggu-minggu. Mayo Clinic menyarankan pemeriksaan, khususnya bila batuk berdahak, berdarah, atau mengganggu tidur. Ragam penyebab batuk berdarah perlu dipastikan dokter.

  • Ada tanda TBC. Kemenkes mencatat batuk terus-menerus dengan demam lama, keringat malam, serta nafsu makan dan berat badan turun sebagai gejala TBC. Orang dengan gejala ini perlu memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

  • Ada tanda dari saluran cerna. NIDDK menyarankan pemeriksaan bila muntah terus-menerus, muntah berdarah atau seperti ampas kopi, tinja hitam, atau berat badan turun tanpa sebab. Keluhan ini bisa menandakan komplikasi atau masalah kesehatan lain.

Bagaimana Dokter Mencari Sumber Batuk?

Dokter memulai dengan wawancara dan pemeriksaan fisik. Anda mungkin ditanya soal rasa panas di dada, waktu munculnya batuk, rokok, dan obat tekanan darah, karena golongan penghambat ACE bisa memicu batuk kronis. Menurut Mayo Clinic, banyak dokter mengobati penyebab yang umum lebih dulu, lalu meminta tes lanjutan bila batuk tidak membaik:

  • Foto rontgen dada. Foto dada, salah satu jenis rontgen, dipakai untuk memeriksa pneumonia, kanker paru, dan penyakit paru lain. Refluks dan asma tidak tampak pada foto ini.

  • Spirometri. Tes ini mengukur jumlah udara di paru dan kecepatan Anda mengembuskannya. Hasilnya membantu mendiagnosis asma dan PPOK.

  • Tes dahak. Dahak berwarna bisa diperiksa untuk mencari bakteri. Pada dugaan TBC, Kemenkes menyebut tes cepat molekuler sebagai alat diagnosis utama.

  • Endoskopi. Selang tipis berlampu dan berkamera dimasukkan lewat mulut untuk melihat kerongkongan. Dokter mempertimbangkannya bila kerongkongan perlu dinilai langsung.

Peran Rontgen Dada saat Batuk Belum Reda

Sebelum batuk disimpulkan berasal dari asam lambung, dokter bisa meminta foto dada untuk memastikan kondisi paru. Foto ini memperlihatkan paru, jantung, dan tulang rusuk, sehingga kelainan seperti pneumonia atau gambaran yang mengarah ke TBC bisa terlihat.

Bila dokter menyarankannya, Rontgen - Thorax di Bumame membantu mendeteksi atau mengevaluasi pneumonia, gambaran yang mengarah ke TBC, cairan atau udara di sekitar paru, dan benjolan di paru. Anda tidak perlu puasa, cukup sampaikan obat dan suplemen yang rutin dikonsumsi. Hasilnya keluar dalam waktu lebih dari 1x24 jam. Untuk jadwal pemeriksaan, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Cara Mengatasi Batuk karena Asam Lambung

Mayo Clinic mencatat batuk kronis umumnya mereda setelah penyebabnya ditangani, sedangkan obat batuk bebas hanya meredakan gejala. Langkah yang biasa disarankan meliputi:

  • Perubahan gaya hidup. NIDDK menyarankan menurunkan berat badan bila berlebih, berhenti merokok, dan mengubah kebiasaan makan. Saat tidur, bantalan busa berbentuk baji di bawah kepala dan punggung atas bisa membuat kepala sekitar 15 sampai 20 cm lebih tinggi.

  • Obat penurun asam. NIDDK menyebut antasida untuk keluhan ringan, serta penghambat H2 dan penghambat pompa proton (PPI) yang menurunkan produksi asam lambung. Pilihan obat ditentukan dokter, dan Mayo Clinic menyarankan konsultasi bila obat bebas untuk rasa panas di dada dipakai lebih dari dua kali seminggu.

  • Penanganan penyebab lain. Bila batuk juga dipicu asma atau infeksi, dokter menanganinya bersamaan. Operasi baru dipertimbangkan bila perubahan gaya hidup dan obat tidak membantu.

Sambil berobat, Mayo Clinic menyarankan cukup minum, minuman hangat, udara yang lembap, dan menjauhi asap rokok. Madu juga bisa membantu, asalkan tidak diberikan kepada bayi. Berbagai cara menurunkan asam lambung sehari-hari ikut melengkapinya.

Kebiasaan yang Membantu Mencegah Batuk Kambuh

Kebiasaan berikut membantu menjaga asam lambung tetap terkendali. Sebagian besar menyangkut kebiasaan sehari-hari yang memicu asam lambung naik.

  • Atur porsi dan jam makan. Hindari porsi besar dan makan larut malam, yang menurut Mayo Clinic memperberat refluks. Beri jeda yang cukup antara makan malam dan waktu tidur.

  • Batasi pemicu. Mayo Clinic juga menyebut makanan berlemak, gorengan, alkohol, dan kopi sebagai pemicu. Catat mana yang berpengaruh pada Anda, lalu kurangi.

  • Jaga berat badan dan berhenti merokok. Berat badan berlebih dan rokok termasuk faktor risiko GERD menurut NIDDK. Asap rokok juga mengiritasi paru dan bisa memperburuk batuk.

Kenali Pola Batuk Anda dan Atasi Sumbernya

Batuk karena asam lambung umumnya bisa dikendalikan setelah sumbernya jelas. Catat kapan batuk muncul, apa yang Anda makan, dan keluhan yang menyertai, lalu bawa catatan itu saat berkonsultasi. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan. Untuk mengatur jadwal pemeriksaan, chat CS Bumame.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. Mayo Clinic. Chronic Cough, Symptoms and Causes.

  2. Mayo Clinic. Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), Symptoms and Causes.

  3. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). Symptoms & Causes of GER & GERD.

  4. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat. Asma.

  5. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat. Tuberkulosis.

  6. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat. Penyakit Paru Obstruktif Kronis.

  7. Mayo Clinic. Chronic Cough, Diagnosis and Treatment.

  8. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). Treatment for GER & GERD.

Ditinjau secara medis oleh dr. Muhammad Reza Kurniawan

Frequently Asked Question

Apa ciri-ciri batuk karena asam lambung?

Batuk karena asam lambung sering muncul malam hari, setelah makan besar, atau saat berbaring. Gejala lain yang dapat menyertai meliputi rasa panas di dada, rasa asam di mulut, suara serak, sering berdeham, dan tenggorokan terasa mengganjal.

Apakah batuk karena asam lambung bisa terjadi tanpa rasa panas di dada?

Bisa. Tidak semua orang dengan GERD mengalami rasa panas di dada atau rasa asam di mulut. Pada sebagian orang, keluhan yang paling menonjol justru batuk berkepanjangan atau suara serak.

Bagaimana cara mengatasi batuk karena asam lambung?

Atur porsi dan waktu makan, hindari makan terlalu dekat dengan waktu tidur, berhenti merokok, dan tinggikan kepala serta punggung atas saat tidur. Dokter dapat merekomendasikan obat penurun asam sesuai kondisi. Cukup minum dan hindari asap rokok juga dapat membantu meredakan keluhan.

Apa perbedaan batuk karena asam lambung dengan batuk akibat penyakit paru?

Batuk karena GERD sering muncul setelah makan atau saat berbaring dan dapat disertai suara serak atau rasa panas di dada. Asma dapat disertai mengi dan sesak, sedangkan TBC dapat menimbulkan batuk berkepanjangan, demam lama, keringat malam, dan penurunan berat badan. Pemeriksaan dokter diperlukan untuk memastikan penyebabnya.

Kapan batuk yang diduga akibat asam lambung perlu diperiksakan ke dokter?

Periksakan diri jika batuk berlangsung berminggu-minggu, mengganggu tidur, berdarah, atau disertai demam lama dan berat badan turun. Segera ke IGD bila batuk disertai nyeri dada, terutama jika juga mengalami sesak napas atau nyeri menjalar ke rahang maupun lengan.