Bayi tampak tidur lebih lama saat tengkurap, lalu keluarga menyarankan agar ia sesekali dibaringkan miring supaya kepalanya tidak peyang.
Posisi tidur bayi perlu dipilih dengan cermat karena sebagian besar waktunya dihabiskan untuk tidur, dengan jam tidur normal yang lebih panjang dari orang dewasa. Posisi tengkurap juga berkaitan dengan sindrom kematian bayi mendadak atau sudden infant death syndrome (SIDS). Langkah untuk menurunkan risikonya sederhana dan bisa dimulai sejak hari pertama di rumah.
Artikel ini membahas posisi yang dianjurkan, alasan tengkurap dan miring berisiko, bayi yang berguling sendiri, tummy time, dan kapan perlu ke dokter.
Amankah Bayi Tidur Tengkurap atau Miring?
Untuk tidur, kedua posisi ini tidak aman. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menganjurkan bayi dibaringkan telentang setiap kali tidur sampai usia 1 tahun, sementara posisi miring dan tengkurap tidak dianjurkan. American Academy of Pediatrics (AAP) menegaskan aturan ini berlaku untuk tidur siang maupun malam, dan posisi miring sama berbahayanya dengan tengkurap.
Menurut AAP, bayi yang tidur telentang jauh lebih kecil kemungkinannya meninggal mendadak dibanding bayi yang tidur tengkurap atau miring. SIDS adalah kematian bayi yang penyebabnya tetap tidak diketahui setelah pemeriksaan menyeluruh. Posisi telentang menjadi langkah utama untuk menurunkan risiko sindrom kematian bayi mendadak.
Tengkurap tetap punya tempat saat bayi bangun penuh dan diawasi, yang dikenal sebagai tummy time. Pada usia 1 tahun, bayi umumnya sudah bisa berguling sendiri dari tengkurap ke telentang, sehingga IDAI menilai tidur tengkurap cukup aman pada usia ini.
Mengapa Posisi Tengkurap Berisiko bagi Bayi?
Penyebab SIDS belum diketahui, tetapi beberapa mekanisme menjelaskan mengapa tengkurap lebih berisiko:
Udara bekas napas terhirup lagi. Saat tengkurap, bayi lebih mungkin menghirup kembali udara yang baru ia embuskan. Karbon dioksida bisa menumpuk dan kadar oksigen dalam tubuhnya turun.
Wajah mudah tertutup alas tidur. Bayi belum mampu memalingkan wajah yang tertutup alas tidur. Risiko terbekap makin besar bila kasurnya empuk atau ada bantal dan selimut di dekat wajahnya.
Tubuh lebih cepat kepanasan. Tidur tengkurap meningkatkan risiko bayi kepanasan. Lingkungan tidur yang terlalu panas juga termasuk faktor risiko SIDS.
Tidur lebih lelap saat tengkurap. Hal ini sering dianggap tanda bayi nyaman. Padahal, kemampuan terbangun penting bagi keselamatannya, karena SIDS diduga berkaitan dengan gangguan pada bagian otak yang mengatur napas dan proses terbangun.
Posisi miring tidak stabil, sehingga bayi yang dibaringkan miring mudah terguling ke posisi tengkurap.
Perbandingan Posisi Telentang, Miring, dan Tengkurap
Tabel berikut merangkum tiap posisi untuk bayi di bawah 1 tahun:
Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.
Bayi Berguling Sendiri saat Tidur, Perlu Dibalik?
Berguling adalah bagian alami dari tumbuh kembang bayi. Kemampuan ini umumnya muncul sekitar usia 3 sampai 4 bulan, dan sebagian bayi sudah mulai berguling sejak usia 2 bulan. Panduannya bergantung pada kemampuan bayi:
Baru bisa berguling ke satu arah. Bila bayi berguling ke posisi tengkurap tetapi belum bisa kembali sendiri, balikkan ia ke posisi telentang. Lakukan ini sampai bayi lancar berguling ke dua arah.
Sudah lancar berguling dua arah. Bayi seperti ini boleh dibiarkan pada posisi pilihannya. Syaratnya, setiap tidur tetap diawali dengan posisi telentang dan tempat tidurnya bebas dari selimut, bantal, boneka, atau bumper yang bisa menghalangi aliran udara.
Kemampuan berguling juga menjadi tanda untuk berhenti membedong, karena risiko terbekap lebih tinggi bila bayi berguling ke posisi tengkurap dalam keadaan terbedong. Bedong tidak menurunkan risiko SIDS, dan selama dipakai, bayi tetap dibaringkan telentang dengan bedong yang tidak terlalu ketat.
Kekhawatiran Orang Tua soal Posisi Telentang
Takut Bayi Tersedak saat Gumoh
Posisi telentang tidak meningkatkan risiko tersedak atau aspirasi, yaitu masuknya cairan ke saluran napas. Bayi yang sehat secara refleks menelan atau membatukkan cairan yang naik dari lambung. Saat telentang, saluran napas berada di atas saluran makanan, sehingga cairan dari lambung harus melawan gravitasi untuk masuk ke saluran napas.
Bayi dengan refluks, yaitu naiknya isi lambung ke kerongkongan, tetap dianjurkan tidur telentang di alas yang datar. Meninggikan ujung kasur tidak terbukti meredakan refluks dan bisa membuat bayi merosot hingga napasnya terganggu. Bila bayi sering gumoh atau muntah berulang, bicarakan dengan dokter sebelum mengubah posisi tidurnya.
Takut Kepala Bayi Peyang
Kepala peyang atau flat head syndrome sering dialami bayi berusia beberapa bulan karena tulang tengkoraknya masih lunak dan ia banyak berbaring. Kondisi ini tidak memengaruhi otak maupun perkembangan bayi, dan umumnya membaik dalam 1 sampai 2 tahun. Posisi tidur tetap telentang, dan pencegahannya dilakukan saat bayi bangun:
Beri waktu tengkurap yang cukup di siang hari. Selalu dampingi bayi selama tengkurap.
Pindahkan letak mainan saat bayi telentang. Cara ini mendorongnya menoleh ke arah berbeda.
Ganti sisi saat menyusui dan menggendong. Variasi ini mengurangi tekanan pada sisi kepala yang sama.
Batasi waktu bayi di kereta dorong atau kursi mobil. Keluarkan bayi begitu sampai di tujuan.
Bayi Tampak Lebih Nyenyak saat Tengkurap
Bayi yang baru dibiasakan telentang bisa tampak kurang nyaman dan tidur lebih ringan. Panduan tidur aman dari National Institutes of Health (NIH) Amerika Serikat tetap menganjurkan posisi telentang dalam kondisi ini, karena terbangun di malam hari termasuk normal pada bayi. Makin dini bayi dibiasakan telentang, makin cepat ia terbiasa.
Bila bayi tetap rewel, bicarakan kemungkinan penyebab bayi susah tidur lainnya dengan dokter. Pastikan juga kakek, nenek, dan pengasuh lain memakai posisi yang sama. Bayi yang biasa telentang lalu ditidurkan tengkurap, walau hanya untuk tidur siang, menghadapi risiko SIDS yang jauh lebih tinggi.
Tummy Time, Tengkurap yang Dianjurkan saat Bayi Terjaga
Tummy time adalah latihan dengan memosisikan bayi bertumpu pada perutnya saat ia bangun penuh dan diawasi orang dewasa. Saat tengkurap, bayi belajar mengangkat dan memutar kepala sehingga otot leher dan bahunya menguat. Latihan ini mendukung perkembangan motorik, termasuk duduk, berguling, dan merangkak, serta membantu mencegah kepala belakang menjadi datar.
Mulai sejak pulang dari rumah sakit. Artikel Kemenkes menyebut tummy time bisa diberikan sejak usia 0 bulan, 2 sampai 3 kali sehari selama 3 sampai 5 menit. AAP juga menganjurkan durasi singkat di awal.
Tambah durasinya bertahap. AAP menyarankan total waktu dinaikkan perlahan hingga setidaknya 15 sampai 30 menit per hari saat bayi berusia 7 minggu.
Pilih alas datar dan tetap dampingi. Jangan tinggalkan bayi sendirian selama tengkurap. Bila ia mulai mengantuk, pindahkan ke tempat tidurnya dalam posisi telentang.
Menata Tempat Tidur agar Posisi Telentang Tetap Aman
IDAI, AAP, dan NHS menganjurkan langkah berikut agar posisi telentang tetap aman:
Kasur padat dan rata. Gunakan matras padat yang tidak melesak saat bayi berbaring, dilapisi seprai yang pas. Alas yang miring lebih dari 10 derajat tidak aman untuk tidur.
Bebas benda lunak. Jauhkan bantal, guling, selimut tebal, boneka, dan bumper dari tempat tidur bayi. Hindari juga penahan posisi seperti baby nest.
Sekamar, beda tempat tidur. Tidurkan bayi di kamar orang tua, di tempat tidurnya sendiri, setidaknya selama 6 bulan pertama. Hindari tertidur bersama bayi di sofa atau kursi.
Suhu tidak terlalu panas. Pilih baju yang tidak terlalu tebal dan cek suhu bayi dengan meraba dada atau tengkuknya. Tangan dan kaki yang terasa dingin termasuk normal.
Pindahkan setelah tertidur di perjalanan. Bila bayi tertidur di kursi mobil, ayunan, atau gendongan, pindahkan ia begitu memungkinkan. Baringkan di alas yang rata dalam posisi telentang.
Kapan Bayi Perlu Dibawa ke IGD atau Dokter?
Segera hubungi ambulans atau bawa bayi ke IGD bila ia:
berhenti bernapas atau tampak sesak napas,
tidak bisa dibangunkan, lemas, atau tidak merespons seperti biasa,
kaku, gemetar, atau tersentak-sentak seperti kejang,
bibir, lidah, atau wajahnya mendadak pucat, biru, atau keabuan.
Periksakan bayi ke dokter anak bila:
Bentuk kepala membuat Anda cemas. Hal ini termasuk kepala yang selalu miring ke satu sisi atau bayi yang sulit menoleh. Otot leher yang tegang atau tortikolis bisa menjadi penyebabnya, dan dokter bisa merujuk bayi ke fisioterapi.
Bayi lahir prematur. Bayi prematur lebih berisiko mengalami SIDS. Di ruang rawat intensif ia kadang perlu tengkurap sementara, lalu dibiasakan telentang sebelum pulang. Tanyakan posisi tidur yang tepat kepada dokter.
Bunyi napas saat tidur membuat Anda cemas. Contohnya saat bayi tidur ngorok. Tetap baringkan bayi telentang dan bicarakan keluhan ini dengan dokter.
Perkembangan gerak tampak tertinggal. Misalnya bayi belum bisa menahan kepala atau berguling seperti bayi seusianya. Dokter bisa menilai apakah ada tanda gangguan tumbuh kembang.
Telentang Setiap Tidur, Tengkurap saat Bermain
Untuk bayi di bawah 1 tahun, baringkan ia telentang setiap kali tidur, lalu beri waktu tengkurap saat ia bangun dan didampingi. Kebiasaan ini membantu menurunkan risiko saat tidur sekaligus mendukung kekuatan otot dan bentuk kepalanya.
Kontrol rutin ke dokter penting untuk pemeriksaan tumbuh kembang anak dan imunisasi sesuai jadwal vaksinasi anak, yang menurut AAP kemungkinan ikut membantu menurunkan risiko SIDS.
Jaga juga kesehatan Anda sebagai orang tua, misalnya lewat medical check up berkala. Untuk pertanyaan seputar pemeriksaan kesehatan keluarga, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Natharina Yolanda — Bolehkah Bayi Tidur Tengkurap di Rumah?
Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI — Tidur Tengkurap Manfaat dan Risikonya.
Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI, Wima Dayuanggreni — Tummy Time untuk Bayi Usia 0–4 Bulan.
American Academy of Pediatrics, HealthyChildren.org, Rachel Y. Moon — How to Keep Your Sleeping Baby Safe: AAP Policy Explained.
Safe to Sleep, Eunice Kennedy Shriver National Institute of Child Health and Human Development (NICHD, NIH) — About Back Sleeping.
NHS — Sudden Infant Death Syndrome (SIDS).
NHS — Flat Head Syndrome (Plagiocephaly and Brachycephaly).
Goldstein RD, MSD Manual Consumer Version — Sudden Unexpected Infant Death (SUID) and Sudden Infant Death Syndrome (SIDS).
Ditinjau secara medis oleh dr. Arina Dyga Putri
Frequently Asked Question
Umur berapa bayi boleh tidur tengkurap?
IDAI menganjurkan bayi tidur telentang setiap kali tidur hingga usia satu tahun. Pada usia ini, bayi umumnya sudah mampu berguling sendiri sehingga tidur tengkurap dinilai cukup aman. Sebelum itu, tengkurap dianjurkan hanya saat bayi terjaga dan diawasi.
Apakah bayi boleh tidur miring?
Posisi miring tidak dianjurkan karena tidak stabil dan bayi mudah terguling ke posisi tengkurap. AAP menilai posisi miring memiliki risiko yang serupa dengan tengkurap. Karena itu, selalu mulai waktu tidur dengan membaringkan bayi telentang.
Apa yang harus dilakukan jika bayi berguling tengkurap saat tidur?
Jika bayi baru bisa berguling ke satu arah, balikkan ke posisi telentang ketika ia berguling tengkurap. Jika sudah lancar berguling ke dua arah, bayi boleh dibiarkan pada posisi pilihannya, asalkan tidur selalu diawali telentang dan tempat tidurnya bebas benda lunak.
Apakah bayi bisa tersedak gumoh saat tidur telentang?
Pada bayi sehat, posisi telentang tidak meningkatkan risiko tersedak akibat gumoh. Refleks menelan dan batuk membantu melindungi saluran napas. Bayi dengan refluks juga tetap dianjurkan tidur telentang di alas datar, kecuali dokter memberikan instruksi khusus.
Bagaimana mencegah kepala bayi peyang tanpa tidur tengkurap?
Lakukan tummy time saat bayi terjaga dan selalu diawasi. Variasikan sisi ketika menyusui atau menggendong, serta pindahkan mainan agar bayi menoleh ke arah berbeda. Cara ini membantu mengurangi tekanan pada bagian kepala yang sama tanpa mengubah posisi tidur telentang.
