Bayi sudah kenyang, popoknya baru diganti, dan lampu kamar sudah redup. Namun, matanya tetap terbuka lebar, atau ia menangis lagi tak lama setelah diletakkan di tempat tidur.
Malam seperti ini membuat banyak orang tua kelelahan dan bertanya-tanya apakah ada yang salah. Sering kali, susah tidur merupakan bagian normal dari pola tidur bayi yang masih berkembang. Pada bayi lain, tidurnya terganggu oleh rasa tidak nyaman atau penyakit.
Berikut penyebabnya, cara membedakan rewel yang wajar dengan tanda yang perlu diperiksa, dan langkah menenangkan yang tetap aman.
Mengapa Bayi Sering Sulit Tidur dan Mudah Terbangun?
Jawaban singkatnya, pola tidur bayi memang belum matang dan masih terus berkembang. Laman Ayo Sehat Kementerian Kesehatan menyebut terbangun di malam hari sebagai bagian normal dari perkembangan tidur bayi.
Siklus tidur bayi lebih pendek daripada siklus orang dewasa yang berlangsung sekitar 90 sampai 120 menit. Di antara dua siklus, bayi bisa terbangun sesaat. Sebagian bayi bisa tidur lagi sendiri, sementara sebagian lain masih butuh bantuan orang tua.
Sistem saraf bayi baru lahir juga belum matang. Ia tidur lama, tetapi dalam potongan-potongan singkat, siang maupun malam, dan masih perlu bangun untuk menyusu. Ritme sirkadian, yaitu jam biologis yang mengatur waktu tidur dan bangun, baru mulai berkembang pada bulan-bulan pertama.
Bayi baru lahir pun banyak berada dalam fase tidur ringan. Pada fase ini ia bisa bergerak, tersenyum, atau bersuara seolah hampir bangun. Seiring bertambahnya usia, pola tidurnya makin teratur dan jam tidur normal bayi pun berubah. Target yang realistis adalah bayi makin mampu tidur kembali setelah terbangun.
Penyebab Bayi Susah Tidur yang Sering Ditemui
Selain pola tidur yang belum matang, hal-hal berikut sering membuat bayi sulit terlelap atau mudah terbangun.
1. Lapar dan Kebutuhan Menyusu
Bayi baru lahir terbangun di malam hari karena perlu menyusu, dan hal ini wajar. Seiring bertambahnya usia, menyusu malam biasanya makin jarang sehingga tidurnya lebih panjang. Meski begitu, rasa lapar masih bisa membangunkan sebagian bayi, dan masa percepatan pertumbuhan atau growth spurt bisa mengubah pola tidurnya untuk sementara.
2. Popok Basah, Kegerahan, atau Kedinginan
Popok yang basah atau kotor serta udara yang terlalu panas atau dingin termasuk alasan umum bayi menangis. Pakaian tebal, selimut berlapis, atau kamar yang panas bisa membuatnya kepanasan. Raba dada atau tengkuknya untuk mengecek suhu, karena tangan dan kaki yang sejuk masih normal.
3. Kolik atau Rewel Menjelang Malam
Banyak bayi punya waktu rewel rutin, umumnya sore hingga malam. Kolik adalah kondisi saat bayi yang sehat menangis lama dan sulit ditenangkan, kadang sambil menjerit atau menarik kaki ke arah perut. Penyebabnya belum jelas, dan sistem saraf yang belum matang diduga berperan. Kolik biasanya membaik sendiri dalam beberapa bulan, tetapi dokter perlu memastikan tidak ada penyakit lain.
4. Perut Kembung dan Gumoh
Perut kembung karena angin juga bisa membuat bayi rewel. Sebagian bayi menangis di sekitar waktu menyusu, dan memperbaiki posisi serta pelekatan saat menyusu langsung bisa membantu. Tangisan saat menyusu kadang berkaitan dengan refluks, yaitu kondisi umum ketika susu keluar kembali setelah menyusu atau yang sehari-hari disebut gumoh.
5. Tumbuh Gigi
Banyak bayi mulai tumbuh gigi sekitar pertengahan tahun pertamanya. Gusi yang nyeri bisa membuatnya lebih rewel dan terbangun di malam hari, disertai air liur yang bertambah dan kebiasaan menggigit benda. Demam dan diare sering kali punya penyebab lain di luar tumbuh gigi, sehingga perlu diperiksakan.
6. Sakit atau Kulit yang Gatal
Bayi yang sedang sakit, seperti saat pilek atau demam, umumnya ikut sulit tidur. Kulit yang gatal juga bisa membangunkannya, misalnya akibat dermatitis atopik pada bayi, yaitu radang kulit yang membuat kulit kering, kemerahan, dan gatal. Gatalnya biasanya memburuk di malam hari, dan kondisi ini lebih sering dialami bayi serta anak-anak.
7. Kemampuan Baru dan Cemas Berpisah
Saat bayi belajar berguling, duduk, merangkak, atau berdiri, tidurnya bisa ikut terganggu. Menjelang akhir tahun pertama, banyak bayi juga mengalami cemas berpisah atau separation anxiety sehingga lebih sering mencari orang tuanya. Tidur siang yang terlalu sore dan permainan yang seru sebelum tidur ikut memperberat keadaan ini.
8. Terbiasa Tertidur dalam Gendongan
Kebiasaan memulai tidur, misalnya selalu digendong, diayun, atau disusui sampai pulas, disebut sleep association. Bayi yang selalu diayun sampai tertidur belum belajar terlelap sendiri, sehingga saat terbangun di sela siklus ia butuh bantuan yang sama. Perubahan rutinitas, misalnya saat bepergian, juga bisa mengacaukan tidurnya.
Rewel yang Wajar dan Tanda yang Perlu Diperiksa
Tabel berikut membantu membedakan pola yang umum dengan kondisi yang sebaiknya dikonsultasikan ke dokter.
Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.
Kapan Bayi Perlu Dibawa ke Dokter atau IGD?
Segera bawa bayi ke IGD bila ia berhenti bernapas atau sulit bernapas, misalnya napasnya sangat cepat, mendengus, atau perutnya tampak tertarik ke dalam di bawah tulang rusuk. Tanda darurat lainnya adalah kulit, bibir, atau lidah yang kebiruan atau sangat pucat, kejang, lemas atau sulit dibangunkan, muntah menyembur berulang kali, suhu tubuh sangat tinggi atau sangat rendah, dan ruam yang tidak memudar saat ditekan.
Segera hubungi dokter bila bayi menangis terus dan sulit ditenangkan, tangisannya terdengar tidak biasa, atau ia demam dan tidak tertarik menyusu. Bicarakan pula dengan dokter bila susah tidurnya tak kunjung membaik atau Anda melihat tanda gangguan tumbuh kembang. Catatan tentang kapan bayi menangis dan terbangun membantu dokter mencari penyebabnya, dan naluri Anda sebagai orang tua juga patut dipercaya.
Cara Membantu Bayi Tidur Lebih Nyenyak
Langkah berikut bisa dicoba dan disesuaikan dengan usia serta karakter Si Kecil:
Kenalkan perbedaan siang dan malam. Di siang hari, buka tirai dan ajak bayi bermain. Di malam hari, redupkan lampu, bicara pelan, dan buat kegiatan menyusu atau mengganti popok tetap tenang.
Bangun rutinitas sebelum tidur. Rangkaian seperti mandi, berganti pakaian tidur, menyusu, lalu bernyanyi pelan dalam cahaya redup memberi sinyal bahwa waktu tidur sudah dekat. Urutan yang sama setiap malam lebih membantu daripada rutinitas yang rumit, dan permainan seru sebaiknya selesai lebih awal.
Biasakan terlelap di tempat tidurnya. Saat bayi sudah siap, kurangi bantuan secara bertahap, misalnya dari digendong sampai pulas menjadi digendong sampai tenang, lalu ditenangkan di tempat tidur dengan usapan atau suara Anda. Tetap bantu sesuai kebutuhan saat bayi lapar, sakit, atau tidak nyaman.
Tenangkan dengan cara yang lembut. Gendong sambil bergoyang pelan, usap punggungnya, atau perdengarkan suara lembut di latar belakang. Bila ia tertidur di gendongan, kursi mobil, atau pangkuan, pindahkan ke permukaan yang rata dan padat dalam posisi telentang.
Redakan nyeri tumbuh gigi. Pijat gusinya dengan jari yang bersih atau berikan mainan gigitan yang didinginkan di lemari es asalkan tidak dibekukan. Hindari gel, tablet, dan kalung tumbuh gigi karena berisiko bagi bayi.
Pastikan Tempat Tidurnya Tetap Aman
Saat lelah, orang tua mudah tergoda mencoba cara apa pun agar bayi cepat tidur. Kebiasaan berikut membantu menurunkan risiko sudden infant death syndrome (SIDS), yaitu kematian mendadak tanpa sebab jelas pada bayi yang tampak sehat, meski kondisi ini jarang terjadi:
Tidurkan bayi telentang setiap kali tidur. Bila ia berguling, kembalikan ke posisi telentang sampai ia bisa berguling bolak-balik sendiri.
Gunakan alas tidur yang rata dan padat. Jauhkan bantal, guling, selimut longgar, pembatas boks, dan mainan dari area tidurnya.
Tidur sekamar dengan tempat tidur terpisah. Tidur seranjang berkaitan dengan risiko SIDS yang lebih tinggi, apalagi bila bayi lahir prematur atau dengan berat lahir rendah, atau bila orang tua merokok, minum alkohol, atau mengonsumsi obat yang membuat mengantuk.
Hindari tertidur bersama bayi di sofa atau kursi. Jauhkan juga bayi dari asap rokok dan kurangi lapisan pakaiannya bila kulitnya terasa panas atau berkeringat.
Orang Tua Juga Butuh Istirahat
Malam yang terus terputus melelahkan siapa pun. Usahakan ikut tidur saat bayi tidur dan bagi tugas malam dengan pasangan atau keluarga. Bila Anda tetap sulit terlelap meski bayi sudah tidur, kenali penyebab susah tidur dan cara mengatasinya pada orang dewasa, serta efek begadang bagi kesehatan Anda.
Bila tangisan bayi membuat Anda kewalahan, letakkan bayi telentang di tempat tidurnya, lalu tenangkan diri di ruangan lain selama beberapa menit. Bayi tidak boleh diguncang karena guncangan bisa merusak otaknya. Sampaikan kepada dokter bila Anda sering merasa sedih, termasuk bila muncul gejala baby blues.
Malam yang Lebih Tenang Dimulai dari Memahami Bayi
Susah tidur pada bayi sering kali bagian dari tumbuh kembangnya dan perlahan membaik seiring usia. Rutinitas yang konsisten, tempat tidur yang aman, dan respons yang tenang membantu Si Kecil belajar tidur. Tetap kenali tanda yang perlu diperiksa, karena deteksi dini memberi lebih banyak pilihan.
Untuk pertanyaan seputar pemeriksaan kesehatan keluarga, termasuk medical check up bagi orang tua yang lama kurang tidur, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat. Kenapa Bayi Sering Bangun Malam? Pahami Pola Tidurnya dan Ajari Kemampuan Tidur.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat. Dermatitis Atopik.
NHS. Helping your baby to sleep.
NHS. Soothing a crying baby.
NHS. Sudden infant death syndrome (SIDS).
Consolini DM, MSD Manual Consumer Version. Sleeping Behaviors in Newborns and Infants.
Mayo Clinic. Teething, Tips for soothing sore gums.
American Academy of Pediatrics, HealthyChildren.org. Colic Relief Tips for Parents.
Ditinjau secara medis oleh dr. Muhammad Reza Kurniawan
Frequently Asked Question
Mengapa bayi sering terbangun di malam hari?
Bayi sering terbangun karena siklus tidurnya lebih pendek, sistem saraf dan jam biologisnya masih berkembang, serta kebutuhan menyusu di malam hari. Pola tidur biasanya semakin teratur seiring bertambahnya usia.
Apa saja penyebab bayi susah tidur dan rewel pada malam hari?
Penyebabnya meliputi lapar, popok basah, suhu kamar yang tidak nyaman, kolik, perut kembung, gumoh, tumbuh gigi, sakit, kulit gatal, kecemasan berpisah, serta kebiasaan tertidur dengan bantuan gendongan atau ayunan.
Bagaimana cara membantu bayi tidur lebih nyenyak?
Biasakan suasana terang dan aktif pada siang hari serta redup dan tenang pada malam hari. Terapkan rutinitas sebelum tidur, bantu bayi menenangkan diri secara bertahap, dan pastikan kebutuhan menyusu serta kenyamanannya terpenuhi.
Bagaimana posisi tidur yang aman untuk bayi?
Selalu baringkan bayi telentang di atas permukaan yang rata dan padat. Kosongkan area tidur dari bantal, guling, selimut longgar, pembatas boks, dan mainan. Sebaiknya bayi tidur sekamar dengan orang tua, tetapi menggunakan tempat tidur terpisah.
Kapan bayi yang susah tidur perlu dibawa ke dokter?
Konsultasikan kepada dokter jika bayi terus menangis, tangisannya tidak biasa, demam, atau tidak tertarik menyusu. Segera bawa ke IGD jika bayi sulit bernapas, tampak kebiruan, kejang, lemas, sulit dibangunkan, atau mengalami tanda darurat lainnya.
