Setelah seseorang dirawat karena penyakit jantung, kerabat biasanya datang membawa parsel buah. Bersamaan dengan itu muncul larangan turun-temurun, misalnya tidak boleh makan durian, alpukat, atau pisang, sering tanpa alasan yang jelas.
Menghindari semua buah justru membuat tubuh kehilangan serat, vitamin, dan mineral yang membantu menjaga tekanan darah dan kolesterol. Di sisi lain, beberapa kombinasi memang perlu diwaspadai, seperti jeruk bali bersama obat jantung tertentu atau buah tinggi kalium pada orang dengan gangguan ginjal.
Artikel ini membahas buah yang perlu dibatasi beserta alasannya, siapa yang perlu lebih berhati-hati, dan kapan perlu memeriksakan diri.
Adakah Buah yang Dilarang untuk Semua Penderita Jantung?
Jawabannya tidak ada. Lembaga jantung, paru, dan darah Amerika Serikat (NHLBI) memasukkan apel, pisang, jeruk, pir, anggur, dan plum kering ke dalam dasar pola makan sehat jantung, pola makan yang membantu menurunkan risiko penyakit jantung.
Pedoman Gizi Seimbang dari Kementerian Kesehatan juga menyebut buah sebagai sumber vitamin, mineral, dan serat. Konsumsi sayur dan buah yang cukup berperan menjaga tekanan darah, gula darah, dan kolesterol tetap normal. Anjuran WHO yang dikutip pedoman ini setara dengan 150 g buah per hari, kira-kira tiga buah pisang ambon ukuran sedang.
Pembatasan baru diperlukan pada situasi tertentu, bergantung pada obat yang diminum, kadar kalium dan fungsi ginjal, serta cara buah diolah.
Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.
Grapefruit dan Jeruk Bali Bisa Mengubah Kerja Obat Jantung
Badan pengawas obat dan makanan Amerika Serikat (FDA) menjelaskan bahwa grapefruit dan jusnya bisa memengaruhi cara kerja sejumlah obat. Banyak obat diurai oleh enzim CYP3A4 di usus halus. Jus grapefruit bisa menghambat enzim ini, sehingga lebih banyak obat masuk ke darah, bertahan lebih lama, dan efek sampingnya bisa bertambah.
FDA mencontohkan, minum banyak jus grapefruit bersama obat penurun kolesterol golongan statin tertentu bisa menaikkan risiko kerusakan hati dan otot yang bisa berujung pada gagal ginjal. Selain sebagian obat statin, daftar contoh FDA memuat sebagian obat tekanan darah tinggi dan sebagian obat untuk gangguan irama jantung atau aritmia.
Interaksi ini tidak terjadi pada semua obat dalam golongan tersebut, dan besar efeknya berbeda pada tiap orang. Jeruk Seville, tangelo, dan pomelo atau jeruk bali bisa memberi efek serupa, sehingga FDA menyarankan buah ini ikut dihindari bila obat Anda berinteraksi dengan grapefruit. Periksa juga label jus campuran dan minuman rasa buah, karena sebagian dibuat dengan jus grapefruit.
Buah Tinggi Kalium pada Gagal Jantung dan Penyakit Ginjal
Kalium adalah mineral yang menunjang kerja saraf dan otot, termasuk otot jantung. Menurut artikel Kemenkes dari RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, kalium membantu tubuh membuang natrium lewat urine dan membuat dinding pembuluh darah lebih rileks. Pisang dan alpukat termasuk sumber kalium yang baik dan sering disebut sebagai buah penurun tensi.
Masalahnya muncul saat ginjal tidak mampu membuang kelebihan kalium, sehingga bisa terjadi hiperkalemia atau kadar kalium darah yang terlalu tinggi. Kadar yang terlalu tinggi maupun terlalu rendah bisa membuat irama jantung tidak teratur, dan pada kasus berat jantung bisa berhenti mendadak.
Cleveland Clinic mencatat risiko hiperkalemia lebih tinggi pada gagal jantung, diabetes, dan penyakit ginjal kronik, dengan risiko hingga tiga kali lebih besar pada penyakit ginjal kronik. Obat tekanan darah dan obat tertentu lain, termasuk obat antinyeri golongan antiinflamasi nonsteroid (OAINS), juga bisa menaikkan kadar kalium. Dokter yang menentukan perlu tidaknya obat diganti.
Bila dokter menyatakan kadar kalium Anda tinggi atau berisiko naik, buah berikut biasanya perlu dibatasi porsinya:
Pisang, jeruk, melon, dan alpukat. Cleveland Clinic memasukkan buah ini ke daftar makanan tinggi kalium yang perlu dikurangi pada hiperkalemia. Menurut NIDDK, porsi besar buah yang lebih rendah kalium pun bisa mengandung lebih banyak kalium daripada porsi kecil buah tinggi kalium.
Buah kering, jus jeruk, dan air kelapa. Kismis, aprikot kering, plum kering, dan kurma tercantum sebagai buah kering tinggi kalium, sedangkan Harvard memasukkan jus jeruk dan air kelapa ke daftar sumber kalium. NHLBI juga mencatat buah yang dikeringkan bisa mengandung banyak gula alami.
Belimbing, durian, dan nangka pada pasien cuci darah. Artikel Kemenkes dari RSUP Fatmawati memasukkan buah ini, juga alpukat, pisang, dan kelapa, ke daftar bahan makanan yang dibatasi pada pasien cuci darah atau hemodialisis. Belimbing mengandung neurotoksin atau racun saraf yang pada pasien gagal ginjal kronik bisa memicu cegukan, kebingungan, hingga kejang.
Pembatasan ini tidak berlaku untuk semua penderita jantung. NIDDK menyarankan jumlah kalium ditentukan bersama dokter atau ahli gizi berdasarkan tes darah, karena kadar yang terlalu rendah juga bermasalah. Kekurangan kalium bisa memicu lelah, kram, atau otot lemas.
Buah Olahan dengan Gula dan Garam Tambahan
Cara buah diolah ikut menentukan apakah menu Anda membawa gula dan garam berlebih. Pedoman Gizi Seimbang mengutip Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 30 Tahun 2013, yang menyebut konsumsi gula lebih dari 50 g (4 sendok makan), natrium lebih dari 2.000 mg (1 sendok teh), dan lemak lebih dari 67 g (5 sendok makan) per orang per hari meningkatkan risiko hipertensi, stroke, diabetes, dan serangan jantung. Perhatikan buah olahan berikut:
Jus bergula dan buah yang terlalu matang. Segelas jus buah bergula mengandung 150 sampai 300 kalori, sekitar separuhnya dari gula tambahan, dan makin matang buah, makin tinggi kandungan fruktosa dan glukosa di dalamnya. Pedoman Gizi Seimbang menyarankan keduanya dibatasi agar gula darah terkendali, hal yang juga penting saat memilih buah untuk diabetes.
Manisan, buah kaleng bersirup, dan minuman rasa buah. Manisan dan buah kaleng bersirup diolah dengan gula tambahan, dan NHLBI memasukkan minuman buah ke daftar minuman manis. Pola makan sehat jantung membatasi gula tambahan, jadi pilih buah segar tanpa tambahan gula.
Asinan dan buah yang dicocol garam. Garam pada asinan dan cocolan buah ikut dihitung dalam batas natrium harian. Bagi penderita jantung dengan tekanan darah tinggi, buah sebaiknya menjadi bagian dari menu rendah garam bersama makanan penurun darah tinggi lainnya.
Cara Menikmati Buah dengan Aman Saat Merawat Jantung
Beberapa kebiasaan berikut membantu penderita jantung tetap makan buah tanpa mengganggu pengobatan:
Cek kadar kalium sebelum membatasi buah. Pembatasan sebaiknya mengikuti hasil tes darah dan saran dokter atau ahli gizi. Bila memang perlu dibatasi, daftar makanan rendah kalium membantu memilih pengganti.
Tiriskan cairan buah kaleng. NIDDK menyarankan orang dengan kadar kalium tinggi membuang cairan buah dan sayur kalengan karena cairannya sering tinggi kalium. Bila memungkinkan, pilih buah segar.
Tanyakan dulu sebelum memakai garam pengganti. Garam pengganti kadang dibuat dari kalium klorida. Orang dengan gangguan ginjal atau yang minum diuretik atau inhibitor ACE perlu berkonsultasi dulu sebelum memakainya.
Kapan Penderita Jantung Perlu Segera Mencari Pertolongan?
Segera ke IGD bila muncul nyeri dada, sesak napas, denyut nadi lemah, otot sangat lemas, atau nyeri perut hebat, khususnya pada orang dengan kadar kalium tinggi. Keluarga sebaiknya juga memahami penanganan pertama serangan jantung. Pada pasien gagal ginjal kronik, cegukan, kebingungan, atau kejang setelah makan belimbing juga membutuhkan pertolongan segera.
Buat janji dengan dokter bila Anda mengalami hal berikut:
Mulai minum obat jantung baru. Tanyakan apakah obat tersebut berinteraksi dengan grapefruit, jeruk bali, atau buah lain yang biasa Anda makan. Pertanyaan yang sama berlaku saat jenis obat diganti.
Keluhan ringan yang datang dan pergi. Sakit perut, diare, mual, muntah, dan rasa lelah bisa menjadi tanda hiperkalemia ringan. Keluhan ini bisa berkembang perlahan dalam hitungan minggu sampai bulan, sehingga mudah dianggap biasa.
Jantung berdebar tanpa sebab jelas. Jantung berdebar perlu diperiksa, khususnya pada orang yang minum obat jantung atau memiliki gangguan ginjal. Dokter bisa meminta tes darah dan rekam jantung untuk mencari penyebabnya.
Pemeriksaan Faktor Risiko untuk Menyesuaikan Menu
Menu dan pilihan buah bagi penderita jantung biasanya ikut disesuaikan dengan faktor risiko lain seperti kolesterol dan gula darah. Paket Kesehatan Jantung mencakup konsultasi dan pemeriksaan fisik oleh dokter, profil lemak darah (kolesterol total, HDL, LDL, dan trigliserida), HbA1c, serta rekam jantung atau EKG. Kadar kalium dan fungsi ginjal diperiksa terpisah bila dokter memintanya.
Tetap Nikmati Buah Sesuai Kondisi Jantung Anda
Buah tetap menjadi bagian dari menu sehat jantung. Yang perlu diatur adalah jenis buah tertentu, porsi, dan cara pengolahannya, disesuaikan dengan obat dan kondisi ginjal masing-masing.
Mulailah dengan mencatat obat dan buah yang rutin Anda konsumsi, lalu diskusikan catatan itu saat kontrol berikutnya. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan. Bila Anda ingin bertanya tentang pemeriksaan jantung, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
U.S. Food and Drug Administration (FDA) — Grapefruit Juice and Some Drugs Don't Mix
National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI) — Choose Heart-Healthy Foods
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia — Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 41 Tahun 2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang
Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI — Garam Kalium untuk Hipertensi
Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI — Kebutuhan Zat Mineral Bagi Pasien Dialisis
Cleveland Clinic — Hyperkalemia (High Potassium)
Harvard T.H. Chan School of Public Health, The Nutrition Source — Potassium
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) — Healthy Eating for Adults with Chronic Kidney Disease
Ditinjau secara medis oleh dr. Aimee Wineyna
Frequently Asked Question
Buah apa saja yang perlu dihindari penderita jantung?
Tidak ada buah yang dilarang untuk semua penderita jantung. Pembatasan bergantung pada obat yang dikonsumsi, kadar kalium, fungsi ginjal, serta tambahan gula atau garam dalam olahan buah.
Mengapa grapefruit dan jeruk bali perlu dihindari saat minum obat jantung?
Grapefruit dapat menghambat enzim yang mengurai obat tertentu, termasuk beberapa statin, obat tekanan darah, dan obat gangguan irama jantung. Akibatnya, kadar obat dalam darah dapat meningkat. Tanyakan kepada dokter atau apoteker apakah obat Anda berinteraksi dengan buah tersebut.
Apakah penderita jantung boleh makan pisang dan alpukat?
Boleh. Pisang dan alpukat dapat menjadi bagian dari pola makan sehat jantung, tetapi porsinya perlu dibatasi jika kadar kalium darah tinggi akibat gangguan ginjal atau penggunaan obat tertentu.
Apakah belimbing aman untuk penderita jantung yang memiliki penyakit ginjal?
Belimbing perlu dihindari oleh penderita penyakit ginjal kronik karena mengandung racun saraf yang dapat memicu cegukan, kebingungan, hingga kejang. Konsultasikan pilihan buah dengan dokter jika memiliki gangguan ginjal.
Apakah jus buah baik untuk penderita jantung?
Jus buah dengan tambahan gula dapat mengandung 150–300 kalori per gelas. Pilih buah segar utuh atau jus tanpa gula tambahan, serta batasi konsumsi jus bergula untuk membantu mengendalikan asupan gula harian.
