Garis dua pada tes kehamilan biasanya disusul pertanyaan baru. Sudah berapa minggu usia kandungan ini? Banyak orang menghitungnya dari tanggal berhubungan atau dari hari pertama telat haid, lalu heran ketika angka dari bidan atau dokter lebih besar.
Tenaga kesehatan memakai patokan hari pertama haid terakhir atau HPHT. Dari tanggal ini dihitung usia kehamilan dan hari perkiraan lahir (HPL), yang menjadi acuan jadwal kontrol hingga persalinan.
Artikel ini membahas langkah menghitungnya, rumus Naegele untuk HPL, penyesuaian bagi siklus yang lebih panjang atau lebih pendek, serta kapan hasil ultrasonografi atau USG dipakai sebagai patokan.
Apa Itu HPHT dan Mengapa Kehamilan Dihitung dari Haid Terakhir?
HPHT adalah tanggal pertama keluarnya darah haid pada siklus terakhir sebelum hamil. Berapa hari pun haid berlangsung, yang dicatat tetap hari pertamanya.
Menurut MSD Manual, HPL umumnya diperkirakan 40 minggu setelah HPHT, dan minggu kehamilan dicatat mengikuti patokan tersebut. Pada siklus haid yang normal, sel telur dilepaskan sekitar 14 hari setelah haid dimulai, dan pembuahan biasanya terjadi sekitar dua minggu setelah HPHT. Karena itu, usia kehamilan kira-kira dua minggu lebih tua daripada usia janin. Usia kehamilan 8 minggu berarti pembuahan terjadi sekitar 6 minggu sebelumnya.
Tanggal haid dipakai karena lebih mudah dicatat, sedangkan waktu ovulasi atau pelepasan sel telur menurut NHS sulit ditentukan dengan tepat. Dasarnya mirip dengan perhitungan masa subur wanita. Bedanya, masa subur dihitung untuk merencanakan kehamilan, sedangkan usia kehamilan dihitung setelah kehamilan terjadi.
Langkah Menghitung Usia Kehamilan dalam Minggu dan Hari
Anda cukup memakai kalender. Ikuti urutan berikut:
Tentukan tanggal HPHT. Ambil hari pertama haid pada siklus terakhir dari catatan kalender atau aplikasi. Bila ragu di antara dua tanggal, sampaikan keduanya kepada dokter saat kontrol.
Hitung jarak hari sampai hari ini. Hitung jumlah hari dari HPHT sampai tanggal hari ini. Fitur penghitung tanggal di ponsel membantu bila hitungan melewati beberapa bulan.
Bagi dengan tujuh. Hasil bagi adalah jumlah minggu penuh, dan sisanya adalah jumlah hari. Usia kehamilan lazim ditulis dalam minggu dan hari, misalnya 13 minggu 6 hari.
Misalnya HPHT Anda 1 Juni dan hari ini 15 Agustus. Jaraknya 75 hari, dan 75 dibagi 7 menghasilkan 10 dengan sisa 5. Usia kehamilan Anda 10 minggu 5 hari, masih di trimester pertama.
Rumus Naegele untuk Memperkirakan Tanggal Persalinan
Salah satu cara menghitung HPL dari HPHT menurut MSD Manual adalah rumus Naegele. Kurangi 3 bulan dari tanggal HPHT, tambahkan 7 hari, lalu majukan tahunnya satu tahun.
Bila HPHT jatuh pada 10 Januari 2026, mundur 3 bulan menghasilkan 10 Oktober 2025. Setelah ditambah 7 hari dan tahunnya dimajukan, HPL jatuh pada 17 Oktober 2026.
Cara lain adalah menambahkan 280 hari atau 40 minggu pada HPHT, yang menurut MSD Manual berlaku untuk siklus teratur sepanjang 28 hari. Dari 10 Januari 2026, hasilnya sama. Pada tanggal lain, kedua cara bisa berselisih beberapa hari karena jumlah hari tiap bulan berbeda.
Bagaimana Jika Siklus Haid Lebih Panjang atau Lebih Pendek dari 28 Hari?
Rumus di atas mengandaikan siklus 28 hari dengan pelepasan sel telur sekitar hari ke-14. Menurut NHS, pelepasan sel telur pada kebanyakan perempuan terjadi sekitar 10 sampai 16 hari sebelum haid berikutnya, sehingga patokan hari ke-14 kurang tepat untuk siklus yang lebih pendek atau lebih panjang.
Untuk siklus teratur selain 28 hari, MSD Manual menambahkan selisih antara panjang siklus dan 28 hari pada hitungan HPHT ditambah 280 hari. Contohnya untuk HPHT 10 Januari 2026:
Siklus teratur 35 hari. Siklusnya 7 hari lebih panjang, sehingga HPL mundur dari 17 Oktober menjadi 24 Oktober 2026. Sel telur dilepaskan lebih lambat, jadi pembuahan ikut mundur.
Siklus teratur 25 hari. Siklusnya 3 hari lebih pendek, sehingga HPL maju menjadi 14 Oktober 2026. Pelepasan sel telur pada siklus pendek cenderung terjadi lebih awal.
Penyesuaian ini hanya berlaku untuk siklus teratur, dan pola siklus menstruasi normal bisa menjadi acuan untuk menilainya. Bila jarak antarhaid berubah-ubah, dokter bisa memakai hasil USG sebagai patokan.
Minggu Berapa Masuk Trimester Kedua dan Ketiga?
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 21 Tahun 2021 membagi trimester beserta jadwal pemeriksaan minimalnya sebagai berikut:
Trimester pertama, 0 sampai 12 minggu. Kontak pertama dengan tenaga kesehatan dianjurkan sedini mungkin, sebaiknya sebelum minggu ke-8. Dokter melakukan skrining faktor risiko kehamilan, termasuk USG.
Trimester kedua, lebih dari 12 sampai 24 minggu. Sedikitnya dua kali pemeriksaan dijadwalkan. Kunjungan bisa lebih sering bila ada keluhan atau gangguan kehamilan.
Trimester ketiga, lebih dari 24 minggu sampai persalinan. Sedikitnya tiga kali pemeriksaan dijadwalkan. Salah satunya oleh dokter untuk merencanakan persalinan, termasuk USG.
Batas ini bisa berbeda dari buku atau aplikasi kehamilan. MSD Manual memakai batas 0 sampai 13 minggu 6 hari untuk trimester pertama, 14 sampai 27 minggu 6 hari untuk trimester kedua, dan 28 minggu sampai persalinan untuk trimester ketiga. Karena itu, usia 13 minggu bisa tercatat di trimester yang berbeda pada dua sumber. Kebutuhan di trimester pertama berbeda dengan persiapan di trimester ketiga, sehingga hitungan yang tepat membantu Anda menyiapkan tiap tahap.
HPHT atau USG, Mana yang Dipakai Dokter?
Menurut MSD Manual, riwayat haid cukup bisa diandalkan untuk menentukan HPL bila siklusnya teratur. Bila informasi lain kurang, USG trimester pertama memberi perkiraan usia kehamilan yang lebih akurat dibanding cara lain. Petunjuk teknis USG Kementerian Kesehatan menganjurkan pemeriksaan ini bagi semua ibu hamil, dengan panjang janin dari puncak kepala sampai ujung bokong atau crown-rump length (CRL) sebagai acuan.
Hitungan HPHT kurang bisa dipegang pada keadaan berikut:
Siklus haid tidak teratur. Waktu pembuahan sulit diperkirakan bila jarak antarhaid berubah-ubah. Kemenkes menyebut usia kehamilan dan HPL pada keadaan ini bisa ditentukan dengan USG.
Lupa tanggal haid terakhir. Kemenkes menganjurkan USG trimester pertama dengan ukuran panjang janin sebagai acuan. NHS juga menyarankan berbicara dengan bidan atau dokter bila Anda tidak yakin dengan tanggal HPHT.
Lama tidak haid sebelum hamil. Kondisi tanpa haid atau amenorea, misalnya setelah KB suntik, membuat tanggal haid terakhir sulit dijadikan patokan. Kemenkes juga menyebut USG sebagai acuan untuk keadaan ini.
Bila tanggal haid diingat, dokter membandingkan usia menurut HPHT dengan hasil USG pertama. MSD Manual mengutip anjuran American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) untuk memakai tanggal USG bila selisihnya melewati batas tertentu, misalnya lebih dari 7 hari pada usia 9 sampai 15 minggu 6 hari. Penyesuaian hanya dilakukan setelah USG pertama, sehingga angka usia yang sedikit berbeda pada USG berikutnya umumnya tidak mengubah HPL.
Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.
Menurut Kemenkes dan NHS, USG trimester pertama juga memeriksa jumlah janin dan lokasi kehamilan di dalam rahim, sehingga kehamilan ektopik bisa terdeteksi lebih awal. Bila ada temuan yang perlu ditelusuri, pasien bisa dirujuk ke dokter kandungan hingga konsultan fetomaternal untuk pemeriksaan seperti USG fetomaternal.
Hari Perkiraan Lahir Menandai Rentang Waktu Persalinan
MSD Manual menyebut persalinan hingga 3 minggu lebih awal atau 2 minggu lebih lambat dari HPL masih tergolong normal. NHS juga menjelaskan bahwa kehamilan umumnya berlangsung 37 sampai 42 minggu sejak HPHT.
Kemenkes mendefinisikan kelahiran prematur sebagai persalinan sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu, dan menekankan bahwa minggu-minggu terakhir kehamilan berperan besar bagi perkembangan otak dan paru-paru janin. Menurut MSD Manual, persalinan setelah 42 minggu disebut postterm atau lewat waktu. Bila usia kehamilan baru ditentukan dengan USG trimester kedua, Kemenkes menganjurkan pemeriksaan ulang menjelang HPL untuk menilai apakah kehamilan masih cukup bulan atau sudah lewat waktu.
Kapan Sebaiknya Kontrol Kehamilan Pertama?
Begitu Anda mengalami ciri awal kehamilan dan hasil tespek positif, buat janji pemeriksaan. Petunjuk teknis USG Kemenkes menganjurkan salah satu kunjungan dilakukan pada usia kehamilan 6 sampai 14 minggu, dengan USG sebagai bagian pemeriksaannya.
Bawa catatan HPHT, panjang siklus, dan riwayat KB suntik. Bila Anda sudah pernah menjalani USG pada kehamilan ini, bawa juga hasilnya, karena penyesuaian HPL didasarkan pada USG pertama.
Pemeriksaan Lab yang Mengikuti Usia Kehamilan
Usia kehamilan menentukan kapan tiap pemeriksaan dijadwalkan. Standar pelayanan antenatal Kemenkes mencakup tes laboratorium seperti kadar hemoglobin, golongan darah, serta tes HIV, sifilis, dan hepatitis B. Setiap jenis tes darah saat hamil punya tujuan sendiri, dan dokter menyesuaikannya dengan kondisi Anda.
Halaman layanan Ibu & Anak Bumame memuat Paket Kehamilan Trimester I, Trimester II, dan Trimester III. Paket bisa dipilih sesuai usia kehamilan setelah berdiskusi dengan dokter. Untuk menanyakan isi paket, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.
Catat Tanggal Haid Anda, Kontrol Kehamilan Jadi Lebih Terarah
Mencatat tanggal haid setiap bulan memudahkan banyak hal saat hamil. Dengan HPHT yang jelas, Anda bisa menghitung usia kehamilan, memperkirakan HPL, dan memahami jadwal kontrol. USG trimester pertama kemudian menguatkan atau menyesuaikan hitungan tersebut.
Bila hitungan Anda berbeda dengan angka dari dokter, tanyakan dasar perhitungannya saat kontrol. Untuk informasi layanan pemeriksaan kehamilan, chat CS Bumame.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/75/2023 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Alat Ultrasonografi untuk Antenatal Care bagi Dokter Umum di Layanan Primer.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 21 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Masa Sebelum Hamil, Masa Hamil, Persalinan, dan Masa Sesudah Melahirkan, Pelayanan Kontrasepsi, dan Pelayanan Kesehatan Seksual.
Kementerian Kesehatan RI, Ayo Sehat. Kelahiran Prematur.
Muñoz JL, MSD Manual Professional Version. Evaluation of the Obstetric Patient.
Muñoz JL, MSD Manual Consumer Version. Stages of Fetal Development.
NHS. Due date calculator.
NHS. 12-week scan.
NHS. Periods and fertility in the menstrual cycle.
Ditinjau secara medis oleh dr. Denizha Irfani
Frequently Asked Question
Bagaimana cara menghitung usia kehamilan dari HPHT?
Hitung jumlah hari sejak hari pertama haid terakhir (HPHT) hingga tanggal hari ini, lalu bagi dengan 7. Hasil bagi menunjukkan minggu penuh, sedangkan sisanya menunjukkan jumlah hari usia kehamilan.
Bagaimana rumus menghitung HPL dari HPHT?
Dengan rumus Naegele, kurangi 3 bulan dari tanggal HPHT, tambahkan 7 hari, lalu majukan tahunnya satu tahun. Cara lain adalah menambahkan 280 hari atau 40 minggu pada HPHT, dengan asumsi siklus haid teratur selama 28 hari.
Bagaimana jika lupa tanggal HPHT?
Sampaikan kepada dokter atau bidan bahwa tanggal HPHT tidak diketahui dengan pasti. USG trimester pertama dapat membantu memperkirakan usia kehamilan dan HPL melalui pengukuran panjang janin dari puncak kepala hingga ujung bokong.
Mengapa HPL dari USG berbeda dengan hitungan HPHT?
Hitungan HPHT mengasumsikan ovulasi terjadi sekitar hari ke-14 siklus, padahal waktunya dapat berbeda. Jika selisih usia kehamilan dari HPHT dan USG pertama melewati batas yang dianjurkan, dokter dapat menggunakan tanggal berdasarkan USG untuk menyesuaikan HPL.
Apakah bayi selalu lahir tepat pada HPL?
Tidak. HPL merupakan perkiraan, bukan tanggal pasti persalinan. Persalinan hingga 3 minggu lebih awal atau 2 minggu lebih lambat dari HPL masih tergolong dalam rentang normal menurut sumber artikel.
