Jika Anda sedang merencanakan kehamilan atau menghadapi masalah kesuburan, cek AMH (Anti Mullerian Hormone) adalah salah satu prosedur penting yang wajib dipertimbangkan. Tes kesuburan ini berguna untuk mengecek serta mengevaluasi organ reproduksi wanita dengan melihat kondisi cadangan sel telur dalam ovarium.
Namun, masih banyak orang yang belum memahami hormon AMH dan pengaruhnya bagi kesuburan. Di sisi lain, banyak juga yang belum mengerti kapan seharusnya tes AMH dilakukan dan bagaimana cara membaca hasilnya.
Apa yang Dimaksud Cek AMH?
Cek AMH merupakan sebuah prosedur kesehatan yang menggunakan sampel darah untuk memperkirakan cadangan ovarium. Pemeriksaan kesuburan wanita ini membantu dokter melihat jumlah sel telur yang tersisa di indung telur (ovarium) dengan mengukur kadar hormon AMH dalam darah.
Lantas, apa peran hormon AMH?
AMH adalah hormon seks yang penting bagi sistem reproduksi manusia, terutama pada perempuan setelah masa pubertas. Hormon ini diproduksi oleh sel-sel granulosa pada folikel ovarium, yaitu kantong kecil berisi cairan sebagai tempat berkembangnya sel telur atau oosit.
Para ahli memperkirakan perempuan memiliki sel telur sekitar 500.000 sampai 1.000.000 sel telur saat lahir. Jumlah ini terus menurun menjadi 400.000 di masa pubertas dan sisa 1.000 saat menopause. Nah, hormon AMH berperan penting dalam perkembangan folikel yang memengaruhi cadangan ovarium dalam tubuh.
Apabila kadar hormonnya tinggi, itu menandakan jumlah folikel yang lebih banyak. Artinya seseorang mempunyai lebih banyak sel telur yang dapat mendukung program kehamilan.
Begitu sebaliknya, apabila kadar hormon AMH rendah, itu artinya jumlah sel telur yang tersisa di ovarium cenderung lebih sedikit. Ini menjadi salah satu tanda bahwa program kehamilan bisa saja sulit dicapai. Meski begitu, Dr. Anu Chawla mengingatkan bahwa jumlah sisa sel telur yang sedikit bukan berarti kualitasnya juga buruk.
Cadangan ovarium hanyalah salah satu aspek dari kemampuan seseorang untuk hamil, mempertahankan kehamilan sampai terjadi persalinan. Kondisi kesuburan pada perempuan jauh lebih kompleks dari sekadar subur atau tidak subur sebab memiliki banyak faktor.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga menyebutkan hal serupa, bahwa pemeriksaan AMH tidak menjadi satu-satunya indikator kesuburan perempuan. Ada beberapa faktor lain yang perlu diinterpretasikan, seperti usia, kondisi klinis pasien, siklus menstruasi, riwayat reproduksi, dan pemeriksaan lainnya dari dokter.
Dari sinilah fungsi utama dari pemeriksaan AMH, yaitu membantu dokter untuk memprediksi jumlah cadangan sel telur dalam tubuh yang bisa saja berkurang seiring bertambahnya usia. Bahkan, kelebihan kadar AMH juga menjadi salah satu tanda adanya Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS).
Tujuan Cek AMH
Hormon AMH sebenarnya memiliki peran penting dalam sistem reproduksi laki-laki dan perempuan. Awalnya, hormon ini berperan dalam proses diferensiasi organ reproduksi janin laki-laki. Namun, seiring berjalannya waktu, tes AMH banyak digunakan dalam praktik klinis pada perempuan untuk tujuan berikut ini.
1. Merencanakan Kehamilan
Bagi pasangan suami-istri yang sedang merencanakan kehamilan, cek AMH menjadi salah satu langkah tepat sebab dokter bisa memantau cadangan sel telur dengan memperkirakan apakah ovarium bisa merespons program hamil atau tidak.
Tes AMH juga membuat Anda lebih mengerti kondisi kesehatan reproduksi, termasuk mengetahui kecukupan jumlah cadangan sel telur dalam tubuh lebih awal ketimbang hanya melihat usia. Dari situ, Anda bisa memperkirakan kapan waktu yang tepat untuk melakukan program hamil.
2. Mengevaluasi Kesuburan
Begitu pula bagi Anda yang ingin mengevaluasi kesuburan, rangkaian pemeriksaan AMH membantu mempertimbangkan preservasi kesuburan, yaitu proses untuk mengambil, membekukan, dan menyimpan sel telur untuk memiliki keturunan di masa depan.
3. Mendiagnosis Gangguan Reproduksi
Tidak hanya membantu merencanakan kehamilan, cek AMH mampu mendeteksi adanya gangguan reproduksi dalam tubuh. Salah satunya adalah Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS), yaitu gangguan hormonal yang membuat ovarium memproduksi hormon androgen atau hormon pria secara berlebihan.
Perempuan dewasa yang mengalami PCOS memiliki kadar AMH lebih tinggi ketimbang mereka dengan fungsi ovarium normal. Kelebihan AMH ini mampu mengganggu kesuburan dan memicu produksi hormon androgen berlebihan yang menghambat proses ovulasi alami.
4. Program Bayi Tabung
Perencanaan bayi tabung atau In Vitro Fertilization (IVF) juga membutuhkan pemeriksaan hormon AMH untuk melihat kondisi cadangan sel telur. Dengan cara ini, dokter mengetahui berapa jumlah folikel ovarium yang aktif memproduksi sel telur sehingga nantinya dapat memprediksi peluang keberhasilan program kehamilan.
5. Memprediksi Menopause
Pengecekan kadar AMH menjadi langkah awal untuk memprediksi waktu terjadinya menopause karena jumlahnya dapat menurun lebih awal dari yang diperkirakan (menopause dini). Kondisi ini tentu berhubungan langsung dengan cadangan ovarium dan mempunyai dampak besar bagi kesehatan jangka panjang, salah satunya risiko osteoporosis, perubahan kognitif, sampai penyakit kardiovaskular.
Kapan Sebaiknya Tes AMH Dilakukan?
Pemeriksaan AMH sebaiknya dilakukan oleh pasien yang sedang berada dalam kondisi berikut ini.
Merencanakan kehamilan bagi perempuan usia 35 tahun ke atas untuk melihat kondisi cadangan sel telur sampai muncul ciri awal kehamilan.
Sedang menjalani program evaluasi kesuburan.
Sedang mempersiapkan program IVF alias program bayi tabung.
Pernah melakukan program kehamilan tapi gagal.
Memantau kesehatan reproduksi, termasuk pengecekan potensi PCOS atau kista ovarium.
Memprediksi waktu menopause maupun mengetahui apakah mengalami menopause dini atau tidak.
Mengalami menstruasi tidak teratur dan menggunakan alat kontrasepsi hormonal.
Prosedur Tes AMH
Prosedur cek AMH cukup sederhana. Anda bisa mendatangi klinik profesional lalu menjalani beberapa tahapan berikut.
Tes ini bisa dilakukan kapan saja dalam siklus menstruasi.
Tidak ada persiapan khusus, seperti puasa sebelum pengecekan atau mengikuti pantangan tertentu.
Pasien menjalani pengambilan sampel darah.
Sampel tersebut di analisis di laboratorium untuk mengetahui kadar AMH dalam darah.
Pasien mendapat hasil pemeriksaan valid terkait kondisi reproduksi.
Cara Membaca Hasil Tes AMH
Hasil tes AMH biasanya menggunakan satuan ng/mL atau pmol/L, dengan rincian sebagai berikut.
1,0 — 4.0 ng/mL artinya cadangan sel telur normal.
< 1,0 ng/mL artinya cadangan sel telur kurang.
< 0,4 ng/mL artinya cadangan sel telur sangat sedikit.
> 4,0 ng/mL artinya cadangan sel telur terlalu banyak (berkaitan dengan PCOS).
Umumnya, kadar AMH kurang dari 0,1 ng/mL atau 0,3 ng/mL menandakan jumlah cadangan sel telur kurang bahkan sangat sedikit. Sementara, jika melebihi 4,0 ng/mL artinya cadangan sel telur terlalu banyak sehingga mengindikasikan adanya PCOS atau masalah reproduksi lainnya.
Meski begitu, yang perlu Anda ingat adalah tes ini tidak dapat digunakan untuk memperkirakan kualitas sel telur. Dengan kata lain, apabila cadangan sel telur Anda kurang dari seharusnya, tidak berarti kualitasnya buruk.
Kesuburan itu dipengaruhi oleh banyak faktor, sehingga Anda butuh dapat menggali lebih dalam dan melakukan berbagai pemeriksaan lanjutan untuk melihat kualitas sel telur dalam tubuh.
Pahami Kondisi Kesuburan dengan Pemeriksaan Menyeluruh
Pemeriksaan hormon AMH terbilang mudah dilakukan, karena Anda hanya perlu mendatangi layanan kesehatan terpercaya untuk pengambilan sampel darah. Bumame adalah tempat terbaik yang menyediakan layanan home care tes kesuburan wanita sehingga Anda tidak perlu repot datang ke klinik.
Dengan harga Rp2.175.000,00, Anda sudah bisa melakukan pemeriksaan kesuburan dan mengetahui penyebab terjadinya infertilitas pada perempuan. Pemeriksaan akan dilakukan secara detail oleh tenaga profesional dengan mengambil sampel darah dari pembuluh vena di lengan yang mencakup beberapa pemeriksaan:
Luteinizing Hormone (LH);
Follicle-Stimulating Hormone (FSH);
Estradiol (dalam estrogen);
Progesterone;
Prolactin yang berperan memproduksi ASI; dan
Thyroid Stimulating Hormone (TSHs).
Selain itu, Bumame menyediakan layanan medical check up premium, Paket Pranikah Laki-laki dan Paket Pranikah Wanita yang cocok untuk mendeteksi kesehatan secara menyeluruh sebelum menikah.
Kapan Perlu Konsultasi ke Dokter?
Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter untuk mengambil tindakan cek AMH apabila mendapati kondisi tidak biasa, seperti:
Gangguan menstruasi berkepanjangan;
Program hamil tidak kunjung berhasil terutama pada usia di atas 35 tahun; dan
Timbul kecurigaan adanya PCOS atau riwayat kesehatan reproduksi lainnya.
Selain itu, konsultasi sangat berguna bagi Anda yang sedang merencanakan program kehamilan khusus, seperti IVF alias bayi tabung. Karena di sanalah dokter bisa memantau jumlah sel telur yang turut memengaruhi keberhasilan program.
Lindungi Kesehatan Organ Reproduksi bersama Bumame
Menjaga organ reproduksi dengan memantau kondisi kesuburan menjadi investasi penting, terutama bagi pasangan yang ingin merencanakan kehamilan dalam waktu dekat maupun jangka panjang. Tidak hanya itu, prosedur cek AMH juga berperan penting untuk mendeteksi masalah kesehatan reproduksi seperti PCOS.
Oleh karena itu, apabila Anda mendapati gejala maupun kondisi tak biasa seperti penjelasan di atas, jangan ragu berkonsultasi dengan Bumame dan manfaatkan layanan terbaiknya.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi:
Kemenkes Labkesmas Palembang. (2026). Kenali AMH, Ketahui Cadangan Ovarium Sejak Dini.
The Journal of Applied Laboratory Medicine. (2025). The Evolving Role of Anti-Mullerian Hormone Measurements in Clinical Practice.
BCMJ a Doctors of BC Publication. (2024). The role of anti Mullerian hormone testing for fertility prognosis.
International Journal of Biological Macromolecules. (2026). Anti-Mullerian Hormone (AMH): Decoding its role in fertility assessment, reproductive heath and beyond.
Amilis. (2026). Understanding your AMH Levels and Test Result.
The Fertility & Gynoecology Academy UK. (.n.d). What is Anti-Mullerian Hormone (AMH) and What Effect Does AMH Have on My Fertility?
National Library of Medicine. (2020). Anti-Mullerian Hormone and Ovarian Reserve: Update on Assessing Ovarian Function.
Biochemia Medica Journal. (.n.d). Anti-Mullerian Hormone: A Unique Biochemical Marker of Gonadal Development and Fertility in Humans.
Fakultas Kedokteran Universitas Aisyiyah Yogyakarta. (2025). Kenali PCOS: Gejala yang Sering Diabaikan & Cara Menanganinya.
Confertility. (2023). Can Birth Control Affect Your AMH Levels?
Ditinjau secara medis oleh dr. Aimee Wineyna
Frequently Asked Question
Apa yang dimaksud dengan cek AMH?
Apa tujuan melakukan tes AMH?
Kapan sebaiknya tes AMH dilakukan?
Tes AMH dapat dipertimbangkan saat merencanakan kehamilan, menjalani evaluasi kesuburan atau IVF, mengalami kegagalan program hamil, memiliki menstruasi tidak teratur, atau ingin memantau kemungkinan PCOS maupun menopause dini.
.jpg&w=3840&q=75)