Perut yang tampak lancip, ngidam makanan asin, atau wajah yang terlihat kusam sering dianggap sebagai ciri hamil anak laki-laki. Tebakan seperti ini biasa muncul begitu hasil tes kehamilan positif dan perut mulai membesar.
Menebak memang seru, tetapi tanda di tubuh ibu tidak bisa memperkirakan jenis kelamin janin. Mengandalkannya juga bisa membuat keluhan yang perlu diperiksa malah dianggap pertanda anak laki-laki atau perempuan.
Artikel ini membahas asal jenis kelamin janin, mitos yang beredar, dan cara medis mengetahuinya beserta waktunya.
Bisakah Ciri Fisik Ibu Menebak Jenis Kelamin Janin?
Tidak bisa. Perubahan tubuh selama hamil, seperti mual, kulit yang menggelap, dan ngidam, berkaitan dengan proses kehamilan itu sendiri, misalnya naiknya kadar hormon. Cleveland Clinic menyebut mitos seputar posisi perut, mual, dan detak jantung janin sebagai penanda jenis kelamin tidak punya dasar ilmiah.
Jenis Kelamin Janin Sudah Ditentukan sejak Pembuahan
Inti sel tubuh manusia normalnya memuat 23 pasang kromosom, yaitu untaian materi genetik pembawa gen. Satu pasang di antaranya adalah kromosom seks, yang menentukan janin berkembang menjadi laki-laki atau perempuan.
Menurut MSD Manual, janin laki-laki membawa satu kromosom X dari ibu dan satu kromosom Y dari ayah. Janin perempuan membawa dua kromosom X, satu dari ibu dan satu dari ayah. Karena pasangan ini terbentuk saat sel telur dan sperma bersatu, jenis kelamin janin sudah ditentukan sejak pembuahan.
Cleveland Clinic mencatat alat kelamin janin mulai terbentuk sekitar minggu ke-7 kehamilan. Bagian luarnya mulai terbentuk sekitar minggu ke-10, saat masih terlalu dini untuk terlihat di ultrasonografi (USG), lalu terbentuk lengkap sekitar minggu ke-14.
Jadi, jenis kelamin janin tidak tecermin pada bentuk perut atau kulit ibu, dan hanya bisa dibaca lewat pencitraan atau pemeriksaan genetik.
Mitos Ciri-Ciri Hamil Anak Laki-Laki dan Penjelasan Medisnya
Sebagian tanda yang beredar sebenarnya termasuk ciri awal kehamilan yang bisa dialami setiap ibu hamil. Berikut penjelasannya satu per satu.
1. Perut Lancip atau Turun ke Bawah
Perut yang lancip atau rendah sering dianggap tanda janin laki-laki, sedangkan perut bulat melebar dikaitkan dengan janin perempuan. Cleveland Clinic menggolongkan anggapan tentang perut yang turun sebagai mitos tanpa dasar ilmiah. Ukuran perut bertambah karena rahim membesar seiring pertumbuhan janin, dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat pembesaran rahim serta sendi panggul yang mengendur di trimester ketiga sering memicu nyeri pinggang.
2. Detak Jantung Janin yang Lambat
Mitos ini menyebut detak jantung janin yang lebih lambat menandakan anak laki-laki, sedangkan yang lebih cepat menandakan anak perempuan. Menurut Cleveland Clinic, detak jantung janin rata-rata berkisar 110 sampai 160 kali per menit dan berubah saat janin aktif. Penelitian juga tidak menemukan perbedaan detak jantung antara janin laki-laki dan perempuan.
3. Jarang Mual atau Tidak Mual Sama Sekali
Ada anggapan kehamilan yang jarang mual menandakan janin laki-laki. Mitos yang dikutip Cleveland Clinic justru menyebut ibu yang tidak mual sedang mengandung anak perempuan, dan Cleveland Clinic menilai mitos semacam ini tidak punya dasar ilmiah. Kemenkes mengaitkan mual di trimester pertama dengan pencernaan yang melambat selama hamil.
4. Ngidam Makanan Asin atau Gurih
Ngidam asin sering dikaitkan dengan janin laki-laki dan ngidam manis dengan janin perempuan. Kemenkes menjelaskan perubahan selera makan selama hamil terjadi karena kadar hormon meningkat, sehingga ngidam bisa muncul pada kehamilan mana pun, apa pun jenis kelamin janinnya.
5. Kulit Kusam, Berjerawat, atau Menggelap
Kulit wajah yang tampak kusam, berjerawat, atau justru lebih cerah sering dijadikan bahan tebakan. Kemenkes mencatat kulit dan puting bisa menggelap di trimester kedua, kondisi yang disebut hiperpigmentasi. Perubahan ini bagian dari kehamilan dan tidak bisa dipakai untuk menebak jenis kelamin janin.
6. Firasat Ibu
Banyak ibu merasa punya firasat kuat tentang jenis kelamin janinnya. Dalam studi terhadap 1.026 ibu hamil, sekitar 40% mengaku punya firasat, dan tebakan mereka benar pada 51% kasus. Peneliti menyimpulkan firasat ini tidak lebih baik dari melempar koin.
Cara Medis Mengetahui Jenis Kelamin Janin dan Waktunya
Ada dua jalur, yaitu pencitraan dan pemeriksaan materi genetik, dengan waktu yang berbeda.
USG di Pertengahan Kehamilan
USG di pertengahan kehamilan, sekitar minggu ke-20, umumnya sudah bisa memperlihatkan alat kelamin janin. Cleveland Clinic menyebut USG sebelum sekitar 16 minggu belum bisa diandalkan untuk menentukan jenis kelamin. Bila Anda ingin mengetahuinya, sampaikan kepada dokter kandungan sebelum pemeriksaan dimulai.
Bila ada temuan yang perlu dinilai lebih lanjut, Kemenkes mengatur rujukan berjenjang hingga ke dokter subspesialis fetomaternal, yang bisa menilai janin lebih rinci lewat USG fetomaternal.
Skrining cfDNA atau NIPT
Skrining cell-free DNA (cfDNA) atau NIPT memeriksa DNA janin yang beredar di darah ibu. MedlinePlus menyebut skrining ini bisa dilakukan sejak minggu ke-10 kehamilan dan terutama dipakai untuk menilai risiko kelainan jumlah kromosom, misalnya sindrom Down.
Hasilnya juga bisa menunjukkan jenis kelamin janin, tetapi Cleveland Clinic menyebut dokter umumnya tidak memakai tes ini hanya untuk itu. Akurasinya juga lebih rendah pada kehamilan dengan lebih dari satu janin, seperti pada hamil kembar.
CVS dan Amniosentesis
Chorionic villus sampling (CVS) mengambil sedikit jaringan plasenta pada minggu ke-10 sampai 13. Amniosentesis mengambil sampel cairan ketuban, biasanya pada minggu ke-15 sampai 20. Sel janin dari sampel ini diperiksa susunan kromosom-nya, misalnya lewat tes kariotipe, sehingga jenis kelaminnya ikut terbaca.
Kedua tindakan ini umumnya aman, tetapi membawa sedikit risiko keguguran atau infeksi. Karena itu, dokter memakainya untuk mendiagnosis kelainan genetik dan tidak menganjurkannya hanya untuk mengetahui jenis kelamin.
Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.
Mengapa Jenis Kelamin Kadang Belum Terlihat saat USG?
Petunjuk teknis USG dari Kemenkes menyebut obesitas, cairan ketuban yang sedikit (oligohidramnion), dan posisi janin sebagai keterbatasan teknis yang bisa memengaruhi ketepatan hasil. Bila posisi janin menutupi area kelaminnya, dokter bisa mencoba melihatnya lagi pada kunjungan berikutnya.
Kemenkes juga menetapkan ibu hamil diperiksa dokter dengan USG minimal dua kali, pada trimester pertama dan ketiga. Tujuan USG dasar ini antara lain memastikan kehamilan berada di dalam rahim, menghitung jumlah janin, menentukan usia kehamilan, serta menilai letak janin dan lokasi plasenta. Daftarnya tidak memuat penentuan jenis kelamin, jadi wajar bila topik ini tidak selalu disinggung saat kontrol rutin. Untuk memperkirakan kapan minggu ke-20 tiba, Anda bisa memakai cara menghitung usia kehamilan dari hari pertama haid terakhir.
Pemeriksaan yang Tetap Penting, Apa Pun Jenis Kelaminnya
Kemenkes menetapkan pemeriksaan kehamilan atau antenatal care (ANC) minimal enam kali, yaitu satu kali di trimester pertama, dua kali di trimester kedua, dan tiga kali di trimester ketiga. Pemeriksaan ini mencakup tanya jawab, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang berupa laboratorium dan pencitraan. Yang dipantau antara lain:
Pertumbuhan janin. Dokter menilai usia kehamilan, detak jantung, letak janin, dan perkiraan beratnya. Temuan yang tidak biasa bisa segera dirujuk ke dokter spesialis.
Kondisi darah ibu. Tes darah saat hamil termasuk pemeriksaan laboratorium yang jenisnya disesuaikan dengan usia kehamilan dan kondisi ibu. Hasilnya membantu deteksi dini risiko kehamilan.
Gizi dan suplemen. Konsultasikan kebutuhan vitamin ibu hamil pada setiap trimester dengan dokter atau bidan. Hal ini terutama penting bila mual membuat menu harian kurang beragam.
Keluhan Kehamilan yang Perlu Segera Diperiksakan
Kemenkes meminta ibu hamil segera menghubungi tenaga kesehatan bila mengalami salah satu tanda bahaya berikut:
Muntah terus-menerus dan tidak mau makan. Mual memang banyak dialami di trimester pertama. Bila berlebihan, kondisi ini bisa menyebabkan kekurangan gizi dan dehidrasi.
Demam tinggi. Demam bisa dipicu infeksi, sehingga demam yang terlalu tinggi perlu segera diperiksa di rumah sakit.
Gerakan janin berkurang. Gerakan yang melemah atau berhenti bisa menandakan janin kekurangan oksigen atau gizi. Bila janin bergerak kurang dari 10 kali dalam 2 jam, segera periksakan ke dokter.
Bengkak disertai keluhan lain. Bengkak di kaki, tangan, dan wajah yang disertai pusing, nyeri ulu hati, kejang, atau pandangan kabur bisa menjadi tanda preeklamsia.
Perdarahan atau air ketuban pecah sebelum waktunya. Keduanya bisa membahayakan ibu dan janin. Segera datang ke IGD atau fasilitas kesehatan terdekat.
Pemeriksaan Laboratorium Kehamilan di Bumame
Jenis kelamin janin dilihat lewat USG oleh dokter kandungan, sedangkan kesehatan ibu dipantau lewat pemeriksaan laboratorium di setiap trimester. Halaman Ibu & Anak Bumame memuat Paket Kehamilan Trimester I, II, dan III, mulai dari deteksi infeksi TORCH, status hepatitis B, dan HIV di awal kehamilan hingga pemantauan zat besi, vitamin D, dan toleransi glukosa menjelang persalinan.
Halaman yang sama juga memuat skrining NIPT dengan nama NIFTY. Untuk memilih pemeriksaan yang sesuai usia kehamilan Anda, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.
Nikmati Penantian dan Jaga Jadwal Kontrol Kehamilan
Menebak jenis kelamin dari bentuk perut atau ngidam boleh saja menjadi obrolan seru di keluarga. Jawabannya datang dari USG di pertengahan kehamilan atau pemeriksaan genetik sesuai anjuran dokter. Sambil menunggu, kontrol kehamilan yang teratur membantu Anda dan janin tetap terpantau. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan.
Bila ada pertanyaan seputar pemeriksaan kehamilan, chat CS Bumame.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia — Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/75/2023 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Alat Ultrasonografi untuk Antenatal Care bagi Dokter Umum di Layanan Primer
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat — Tanda Bahaya Kehamilan yang Harus Diketahui oleh Ibu Hamil
Gustri Putri, SST, Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan — Perubahan Fisik dan Psikis pada Ibu Hamil
MedlinePlus, National Library of Medicine — Prenatal Cell-Free DNA Screening
Justin Lappen, MD, Cleveland Clinic Health Essentials — Does Baby's Heart Rate Reveal Their Sex?
Cleveland Clinic — Fetal Development: Week-by-Week Stages of Pregnancy
Padiath QS, MSD Manual Consumer Version — Genes and Chromosomes
McFadzen M, Dielentheis DP, Kasten R, Singh M, Grundle J — Maternal Intuition of Fetal Gender
Ditinjau secara medis oleh dr. Aimee Wineyna
Frequently Asked Question
Apakah perut lancip tanda hamil anak laki-laki?
Tidak. Bentuk perut bukan penanda jenis kelamin janin dan dipengaruhi oleh pembesaran rahim serta pertumbuhan janin.
Di usia kehamilan berapa jenis kelamin janin terlihat di USG?
Jenis kelamin janin umumnya dapat terlihat melalui USG sekitar minggu ke-20. Pemeriksaan sebelum sekitar minggu ke-16 belum bisa diandalkan untuk menentukan jenis kelamin.
Apakah detak jantung janin bisa menunjukkan jenis kelamin?
Tidak. Penelitian tidak menemukan perbedaan detak jantung yang dapat diandalkan untuk membedakan janin laki-laki dan perempuan. Detak jantung janin rata-rata berkisar 110–160 kali per menit dan dapat berubah saat janin aktif.
Apakah NIPT bisa mengetahui jenis kelamin janin?
Skrining DNA bebas sel atau NIPT dapat menunjukkan jenis kelamin janin dan dilakukan sejak sekitar minggu ke-10. Namun, tujuan utamanya adalah menilai risiko kelainan kromosom, sehingga tes ini umumnya tidak dilakukan hanya untuk mengetahui jenis kelamin.
Apakah firasat ibu tentang jenis kelamin janin bisa dipercaya?
Firasat ibu tidak dapat diandalkan untuk menentukan jenis kelamin janin. Dalam sebuah studi terhadap 1.026 ibu hamil, tebakan berdasarkan firasat benar pada 51% kasus, tidak lebih baik daripada peluang melempar koin.
.jpg&w=3840&q=75)