Di usia kehamilan trimester 3, Anda sebagai ibu hamil bisa merasakan selangkangan dan perut bagian bawah tiba-tiba terasa kencang lalu hilang begitu saja. Kondisi ini pun membuat Anda bertanya-tanya dan menganggap sudah waktunya melahirkan, padahal bisa saja itu ciri-ciri kontraksi palsu.
Apa itu Kontraksi Palsu (Braxton Hicks)?
Kontraksi palsu, yang dalam medis disebut Braxton Hicks, adalah aktivitas pengencangan otot rahim sebagai bentuk latihan tubuh mempersiapkan persalinan. Kondisi yang juga disebut dengan false labor ini terjadi secara tidak teratur sehingga membuat perut bagian bawah hingga selangkangan terasa kencang atau mengeras.
Biasanya kontraksi palsu muncul di usia kehamilan trimester 3, tapi beberapa ibu hamil justru mengalaminya pada trimester 2. Ciri-ciri kontraksi palsu tersebut merupakan kondisi normal dari kehamilan.
Meskipun menimbulkan ketidaknyamanan, tetapi umumnya tidak menyakitkan dan tidak berbahaya karena rasa kencang tersebut bisa tiba-tiba menghilang setelah Anda beristirahat sejenak. Pasalnya, kontraksi palsu tidak memicu pembukaan serviks, tetapi mungkin berpengaruh pada proses pelunakan serviks.
Penelitian American Pregnancy Association menduga bahwa kontraksi berperan penting dalam meningkatkan aliran darah ke plasenta. Sehingga, Anda tidak perlu khawatir akan terjadi persalinan dini, karena memang tidak menyebabkan atau bahkan bukan merupakan tanda persalinan.
Penyebab Kontraksi Palsu
Penyebab utama kontraksi palsu adalah otot rahim menegang kemudian mengendur sebagai cara tubuh mempersiapkan persalinan. Selain itu, ada beberapa kemungkinan mengapa Anda merasakan ciri-ciri kontraksi palsu, di antaranya adalah sebagai berikut.
1. Ibu dan Bayi Sangat Aktif
Ketika Anda melakukan aktivitas fisik sampai merasa kelelahan, seperti mengangkat barang atau olahraga berlebihan, otot rahim akan menegang untuk sementara waktu kemudian bisa membaik setelah istirahat dari kegiatan. Begitu juga dengan gerakan janin yang aktif, seperti perubahan posisi maupun tendangan, dapat menekan dinding rahim sehingga kontraksi terjadi sementara waktu.
2. Kandung Kemih Penuh
Kondisi kandung kemih penuh atau sedang menahan pipis juga bisa memicu ketegangan otot rahim. Hal ini karena kandung kemih yang membesar akan menekan otot rahim dan terjadi respons kontraksi secara refleks.
3. Setelah Berhubungan Seksual
Berhubungan seksual selama hamil umumnya diperbolehkan. Akan tetapi, ada hal yang harus Anda dan pasangan waspadai, yaitu apabila sperma masuk ke vagina. Hal ini karena sperma mengandung zat prostaglandin yang bisa memicu kontraksi palsu di trimester awal sampai tengah.
Kemampuan sperma dalam memicu kontraksi inilah yang menjadi alasan mengapa hubungan seksual sering dianjurkan menjelang Hari Perkiraan Lahir (HPL). Hal ini tak lain untuk membantu persalinan supaya lebih lancar.
4. Dehidrasi
Tidak hanya karena banyak gerak, kontraksi palsu juga bisa terjadi saat tubuh kekurangan cairan atau dehidrasi. Dehidrasi bahkan menyebabkan beberapa kondisi lanjutan, seperti:
Air ketuban terlalu sedikit yang menyebabkan keguguran;
Komplikasi kehamilan;
Produksi ASI menurun setelah melahirkan;
Risiko bayi lahir prematur; hingga
Kematian ibu dan bayi.
Ciri-ciri Kontraksi Palsu
Sekilas kontraksi palsu mirip dengan kontraksi asli. Namun, bila Anda perhatikan secara detail, kontraksi palsu memiliki ciri khas yang berbeda. Berikut adalah ciri-ciri kontraksi palsu tersebut.
1. Perut Kencang Sementara
Jika Anda bertanya kontraksi palsu seperti apa, gejala yang paling umum adalah selangkangan dan perut bagian bawah tiba-tiba terasa kencang atau keras sehingga membuat tidak nyaman. Rasa kencang di perut ini bersifat sementara dan bisa hilang setelah beristirahat sejenak.
Durasi munculnya kontraksi palsu biasanya sekitar 15-30 detik, tapi beberapa ibu hamil bisa merasakannya hingga 2 menit. Kontraksi palsu tidak menyebar, alias cenderung terpusat pada satu area, yakni perut bagian bawah.
2. Tidak Teratur dan Tidak Bisa Diprediksi
Kontraksi palsu sering kali tidak bisa diprediksi dan jaraknya tidak teratur. Artinya, Anda bisa tiba-tiba mengalami kontraksi dalam lima atau sepuluh menit sekali setelah melakukan kegiatan, kemudian menghilang dengan sendirinya.
3. Intensitas dan Frekuensi Tidak Meningkat
Ciri-ciri kontraksi palsu paling menonjol juga terlihat dari intensitas dan frekuensi yang tidak meningkat secara bertahap dan tidak konsisten. Misalnya, pada kontraksi palsu, rasa kencang dan mulas muncul setiap 5 menit sekali lalu 20 menit sekali kemudian hilang.
Kondisi ini berbeda dengan kontraksi asli menjelang persalinan yang terasa semakin kuat dan cenderung lebih lama. Jarak antar kontraksinya juga semakin pendek, misalnya 20 menit sekali, lalu 15 menit sekali, 10 menit sekali, dan 5 menit sekali.
4. Perut Terasa Tidak Nyaman
Sensasi kontraksi palsu lebih mengarah ke tidak nyaman ketimbang nyeri di perut. Rasa tidak nyaman bisa mereda apabila Anda mulai beristirahat atau melakukan relaksasi, seperti mandi air hangat. Meski begitu, pada sebagian ibu hamil, kontraksi bisa saja terasa menyakitkan.
Perbedaan Kontraksi Palsu dan Kontraksi Melahirkan
Supaya lebih memahami perbedaan ciri-ciri kontraksi palsu dan asli, pelajari tabel perbandingan di bawah ini.
Dampak Kontraksi Palsu bagi Ibu Hamil
Ibu hamil dengan kondisi ini biasanya merasakan beberapa keluhan yang jika tidak segera diperiksa bisa menimbulkan dampak negatif, seperti:
Rasa tidak nyaman: Ini karena otot rahim menegang sehingga memicu ketidaknyamanan.
Nyeri perut terus-menerus: Umumnya tidak nyeri, tetapi beberapa ibu hamil merasakan nyeri akibat penegangan otot rahim.
Khawatir akan gerakan bayi: Gerakan bayi bisa terasa diam sesaat atau sangat aktif yang menimbulkan kontraksi.
Penyebab tidak terdeteksi: Kontraksi yang tidak segera ditangani membuat dokter tidak bisa menemukan penyebabnya, apakah ibu sedang mengalami sakit flu, dehidrasi, atau kelelahan yang memicu otot rahim menegang.
Muncul cemas: Kontraksi palsu kerap membuat ibu cemas bahkan sampai kurang tidur akibat sering mengira akan mendekati persalinan.
Cara Mengatasi Kontraksi Palsu saat Hamil
Penanganan kontraksi palsu bergantung pada penyebabnya, berikut ini penjelasannya.
Saat mengalami kelelahan, Anda bisa mengubah posisi tubuh dari duduk, berdiri, atau berbaring miring ke arah kiri sampai menemukan posisi yang nyaman.
Apabila jadwal sedang padat, Anda bisa Istirahat dan relaksasi sejenak dengan mandi atau berendam menggunakan air hangat.
Mengompres area kontraksi menggunakan kain atau bantalan hangat.
Apabila kontraksi disebabkan oleh kekurangan cairan, Anda harus rajin minum air putih yang cukup supaya tetap terhidrasi.
Apabila terjadi karena kandung kemih penuh, maka jangan menahan pipis dan segera buang air kecil.
Minum susu atau teh hangat untuk meredakan rasa tidak nyaman di perut.
Supaya bisa relaks, Anda bisa belajar teknik pernapasan.
Paket Ibu Hamil Bumame, Solusi Praktis Check Up Kehamilan Lengkap
Kehamilan merupakan hadiah terbesar yang harus dijaga sebaik-baiknya. Oleh karena itu, Anda harus rutin melakukan check up di setiap trimester untuk memastikan janin tumbuh optimal dan kesehatan ibu terjaga.
Salah satu cara praktis dan terlengkap untuk check up kehamilan adalah melalui layanan Pemeriksaan Ibu Hamil dari Bumame. Layanan Bumame memiliki fasilitas home care yang membuat Anda tidak perlu repot datang ke klinik. Cukup dari rumah, Anda bisa mendapatkan informasi kesehatan ibu, termasuk kondisi sel darah, gula darah, kadar zat besi, sampai temuan pada urine.
Layanan khusus ibu hamil ini juga bermanfaat dalam melihat potensi kelainan genetik pada janin dan kondisi medis tertentu yang memengaruhi kehamilan. Tidak hanya itu, Bumame punya layanan Pemeriksaan Kesuburan Wanita yang penting untuk memantau kondisi hormon-hormon reproduksi dan kehamilan.
Jika Anda membutuhkan vaksin penangkal infeksi saluran pernapasan, Bumame juga menyediakan Vaksin RSV Abrysvo khusus orang dewasa dan ibu hamil sebagai perlindungan terhadap risiko pneumonia dan bronkiolitis saat hamil.
Kapan Harus ke Dokter?
Meski tidak berbahaya, tetapi ada beberapa sinyal yang mengharuskan Anda segera memeriksakan diri ke dokter spesialis kandungan atau ke rumah sakit. Tanda tersebut antara lain:
Muncul flek atau perdarahan;
Kontraksi semakin kuat, intensitasnya sering dan semakin teratur;
Nyeri perut terus-menerus;
Muncul banyak cairan dari vagina pertanda air ketuban pecah atau rembes;
Gerakan janin berkurang; dan
Ciri-ciri kontraksi palsu muncul sebelum trimester ketiga.
Kenali Ciri-Ciri Kontraksi Palsu dan Rutin Check Up Kehamilan
Memahami ciri-ciri kontraksi palsu dan perbedaannya dengan kontraksi asli menjelang persalinan bisa mengurangi kecemasan bahwa kondisi tersebut adalah hal normal yang tidak perlu Anda khawatirkan. Namun, beberapa tanda juga harus Anda waspadai apabila muncul flek perdarahan atau merasakan nyeri berkelanjutan.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi
National Library of Medicine — Braxton Hicks Contractions
Pregnancy, Birth & Baby — Braxton Hicks Contractions
American Pregnancy Association — Braxton Hicks Contractions: Causes, Symptoms & Pain Relief
KMNC — Kontraksi Palsu vs Kontraksi Asli: Begini Cara Membedakannya
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia — Ini Kontraksi Asli Apa Palsu Sih?
UPT Laboratorium Kesehatan Kabupaten Lombok Barat — Ini Bahayanya Dehidrasi Selama Kehamilan
Evidence Based Journal — Perilaku Ibu Hamil tentang Manfaat Hubungan Seksual pada Kehamilan Tua (Aterm) di Klinik Murniati Kabupaten Asahan
Ditinjau secara medis oleh dr. Muhammad Reza Kurniawan
Frequently Asked Question
Kontraksi palsu seperti apa rasanya?
Kontraksi palsu biasanya terasa seperti perut bagian bawah dan selangkangan mengencang atau mengeras sementara, dengan pola tidak teratur dan intensitas yang tidak terus meningkat.
Apa yang harus dilakukan saat mengalami kontraksi palsu?
Cobalah beristirahat, mengubah posisi tubuh, minum air putih, mengosongkan kandung kemih, dan melakukan teknik relaksasi untuk membantu meredakan ketidaknyamanan.
Apakah janin tetap bergerak saat ibu mengalami kontraksi palsu?
Ya, janin tetap bisa bergerak. Namun, jika gerakan janin berkurang dari biasanya, segera hubungi tenaga kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan.
Bagaimana posisi tidur yang baik saat mengalami kontraksi palsu?
Anda dapat mencoba berbaring miring ke kiri atau mengubah posisi hingga terasa nyaman. Beristirahat dan mencukupi kebutuhan cairan juga dapat membantu meredakan keluhan.
Kapan kontraksi saat hamil harus diperiksakan ke dokter?
Segera periksakan diri jika kontraksi semakin kuat dan teratur, muncul perdarahan, nyeri perut terus-menerus, cairan ketuban merembes, atau gerakan janin berkurang. Kontraksi sebelum trimester ketiga juga perlu segera dinilai tenaga kesehatan.
