Awalnya hanya rasa gatal dan panas di jari-jari tangan setelah seharian mencuci piring dan pakaian. Keesokan harinya muncul bintik bening kecil yang gatalnya sulit ditahan. Beberapa hari kemudian, kulit di area itu mengering lalu pecah-pecah.
Banyak orang mengira keluhan ini kutu air atau alergi sabun, lalu mencoba obat oles seadanya. Lepuh gatal di tangan dan kaki bisa berasal dari beberapa kondisi, dan salah satunya adalah eksim dishidrotik yang cenderung kambuh berulang. Penanganan yang tidak sesuai bisa membuat kulit makin perih.
Artikel ini membahas pemicu eksim dishidrotik, urutan gejalanya, cara membedakannya dari kutu air dan kudis, serta langkah pengobatan dan pencegahan kekambuhan.
Apa Itu Eksim Dishidrotik?
Eksim dishidrotik adalah jenis eksim yang menimbulkan lepuh kecil berisi cairan dan sangat gatal di tangan atau kaki. Nama medis lainnya adalah pompholyx. Kondisi ini termasuk salah satu jenis dermatitis dengan lokasi khas di jari, telapak tangan, dan telapak kaki.
Menurut NHS, satu episode lepuh biasanya berlangsung 2 sampai 3 minggu, sementara American Academy of Dermatology (AAD) menyebut lepuh bisa bertahan 3 sampai 4 minggu. Sebagian orang hanya mengalaminya sekali, sebagian lain kambuh selama bertahun-tahun. AAD juga menegaskan eksim ini tidak menular lewat sentuhan.
Baca Juga: Apa itu Eksim? Penyebab, Gejala, dan Pencegahan
Penyebab dan Pemicu Eksim Dishidrotik
Penyebab eksim dishidrotik belum diketahui secara jelas. Namanya berasal dari dugaan lama tentang gangguan saluran keringat, dan menurut AAD penelitian kemudian menunjukkan dugaan itu keliru. Para ahli kini melihatnya sebagai reaksi hipersensitivitas, yaitu kulit yang bereaksi berlebihan terhadap pemicu tertentu. Pemicu yang dikenal antara lain:
Sabun dan bahan pembersih. Sabun, sampo, cairan pembersih, dan deterjen sering disebut sebagai pemicu. Paparan harian saat mencuci piring atau pakaian bisa membuat lepuh terus kambuh.
Logam nikel dan kobalt. Kedua logam ini ada pada perhiasan, ponsel, tambalan gigi, dan sebagian makanan. Karena sumbernya banyak, pemicu ini sulit dikenali sendiri.
Keringat dan cuaca. Keringat, cuaca panas, dan tangan yang lama basah memicu kekambuhan pada banyak orang. Sebagian orang lain justru kambuh saat cuaca dingin atau sangat lembap.
Stres. Stres berperan sebagai pemicu kekambuhan pada orang yang sudah memiliki eksim ini. Lepuh sering muncul saat tekanan pikiran meningkat dan mereda setelah stres berkurang.
Infeksi jamur. Kutu air di kaki bisa memicu lepuh di tangan pada orang yang hipersensitif terhadap jamurnya. Mengobati kutu air bisa membuat lepuh di tangan ikut mereda.
Siapa yang Lebih Rentan Mengalaminya?
Eksim dishidrotik umumnya mulai muncul pada usia 20 sampai 40 tahun dan jarang terjadi pada anak. Menurut AAD, risikonya meningkat pada kelompok berikut:
Riwayat eksim atau alergi. Orang dengan dermatitis atopik, rinitis alergi, atau asma lebih berisiko. Riwayat keluarga dengan kondisi serupa juga menambah risiko.
Alergi logam. Alergi nikel atau kobalt termasuk faktor risiko penting. Kulit yang bereaksi setelah memakai perhiasan tertentu bisa menjadi petunjuk awal.
Tangan sering berkeringat atau basah. Keadaan ini banyak dialami pekerja yang tangannya sering terkena air, misalnya penata rambut. Di iklim Indonesia yang panas dan lembap, keringat sulit dihindari sepenuhnya.
Pekerjaan tertentu. Pekerja logam, mekanik, dan pekerja semen lebih berisiko. Oli pemotong dan semen di tempat kerja juga bisa memicu lepuh berulang.
Gejala Eksim Dishidrotik dari Awal hingga Kulit Mengering
Gejala biasanya muncul berurutan. NHS menyebut jari dan telapak tangan sebagai area yang sering terkena, disusul jari dan telapak kaki.
1. Gatal, Panas, atau Rasa Menusuk
Keluhan pertama sering berupa kulit gatal dengan sensasi panas atau menusuk. Lepuh belum terlihat, sehingga keluhan mudah dikira iritasi biasa.
2. Lepuh Kecil Berisi Cairan
Kemudian muncul lepuh kecil berisi cairan di jari dan telapak tangan. Pada kulit sawo matang atau gelap, lepuh bisa tampak lebih gelap.
3. Gatal Hebat dan Lepuh yang Merembes
Lepuh terasa sangat gatal dan bisa mengeluarkan cairan. Gatal yang sampai mengganggu tidur perlu dikonsultasikan ke dokter.
4. Kulit Kering, Pecah-pecah, dan Perih
Saat lepuh mereda, kulit menjadi kering, pecah-pecah, dan perih. Kadang retakan sampai berdarah dan menjadi jalan masuk kuman.
5. Kambuh dalam Siklus Beberapa Minggu
Gejala mereda dalam hitungan minggu, lalu bisa muncul lagi saat kulit terpapar pemicu. Menurut AAD, eksim ini cenderung aktif dari usia 20-an hingga 40-an dan lebih jarang kambuh setelahnya.
Komplikasi Eksim Dishidrotik yang Bisa Terjadi
Beberapa masalah bisa menyertai eksim dishidrotik, khususnya bila kulit sering digaruk:
Infeksi bakteri. Garukan membuka jalan bagi infeksi. Tandanya lepuh sangat nyeri, bernanah kuning atau hijau, atau tertutup kerak kuning kecokelatan.
Gangguan tidur dan pekerjaan. Gatal hebat bisa mengganggu tidur. Lepuh yang nyeri di kaki atau tangan kadang memerlukan istirahat atau jeda dari pekerjaan.
Kulit menebal atau berubah warna. Seperti pada dermatitis kontak, garukan berulang bisa membuat kulit menebal dan kasar. Bekas peradangan juga bisa membuat kulit lebih gelap atau lebih terang dari sekitarnya.
Eksim Dishidrotik, Kutu Air, atau Kudis?
Daftar penyebab gatal pada kulit cukup panjang. NHS menyebut psoriasis serta infeksi jamur seperti kurap dan kutu air bisa tampak mirip. Tabel berikut membandingkan tiga kondisi yang sering tertukar.
Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.
Penanganan ketiganya berbeda. Kudis diobati dengan krim pembasmi tungau, dan dokter bisa menyarankan keluarga ikut diobati. Kutu air memerlukan obat antijamur, sedangkan eksim dishidrotik ditangani dengan meredakan peradangan dan menghindari pemicu.
Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?
NHS menyarankan pemeriksaan ke dokter bila Anda menduga mengalami eksim dishidrotik, khususnya pada keadaan berikut:
Muncul tanda infeksi seperti nanah atau kerak kuning kecokelatan pada lepuh. Kondisi ini perlu ditangani dokter.
Lepuh sering kambuh atau gatal mengganggu tidur. AAD menganjurkan konsultasi ke dokter spesialis kulit karena banyak penyakit lain juga menimbulkan lepuh.
Kaki terasa panas, merah, dan nyeri, atau Anda memiliki diabetes atau daya tahan tubuh lemah. Pada kondisi ini, keluhan kulit di kaki sebaiknya diperiksakan lebih awal.
Cara Dokter Mendiagnosis Eksim Dishidrotik
Dokter akan memeriksa kulit tangan dan kaki, lalu menanyakan pekerjaan, hobi, waktu lepuh biasa muncul, serta riwayat merokok, obat, dan reaksi terhadap perhiasan. Cairan lepuh yang tampak terinfeksi bisa diambil untuk diperiksa.
Bila ada dugaan alergi, dokter bisa menyarankan patch test. Zat yang dicurigai ditempelkan pada kulit, sering di punggung, lalu reaksinya dibaca setelah sekitar dua hari. Patch test termasuk salah satu jenis tes alergi.
Untuk keluhan di kaki, kerokan kulit bisa diperiksa di laboratorium untuk mencari jamur. Dalam satu penelitian yang dikutip AAD, sekitar 33% pasien eksim dishidrotik di tangan baru terbebas dari eksimnya setelah infeksi di kaki diobati.
Pilihan Pengobatan Eksim Dishidrotik
Belum ada obat yang menyembuhkan eksim dishidrotik secara permanen. Pengobatan bertujuan meredakan gatal, mengeringkan lepuh, dan mengurangi kekambuhan:
Kompres dingin. Kompres dingin atau rendaman khusus membantu mengeringkan lepuh. AAD menyebut kompres biasanya dipakai 2 sampai 4 kali sehari, masing-masing sekitar 15 menit.
Krim atau salep kortikosteroid. Obat oles ini meredakan peradangan dan membantu lepuh mereda. NHS menyebut pemakaiannya biasanya beberapa minggu sesuai arahan dokter.
Pereda gatal. Dokter bisa memberikan antihistamin atau obat pereda gatal lain. Mengurangi garukan penting karena garukan cenderung memperburuk eksim.
Pelembap atau emolien. Pelembap dipakai setiap hari, idealnya saat kulit masih lembap setelah mandi atau mencuci tangan. Prinsipnya sama dengan perawatan eksim kering.
Lepuh yang terinfeksi memerlukan obat sesuai jenis infeksinya, misalnya antibiotik. Bila keluhan berat, dokter spesialis kulit bisa mempertimbangkan kortikosteroid minum, terapi sinar ultraviolet, obat yang meredam respons sistem imun, penanganan keringat berlebih, atau diet rendah nikel dan kobalt pada alergi logam.
Kebiasaan Harian untuk Mengurangi Kekambuhan
Kebiasaan berikut merangkum anjuran NHS, AAD, dan Kemenkes:
Cuci tangan dengan air suam-suam kuku. Hindari air panas maupun dingin, dan pakai pengganti sabun yang mengandung pelembap. Oleskan pelembap segera setelahnya.
Pakai sarung tangan saat bersih-bersih. Pilih sarung tangan berlapis katun saat memakai sampo, cairan pembersih, atau deterjen. Di tempat kerja, alat pelindung diri mengurangi kontak dengan semen dan disinfektan.
Pilih kaus kaki dan sepatu yang nyaman. NHS menganjurkan kaus kaki katun atau sutra serta sepatu berbahan kulit. Ganti kaus kaki setiap hari agar kaki tetap kering.
Biarkan lepuh mengering sendiri. Lepuh sebaiknya tidak dipecahkan. Kulit yang terbuka memudahkan bakteri atau jamur masuk.
Catat pemicu setiap kali kambuh. Tulis apa yang terjadi beberapa hari sebelum lepuh muncul, seperti sabun baru, perhiasan, cuaca panas, atau masa stres. Catatan ini membantu dokter mencari pemicu dan menilai perlu tidaknya tes alergi.
Catat Pemicunya, Kendalikan Kekambuhannya
Eksim dishidrotik bisa kambuh berulang, tetapi kekambuhan bisa dikurangi dengan mengenali pemicu dan rutin merawat kulit. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan, termasuk menemukan infeksi jamur atau alergi logam yang ikut memicu lepuh.
Keluhan kulit di kaki perlu perhatian lebih bila Anda memiliki diabetes, dan medical check up berkala membantu memantau kesehatan secara umum. Untuk informasi layanan pemeriksaan di klinik Bumame, Anda bisa hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.
Lokasi Klinik Bumame
Pemeriksaan tersedia di lima klinik Bumame.
Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28, Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi
Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi
Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kec. Serpong, Tangerang, Banten 15310. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi
Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23, RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat 11610. Senin sampai Minggu, pukul 06.00 sampai 20.00. Lihat lokasi
Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Kelapa Gading Barat, Kec. Kelapa Gading, Jakarta Utara, DKI Jakarta 14240. Senin sampai Minggu, pukul 06.00 sampai 20.00. Lihat lokasi
Pilih lokasi terdekat dari tempat Anda.
Referensi
NHS. Pompholyx (Dyshidrotic Eczema).
American Academy of Dermatology. Eczema Types: Dyshidrotic Eczema Overview.
American Academy of Dermatology. Eczema Types: Dyshidrotic Eczema Causes.
American Academy of Dermatology. Eczema Types: Dyshidrotic Eczema Diagnosis and Treatment.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat. Dermatitis Kontak.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat. Scabies.
NHS. Athlete's Foot.
Ditinjau secara medis oleh dr. Talitha Amalia
Frequently Asked Question
Apakah eksim dishidrotik menular?
Tidak. Eksim dishidrotik tidak menular melalui sentuhan. Kondisi ini menyebabkan lepuh kecil berisi cairan yang gatal pada jari, telapak tangan, atau telapak kaki.
Apa penyebab dan pemicu eksim dishidrotik?
Penyebab pastinya belum diketahui. Kekambuhan dapat dipicu sabun, deterjen, alergi nikel atau kobalt, keringat, cuaca, tangan yang sering basah, dan stres.
Berapa lama eksim dishidrotik bisa mereda?
Satu episode lepuh umumnya berlangsung sekitar 2–4 minggu. Gejala dapat muncul kembali jika kulit terpapar pemicu yang sama, sehingga perawatan dan pencegahan perlu dilakukan secara konsisten.
Apa perbedaan eksim dishidrotik dan kutu air?
Eksim dishidrotik merupakan kondisi peradangan kulit yang tidak menular dan biasanya menimbulkan lepuh kecil berisi cairan. Kutu air disebabkan infeksi jamur, sering muncul di sela jari kaki, dan dapat menular.
Apakah eksim dishidrotik bisa sembuh total?
Belum ada pengobatan yang menjamin kesembuhan permanen. Kompres dingin, pelembap, obat oles sesuai arahan dokter, dan menghindari pemicu dapat membantu meredakan gejala serta mengurangi kekambuhan.
.jpg&w=3840&q=75)