Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Penyebab Biduran di Malam Hari: Kenali Pemicunya dan Cara Meredakannya
Kembali ke Artikel & Berita

Penyebab Biduran di Malam Hari: Kenali Pemicunya dan Cara Meredakannya

SBATips Kesehatan

Lampu kamar baru dimatikan, lalu pinggang dan punggung mulai gatal. Saat diraba, muncul bentol yang menebal dan memerah. Esok paginya kulit kembali mulus, seolah tidak terjadi apa-apa.

Biduran umumnya membaik dalam beberapa hari, tetapi gatal yang datang hampir setiap malam bisa merusak tidur. Bila bentol disertai bengkak di bibir atau lidah, sesak napas, atau pusing berat, segera ke IGD.

Berikut alasan biduran cenderung muncul di malam hari, pemicunya, cara membedakannya dari kudis dan gigitan kutu busuk, serta langkah meredakannya.

Mengapa Biduran Sering Muncul di Malam Hari?

Biduran atau urtikaria adalah reaksi kulit berupa bentol gatal yang menonjol. Bentol terbentuk saat sistem imun melepaskan zat kimia seperti histamin. Tiap bentol biasanya hilang dalam kurang dari 24 jam, sementara bentol baru bisa muncul di tempat lain.

Gatal pada banyak penyakit kulit memang cenderung memberat di malam hari. Sebuah tinjauan di jurnal Acta Dermato-Venereologica menyebut mekanismenya belum sepenuhnya dipahami. Dugaannya berkaitan dengan ritme harian atau sirkadian zat pemicu gatal, serta perubahan suhu kulit dan fungsi lapisan pelindungnya sepanjang hari.

Jam menjelang tidur juga mengumpulkan banyak pemicu, dari panas selimut, bekas tekanan pakaian, makan malam, obat, hingga rasa lelah. Gambaran umum penyebab biduran beserta gejalanya tetap berlaku, ditambah pemicu khas malam hari berikut.

Pemicu Biduran Malam Hari yang Perlu Anda Cermati

Biduran muncul ketika sesuatu memicu pelepasan histamin dan zat kimia lain di kulit. Pada biduran yang berlangsung lama, penyebabnya sering tidak diketahui, meski infeksi atau gangguan tiroid kadang ikut berperan.

1. Panas dari Kamar, Selimut, atau Keringat

Kulit yang panas dan berkeringat, misalnya setelah olahraga, termasuk pemicu biduran. Selimut tebal atau kamar yang pengap bisa menaikkan suhu kulit tepat saat Anda berbaring. Bila bentol selalu muncul setelah tubuh terasa gerah, catat pola ini untuk dokter.

2. Tekanan, Gesekan, dan Garukan

Tekanan dari karet celana atau ikat pinggang yang ketat, pakaian yang kasar, dan garukan bisa memunculkan bentol. Bentol jenis ini bisa muncul di garis pinggang, tali bra, atau bagian tubuh yang tertindih saat berbaring. Garukan tanpa sadar di tengah malam juga bisa melukai kulit dan membuka jalan bagi infeksi.

3. Menu Makan Malam dan Camilan

Makanan tertentu bisa memicu biduran, sedangkan makanan pedas bisa memicunya lewat kulit yang panas dan berkeringat. Bentol yang selalu muncul tidak lama setelah menyantap hidangan yang sama bisa mengarah ke alergi makanan. Catat menu makan malam, termasuk saus dan camilan.

4. Obat, Jamu, atau Suplemen

Reaksi terhadap obat termasuk pemicu biduran, sehingga dokter biasanya menanyakan semua obat, ramuan herbal, dan suplemen yang dikonsumsi. Bila bentol muncul setelah mulai minum obat baru, segera hubungi dokter atau apoteker untuk menilai apakah obat itu perlu dihentikan atau diganti.

5. Stres dan Kelelahan

Stres termasuk pemicu kambuhnya biduran kronis, dan beberapa penelitian juga mengaitkan biduran dengan kelelahan. Stres emosional bisa membuat kulit panas dan berkeringat. Setelah hari yang panjang, keduanya kerap datang bersamaan menjelang tidur.

6. Gigitan Serangga dan Kutu Busuk

Gigitan atau sengatan serangga bisa memicu biduran. Kutu busuk bersembunyi di rangka ranjang, kasur, dan pakaian, lalu menggigit kulit yang terbuka saat tidur seperti wajah, leher, dan lengan. Bekas gigitannya menonjol, gatal, dan sering berderet atau bergerombol.

7. Hewan Peliharaan, Lateks, dan Debu Kamar

Serpihan kulit hewan, serbuk sari, dan lateks bisa memicu biduran pada sebagian orang. Hewan yang ikut tidur di kasur membuat paparan berlangsung semalaman. Debu juga tercatat sebagai alergen yang umum, dan pada sebagian orang alergi debu ikut memperparah eksim.

Biduran, Kudis, Kutu Busuk, atau Eksim?

Beberapa masalah kulit lain juga lebih gatal di malam hari sehingga mudah tertukar dengan biduran.

Kondisi

Pola di Malam Hari

Ciri Pembeda

Biduran (urtikaria)

Bentol gatal timbul dan memudar, bisa berpindah tempat

Tiap bentol biasanya hilang dalam kurang dari 24 jam

Kudis (skabies)

Gatal sangat kuat yang memburuk di malam hari

Galian tipis di sela jari atau lipatan kulit, sering dialami beberapa orang serumah

Gigitan kutu busuk

Bentol gatal di kulit yang terbuka saat tidur

Berderet atau bergerombol, ada bercak darah atau bintik cokelat di seprai

Eksim (dermatitis atopik)

Gatal memburuk di malam hari dan mengganggu tidur

Kulit kering, merah, dan pecah-pecah, sering di lipatan siku dan belakang lutut

Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.

Gatal malam yang dialami beberapa anggota keluarga sekaligus lebih mengarah ke penyakit kudis, karena tungaunya mudah menular lewat kontak dekat. Kulit kering dan pecah-pecah di lipatan tubuh lebih cocok dengan eksim. Bila polanya tidak jelas, berbagai penyebab gatal pada kulit lain perlu dinilai bersama dokter.

Kapan Biduran Malam Hari Perlu Diperiksakan ke Dokter?

Segera ke IGD bila biduran disertai tanda berikut:

  • Bengkak di mulut dan tenggorokan. Bibir, lidah, atau tenggorokan tiba-tiba membengkak. Tenggorokan terasa sempit atau sulit menelan.

  • Napas terganggu. Napas menjadi cepat, berbunyi mengi, atau terasa tercekik. Kulit, lidah, atau bibir bisa tampak kebiruan, keabuan, atau pucat.

  • Kesadaran berubah. Muncul rasa bingung, mengantuk berat, atau pusing secara tiba-tiba. Sebagian orang bisa pingsan.

Tanda ini bisa mengarah ke anafilaksis, reaksi alergi berat yang perlu segera ditangani di rumah sakit. Bengkak di bawah kulit, misalnya bibir tiba-tiba bengkak tanpa sesak, tetap perlu segera diperiksa dokter.

Segera buat janji dengan dokter bila:

  • Tidak membaik dalam 2 hari. Biduran yang bertahan atau ruam yang terus meluas perlu diperiksa. Dokter akan menilai pemicu yang perlu dicari.

  • Sering kambuh. Biduran yang terus berulang bisa menandakan alergi terhadap sesuatu. Biduran yang menetap lebih dari enam minggu disebut biduran kronis, dengan ambang diagnosis ditentukan oleh dokter.

  • Disertai gejala lain. Demam dan badan terasa tidak enak perlu diperiksakan. Periksakan pula anak yang mengalami biduran bila Anda khawatir.

Cara Dokter Menelusuri Pemicu Biduran

Dokter biasanya menanyakan gejala, memeriksa kulit, lalu bisa meminta catatan harian seperti berikut:

  • Aktivitas sore dan malam. Tulis jam olahraga, mandi, dan waktu mulai berbaring. Cantumkan suhu kamar dan jenis selimut bila panas tampak berperan.

  • Makanan, minuman, dan obat. Catat menu makan malam serta semua obat, jamu, dan suplemen. Makanan baru, sabun cuci baru, atau hewan peliharaan baru juga layak ditulis.

  • Lokasi dan lama bentol. Foto bentol saat muncul dan catat berapa lama sampai memudar. Perhatikan apakah bentol meninggalkan memar atau bekas, serta apakah ada bengkak yang nyeri.

Catatan ini juga berguna pada alergi yang sering kambuh. Bila perlu, dokter bisa meminta tes darah atau biopsi kulit, yaitu pengambilan sedikit jaringan kulit untuk diperiksa di laboratorium.

Tes Alergi IgE untuk Biduran yang Sering Kambuh

Bila catatan menunjukkan bentol selalu muncul setelah makanan, hewan, lateks, atau sengatan tertentu, dokter bisa memeriksa apakah tubuh membentuk antibodi alergi terhadap pemicu itu. Tes imunoglobulin E (IgE) spesifik mengukur antibodi alergi terhadap satu per satu alergen. Hasil tinggi berarti seseorang mungkin alergi terhadap zat itu, tetapi tidak menunjukkan berat reaksinya, dan hasil positif palsu bisa terjadi. Karena itu, hasil perlu dibaca bersama riwayat gejala. Dokter juga bisa memilih jenis tes alergi lain seperti tes kulit.

Bumame menyediakan IgE Atopy Panel Indonesia, panel darah yang memeriksa respons IgE terhadap 54 alergen makanan dan nonmakanan, antara lain tungau debu rumah, jamur, kucing, anjing, kecoak, lateks, udang, kacang tanah, putih telur, dan susu sapi. Tes ini tidak memerlukan puasa. Sampaikan kepada dokter semua obat yang sedang dipakai, termasuk antihistamin, tanpa menghentikannya sendiri. Pada biduran kronis tanpa pemicu jelas, dokter mungkin memilih pemeriksaan lain. Untuk bertanya soal persiapan atau jadwal, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Pengobatan Biduran Sesuai Arahan Dokter

Pengobatan biduran umumnya dimulai dengan antihistamin, obat antigatal yang sebagian jenisnya dijual bebas. Sampaikan kepada apoteker bila Anda punya penyakit jangka panjang, karena obat ini belum tentu cocok, begitu pula untuk anak kecil.

Untuk gatal yang memberat saat hendak tidur, ada jenis antihistamin yang menimbulkan kantuk. Bicarakan dulu dengan dokter, khususnya bila sedang hamil, menyusui, atau rutin minum obat lain. Bila keluhan belum membaik, dokter bisa meresepkan krim mentol, tablet steroid, atau obat lain yang menenangkan sistem imun.

Langkah Meredakan dan Mencegah Biduran Menjelang Tidur

Beberapa kebiasaan berikut bisa membuat malam lebih nyaman:

  • Dinginkan kulit. Tempelkan kain basah yang dingin, atau usapkan es batu selama beberapa menit. Cara ini membantu meredakan gatal tanpa perlu menggaruk.

  • Mandi air sejuk. Air sejuk bisa meredakan gatal untuk sementara. Bila panas memicu bentol, hindari mandi air panas menjelang tidur.

  • Kenakan pakaian tidur yang longgar. Pilih katun yang halus. Hindari bahan yang kasar, ketat, gatal, atau wol.

  • Jaga kamar tetap sejuk. Gunakan selimut yang tidak terlalu tebal dan usahakan udara mengalir. Kulit pun tidak mudah kepanasan dan berkeringat.

  • Rawat tempat tidur. Ganti seprai dan sarung bantal secara rutin. Bila curiga ada kutu busuk, cuci seprai dan pakaian dengan air bersuhu 60°C lalu hubungi jasa pembasmi hama.

  • Hindari pemicu yang sudah diketahui. Jauhi makanan atau bahan yang terbukti memicu bentol. Bila pemicunya obat, bicarakan dulu dengan dokter.

Kenali Pola Malam Anda agar Tidur Kembali Nyenyak

Bagi banyak orang, biduran membaik dalam beberapa hari dan gatalnya bisa diredakan. Pemicu seperti panas, tekanan pakaian, makanan, dan stres bisa diatur sedikit demi sedikit, sementara catatan harian membantu dokter melihat polanya. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan.

Bila ingin berdiskusi tentang pemeriksaan yang sesuai, chat CS Bumame.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. Mayo Clinic. Chronic Hives, Symptoms and Causes.

  2. NHS. Hives.

  3. Patel T, Ishiuji Y, Yosipovitch G. Acta Dermato-Venereologica. Nocturnal Itch: Why Do We Itch At Night?

  4. Mayo Clinic. Chronic Hives, Diagnosis and Treatment.

  5. NHS. Bedbugs.

  6. MedlinePlus, National Library of Medicine. Allergy Blood Test.

  7. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat. Scabies.

  8. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat. Dermatitis Atopik.

Ditinjau secara medis oleh dr. Muhammad Reza Kurniawan

Frequently Asked Question

Mengapa biduran sering muncul di malam hari?

Biduran bisa lebih terasa pada malam hari karena perubahan ritme harian zat pemicu gatal, suhu kulit, dan fungsi lapisan pelindung kulit. Panas dari selimut, keringat, tekanan pakaian, makanan, obat, serta stres juga dapat memicu bentol menjelang tidur.

Apa saja penyebab biduran yang muncul saat malam hari?

Pemicu biduran malam hari meliputi suhu tubuh yang meningkat, keringat, tekanan atau gesekan pakaian, makanan tertentu, obat atau suplemen, stres, gigitan serangga, serta paparan alergen seperti debu dan serpihan kulit hewan.

Bagaimana membedakan biduran dengan kudis dan gigitan kutu busuk?

Bentol biduran biasanya hilang dalam kurang dari 24 jam dan dapat berpindah tempat. Kudis menyebabkan gatal hebat pada malam hari, sering disertai galian tipis di sela jari atau lipatan kulit. Gigitan kutu busuk umumnya berupa bentol berderet atau bergerombol pada kulit yang terbuka saat tidur.

Bagaimana cara meredakan biduran sebelum tidur?

Redakan gatal dengan kompres dingin atau mandi air sejuk. Gunakan pakaian tidur berbahan lembut dan longgar, jaga kamar tetap sejuk, serta hindari pemicu yang sudah diketahui. Konsultasikan penggunaan antihistamin kepada dokter atau apoteker.

Kapan biduran malam hari harus diperiksakan ke dokter?

Periksakan diri jika biduran tidak membaik dalam dua hari, terus meluas, sering kambuh, atau disertai demam. Segera ke IGD jika muncul bengkak pada bibir, lidah, atau tenggorokan, sesak napas, sulit menelan, pingsan, atau pusing berat.