Nyeri dan kaku pada sendi saat bangun tidur bisa mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama jika keluhan berlangsung lama atau disertai pembengkakan. Kondisi ini bisa menjadi salah satu tanda rheumatoid arthritis, sehingga tes rheumatoid factor (RF) perlu dilakukan sebagai bagian dari proses diagnosis.
Lantas, apa fungsi tes RF, bagaimana prosedurnya, dan bagaimana cara membaca hasilnya? Simak penjelasan berikut untuk memahami pemeriksaan ini dan mengetahui langkah selanjutnya yang perlu dilakukan.
Apa Itu Rheumatoid Factor?
Rheumatoid factor (RF) merupakan antibodi atau protein yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh, yang mana bisa bereaksi terhadap antibodi tubuh sendiri. RF bisa Anda temukan pada penderita rheumatoid arthritis (RA), penyakit autoimun yang mengakibatkan sistem imun menyerang jaringan pelapis sendi.
Gangguan penyakit tersebut bisa menyebabkan nyeri, peradangan, pembengkakan, dan kekakuan pada sendi. Ketika berlangsung dalam waktu lama tanpa penanganan yang tepat, rheumatoid arthritis bisa memicu kerusakan sendi.
Meski begitu, RF bukan sekadar penanda yang ditemukan pada penyakit RA. Kadar RF juga bisa meningkat pada infeksi tertentu, penyakit autoimun lain, dan sebagian orang sehat, khususnya pada usia lanjut.
Mengapa Pemeriksaan Rheumatoid Factor Penting?
Pemeriksaan RF bisa membantu dokter mengevaluasi kemungkinan rheumatoid arthritis saat Anda mengalami keluhan yang mengindikasikan adanya peradangan sendi. Tes ini juga mendukung diagnosis penyakit lain yang berhubungan dengan peningkatan RF. Adapun beberapa manfaat pemeriksaan adalah sebagai berikut.
Mendukung diagnosis rheumatoid arthritis: Dokter dapat menilai kemungkinan radang sendi bersama dengan gejala dan pemeriksaan fisik.
Bantu membedakan kemungkinan penyebab: Hasilnya bisa menjadi pertimbangan untuk menentukan pemeriksaan lanjutan.
Melengkapi evaluasi penyakit autoimun: Bisa digunakan bersama pemeriksaan antibodi lain sesuai dengan kondisi pasien.
Prosedur Pemeriksaan Rheumatoid Factor
Hampir sama seperti pemeriksaan imunologi, tes RF dilakukan lewat pengambilan sampel darah dari pembuluh vena. Prosedurnya cenderung lebih singkat dan biasanya tidak membutuhkan persiapan khusus. Berikut ini tahapan yang biasanya dilalui pasien.
Pemeriksaan awal: Dokter akan menanyakan keluhan, obat atau suplemen yang Anda konsumsi, dan riwayat kesehatan.
Pengambilan sampel darah: Dokter akan membersihkan area kulit, biasanya di lengan, lalu mengambil darah menggunakan jarum steril.
Analisis laboratorium: Sampel dipersiapkan agar dapat mengetahui kadar RF sesuai dengan metode yang digunakan laboratorium.
Evaluasi dokter: Hasil akan dikaitkan dengan pemeriksaan fisik, gejala, dan tes lain jika dibutuhkan.
Umumnya, pasien tidak harus berpuasa ketika hanya melakukan tes RF. Akan tetapi, ketika pemeriksaan digabungkan dengan tes lain, ikuti petunjuk persiapan dari dokter atau laboratorium.
Cara Membaca Hasil Tes Rheumatoid Factor
Biasanya, hasil pemeriksaan RF dilaporkan dalam indikator negatif, positif, atau dalam bentuk angka yang menunjukkan kadar antibodi dalam darah. Interpretasinya harus mempertimbangkan rentang rujukan laboratorium yang melakukan pemeriksaan.
1. Hasil RF Negatif
Hasil tes RF negatif menandakan bahwa kadar antibodi tubuh berada di bawah batas yang sudah ditetapkan laboratorium. Kondisi tersebut bisa membuat RF lebih kecil kemungkinannya, tetapi tidak menutup kemungkinan juga penyakit tetap ada.
Sebagian besar penderita rheumatoid arthritis, khususnya pada tahap awal, berpotensi mempunyai hasil RF negatif. Dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan anti-CCP atau penanda peradangan ketika gejalanya cenderung mengarah ke rheumatoid arthritis.
2. Hasil RF Positif
Hasil positif menunjukkan bahwa kadar rheumatoid factor terdeteksi berada di atas batas rujukan. Temuan tersebut bisa mendukung dugaan rheumatoid arthritis, tetapi juga bisa berhubungan dengan penyakit autoimun lain atau infeksi kronis.
Selain itu, temuan tersebut juga bisa berkenaan dengan kondisi lain yang tidak ada korelasinya secara langsung dengan rheumatoid arthritis. Maka dari itu, hasil positif tidak boleh menjadi satu-satunya dasar diagnosis.
3. Apa Artinya Jika RF Tinggi?
Kadar RF yang tinggi bisa memperkuat dugaan bahwa terdapat kondisi yang berhubungan dengan antibodi tersebut, khususnya ketika disertai dengan gejala khas rheumatoid arthritis. Pada pasien yang telah di diagnosis rheumatoid arthritis, kadar RF yang tinggi juga bisa berhubungan dengan risiko penyakit yang lebih berat.
Akan tetapi, angka RF tidak bisa menentukan diagnosis atau tingkat keparahan penyakit secara mandiri. Dokter membutuhkan pemeriksaan untuk menilai keseluruhan kondisi pasien.
Berapa Nilai Normal Rheumatoid Factor?
Nilai RF yang kurang dari 15 IU/mL merupakan salah satu rentang normal yang biasa digunakan. Namun, batas rujukan bisa berbeda menurut metode dan laboratorium. Maka dari itu, gunakan rentang rujukan yang tercantum di laporan hasil pemeriksaan Anda, bukan sekadar angka yang Anda temukan di internet.
Faktor yang Memengaruhi Hasil Tes
Beberapa kondisi di bawah ini bisa berpengaruh terhadap kadar RF sehingga hasil pemeriksaan harus ditafsirkan secara hati-hati.
Usia: RF bisa ditemukan pada sebagian orang sehat dan lebih sering terdeteksi pada kelompok lansia.
Infeksi: Infeksi tertentu, seperti tuberkulosis, hepatitis C, dan endokarditis, bisa berhubungan dengan peningkatan RF.
Penyakit autoimun: Kondisi seperti lupus dan sindrom Sjögren bisa mengakibatkan hasil RF positif meskipun Anda tidak menderita rheumatoid arthritis.
Obat-obatan: Obat untuk penyakit tertentu bisa memengaruhi respons kekebalan maupun kondisi yang sedang dievaluasi. Informasikan semua obat yang Anda konsumsi kepada dokter dan jangan tiba-tiba menghentikannya sebelum tes.
Faktor-faktor di atas tidak secara otomatis membuat hasil pemeriksaan keliru, melainkan bisa berpengaruh terhadap makna klinisnya. Dokter biasanya akan mempertimbangkan riwayat kesehatan dan temuan lain sebelum mengambil kesimpulan.
Perbedaan Tes RF, Anti-CCP, dan Laju Endap Darah
Pemeriksaan rheumatoid factor, anti-CCP, dan laju endap darah (LED) bisa bantu dokter mengevaluasi kemungkinan rheumatoid arthritis. Akan tetapi, ketiganya juga mengukur hal yang berbeda. Berikut ini penjelasan selengkapnya.
Pemeriksaan anti-CCP bisa membantu memperkuat dugaan rheumatoid arthritis, khususnya ketika hasilnya positif bersama RF. Sementara itu, LED atau erythrocyte sedimentation rate (ESR) adalah penanda peradangan yang tidak spesifik untuk rheumatoid arthritis.
Pemeriksaan Kesehatan Tulang di Bumame
Nyeri sendi bisa berkaitan dengan berbagai kondisi, mulai dari peradangan sampai gangguan metabolisme tulang. Karena penyebabnya tidak selalu sama, sebaiknya pemilihan pemeriksaan disesuaikan dengan keluhan dan tujuan evaluasi kesehatan.
Bumame menyediakan layanan MCU Kesehatan Tulang yang akan membantu mengevaluasi status vitamin D dan kalsium dalam darah. Pemeriksaan ini bisa menjadi pilihan saat Anda ingin mengetahui kondisi nutrisi tulang dan mendeteksi risiko gangguan metabolisme tulang tertentu.
Paket ini mencakup pemeriksaan vitamin D 25-OH total dan kalsium dengan harga mulai dari Rp430.000,00. Dengan melakukan pemeriksaan di Bumame, Anda bisa mendapatkan gambaran tentang kecukupan vitamin D dan keseimbangan kalsium yang menjaga kesehatan tulang.
Perlu Anda ketahui bahwa paket pemeriksaan ini bukan pemeriksaan RF dan tidak digunakan untuk memastikan diagnosis rheumatoid arthritis. Ketika keluhan utama berupa kekakuan berkepanjangan, pembengkakan sendi, atau dugaan peradangan sendi, Anda harus berkonsultasi dengan dokter spesialis tulang.
Kapan Pemeriksaan Rheumatoid Factor Dibutuhkan?
Indikasi pemeriksaan rheumatoid factor umumnya berhubungan dengan keluhan yang mengakibatkan dugaan peradangan sendi. Dokter bisa mempertimbangkan tes ini ketika Anda mengalami:
Nyeri dan pembengkakan sendi yang berulang atau menetap;
Kekakuan sendi pada pagi hari berlangsung cukup lama;
Keluhan yang menyerang sendi di kedua sisi tubuh, seperti kedua tangan dan pergelangan tangan;
Sendi terasa nyeri dan hangat ketika disentuh; dan
Keluhan sendi yang disertai kelelahan maupun gejala sistemik lain.
Gejala tersebut tidak selalu mengindikasikan rheumatoid arthritis karena bisa muncul pada kondisi lain. Ketika keluhan menetap selama beberapa minggu dan mengganggu aktivitas, sebaiknya periksakan diri Anda ke dokter agar mendapatkan evaluasi yang tepat.
Pemeriksaan lebih awal akan membantu dokter menilai penyebab keluhan dan menentukan apakah tes anti-CCP, tes RF, penanda peradangan, maupun pemeriksaan pencitraan dibutuhkan.
Memahami Hasil RF sebagai Langkah Awal Menjaga Kesehatan Sendi
Pemeriksaan rheumatoid factor adalah salah satu tes darah yang berguna untuk mengevaluasi kemungkinan rheumatoid arthritis. Hasil tes negatif, positif, atau kadar RF yang tinggi perlu dibaca bersama dengan riwayat kesehatan, gejala, dan pemeriksaan pendukung lainnya.
Jika Anda mengalami kekakuan sendi atau nyeri yang berulang, jangan terburu-buru menarik kesimpulan penyebabnya sendiri. Konsultasikan dengan dokter agar mendapatkan penanganan yang sesuai dengan kondisi Anda.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi:
MedlinePlus, U.S. National Library of Medicine. (2025). Rheumatoid Factor (RF) Test.
National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases (NIAMS). Rheumatoid Arthritis: Diagnosis, Treatment, and Steps to Take.
MedlinePlus, U.S. National Library of Medicine. (2025). Rheumatoid Factor (RF): MedlinePlus Medical Encyclopedia.
Bumame. Paket MCU Kesehatan Tulang.
MedlinePlus. (2024). Erythrocyte Sedimentation Rate (ESR): MedlinePlus Medical Test.
National Health Service (NHS). (2018). Rheumatoid Arthritis: Diagnosis.
National Institute for Health and Care Excellence (NICE). (2018). Rheumatoid Arthritis in Adults: Management — Recommendations.
Ditinjau secara medis oleh dr. Aimee Wineyna
Frequently Asked Question
Apa fungsi pemeriksaan rheumatoid factor (RF)?
Pemeriksaan RF mengukur kadar antibodi dalam darah untuk membantu dokter mengevaluasi kemungkinan rheumatoid arthritis dan kondisi lain yang berkaitan dengan peningkatan RF.
Berapa nilai normal rheumatoid factor?
Salah satu rentang normal RF yang umum digunakan adalah kurang dari 15 IU/mL. Namun, batas rujukan dapat berbeda antar laboratorium sehingga hasil perlu dibandingkan dengan rentang yang tercantum pada laporan pemeriksaan.
Apakah hasil RF positif berarti pasti rheumatoid arthritis?
Tidak. RF positif juga dapat ditemukan pada infeksi tertentu, penyakit autoimun lain, dan sebagian orang sehat. Dokter perlu mempertimbangkan gejala, riwayat kesehatan, serta hasil pemeriksaan pendukung sebelum menentukan diagnosis.
Apakah pemeriksaan rheumatoid factor harus puasa?
Tes RF biasanya tidak mengharuskan pasien berpuasa. Namun, jika pemeriksaan digabungkan dengan tes lain, ikuti petunjuk persiapan dari dokter atau laboratorium.
Kapan seseorang perlu menjalani pemeriksaan rheumatoid factor?
Pemeriksaan RF dapat dipertimbangkan jika seseorang mengalami nyeri atau pembengkakan sendi yang menetap, kekakuan sendi pada pagi hari, sendi terasa hangat, atau keluhan disertai kelelahan. Jika gejala berlangsung beberapa minggu dan mengganggu aktivitas, konsultasikan dengan dokter.
