Banyak orang pertama kali membaca kata hidronefrosis di laporan USG perut. Pemeriksaannya mungkin dilakukan karena pinggang pegal atau cek kesehatan rutin, lalu dokter menyebut ginjal tampak bengkak.
Kondisi ini menandakan aliran urine sedang tertahan. Bila penyebabnya ditangani cepat, kebanyakan orang pulih tanpa masalah jangka panjang. Sumbatan yang dibiarkan terlalu lama bisa merusak ginjal secara permanen.
Artikel ini membahas penyebab, gejala, derajat, bedanya dengan tubuh bengkak akibat penyakit ginjal, serta penanganannya.
Apa Itu Ginjal Bengkak atau Hidronefrosis?
Ginjal bengkak atau hidronefrosis adalah keadaan ketika ginjal membesar karena urine tidak bisa keluar dengan lancar. Kondisi ini bisa terjadi pada satu atau kedua ginjal.
Ginjal menyeimbangkan cairan tubuh dan membuang sisa metabolisme lewat urine. Urine dikumpulkan di pelvis ginjal, rongga di tengah ginjal, lalu mengalir lewat ureter ke kandung kemih. Bila jalur pada struktur ginjal ini terhambat, urine tertahan di belakang sumbatan dan ginjal meregang.
Hidronefrosis merupakan akibat dari gangguan lain, sehingga pemeriksaan berfokus mencari sumbatannya. Temuan ini berbeda dengan kista ginjal, jadi laporan USG sebaiknya dibaca bersama dokter.
Penyebab Urine Tertahan di Dalam Ginjal
Sumbatan bisa berasal dari dalam saluran kemih atau dari tekanan di luarnya. Penyebabnya antara lain:
Batu saluran kemih. Batu ginjal yang turun ke ureter bisa menutup jalan urine dari ginjal. Sumbatan yang muncul mendadak seperti ini biasanya terasa nyeri.
Pembesaran prostat. Prostat yang membesar bisa menghambat aliran urine dari kandung kemih. Keluhan berkemih akibat gangguan prostat sebaiknya dinilai sebelum ginjal terdampak.
Kehamilan. NHS dan NKF mencatat kehamilan sebagai penyebab. Nyeri pinggang atau demam selama hamil perlu disampaikan ke dokter kandungan.
Tumor atau kanker. NKF mencontohkan kanker pada kandung kemih, leher rahim, usus besar, dan prostat. Massa ini bisa menekan atau menutup saluran kemih.
Jaringan parut, bekuan darah, dan infeksi. Cedera atau operasi bisa meninggalkan jaringan parut pada ureter. Bekuan darah dan peradangan seperti infeksi saluran kemih juga bisa menghambat aliran.
Siapa yang Lebih Sering Mengalami Ginjal Bengkak?
Ginjal bengkak bisa dialami semua usia, dengan pola penyebab yang berbeda:
Janin, bayi, dan anak. Pada janin, hidronefrosis antenatal biasanya muncul karena produksi urine bayi meningkat di akhir kehamilan dan sering membaik sendiri. Pada anak, sebagian besar kasus berasal dari kelainan bentuk saluran kemih sejak lahir.
Dewasa muda. Batu saluran kemih banyak ditemukan sebagai penyebab pada kelompok ini. Riwayat batu membuat nyeri pinggang yang kambuh perlu lebih diperhatikan.
Lansia, khususnya pria. Pembesaran prostat, kanker prostat, tumor, dan batu lebih sering menjadi pemicu. MSD Manual mencatat pria di atas 60 tahun lebih sering terkena karena prostat cenderung membesar seiring usia.
Keluhan yang Bisa Menyertai Ginjal Bengkak
Menurut MSD Manual, keluhan bergantung pada seberapa cepat sumbatan terjadi.
1. Nyeri di Pinggang, Samping, atau Perut
Nyeri bisa terasa di punggung bawah, sisi tubuh, atau perut. Bila ginjal meregang mendadak, misalnya karena batu, nyerinya bisa sangat hebat dan dikenal sebagai kolik ginjal. Sumbatan yang perlahan lebih sering menimbulkan pegal tumpul di pinggang yang hilang timbul.
2. Perubahan Saat Buang Air Kecil
Keluhannya bisa berupa lebih sering ingin buang air kecil atau justru sulit mengeluarkan urine. Pada pria lansia, keluhan ini sering berkaitan dengan prostat.
3. Urine Keruh, Gelap, atau Berdarah
Urine bisa tampak keruh atau berwarna gelap, khususnya bila ada infeksi. Sebagian orang juga melihat urine berdarah, yang perlu dicari sumbernya oleh dokter.
4. Demam, Menggigil, Mual, atau Muntah
Kuman lebih mudah berkembang karena urine yang tertahan tidak ikut terbilas keluar. Akibatnya muncul demam atau menggigil, kadang disertai mual dan muntah. Demam bersama nyeri pinggang perlu segera diperiksa.
5. Tidak Ada Keluhan Sama Sekali
NKF menyebut ginjal bengkak sering tidak menimbulkan gejala. Pada keadaan ini, pembengkakan baru diketahui saat USG perut atau kehamilan. Hasil ini tetap perlu ditindaklanjuti untuk mencari penyebabnya.
Dampak Sumbatan yang Dibiarkan Terlalu Lama
Dampaknya bergantung pada lama sumbatan dan jumlah ginjal yang terkena:
Infeksi. Kuman yang tidak terbilas bisa memicu infeksi ginjal. Sumbatan yang disertai infeksi berat termasuk keadaan darurat.
Jaringan parut dan kerusakan permanen. Kemenkes mencatat ginjal bengkak yang dibiarkan bisa meninggalkan jaringan parut di ginjal. Menurut MSD Manual, sumbatan yang terlalu lama dibuka bisa merusak ginjal secara permanen.
Penurunan fungsi ginjal. Sumbatan pada kedua ginjal bisa berujung pada gagal ginjal. Karena satu ginjal yang sehat cukup untuk menopang tubuh, gagal ginjal permanen jarang terjadi kecuali kedua ginjal tersumbat dalam waktu lama, biasanya setidaknya beberapa minggu.
Ginjal Bengkak dan Tubuh Bengkak karena Penyakit Ginjal, Apa Bedanya?
Sebagian orang mencari istilah ginjal bengkak karena kaki atau tangannya membengkak. Kemenkes mencatat bengkak pada tangan dan kaki sebagai gejala penyakit ginjal. Pembengkakan jaringan seperti ini disebut edema, sedangkan pada hidronefrosis yang membesar adalah ginjal itu sendiri.
Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.
Kapan Ginjal Bengkak Perlu Ditangani Segera?
Segera ke IGD bila nyeri pinggang atau perut disertai demam dan menggigil, nyeri terasa sangat hebat, atau urine tidak keluar sama sekali. Panduan IAUI menggolongkan sumbatan ginjal yang disertai infeksi berat (sepsis) atau urine yang tidak keluar sebagai kasus darurat urologi.
Buat janji dengan dokter bila Anda mengalami nyeri pinggang hilang timbul, sering atau sulit buang air kecil, atau urine keruh dan berdarah. Hasil USG yang menyebut hidronefrosis juga perlu dibahas dengan dokter walau tanpa keluhan.
Cara Dokter Menemukan Sumbatan dan Menilai Derajatnya
Dokter memulai dengan tanya jawab dan pemeriksaan fisik. Pada pria, pemeriksaan colok dubur bisa dilakukan untuk menilai prostat. Pemeriksaan lanjutan biasanya mencakup:
USG ginjal dan saluran kemih. Pemeriksaan ini aman, tanpa radiasi, mudah diulang, dan terjangkau, sehingga menjadi pencitraan awal, termasuk bagi anak dan ibu hamil. Pada janin, kondisi ini biasanya terlihat saat USG kehamilan sekitar minggu ke-20.
CT scan, MRI, atau sistoskopi. Pemeriksaan ini membantu menemukan letak sumbatan secara lebih rinci. Sistoskopi memakai teropong kecil untuk melihat kandung kemih.
Tes darah dan urine. Tes urine mencari tanda infeksi. Panduan IAUI menganjurkan tes fungsi ginjal bila ditemukan hidronefrosis pada pria dengan keluhan berkemih.
Pada pemeriksaan USG, derajat hidronefrosis biasanya dinilai sebagai ringan, sedang, atau berat. Studi pada 40 pasien di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar menemukan makin tinggi derajatnya, makin tipis korteks atau lapisan luar ginjal. Ambang diagnosis ditentukan oleh dokter.
Tes Darah dan Urine untuk Menilai Kerja Ginjal
Sumbatan yang berlangsung lama bisa mengganggu kerja ginjal, dan perubahannya bisa terlihat dari kadar ureum dan kreatinin darah yang naik. Di Bumame, pemeriksaan ini tersedia sebagai Paket Fungsi Ginjal, yang menurut halaman produknya berisi ureum, kreatinin dengan eGFR, asam urat, dan urine lengkap. Pemeriksaan bisa dilakukan secara Walk In maupun Home Care dengan puasa 10 sampai 12 jam, dan hasilnya keluar dalam 1x24 jam.
Kadar ini sering masih normal bila sumbatan baru sebagian atau baru terjadi, sehingga hasilnya dibaca bersama pencitraan yang diminta dokter. Untuk pertanyaan seputar pemeriksaan, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.
Penanganan Dimulai dari Melancarkan Aliran Urine
Menurut NKF, penanganan bertujuan mencegah ginjal makin membengkak, lalu menyingkirkan penyebabnya. Langkahnya bisa berupa:
Mengalirkan urine yang tertahan. Pada orang dewasa, langkah awal biasanya mengalirkan urine lewat kateter ke kandung kemih untuk meredakan nyeri dan melindungi ginjal. Bila sumbatan tidak mudah dibuka, dokter bisa memasang selang lunak di ureter lewat kandung kemih (stent ureter) atau selang nefrostomi lewat punggung ke ginjal.
Mengatasi nyeri dan infeksi. Dokter bisa memberikan obat pereda nyeri dan obat untuk melawan infeksi. Jenis obatnya disesuaikan dengan kondisi tiap pasien.
Menyingkirkan sumbatan. Batu bisa dikeluarkan lewat tindakan, dan pilihan pengeluaran batu ginjal menyesuaikan ukuran serta letaknya. Panduan IAUI juga memasukkan penurunan fungsi ginjal akibat sumbatan prostat sebagai alasan operasi.
Penanganan pada bayi. Hidronefrosis antenatal biasanya tidak memerlukan pengobatan karena sering membaik sendiri. Bila tidak membaik, bayi bisa diberi antibiotik untuk mencegah infeksi.
Langkah Menjaga Aliran Urine Tetap Lancar
Ginjal bengkak muncul karena penyebab lain, jadi pencegahannya berfokus pada pemicu tersebut:
Cukupi cairan bila pernah mengalami batu. Panduan IAUI menganjurkan pasien batu minum cukup hingga volume urine minimal 2,5 liter per hari. Orang yang mendapat batasan cairan dari dokter tetap mengikuti anjuran dokternya.
Periksakan keluhan berkemih. Panduan IAUI menganjurkan pemeriksaan urine pada pria yang sering atau sulit buang air kecil. Pemeriksaan lebih awal membantu menemukan sumbatan sebelum ginjal terdampak.
Obati infeksi saluran kemih sesuai anjuran dokter. Infeksi termasuk penyebab sumbatan yang dicatat NHS. Kontrol kembali bila keluhan belum membaik setelah pengobatan.
Ikuti jadwal USG kehamilan. Pemeriksaan ini membantu menemukan hidronefrosis antenatal lebih awal, sehingga kondisi bayi bisa dipantau setelah lahir.
Tangani Sumbatan Lebih Awal, Beri Ginjal Kesempatan Pulih
Ginjal bengkak adalah tanda bahwa aliran urine perlu dilancarkan kembali, dan penanganan yang lebih awal memberi ginjal kesempatan pulih. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan.
Bila ada pertanyaan seputar pemeriksaan ginjal, chat CS Bumame.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi
National Kidney Foundation. Hydronephrosis.
Preminger GM, MSD Manual Consumer Version. Urinary Tract Obstruction.
NHS. Hydronephrosis.
Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Hydroneprosis.
Kementerian Kesehatan RI, Ayo Sehat. Penyakit Ginjal.
Ikatan Ahli Urologi Indonesia. Panduan Penatalaksanaan Klinis Batu Saluran Kemih.
Ikatan Ahli Urologi Indonesia. Panduan Penatalaksanaan Klinis Pembesaran Prostat Jinak (Benign Prostatic Hyperplasia/BPH).
Dakio F, Idris N, Muis M, Alfian A, Kasim H, Murtala B (Mandala of Health, Universitas Jenderal Soedirman). Korelasi Ukuran Ketebalan Korteks dan Resistive Index Ginjal berdasarkan Pemeriksaan Ultrasonografi pada Pasien Hidronefrosis.
Ditinjau secara medis oleh dr. Denizha Irfani
Frequently Asked Question
Apakah ginjal bengkak bisa kembali normal?
Bisa. Banyak pasien pulih jika sumbatan ditangani dengan cepat. Namun, sumbatan yang dibiarkan terlalu lama dapat menyebabkan kerusakan ginjal permanen.
Apa beda ginjal bengkak dan kaki bengkak karena penyakit ginjal?
Pada hidronefrosis, ginjal membesar akibat urine yang tertahan dan biasanya terlihat melalui USG. Sementara itu, kaki atau tangan bengkak merupakan edema, yaitu penumpukan cairan pada jaringan tubuh.
Apakah ginjal bengkak selalu terasa nyeri?
Tidak. Sumbatan yang berkembang perlahan bisa tidak menimbulkan gejala atau hanya menyebabkan pegal di pinggang. Sumbatan mendadak, misalnya akibat batu saluran kemih, biasanya menimbulkan nyeri hebat.
Apakah hidronefrosis pada janin perlu diobati?
Biasanya tidak langsung memerlukan pengobatan karena hidronefrosis antenatal sering membaik sendiri. Dokter tetap memantau kondisi janin atau bayi dan menentukan apakah penanganan lebih lanjut diperlukan.
Pemeriksaan apa yang dipakai untuk memastikan ginjal bengkak?
Dokter biasanya memulai dengan USG ginjal dan saluran kemih, lalu menambahkan tes darah dan urine untuk menilai fungsi ginjal serta mencari infeksi. CT scan atau pemeriksaan lain dapat digunakan untuk menemukan letak sumbatan secara lebih rinci.
