Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Apakah Ibu Hamil Boleh Makan Cumi dan Udang? Ini Porsi dan Cara Amannya
Kembali ke Artikel & Berita

Apakah Ibu Hamil Boleh Makan Cumi dan Udang? Ini Porsi dan Cara Amannya

SBATips Kesehatan

Cumi goreng tepung atau udang saus padang sering menjadi lauk favorit keluarga. Begitu hamil, sebagian ibu justru mendengar nasihat bahwa cumi membuat plasenta lengket dan udang membuat bayi susah lahir.

Kekhawatiran yang punya dasar medis ada di tempat lain, yaitu kadar merkuri, makanan laut setengah matang, alergi, dan kolesterol. Larangan yang keliru juga bisa membuat ibu melewatkan sumber protein bagi pertumbuhan janin.

Artikel ini membahas jawabannya, kandungan gizi, kadar merkuri, porsi mingguan, cara memasak, kolesterol, alergi, mitos yang beredar, dan keluhan yang perlu diperiksakan.

Cumi dan Udang Boleh Dimakan Selama Hamil dengan Tiga Syarat

Jawabannya boleh. NHS memasukkan makanan laut yang sudah dimasak, termasuk udang dan cumi, ke daftar makanan yang aman bagi ibu hamil. FDA juga menggolongkan keduanya ke kelompok Best Choices, yaitu ikan dan makanan laut dengan kadar merkuri rendah. Agar tetap aman, penuhi tiga syarat berikut:

  • Dimasak sampai matang. Makanan laut mentah bisa membawa bakteri dan racun penyebab keracunan makanan. Ibu hamil juga lebih rentan terhadap penyakit akibat makanan.

  • Porsinya terukur. Cumi dan udang dihitung bersama ikan lain dalam jatah mingguan. Cara ini menjaga asupan merkuri tetap rendah.

  • Tidak ada riwayat alergi. Ibu yang pernah gatal, bengkak, atau sesak setelah makan udang atau cumi perlu menghindarinya dulu. Dokter bisa membantu menilai jenis makanan laut yang masih aman.

Daftar makanan yang dilarang untuk ibu hamil memberi gambaran umum, sedangkan bagian berikut merinci aturan khusus untuk cumi dan udang.

Kandungan Gizi Cumi dan Udang bagi Ibu Hamil

Pedoman Gizi Seimbang Kemenkes menyebut kebutuhan protein meningkat selama kehamilan untuk pertumbuhan janin dan kesehatan ibu, sehingga protein hewani seperti ikan sangat dianjurkan. Cumi dan udang termasuk makanan protein tinggi yang rendah lemak. Dalam daftar penukar pedoman tersebut, 5 ekor udang segar ukuran sedang (35 gram) atau 1 ekor cumi kecil (45 gram) setara satu porsi lauk hewani berisi 7 gram protein dan 2 gram lemak.

FDA menganjurkan makan ikan selama hamil karena bukti ilmiah tingkat sedang menunjukkan manfaatnya bagi perkembangan kognitif bayi. Ikan dan makanan laut menyediakan omega-3 jenis DHA dan EPA, zat besi, iodium, dan kolin. Pedoman Gizi Seimbang juga menyebut udang dan kerang sebagai sumber iodium yang baik, zat yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Kebutuhan zat gizi lain tetap dipenuhi lewat menu beragam dan vitamin ibu hamil sesuai anjuran dokter.

Seberapa Rendah Kadar Merkuri pada Cumi dan Udang?

NHS mengingatkan bahwa polutan seperti merkuri pada sebagian ikan bisa membahayakan janin bila dikonsumsi terlalu banyak. Ikan todak, hiu, dan marlin masuk daftar yang perlu dihindari selama hamil, dan FDA menempatkan ketiganya di kelompok Choices to Avoid karena kadar merkurinya tinggi.

Data pemantauan FDA tahun 1990 sampai 2012 mencatat kadar merkuri rata-rata udang 0,009 ppm (bagian per sejuta) dan cumi 0,024 ppm. Keduanya berada di bagian atas tabel FDA yang diurutkan dari kadar rendah ke tinggi. Berikut perbandingannya dengan jenis lain dari tabel yang sama:

Jenis Ikan atau Makanan Laut

Rata-rata Merkuri (ppm)

Kelompok dalam Panduan FDA

Udang

0,009

Best Choices

Salmon segar atau beku

0,022

Best Choices

Cumi

0,024

Best Choices

Kerapu (semua spesies)

0,448

Good Choices

Tuna mata besar segar atau beku

0,689

Choices to Avoid

Hiu

0,979

Choices to Avoid

Ikan todak

0,995

Choices to Avoid

Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.

Artinya, kadar merkuri ikan todak sekitar 40 kali lipat cumi dan lebih dari 100 kali lipat udang.

Berapa Porsi Cumi dan Udang dalam Seminggu?

FDA menganjurkan ibu hamil dan menyusui makan 2 sampai 3 porsi per minggu dari kelompok Best Choices, atau 1 porsi dari kelompok Good Choices. Satu porsi adalah 4 ounce atau sekitar 113 gram, kira-kira seukuran telapak tangan.

Jatah ini berlaku untuk total ikan dan makanan laut dalam seminggu. Misalnya, bila Anda sudah makan pecel lele dan sarden di minggu yang sama, sisakan satu porsi untuk udang atau cumi. FDA juga menyarankan jenis yang beragam di antara ikan rendah merkuri.

Cara Memilih dan Memasak Cumi serta Udang agar Aman

FDA menyebut ibu hamil lebih rentan terkena penyakit akibat makanan, dan sakitnya bisa berlangsung lebih lama. Langkah berikut membantu menekan risikonya:

  • Beli yang segar, simpan yang dingin. Pilih udang dan cumi yang dipajang di lemari pendingin atau di atas lapisan es tebal, tanpa bau amis menyengat, asam, atau seperti amonia. Simpan di kulkas bersuhu 4°C atau lebih dingin bila dimasak dalam 2 hari, atau bekukan bila lebih lama.

  • Pisahkan bahan mentah dan matang. Cuci talenan dan peralatan masak dengan sabun dan air panas setiap berpindah dari bahan mentah ke makanan matang. Kebiasaan ini mencegah kuman berpindah ke makanan siap santap.

  • Masak sampai matang. FDA menganjurkan suhu bagian dalam 63°C (145°F). Tanpa termometer, daging udang yang matang terlihat padat, berkilau seperti mutiara, dan tidak bening lagi. NHS juga meminta udang matang siap santap yang disajikan dingin dipanaskan sampai mengepul.

  • Hindari yang mentah atau setengah matang. FDA meminta ibu hamil menghindari makanan laut mentah atau setengah matang, seperti sashimi pada sebagian sushi dan ceviche. Menurut NHS, ikan mentah bisa membawa bakteri Listeria penyebab listeriosis, infeksi yang bisa membahayakan kehamilan.

  • Kurangi minyak dan garam. Cleveland Clinic menyarankan udang dibakar atau dipanggang karena menggoreng dengan banyak minyak menambah lemak jenuh dan kalori. Batasi juga cumi asin, karena Pedoman Gizi Seimbang meminta ibu hamil membatasi makanan tinggi garam untuk membantu mencegah hipertensi.

Udang Tinggi Kolesterol, Perlukah Dikhawatirkan?

Udang memang tinggi kolesterol. Cleveland Clinic mencatat 100 gram udang matang mengandung 189 mg kolesterol. Meski begitu, kolesterol dari udang tidak selalu berpengaruh besar pada kadar kolesterol darah sebagian besar orang. Udang juga rendah lemak jenuh, jenis lemak yang menjadi pendorong utama kenaikan kolesterol darah.

Pedoman Gizi Seimbang menggolongkan cumi dan udang segar sebagai lauk rendah lemak. Lemak tambahan bisa datang dari cara memasak, misalnya udang atau cumi goreng tepung. Bila Anda memiliki kolesterol tinggi sebelum hamil, bicarakan porsinya saat kontrol kehamilan.

Alergi Makanan Laut Bisa Muncul Pertama Kali saat Dewasa

Udang termasuk pemicu alergi makanan yang umum. Menurut ACAAI, alergi shellfish, yaitu kelompok udang, kepiting, kerang, dan kerabatnya, lebih sering muncul pada usia dewasa dan biasanya menetap seumur hidup. Kelompok krustasea seperti udang, lobster, dan kepiting menjadi penyebab utama reaksinya.

Banyak orang yang alergi shellfish masih bisa makan moluska seperti kerang dan tiram. Cumi juga tergolong moluska, tetapi ACAAI menganjurkan siapa pun yang pernah bergejala berkonsultasi ke dokter ahli alergi sebelum mencoba jenis lain.

Gejalanya antara lain muntah, kram perut, biduran, bengkak di bibir atau lidah, batuk berulang, dan mengi. Sesak napas, tenggorokan terasa tercekat, pusing, atau nadi lemah bisa menandakan anafilaksis, reaksi alergi berat yang mengenai seluruh tubuh dan perlu segera ditangani di IGD. Setelah kondisi aman, dokter bisa menentukan tes alergi yang sesuai.

Mitos Plasenta Lengket dan Bayi Susah Lahir

Laporan kegiatan edukasi Poltekkes Kemenkes Mamuju di masyarakat pesisir Desa Karampuang, Sulawesi Barat, mencatat kepercayaan bahwa cumi dan gurita membuat plasenta melengket, sementara udang dan kepiting membuat bayi susah lahir. Penelitian lain di Mamuju yang dikutip laporan itu menemukan ibu hamil menghindari udang karena khawatir anaknya bungkuk dan merah seperti udang.

Laporan tersebut menyebut mitos pantangan makan seperti ini menjadi kendala, karena ibu hamil membutuhkan protein lebih banyak untuk pertumbuhan janin. NHS sendiri memasukkan cumi dan udang matang ke daftar makanan yang aman selama hamil. Bila nasihat keluarga membingungkan, tanyakan dasar medisnya kepada dokter atau bidan, termasuk soal larangan ibu hamil trimester pertama lainnya.

Kapan Keluhan setelah Makan Cumi atau Udang Perlu Diperiksakan?

Segera ke IGD bila muncul sesak napas, bengkak di bibir atau lidah, atau pusing setelah makan cumi atau udang. Hubungi dokter atau bidan bila mengalami kondisi berikut:

  • Gatal atau biduran ringan. Reaksi ringan tetap perlu dinilai dokter karena alergi shellfish biasanya menetap seumur hidup. Hindari dulu makanan laut sejenis sampai ada arahan dokter.

  • Muntah, diare, atau demam setelah makan makanan laut mentah atau setengah matang. Ibu hamil lebih rentan terhadap penyakit akibat makanan. Sampaikan jenis makanan dan waktu makannya agar dokter bisa menilai penyebabnya.

Memantau Hemoglobin dan Gula Darah lewat Pemeriksaan Rutin

Ikan termasuk pangan sumber zat besi bagi ibu hamil. Pedoman Gizi Seimbang menjelaskan zat besi dibutuhkan untuk membentuk hemoglobin, dan kekurangan hemoglobin atau anemia bisa berdampak pada ibu dan bayi, misalnya berat badan lahir rendah. Kecukupannya sulit dinilai dari menu, sehingga tes darah saat hamil membantu dokter memantaunya.

Di Bumame, Paket Ibu Hamil Rutin mencantumkan hematologi lengkap, termasuk hemoglobin, serta glukosa puasa untuk mengukur gula darah. Halaman produknya menyebut puasa 8 sampai 12 jam sebelum pengambilan sampel dan hasil dalam 1x24 jam. Untuk pertanyaan seputar jadwal, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Nikmati Cumi dan Udang Matang dalam Porsi Seimbang

Cumi dan udang bisa tetap hadir di menu kehamilan sebagai sumber protein rendah merkuri. Masak sampai matang, hitung porsinya bersama ikan lain, dan pilih cara masak yang tidak banyak minyak atau garam. Bila ingin bertanya seputar pemeriksaan kehamilan, chat CS Bumame.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. NHS. Foods to avoid in pregnancy.

  2. U.S. Food and Drug Administration (FDA). Advice about Eating Fish.

  3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 41 Tahun 2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang.

  4. Cleveland Clinic Health Essentials. Health Benefits of Shrimp.

  5. U.S. Food and Drug Administration (FDA). Mercury Levels in Commercial Fish and Shellfish 1990–2012.

  6. U.S. Food and Drug Administration (FDA). Selecting and Serving Fresh and Frozen Seafood Safely.

  7. American College of Allergy, Asthma and Immunology (ACAAI). Shellfish.

  8. Ashriady, Satriani G., Nurdiana, Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Mamuju (Jurnal Pengabdian Masyarakat J-DINAMIKA). Pendidikan Kesehatan Kader tentang Pantangan dan Anjuran Makan selama Kehamilan pada Masyarakat Pesisir Desa Karampuang Kabupaten Mamuju.

Ditinjau secara medis oleh dr. Denizha Irfani

Frequently Asked Question

Apakah ibu hamil boleh makan cumi?

Boleh, asalkan cumi dimasak sampai matang dan porsinya terukur. FDA menggolongkan cumi sebagai makanan laut berkadar merkuri rendah, sedangkan NHS memasukkan cumi matang ke daftar makanan yang aman selama kehamilan.

Berapa porsi udang yang aman untuk ibu hamil dalam seminggu?

FDA menganjurkan 2–3 porsi per minggu dari kelompok makanan laut rendah merkuri. Satu porsi sekitar 113 gram atau seukuran telapak tangan. Jumlah ini mencakup seluruh ikan dan makanan laut yang dikonsumsi selama seminggu.

Apakah cumi dan udang mengandung merkuri tinggi?

Tidak. Data FDA mencatat rata-rata kadar merkuri udang sebesar 0,009 ppm dan cumi sebesar 0,024 ppm. Keduanya termasuk kelompok Best Choices, dengan kadar merkuri rendah dibandingkan ikan seperti ikan todak.

Bolehkah ibu hamil makan sushi udang?

Boleh jika udang atau makanan laut di dalamnya sudah dimasak matang. Sushi dengan makanan laut mentah atau setengah matang sebaiknya dihindari selama kehamilan karena berisiko membawa bakteri penyebab penyakit akibat makanan.

Benarkah makan cumi saat hamil membuat plasenta lengket?

Kepercayaan tersebut tercatat sebagai mitos di sebagian masyarakat pesisir. NHS justru memasukkan cumi yang sudah dimasak ke daftar makanan yang aman bagi ibu hamil. Cumi tetap perlu dikonsumsi dengan porsi terukur dan dimasak hingga matang.