Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Iritasi Kulit: Penyebab, Ciri, Bedanya dengan Alergi, dan Cara Mengatasinya
Kembali ke Artikel & Berita

Iritasi Kulit: Penyebab, Ciri, Bedanya dengan Alergi, dan Cara Mengatasinya

SBATips Kesehatan

Telapak tangan terasa perih dan kasar setelah seharian mencuci piring dan pakaian. Atau, paha bagian dalam memerah dan panas setelah berjalan jauh di siang yang gerah. Keluhan seperti ini sering dibiarkan sampai reda sendiri.

Selama pemicunya masih disentuh setiap hari, iritasi cenderung kembali dan kulit bisa luka karena digaruk. Iritasi juga mudah tertukar dengan alergi, padahal cara melacak pemicunya berbeda.

Halaman ini membahas pemicu, ciri, bedanya dengan alergi, cara meredakan, dan tanda yang perlu diperiksakan ke dokter.

Apa yang Terjadi pada Kulit saat Mengalami Iritasi?

Iritasi kulit adalah peradangan yang muncul ketika suatu bahan atau faktor fisik melukai permukaan kulit. Istilah medisnya dermatitis kontak iritan. Menurut Kemenkes, bahan iritan merusak lapisan luar kulit secara langsung, sedangkan alergen bekerja lewat sistem kekebalan tubuh.

Bahan pemicu mengikis minyak dan zat pelembap alami kulit, sehingga kerusakan terjadi lebih cepat daripada kemampuan kulit memperbaiki diri. Siapa pun bisa mengalaminya bila paparannya cukup kuat atau sering.

Kondisi ini termasuk salah satu bentuk dermatitis, istilah untuk peradangan kulit, dan lebih sering terjadi dibanding alergi kontak. Iritasi tidak menular, termasuk lewat cairan lepuhannya.

Pemicu Iritasi Kulit di Rumah dan Tempat Kerja

Iritasi bisa muncul karena kontak berulang dengan bahan ringan seperti sabun, atau kontak singkat dengan bahan keras. Pemicunya juga sering lebih dari satu. Pemicu yang umum antara lain:

  • Air dan sering mencuci tangan. DermNet menyebut air, sabun, dan hand sanitizer sebagai iritan sehari-hari. Kulit yang sering basah kehilangan kelembapan, lalu kering, pecah-pecah, dan terasa terbakar. PERDOSKI mencontohkan nelayan, pelatih renang, dan ibu rumah tangga sebagai kelompok rentan.

  • Sabun, deterjen, dan pembersih rumah tangga. Kemenkes menggolongkan sabun, deterjen, antiseptik, disinfektan, dan pemutih sebagai iritan umum. Sabun dan deterjen yang lembut pun bisa mengiritasi kulit sebagian orang bila kontaknya sering atau lama.

  • Gesekan dan keringat di lipatan tubuh. Kulit yang bergesekan di ketiak, selangkangan, atau bawah perut bisa lecet, apalagi bila keringat tertahan. Ruam di lipatan ini disebut intertrigo dan lebih mudah muncul di udara panas dan lembap. Lipatan yang lembap juga mudah ditumbuhi jamur penyebab gatal selangkangan.

  • Kosmetik, perlengkapan mandi, dan obat oles. Pewangi dan pengawet pada perlengkapan mandi atau kosmetik termasuk iritan menurut Kemenkes. Obat jerawat oles golongan retinoid juga bisa memicu iritasi bila dipakai lama. Kulit wajah bahkan bisa bereaksi terhadap bahan yang terbawa tangan, meski kulit tangan tidak bermasalah.

  • Bahan kimia keras. Larutan asam dan basa yang kuat bisa memicu reaksi kulit dalam hitungan menit. Semen basah juga sangat basa, sehingga berlutut di atasnya bisa menimbulkan peradangan berat di lutut.

Siapa yang Kulitnya Lebih Mudah Teriritasi?

Setiap orang bisa mengalami iritasi, tetapi pekerja yang tangannya sering basah lebih rentan. Sekitar 80% dermatitis tangan akibat kerja disebabkan iritan, terutama pada petugas kebersihan, penata rambut, pengolah makanan, dan tenaga kesehatan. Kajian di jurnal PERDOSKI mencatat 95% penyakit kulit akibat kerja berupa dermatitis kontak, dengan risiko lebih tinggi pada tenaga kesehatan.

Orang dengan dermatitis atopik, salah satu jenis eksim, juga lebih mudah teriritasi, begitu pula kulit yang sudah rusak sebelumnya. Usia yang sangat muda atau sangat tua ikut memengaruhi kepekaan kulit. Pada bayi, air liur, keringat, urine, dan tinja yang lama menempel bisa memicu ruam di sekitar mulut dan area popok.

Ruam di lipatan tubuh lebih sering dialami orang dengan berat badan berlebih. Diabetes dan merokok juga meningkatkan kemungkinannya, terutama ruam yang disertai infeksi.

Ciri-Ciri Kulit yang Sedang Teriritasi

Iritasi biasanya terbatas pada kulit yang bersentuhan dengan pemicunya dan bisa muncul dalam hitungan menit setelah kontak.

1. Perih, Nyeri, atau Rasa Terbakar

Pada iritasi, rasa terbakar dan nyeri lebih sering dikeluhkan daripada gatal. Bila keluhan utamanya justru gatal tanpa rasa perih, ada penyebab gatal pada kulit lain yang perlu dipertimbangkan.

2. Kemerahan atau Warna Kulit Menggelap

Paparan yang kuat membuat kulit merah berbatas tegas, bengkak, dan kadang berbintil. Pada kulit gelap, kemerahan sulit terlihat dan area yang meradang bisa tampak cokelat tua, ungu, atau keabu-abuan.

3. Kering, Kasar, dan Pecah-Pecah

Paparan ringan yang berulang biasanya diawali kulit kering dan pecah-pecah, lalu menjadi merah dan gatal. Pada tangan, tanda awalnya sering terlihat di sela jari. Tampilannya bisa mirip eksim kering, sehingga riwayat paparan membantu dokter membedakannya.

4. Lepuhan dan Kulit yang Basah

Bahan yang keras bisa menimbulkan lepuhan yang mengeluarkan cairan atau berkerak. Di lipatan tubuh, kulit yang terus lembap bisa menjadi lunak, retak, lalu mengelupas.

Masalah Lanjutan dari Iritasi yang Berulang

Bila paparan terus berlanjut, kulit yang pecah atau luka akibat garukan bisa dimasuki bakteri atau jamur. Kondisi ini disebut infeksi sekunder, dengan tanda kulit merah, berkerak, nyeri, atau bernanah.

Setelah peradangan reda, kulit bisa lebih gelap (hiperpigmentasi) atau lebih terang (hipopigmentasi), dan bekas gelap lebih sering muncul pada kulit gelap. Garukan berulang juga bisa membuat kulit tebal, kasar, dan berkerut, yang disebut likenifikasi. Iritasi menahun di tangan bisa lambat membaik.

Iritasi Kulit atau Alergi, Apa Bedanya?

Iritasi dan alergi kulit sama-sama termasuk dermatitis kontak. Pada dermatitis kontak alergi, kulit lebih dulu menjadi peka terhadap suatu bahan, lalu bereaksi saat menyentuhnya lagi. Kepekaan ini biasanya bertahan seumur hidup.

Pembeda

Iritasi

Alergi Kontak

Cara terjadi

Bahan merusak lapisan luar kulit secara langsung

Sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap bahan yang sudah dikenali

Siapa yang mengalami

Siapa saja, bila paparan cukup kuat atau sering

Orang yang kulitnya sudah peka terhadap bahan itu

Waktu muncul

Menit sampai jam setelah kontak

Jam sampai beberapa hari setelah kontak

Keluhan utama

Perih, nyeri, atau rasa terbakar

Gatal lebih menonjol

Contoh pemicu

Air, sabun, deterjen, pemutih, gesekan, keringat

Nikel dan kobalt pada perhiasan, pewangi, pengawet kosmetik, lateks

Pemeriksaan

Tidak ada tes khusus, dinilai dari riwayat dan kondisi kulit

Uji tempel membantu menemukan pemicunya

Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.

Iritasi dan alergi juga bisa terjadi bersamaan, sehingga ruam yang selalu muncul setelah memakai produk yang sama perlu dinilai dokter.

Kapan Iritasi Kulit Perlu Diperiksakan ke Dokter?

Iritasi ringan umumnya mulai berkurang 1 sampai 2 hari setelah paparan berhenti. Periksakan diri Anda ke dokter bila:

  • Kulit melepuh, nyeri, atau gatal terus-menerus. Ruam yang melepuh atau terasa sakit perlu dinilai dokter. Gatal tanpa henti juga bisa mengganggu tidur dan aktivitas.

  • Ada tanda infeksi. Ruam yang merah, terasa hangat, bengkak, atau bernanah perlu segera diperiksa. Infeksi semacam ini bisa memerlukan antibiotik atau antijamur dari dokter.

  • Tidak membaik atau sering kambuh. Periksakan ruam yang tidak hilang dalam seminggu meski sudah dirawat, atau yang sempat hilang lalu muncul lagi. Keluhan yang menetap atau berat juga perlu diperiksa.

Bila muncul sesak napas atau bengkak di bibir dan mulut, segera pergi ke IGD.

Cara Dokter Menelusuri Penyebab Iritasi

Belum ada tes khusus untuk iritasi kulit, sehingga dokter mengandalkan wawancara dan pemeriksaan fisik. Dokter akan menanyakan pekerjaan, hobi, tugas rumah tangga, dan produk yang menyentuh kulit. Ruam yang hanya muncul di bawah cincin atau pakaian tertentu juga memberi petunjuk.

Bila alergi ikut dicurigai, dokter bisa menyarankan uji tempel atau patch test, salah satu jenis tes alergi. Sejumlah kecil alergen ditempelkan di kulit dengan plester, lalu reaksinya dinilai setelah dua hari.

Langkah Meredakan Kulit yang Teriritasi

Perawatan iritasi bertujuan menjauhkan kulit dari pemicunya dan membantu lapisan pelindung kulit pulih. Langkahnya meliputi:

  • Hentikan kontak dan bilas kulit. Pengobatan belum efektif selama kulit masih terpapar. Bilas kulit yang terkena dengan air hangat, lalu pakai pelembap sebagai pengganti sabun. Bila pemicunya dihindari, ruam biasanya sembuh dalam dua hingga empat minggu.

  • Oleskan pelembap secara rutin. Pelembap atau emolien sebaiknya dipakai sering dan dalam jumlah banyak. Pelembap membantu menjaga kelembapan dan melapisi kulit.

  • Kompres dingin dan hindari menggaruk. Kain tipis yang dibasahi air dingin bisa ditempelkan beberapa kali sehari pada area kecil untuk menenangkan kulit. Garukan bisa membuka kulit dan menimbulkan luka yang berisiko terinfeksi.

  • Obat dari dokter untuk keluhan berat. Dokter bisa meresepkan krim atau salep kortikosteroid. Pada kasus tertentu, dokter juga bisa memberikan obat minum antiinflamasi atau antialergi.

Kebiasaan Harian yang Melindungi Kulit dari Iritasi

  • Pakai sarung tangan saat mencuci dan bersih-bersih. Sarung tangan menjauhkan kulit dari bahan pembersih rumah tangga. Lepas sesekali karena keringat di dalamnya bisa memperberat keluhan, dan pakai sarung tangan katun di bagian dalam bila karetnya ikut mengiritasi.

  • Pilih produk tanpa pewangi. Gunakan sabun, pembersih, dan pelembap yang bebas pewangi atau pewarna. Biasakan membaca komposisinya sebelum membeli.

  • Bersihkan kulit setelah terkena pemicu. Cuci tangan dan kulit segera setelah bersentuhan dengan bahan yang diketahui memicu keluhan. Lanjutkan dengan pelembap, terutama bila tangan sering basah.

  • Jaga lipatan tubuh tetap kering. Setelah berolahraga atau banyak berkeringat, mandilah lalu keringkan lipatan kulit sampai benar-benar kering. Pilih sepatu yang tidak sempit, karena sepatu sempit dan tertutup dikaitkan dengan ruam di sela jari kaki.

Rawat Lapisan Pelindung Kulit dengan Kebiasaan Kecil

Kulit bisa memperbaiki dirinya bila diberi jeda dari pemicunya. Bila keluhan Anda berulang, catat produk dan aktivitas sebelum ruam muncul agar dokter lebih mudah menelusuri penyebabnya.

Medical check up berkala juga membantu memantau kondisi seperti diabetes, yang membuat ruam di lipatan kulit lebih mudah muncul. Untuk pertanyaan seputar medical check up di klinik Bumame, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat — Dermatitis Kontak

  2. PERDOSKI — Cari Tahu tentang Dermatitis Kontak dan Hubungannya dengan Profesi

  3. Batubara IS, Hardjodipuro A, Widaty S — Hubungan antara Pekerjaan sebagai Tenaga Kesehatan dengan Kejadian Dermatitis Kontak Akibat Kerja

  4. DermNet — Irritant Contact Dermatitis

  5. MSD Manual Consumer Version — Contact Dermatitis

  6. NHS — Contact Dermatitis

  7. DermNet — Intertrigo

  8. Cleveland Clinic — Contact Dermatitis

Ditinjau secara medis oleh dr. Aimee Wineyna

Frequently Asked Question

Apa perbedaan iritasi kulit dan alergi kulit?

Iritasi terjadi ketika bahan pemicu merusak lapisan luar kulit secara langsung dan bisa dialami siapa saja. Alergi melibatkan sistem kekebalan tubuh pada orang yang sudah peka terhadap bahan tertentu. Iritasi biasanya muncul lebih cepat dan terasa perih, sedangkan alergi cenderung menimbulkan gatal yang lebih menonjol.

Berapa lama iritasi kulit sembuh?

Iritasi ringan biasanya mulai membaik dalam 1–2 hari setelah paparan berhenti. Ruam dapat sembuh dalam dua hingga empat minggu jika pemicunya dihindari, tetapi iritasi menahun bisa membutuhkan waktu lebih lama.

Apakah iritasi kulit bisa menular?

Iritasi kulit tidak menular kepada orang lain, termasuk melalui cairan lepuhannya. Kondisi ini terjadi akibat paparan bahan atau faktor fisik yang mengiritasi kulit.

Apa yang harus dilakukan saat kulit teriritasi sabun atau deterjen?

Hentikan kontak dengan produk tersebut, bilas kulit menggunakan air, lalu oleskan pelembap secara rutin. Gunakan sarung tangan saat mencuci atau membersihkan rumah untuk mengurangi paparan berulang.

Kapan iritasi kulit harus diperiksakan ke dokter?

Periksakan diri jika kulit melepuh, terasa nyeri, menunjukkan tanda infeksi, atau tidak membaik dalam seminggu meski sudah dirawat. Segera ke IGD jika muncul sesak napas atau pembengkakan pada bibir dan mulut.