Bercak eksim di sela jari atau lipatan siku tiba-tiba dipenuhi lepuh kecil. Setelah tergaruk, cairannya merembes, kulit tampak basah, lalu mengering menjadi kerak.
Kondisi yang sering disebut eksim basah ini umumnya bagian dari eksim yang sedang kambuh. Meski begitu, cairan dan kerak juga bisa menandakan infeksi yang perlu diobati dokter.
Artikel ini membahas penyebab, ciri, tanda infeksi, pemeriksaan, dan perawatan eksim basah.
Apa Itu Eksim Basah dan dari Mana Cairannya Berasal?
Eksim basah adalah sebutan sehari-hari untuk eksim yang sedang aktif hingga kulitnya melepuh, merembeskan cairan, lalu berkerak. Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dermatitis atopik yang merupakan jenis eksim umum bisa memunculkan benjolan kecil berisi cairan atau vesikel.
Cairan ini keluar saat lepuh pecah atau kulit lecet karena garukan, lalu mengering menjadi kerak atau krusta. Seiring waktu, kulit bisa menebal, pecah-pecah, dan bersisik seperti pada eksim kering. Kedua fase ini bisa bergantian pada orang yang sama.
Jenis Eksim yang Sering Membuat Kulit Berair
Beberapa jenis dermatitis atau peradangan kulit berikut bisa melewati fase basah:
Dermatitis atopik yang kambuh. Eksim ini sering muncul di lipatan siku, belakang lutut, sisi leher, serta sekitar mata dan telinga. Saat kambuh, kulit bisa melepuh atau berdarah, terutama setelah digaruk.
Dermatitis kontak. Ruam muncul di kulit yang bersentuhan dengan sabun, deterjen, kosmetik, karet, atau perhiasan nikel, dan bisa berupa lepuhan yang mengeluarkan cairan atau berkerak. Reaksi yang melibatkan sistem imun disebut dermatitis kontak alergi.
Eksim dishidrotik atau pompholyx. Lepuh kecil yang sangat gatal pada eksim dishidrotik muncul di jari, telapak tangan, atau telapak kaki. Menurut NHS, lepuhnya bisa merembeskan cairan dan biasanya bertahan 2 sampai 3 minggu setiap kali kambuh.
Dermatitis numularis. Bercaknya bulat seperti koin, sering di lengan atau tungkai, dan berawal dari bintik merah serta luka mirip gelembung yang mengeluarkan cairan. Kondisi ini kerap muncul setelah kulit cedera, misalnya luka bakar, goresan, atau gigitan serangga.
Pemicu Kambuh dan Siapa yang Lebih Rentan
Penyebab eksim belum selalu diketahui, tetapi beberapa hal berikut bisa memicu kekambuhan:
Bahan iritan dan alergen. Sabun, deterjen, parfum, hewan peliharaan, serbuk sari, kain tertentu, dan tungau debu rumah sering disebut sebagai pemicu. Pada sebagian orang, makanan tertentu juga berperan.
Panas, keringat, dan stres. Udara panas, keringat, dan stres bisa membuat eksim kambuh atau lebih gatal. Tangan yang sering basah, misalnya pada penata rambut, juga bisa memicu eksim dishidrotik.
Risiko lebih tinggi bila orang tua punya dermatitis atopik, atau bila Anda maupun keluarga dekat memiliki asma atau rinitis alergi. Keluhan ini biasanya dimulai sejak kecil, sehingga ciri dermatitis atopik pada bayi perlu dipahami orang tua.
Ciri-Ciri Eksim Basah yang Bisa Anda Amati
Tampilannya bisa berbeda menurut jenis eksim dan warna kulit. Pada kulit sawo matang, bercak bisa tampak cokelat tua, keunguan, keabuan, atau lebih terang dari kulit sekitarnya.
1. Lepuh Kecil Berisi Cairan
Lepuh kecil muncul di atas bercak yang meradang dan mudah pecah saat tergaruk. Pada kulit cokelat, lepuh bisa tampak lebih gelap.
2. Gatal dengan Rasa Panas atau Menusuk
Pada eksim dishidrotik, gatal yang disertai rasa panas atau menusuk sering muncul sebelum lepuh terlihat. Garukan berulang bisa membuat kulit berdarah dan gatalnya makin kuat.
3. Kerak di Permukaan Bercak
Cairan yang mengering meninggalkan kerak. Kerak kuning kecokelatan perlu diperiksakan ke dokter karena bisa menandakan infeksi bakteri.
4. Kulit Kering dan Pecah-Pecah saat Mereda
Setelah lepuh hilang, kulit bisa kering, pecah-pecah, perih, dan kadang berdarah. Pelembap rutin membantu mencegah kulit makin kering pada fase ini.
Saat Kulit yang Terbuka Terkena Infeksi
Lepuh yang pecah dan bekas garukan membuka jalan bagi kuman. Kemenkes mencatat kulit eksim yang luka bisa terkena infeksi bakteri, jamur, atau virus, termasuk herpes simpleks. Dua komplikasi berikut perlu dikenali:
Impetigo sekunder. Infeksi bakteri ini bisa muncul di atas dermatitis atopik dengan tanda koreng kuning kecokelatan. Impetigo mudah menular lewat kontak langsung atau handuk dan baju yang dipakai bersama.
Eksim herpetikum. Infeksi virus herpes simpleks ini menyebar di atas kulit dengan eksim dan lebih sering dialami bayi serta anak. DermNet menggolongkannya sebagai kondisi gawat darurat kulit yang pada kasus berat bisa mengenai mata dan organ lain.
Cairan Eksim Biasa atau Tanda Infeksi?
Tabel berikut merangkum pola dari NHS, Kemenkes, dan DermNet.
Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.
Kapan Eksim yang Berair Perlu Segera Diperiksa?
Beberapa keadaan berikut memerlukan pemeriksaan dokter:
Tanda infeksi. NHS menganjurkan pemeriksaan dokter secepatnya bila dermatitis atopik melepuh, berkerak, merembeskan cairan, bernanah, terasa nyeri, bengkak, hangat, atau tiba-tiba meluas. Tanda ini bisa berarti eksim terinfeksi.
Lepuh bergerombol dan demam. Lepuh nyeri yang cepat menyebar disertai demam atau badan lemas, terutama pada bayi dan anak, memerlukan pertolongan medis hari itu juga, termasuk ke IGD. Bila lepuh muncul di dekat mata, DermNet menganjurkan pemeriksaan dokter mata.
Keluhan yang menetap. Buat janji dengan dokter bila perawatan tidak membantu, gatal mengganggu tidur, atau jenis ruamnya belum jelas. NHS menyarankan agar lepuh di tangan atau kaki tidak didiagnosis sendiri.
Cara Dokter Menilai Eksim yang Berair
Dokter menanyakan riwayat keluhan, kebiasaan menggaruk, pekerjaan, dan bahan yang sering menyentuh kulit, lalu melihat bentuk serta lokasi ruam. Lepuh di tangan dan kaki juga bisa berasal dari kurap atau kutu air. Bila perlu, dokter menambahkan pemeriksaan berikut:
Usap cairan luka. Sampel cairan diperiksa untuk mengetahui jenis bakteri dan menentukan obat yang sesuai. Untuk dugaan eksim herpetikum, usapan diambil dari dasar lepuh yang masih baru.
Uji tempel atau patch test. Pada dugaan dermatitis kontak, sejumlah kecil alergen ditempel ke kulit dengan plester perekat. Reaksinya dinilai setelah dua hari.
Tes alergi. Kemenkes menyebut tes alergi bisa dilakukan bila dokter mencurigai reaksi alergi. Bentuknya bisa tes kulit atau tes darah, tergantung riwayat dan gejala.
Tes IgE untuk Menelusuri Pemicu Alergi
Dermatitis atopik kadang disertai penyakit alergi lain, dan kambuhnya bisa dipicu alergen seperti tungau debu rumah, hewan peliharaan, atau makanan tertentu. Bila dokter menilai pemicu alergi perlu ditelusuri, IgE Atopy (Panel Indonesia) memeriksa antibodi alergi atau IgE spesifik terhadap 54 alergen, antara lain tungau debu rumah, kucing, anjing, Candida albicans, putih telur, susu sapi, dan udang. Tes darah ini tidak memerlukan puasa dan tersedia secara Walk In maupun Home Care. Menurut MedlinePlus, hasil yang tinggi berarti Anda mungkin alergi terhadap alergen tersebut, tetapi kadarnya tidak menggambarkan berat reaksi, sehingga hasilnya perlu dibahas bersama dokter. Untuk pertanyaan seputar pemeriksaan, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.
Pengobatan yang Biasa Diberikan Dokter
Pengobatan bertujuan meredakan radang, membantu lepuh mengering, dan mengatasi infeksi. Pilihannya antara lain:
Pelembap atau emolien. Pelembap dipakai minimal dua kali sehari dan tetap dilanjutkan saat kulit membaik. Dokter bisa meresepkan jenis tertentu sesuai kondisi kulit.
Obat oles kortikosteroid. Krim atau salep ini meredakan radang dan gatal. Pada eksim dishidrotik, NHS menyebut pemakaiannya biasanya beberapa minggu dalam satu periode.
Rendaman khusus. Untuk lepuh yang terus merembes, dokter bisa menyarankan merendam kulit dalam larutan tertentu. Cara ini membantu lepuh mengering dan menurunkan risiko infeksi.
Obat untuk infeksi. Infeksi bakteri ringan diobati dengan antibiotik oles dan infeksi yang meluas dengan tablet, sedangkan infeksi jamur diobati dengan antijamur. Eksim herpetikum perlu segera diobati dengan antivirus.
Antihistamin. Jenis yang menimbulkan kantuk bisa meredakan gatal pada malam hari. Diminum menjelang tidur, obat ini membantu Anda terlelap.
Keluhan yang berat atau menetap bisa dirujuk ke dokter spesialis kulit.
Perawatan Harian agar Kulit Lebih Tenang
Langkah di rumah berikut membantu kulit pulih:
Biarkan lepuh utuh. Hindari memecahkan lepuh. Saat gatal, usap pelan dengan jari sebagai ganti menggaruk.
Jaga kuku tetap pendek. Kuku pendek mengurangi luka akibat garukan. Bayi bisa memakai sarung tangan antigaruk.
Bersihkan dengan lembut. Gunakan air hangat dan pengganti sabun yang mengandung pelembap. Hindari sabun beralkali dan pakai sarung tangan berlapis katun saat memegang deterjen.
Jaga tubuh tetap sejuk. Panas dan keringat bisa menambah gatal. Pilih ruangan sejuk dan pakaian yang tidak membuat gerah.
Pisahkan handuk. Pakai handuk sendiri dan ganti seprai minimal dua minggu sekali. Bila ada infeksi, ganti handuk dan pakaian setiap hari.
Tanyakan soal makanan. NHS menyarankan pola makan tidak diubah tanpa arahan dokter. Catat hal yang muncul sebelum kambuh agar pemicunya lebih mudah ditelusuri.
Rawat dengan Telaten dan Periksakan Perubahan Sejak Dini
Eksim basah umumnya bisa dikendalikan dengan perawatan yang konsisten dan menjauhi pemicu. Perhatikan perubahan warna cairan, kerak, nyeri, dan demam agar Anda tahu kapan perlu ke dokter. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan. Bila ada pertanyaan, chat CS Bumame.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat — Dermatitis Atopik
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat — Dermatitis Numularis
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat — Dermatitis Kontak
Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan — Ketahui Penyebab Impetigo
NHS — Atopic Eczema
NHS — Pompholyx (Dyshidrotic Eczema)
DermNet (Lin CY) — Eczema Herpeticum
MedlinePlus, National Library of Medicine — Allergy Blood Test
Ditinjau secara medis oleh dr. Andika Yusuf Ramadhan, M.Biomed
Frequently Asked Question
Apa beda eksim basah dan eksim kering?
Eksim basah ditandai lepuh yang merembeskan cairan lalu berkerak, sedangkan eksim kering menyebabkan kulit menebal, pecah-pecah, dan bersisik. Kedua fase ini bisa bergantian pada orang yang sama.
Apakah eksim basah menular?
Eksim tidak menular. Namun, infeksi bakteri yang menyertai eksim, seperti impetigo, dapat menular melalui kontak langsung atau penggunaan handuk dan pakaian bersama.
Bagaimana ciri eksim basah yang terinfeksi?
Tanda yang perlu diwaspadai meliputi nanah kuning atau hijau, kerak kuning kecokelatan, kulit nyeri, bengkak atau terasa hangat, serta demam. Segera periksakan diri ke dokter jika tanda tersebut muncul.
Bolehkah lepuh eksim dipecahkan?
Lepuh sebaiknya dibiarkan utuh untuk mengurangi risiko luka dan infeksi. Jika lepuh terus mengeluarkan cairan, dokter dapat menyarankan perawatan atau rendaman khusus sesuai kondisi kulit.
Apakah eksim basah bisa sembuh total?
Lepuh dan cairan dapat mereda dengan perawatan yang tepat. Namun, dermatitis atopik cenderung kambuh sehingga perawatan bertujuan mengendalikan gejala, menjaga kelembapan kulit, dan mengurangi pemicu kekambuhan.
