Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Kanker Ginjal: Gejala, Penyebab, dan Cara Dokter Mendeteksinya
Kembali ke Artikel & Berita

Kanker Ginjal: Gejala, Penyebab, dan Cara Dokter Mendeteksinya

SBATips Kesehatan

Urine yang sekali tampak kemerahan sering dianggap akibat kurang minum, lalu terlupakan karena esoknya kembali jernih. Pegal di pinggang pun kerap dianggap biasa.

Keluhan seperti ini bisa berasal dari banyak kondisi, salah satunya kanker ginjal. Penyakit ini sering tidak bergejala di tahap awal dan banyak ditemukan tidak sengaja saat pemeriksaan pencitraan untuk keluhan lain. Kanker yang ditemukan selagi masih terbatas di ginjal punya pilihan pengobatan yang lebih banyak.

Berikut tanda yang perlu segera diperiksakan, faktor risiko, cara dokter memastikan diagnosis, serta pengobatan dan pencegahannya.

Lima Tanda Kanker Ginjal yang Sebaiknya Segera Diperiksakan

Bila gejala muncul, tanda berikut perlu segera diperiksakan ke dokter.

1. Darah dalam Urine

Urine bisa tampak kemerahan. Darah dalam urine atau hematuria tidak selalu kasat mata, dan jumlah yang kecil sering hanya terbaca lewat tes urine. Penyebab kencing darah beragam, dan NHS, layanan kesehatan publik Inggris, menganjurkan janji temu segera dengan dokter bila urine tampak berdarah.

2. Benjolan di Pinggang atau Perut

Benjolan atau pembengkakan bisa teraba di pinggang, di bawah tulang rusuk, atau di perut. Ikatan Ahli Urologi Indonesia (IAUI) mencatat tumor ginjal pada orang dewasa sering belum teraba sampai stadium lanjut. Pada anak, benjolan keras di perut yang biasanya tidak nyeri bisa menjadi gejala tumor Wilms.

3. Nyeri Pinggang yang Tidak Kunjung Reda

Nyeri bisa terasa di sisi tubuh atau punggung, di antara tulang rusuk dan pinggang. Keluhan ini mirip sakit pinggang biasa, jadi yang perlu diperhatikan adalah nyeri yang tidak kunjung hilang. NHS menganjurkan pemeriksaan segera untuk nyeri seperti ini.

4. Berat Badan Turun tanpa Diet

National Cancer Institute (NCI) Amerika Serikat mencatat nafsu makan yang menurun dan berat badan yang turun tanpa sebab jelas sebagai tanda yang bisa muncul pada kanker ginjal. Bila berat badan turun drastis tanpa perubahan pola makan atau olahraga, sampaikan kepada dokter.

5. Lelah, Demam yang Menetap, dan Kurang Darah

Badan mudah lelah, demam yang tidak kunjung turun, dan keringat berlebih di malam hari bisa muncul. IAUI mencatat sekitar 30% penderita yang bergejala mengalami sindrom paraneoplastik, yaitu keluhan di luar ginjal yang menyertai tumor, seperti hipertensi, demam, dan anemia atau kurang darah.

Menurut IAUI, nyeri pinggang, urine berdarah, dan benjolan di perut hanya muncul bersamaan pada 6 sampai 10% pasien. NHS juga mengingatkan bahwa gejala di atas umum dan bisa disebabkan banyak kondisi lain.

Apa Itu Kanker Ginjal dan Siapa yang Lebih Sering Terkena?

Kanker ginjal adalah tumor ganas yang tumbuh dari jaringan ginjal, organ yang menyaring darah dan membentuk urine. Jenisnya antara lain:

  • Karsinoma sel ginjal (renal cell carcinoma). Menurut IAUI, jenis ini mencakup sekitar 90% keganasan ginjal, dan hampir 80% di antaranya berjenis sel jernih atau clear cell. NCI menjelaskan kanker ini terbentuk di tubulus, saluran kecil di dalam ginjal.

  • Tumor Wilms atau nefroblastoma. Kemenkes menyebut jenis ini sebagai kanker ginjal yang umum pada anak. Pengobatannya biasanya menggabungkan operasi, kemoterapi, dan pada kasus tertentu radioterapi.

IAUI mencatat kanker ginjal 1,5 kali lebih banyak pada pria, dengan puncak kejadian di usia 60 sampai 70 tahun. Data sembilan rumah sakit di Indonesia periode 2013 sampai 2017 mencatat 635 kasus, dengan perbandingan pria dan wanita 2 banding 1. Angka kejadiannya di Indonesia sekitar 2,4 sampai 3 kasus per 100.000 penduduk.

Baca Juga: Apa Perbedaan Tumor dan Kanker?

Faktor yang Meningkatkan Risiko Kanker Ginjal

Faktor berikut berkaitan dengan risiko kanker ginjal yang lebih tinggi, meski memilikinya tidak berarti seseorang akan terkena.

  • Merokok. American Cancer Society (ACS) menyebut kenaikan risikonya sejalan dengan banyaknya rokok yang diisap. Risiko ini turun perlahan setelah berhenti merokok.

  • Berat badan berlebih dan kurang gerak. IAUI memasukkan kegemukan atau obesitas dan kurang aktivitas fisik sebagai faktor risiko. Keduanya bisa diubah lewat pola hidup.

  • Tekanan darah tinggi. Risiko kanker ginjal lebih tinggi pada orang dengan hipertensi. Pemeriksaan tekanan darah berkala membantu mengetahui kondisi ini lebih awal.

  • Penyakit ginjal lanjut dan cuci darah. Risiko meningkat pada orang dengan penyakit ginjal tahap lanjut, terutama yang menjalani dialisis atau cuci darah. Sebagian dokter menyarankan pemeriksaan rutin bagi pasien cuci darah jangka panjang.

  • Obat pereda nyeri dan zat kimia. NCI mencatat penyalahgunaan obat pereda nyeri tertentu dalam waktu lama, termasuk obat bebas, sebagai faktor risiko. Paparan trikloroetilena atau kadmium di tempat kerja juga menaikkan risiko.

  • Riwayat keluarga dan kelainan genetik. Risiko lebih tinggi bila saudara kandung pernah mengalami kanker ginjal. Kelainan bawaan seperti penyakit von Hippel-Lindau juga menaikkan risiko, termasuk pada usia muda.

Cara Dokter Mendeteksi dan Memastikan Kanker Ginjal

ACS menyebut belum ada tes skrining kanker ginjal yang direkomendasikan bagi orang dengan risiko rata-rata, jadi pemeriksaan biasanya berawal dari keluhan atau temuan tes lain:

  • Tanya jawab dan pemeriksaan fisik. Dokter menanyakan keluhan, kebiasaan merokok, obat, dan riwayat keluarga. Pemeriksaan fisik mencari benjolan di perut, pembesaran kelenjar getah bening di leher, atau bengkak di kedua tungkai.

  • Tes urine dan darah. Urinalisis menilai warna urine dan kandungannya, seperti protein, sel darah merah, dan sel darah putih. Tes darah menilai kadar hemoglobin serta fungsi ginjal dan hati.

  • Pencitraan. USG, CT scan, atau MRI memperlihatkan apakah benjolan padat atau berisi cairan. IAUI merekomendasikan CT scan dengan zat kontras pada perut dan dada untuk diagnosis dan penentuan stadium.

  • Biopsi. Pengambilan sampel jaringan tidak selalu diperlukan karena pencitraan sudah cukup akurat. IAUI menyarankannya pada kondisi tertentu, misalnya sebelum ablasi atau terapi obat.

NCI menggolongkan stadium I bila tumor berukuran 7 cm atau kurang dan masih di ginjal. Stadium II berarti tumor lebih dari 7 cm tetapi tetap di ginjal. Penetapan stadium dan ambang diagnosis ditentukan oleh dokter. Kanker yang terus tumbuh bisa menyebar ke kelenjar getah bening, paru, hati, tulang, atau otak. Penyebaran atau metastasis ini bisa memicu nyeri tulang atau batuk yang menetap.

Benjolan atau Kista di Ginjal, Apakah Selalu Kanker?

Tidak selalu. Pencitraan bisa menemukan kista ginjal berisi cairan atau benjolan padat, dan IAUI mencatat sebagian tumor jinak sulit dibedakan dari kanker hanya lewat CT scan atau MRI. Untuk kista, dokter memakai klasifikasi Bosniak berikut.

Kategori Bosniak

Gambaran pada pencitraan

Langkah yang umum diambil

I dan II

Kista berdinding atau bersekat tipis, tanpa bagian padat, dan tidak menyerap zat kontras

Dianggap jinak

IIF

Sekat sangat tipis dengan sedikit penyerapan kontras, kadang disertai pengapuran

Dipantau hingga 5 tahun karena sebagian bisa ganas

III

Dinding atau sekat menebal, tidak beraturan, dan menyerap kontras

Operasi atau pemantauan aktif, lebih dari separuhnya ganas

IV

Ada bagian padat yang menyerap kontras

Operasi, hampir seluruhnya ganas

Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.

Tes Urine sebagai Langkah Awal yang Bisa Diminta Dokter

Darah dalam jumlah kecil sering tidak kasat mata, tetapi bisa terbaca lewat tes urine, sehingga dokter bisa memintanya sebagai langkah awal saat menilai keluhan di pinggang atau perubahan warna urine. Di Bumame, pemeriksaan urine rutin atau lengkap menilai antara lain darah, protein, glukosa, nitrit, dan leukosit esterase. Pemeriksaan ini tidak memerlukan puasa bila dilakukan tersendiri, tersedia Walk In maupun Home Care, dan hasilnya keluar dalam 1x24 jam. Hasil normal belum menyingkirkan kanker ginjal, jadi dokter membacanya bersama keluhan Anda. Untuk pertanyaan seputar pemeriksaan, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Pilihan Pengobatan Menurut Ukuran dan Stadium Kanker

Menurut NCI, pilihan pengobatan bergantung pada stadium, usia, dan kondisi kesehatan umum pasien:

  • Operasi. Nefrektomi parsial mengangkat kanker beserta sedikit jaringan sekitarnya, dan IAUI merekomendasikannya untuk tumor stadium awal (T1). Nefrektomi radikal mengangkat seluruh ginjal. Pada kanker yang masih terbatas di ginjal, operasi bertujuan menyembuhkan.

  • Pemantauan aktif. Untuk benjolan di bawah 2 cm atau pasien dengan risiko operasi tinggi, dokter bisa memantau tumor lewat tes darah dan pencitraan berkala. Tindakan dilakukan bila tumor tumbuh atau berubah.

  • Ablasi. Tumor kecil dihancurkan dengan panas atau dibekukan. IAUI menyarankannya terutama untuk pasien lanjut usia atau dengan penyakit penyerta.

  • Terapi target dan imunoterapi. Keduanya dipakai terutama bila kanker kambuh atau menyebar. Terapi target menyerang sel kanker secara spesifik, sedangkan imunoterapi membantu sistem imun melawan kanker.

Data SEER dari NCI mencatat 65,6% kasus kanker ginjal dan pelvis ginjal di Amerika Serikat ditemukan saat masih terbatas di ginjal. Angka kesintasan relatif 5 tahunnya 93,6% pada tahap ini.

Kebiasaan yang Membantu Menurunkan Risiko Kanker Ginjal

Kebiasaan berikut membantu menurunkan risiko kanker ginjal:

  • Hindari rokok dan asapnya. IAUI menganjurkan tidak merokok sebagai pencegahan primer kanker ginjal. Kemenkes juga menganjurkan menghindari tembakau dan paparan asap rokok.

  • Jaga berat badan dan pola makan. IAUI menganjurkan penurunan berat badan bagi orang dengan obesitas. Kemenkes menyarankan olahraga teratur dan menu seimbang yang kaya buah, sayuran, dan serat.

  • Ceritakan riwayat keluarga. Sampaikan kepada dokter bila ada keluarga sedarah yang pernah mengalami kanker ginjal. Orang dengan kelainan bawaan seperti von Hippel-Lindau sering disarankan menjalani pemeriksaan fisik dan pencitraan rutin, dan dokter bisa membantu memilih skrining kanker yang sesuai.

Dengarkan Sinyal Ginjal dan Periksakan dengan Tenang

Urine kemerahan, nyeri pinggang yang menetap, atau berat badan yang turun tanpa sebab layak diperiksakan, meski penyebabnya sering kondisi lain. NHS menyebut kanker yang ditemukan lebih awal bisa lebih mudah diobati. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan.

Bila ada pertanyaan seputar pemeriksaan urine, chat CS Bumame.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat — Kanker Ginjal.

  2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat — Kanker.

  3. Ikatan Ahli Urologi Indonesia (IAUI) — Pedoman Tata Laksana Kanker Ginjal, Edisi ke-2.

  4. National Cancer Institute — Renal Cell Cancer Treatment (PDQ) - Patient Version.

  5. American Cancer Society — Can Kidney Cancer Be Found Early?

  6. American Cancer Society — Risk Factors for Kidney Cancer.

  7. NHS — Symptoms of Kidney Cancer.

  8. National Cancer Institute, Surveillance, Epidemiology, and End Results Program (SEER) — Cancer Stat Facts: Kidney and Renal Pelvis Cancer.

Ditinjau secara medis oleh dr. Andika Yusuf Ramadhan, M.Biomed

Frequently Asked Question

Apa gejala awal kanker ginjal?

Kanker ginjal tahap awal sering tidak menimbulkan gejala. Jika muncul, tandanya dapat berupa darah dalam urine, nyeri pinggang menetap, benjolan di pinggang atau perut, serta penurunan berat badan tanpa sebab jelas.

Apakah kencing darah selalu menjadi tanda kanker ginjal?

Tidak. Darah dalam urine dapat disebabkan infeksi saluran kemih, batu ginjal, atau kondisi lain. Namun, urine berdarah tetap perlu diperiksakan ke dokter untuk mengetahui penyebabnya.

Apakah tes urine bisa mendeteksi kanker ginjal?

Tes urine dapat menemukan darah yang tidak terlihat secara kasatmata, tetapi tidak dapat memastikan kanker ginjal. Dokter menggunakan pemeriksaan pencitraan seperti CT scan atau MRI, dan terkadang biopsi, sesuai kondisi pasien.

Siapa yang lebih berisiko terkena kanker ginjal?

Risiko lebih tinggi pada perokok, orang dengan obesitas atau hipertensi, pasien penyakit ginjal lanjut yang menjalani cuci darah, serta orang dengan riwayat keluarga atau kelainan genetik tertentu. Kanker ginjal juga lebih sering ditemukan pada pria berusia 60–70 tahun.

Apakah kanker ginjal bisa sembuh?

Kanker yang masih terbatas di ginjal dapat ditangani dengan operasi yang bertujuan menyembuhkan. Menurut data SEER Amerika Serikat dalam artikel, angka kesintasan relatif lima tahun mencapai 93,6% untuk kanker yang masih terbatas di ginjal. Prognosis setiap pasien bergantung pada kondisi dan stadium kanker.