Betis tiba-tiba kram di tengah malam, ujung jari kesemutan, atau badan lemas tanpa sebab yang jelas. Banyak orang lalu menduga tubuhnya kekurangan magnesium dan langsung membeli suplemen.
Dugaan itu bisa tepat, bisa juga keliru. Gejalanya mirip keluhan sehari-hari, dan kadar magnesium dalam darah bisa tampak normal meski cadangan tubuh menipis. Suplemen tanpa arahan juga punya efek samping.
Artikel ini membahas gejala, penyebab, kelompok yang berisiko, cara dokter memastikannya, serta langkah mengatasi dan mencegahnya.
Apa Itu Kekurangan Magnesium?
Kekurangan magnesium adalah kondisi saat tubuh tidak memiliki cukup magnesium untuk menjalankan fungsinya. Bila kadarnya dalam darah di bawah normal, dokter menyebutnya hipomagnesemia. Magnesium termasuk elektrolit, yaitu mineral bermuatan listrik yang membantu kerja otot, saraf, dan jantung.
Menurut NIH, magnesium terlibat dalam lebih dari 300 sistem enzim, termasuk yang mengatur kerja otot, saraf, gula darah, dan tekanan darah, serta ikut menjaga irama jantung. Banyak orang sudah mengenal manfaat dan kebutuhan harian magnesium, tetapi tanda kekurangannya lebih jarang dibahas.
Tubuh orang dewasa menyimpan sekitar 25 gram magnesium. Sebanyak 50 sampai 60% berada di tulang, dan kurang dari 1% beredar di darah.
Mengapa Tubuh Bisa Kekurangan Magnesium?
Menurut NIH, kurang makan saja jarang membuat orang sehat mengalami gejala kekurangan magnesium, sebab ginjal bisa menahan pembuangannya. Masalah biasanya muncul dari asupan yang rendah dalam waktu lama, usus yang tidak mampu menyerapnya, atau pembuangan berlebihan lewat saluran cerna dan urine.
Kelompok yang lebih berisiko antara lain:
Penderita gangguan pencernaan kronis. Diare dan gangguan penyerapan lemak pada penyakit Crohn dan penyakit celiac bisa menguras magnesium perlahan, begitu pula diare berkepanjangan. Operasi pengangkatan atau pemintasan usus halus juga bisa mengganggu penyerapannya.
Penderita diabetes. Gula darah yang tinggi dan belum terkontrol membuat ginjal mengeluarkan lebih banyak urine, sehingga magnesium ikut terbuang. Kekurangan magnesium juga dikaitkan dengan resistansi insulin pada diabetes tipe 2.
Orang yang sering minum alkohol. NIH mencatat kekurangan magnesium umum ditemukan pada ketergantungan alkohol. Penyebabnya berlapis, mulai dari pola makan buruk, muntah dan diare, sampai ginjal yang membuang magnesium berlebihan.
Lansia. Asupan magnesium lansia cenderung lebih rendah, sementara penyerapan di usus menurun dan pembuangan lewat ginjal meningkat seiring usia. Lansia juga lebih sering minum obat yang memengaruhi kadar magnesium.
Pemakai obat tertentu jangka panjang. Diuretik golongan loop dan tiazid meningkatkan pembuangan magnesium lewat urine. Obat penekan asam lambung golongan penghambat pompa proton (PPI) bisa menurunkan magnesium bila diminum jangka panjang, umumnya lebih dari setahun. Jangan menghentikan obat sendiri tanpa saran dokter.
Gejala Kekurangan Magnesium dari Ringan sampai Berat
Gejalanya tidak khas. NIH membaginya menjadi tanda awal dan tanda saat kekurangan makin berat.
1. Nafsu Makan Turun, Mual, dan Lemas
Hilangnya nafsu makan, mual, muntah, lelah, dan lemas termasuk tanda awal. Keluhan ini umum pada banyak kondisi lain, jadi sulit dikenali. Periksakan diri bila keluhan tidak membaik, terutama bila Anda termasuk kelompok berisiko.
2. Kram dan Otot yang Berkontraksi Sendiri
Saat kekurangan makin berat, otot bisa berkontraksi sendiri dan kram. MedlinePlus mencatat kadar elektrolit yang rendah memang bisa memicu kram, tetapi otot yang dipakai berlebihan lebih sering menjadi penyebabnya. Jadi, kram setelah olahraga belum tentu berarti kekurangan magnesium.
3. Kesemutan atau Mati Rasa
Kesemutan dan mati rasa bisa muncul saat kadar magnesium makin turun, karena mineral ini berperan dalam kerja saraf. Namun, kaki sering kesemutan punya banyak penyebab lain, sehingga dokter perlu menelusurinya bila keluhan menetap.
4. Jantung Berdebar atau Iramanya Tidak Teratur
Kekurangan yang berat bisa memicu irama jantung tidak teratur (aritmia) dan penyempitan mendadak pembuluh darah jantung (spasme koroner). Keluhan jantung berdebar tanpa alasan yang jelas sebaiknya diperiksakan. Bila disertai nyeri dada, sesak, atau pingsan, segera ke IGD.
5. Kejang dan Perubahan Kepribadian
Kekurangan yang sangat berat bisa memicu kejang dan perubahan kepribadian. Kondisi ini darurat, jadi bawa orang yang kejang ke IGD terdekat tanpa menunggu hasil tes.
Dampak bila Kekurangan Berlangsung Lama
Kekurangan magnesium yang berat bisa mengganggu keseimbangan mineral lain, sehingga kadar kalsium (hipokalsemia) atau kalium (hipokalemia) dalam darah ikut turun. Padahal fungsi kalsium bagi tubuh mencakup menjaga tulang, sementara kalium membantu kerja jantung dan otot. Kekurangan kalium maupun kalsium sama-sama bisa memicu kram.
NIH juga mencatat asupan magnesium yang rendah dalam jangka panjang dikaitkan dengan risiko hipertensi, diabetes tipe 2, osteoporosis, dan migrain. Hubungan ini masih terus diteliti.
Kekurangan atau Kelebihan Magnesium, Apa Bedanya?
Sebagian orang langsung minum suplemen dosis tinggi saat curiga kekurangan. Padahal kelebihan magnesium juga menimbulkan keluhan yang mirip. Tabel berikut merangkum perbedaannya.
Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.
Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?
Segera ke IGD bila muncul kejang, nyeri dada, sesak napas, atau jantung berdebar sangat kencang hingga hampir pingsan. Pemeriksaan lanjutan dilakukan setelah kondisi Anda stabil.
Di luar kondisi darurat, periksakan diri bila kram sering kambuh, terasa berat, berlangsung lama, tidak membaik dengan peregangan dan cukup minum, atau disertai bengkak, kemerahan, dan otot melemah. Lemas, mual, atau kesemutan yang menetap juga perlu diperiksakan, terutama pada kelompok berisiko.
Bila Anda rutin minum obat penekan asam lambung untuk GERD atau diuretik jangka panjang, tanyakan ke dokter perlu tidaknya cek magnesium berkala. NIH mengutip saran FDA agar dokter mempertimbangkannya pada terapi PPI jangka panjang.
Bagaimana Dokter Memastikan Kekurangan Magnesium?
Dokter menanyakan keluhan, pola makan, alkohol, serta obat dan suplemen yang Anda konsumsi, lalu meminta pemeriksaan berikut:
Tes magnesium darah. Sampel darah diambil dari pembuluh vena di lengan, biasanya kurang dari lima menit. Menurut NIH, kadar normal magnesium serum berkisar 0,75 sampai 0,95 mmol/L, dan hipomagnesemia didefinisikan sebagai kadar di bawah 0,75 mmol/L. Nilai rujukan bergantung pada laboratorium dan dokter, dan ambang diagnosis ditentukan oleh dokter.
Tes kalium dan kalsium. Magnesium memengaruhi cara tubuh menyerap kalsium dan kalium. Karena itu, tes magnesium juga dipakai untuk mencari penyebab kadar keduanya yang tidak normal.
Tes lanjutan bila perlu. Tubuh bisa mengambil cadangan magnesium dari tulang agar kadar darah tetap stabil, sehingga hasil tes darah bisa normal meski simpanan tubuh rendah. Dokter bisa menambahkan tes magnesium urine atau magnesium dalam sel darah merah, lalu menilainya bersama keluhan Anda.
Pemeriksaan Magnesium di Bumame
Karena gejalanya tidak khas, mengukur kadar magnesium dalam darah membantu dokter menilai apakah kram, lemas, atau kesemutan berkaitan dengan mineral ini. Bumame menyediakan pemeriksaan Magnesium dengan sampel darah, yang mengukur kadar magnesium sebagai bagian dari evaluasi fungsi saraf, otot, dan keseimbangan mineral. Pemeriksaan ini tidak memerlukan puasa. Sampaikan obat, vitamin, dan suplemen yang rutin Anda konsumsi, dan jangan menghentikan obat tanpa arahan tenaga medis.
Layanan tersedia secara Walk In dan Home Care, dengan waktu hasil lebih dari 1x24 jam. Untuk jadwal dan estimasi hasil, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.
Cara Mengatasi Kekurangan Magnesium
Penanganan bergantung pada penyebab dan beratnya kekurangan. Langkahnya antara lain:
Menangani penyebabnya. Diare yang berlangsung lama diatasi, gula darah dikendalikan, dan konsumsi alkohol dikurangi. Langkah ini menekan pembuangan magnesium.
Menambah magnesium. Pada kasus ringan, perubahan pola makan bisa sudah cukup. Bila perlu, dokter memberikan obat atau suplemen yang diminum, atau magnesium lewat infus (intravena).
Meninjau obat yang dipakai. Dalam kasus yang ditinjau FDA, suplemen sering berhasil menaikkan kadar magnesium yang turun akibat PPI. Pada 25% kasus, suplemen tidak cukup sehingga PPI perlu dihentikan atas arahan dokter.
Tidak menambah suplemen sendiri. Suplemen atau obat dosis tinggi yang mengandung magnesium bisa menyebabkan diare, mual, dan kram perut. Risiko keracunan magnesium meningkat pada orang dengan gangguan fungsi ginjal.
Langkah Menjaga Kecukupan Magnesium
Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) Kemenkes, laki-laki usia 19 sampai 64 tahun membutuhkan 360 mg magnesium per hari, lalu 350 mg mulai usia 65 tahun. Perempuan membutuhkan 330 mg di usia 19 sampai 29 tahun, 340 mg di usia 30 sampai 64 tahun, dan 320 mg mulai usia 65 tahun, tanpa tambahan saat hamil atau menyusui.
Cara memenuhinya antara lain:
Perbanyak sayuran hijau, kacang, dan biji-bijian. Bayam, kacang tanah, kacang mete, almond, biji labu, kedelai, dan kacang merah termasuk sumber yang baik. Susu, yogurt, pisang, dan alpukat juga ikut menambah asupan.
Pilih biji-bijian utuh. Pemurnian yang membuang kulit ari dan lembaga biji menurunkan kadar magnesium. Setengah cangkir nasi beras merah mengandung sekitar 42 mg magnesium, sedangkan nasi putih dalam takaran yang sama sekitar 10 mg.
Batasi alkohol dan kendalikan gula darah. Keduanya membantu mengurangi magnesium yang terbuang. Cukupi juga cairan saat berolahraga berat atau cuaca panas untuk menjaga keseimbangan elektrolit.
Mulai dari Piring Anda, Lanjutkan dengan Pemeriksaan
Pola makan dengan sayur, kacang, dan biji-bijian utuh membantu mencukupi magnesium harian. Bila Anda termasuk kelompok berisiko atau keluhan tidak kunjung membaik, tes darah membantu dokter menentukan langkah berikutnya. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan. Untuk bertanya seputar pemeriksaan, chat CS Bumame.
Lokasi Klinik Bumame
Pemeriksaan tersedia di lima klinik Bumame.
Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28, Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi
Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi
Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kec. Serpong, Tangerang, Banten 15310. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi
Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23, RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat 11610. Senin sampai Minggu, pukul 06.00 sampai 20.00. Lihat lokasi
Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Kelapa Gading Barat, Kec. Kelapa Gading, Jakarta Utara, DKI Jakarta 14240. Senin sampai Minggu, pukul 06.00 sampai 20.00. Lihat lokasi
Pilih lokasi terdekat dari tempat Anda.
Referensi
National Institutes of Health, Office of Dietary Supplements. Magnesium: Fact Sheet for Health Professionals.
MedlinePlus, National Library of Medicine. Magnesium Blood Test.
MedlinePlus, National Library of Medicine. Fluid and Electrolyte Balance.
MedlinePlus, National Library of Medicine. Muscle Cramps.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia.
Ditinjau secara medis oleh dr. Reycha Nabila
Frequently Asked Question
Apa saja gejala kekurangan magnesium?
Gejala awalnya meliputi nafsu makan menurun, mual, muntah, lemas, dan cepat lelah. Jika kekurangan semakin berat, dapat muncul kram otot, kesemutan, mati rasa, irama jantung tidak teratur, hingga kejang. Gejala tersebut tidak spesifik sehingga perlu dinilai bersama kondisi kesehatan lainnya.
Apa penyebab tubuh kekurangan magnesium?
Kekurangan magnesium dapat terjadi akibat gangguan penyerapan di usus atau kehilangan magnesium berlebihan melalui diare dan urine. Risikonya meningkat pada penderita diabetes yang tidak terkontrol, orang yang sering mengonsumsi alkohol, lansia, serta pengguna obat diuretik atau penghambat pompa proton (PPI) dalam jangka panjang.
Apakah kram kaki selalu menandakan kekurangan magnesium?
Tidak. Kram kaki dapat disebabkan oleh penggunaan otot berlebihan, ketidakseimbangan elektrolit, dan kondisi lainnya. Kekurangan magnesium hanyalah salah satu kemungkinan. Jika kram sering berulang, berlangsung lama, atau disertai kelemahan otot, konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya.
Apakah hasil tes magnesium darah normal berarti tubuh tidak kekurangan magnesium?
Belum tentu. Kurang dari 1% magnesium tubuh berada dalam darah, sedangkan sebagian besar tersimpan di tulang dan jaringan lain. Karena itu, hasil darah yang normal belum selalu mencerminkan seluruh cadangan magnesium. Dokter akan menilai hasil bersama gejala, riwayat kesehatan, dan pemeriksaan tambahan bila diperlukan.
Berapa kebutuhan magnesium harian orang dewasa?
Menurut Angka Kecukupan Gizi Kementerian Kesehatan, laki-laki dewasa membutuhkan sekitar 350–360 mg magnesium per hari, sedangkan perempuan dewasa membutuhkan sekitar 320–340 mg, bergantung pada usia. Kebutuhan dapat dipenuhi melalui makanan seperti sayuran hijau, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, dan kedelai.
