Pisang hampir selalu disebut pertama saat orang membicarakan kalium, apalagi ketika muncul rasa lemas atau kram yang dikaitkan dengan kekurangan kalium. Padahal, satu buah kentang ukuran sedang mengandung kalium lebih dari dua kali lipat satu buah pisang.
Kalium dibutuhkan jantung, otot, dan saraf, serta membantu menjaga tekanan darah. Meski begitu, orang dengan penyakit ginjal atau yang rutin minum obat tertentu perlu mengatur jumlahnya bersama dokter.
Artikel ini membahas kebutuhan harian, kadar kalium per porsi, cara menambahkannya ke menu, dan siapa yang perlu membatasinya.
Berapa Banyak Kalium yang Dibutuhkan Tubuh Setiap Hari?
Kalium adalah mineral yang juga bekerja sebagai elektrolit, yaitu zat bermuatan listrik yang membantu jantung berdetak teratur dan otot bekerja dengan baik. Di dalam tubuh, kalium menjaga jumlah cairan di dalam sel, sementara natrium menjaga cairan di luar sel.
Angka Kecukupan Gizi (AKG) dari Kementerian Kesehatan menetapkan kebutuhan kalium orang dewasa usia 19 tahun ke atas sebesar 4.700 mg per hari, sama untuk pria dan wanita. Ibu menyusui memerlukan tambahan 400 mg, dan kebutuhan ibu hamil sama dengan wanita dewasa lain. Acuan di Amerika Serikat lebih rendah, yaitu 3.400 mg untuk pria dan 2.600 mg untuk wanita dewasa.
Salah satu fungsi ginjal adalah menjaga kadar kalium darah tetap stabil dengan membuang kelebihannya lewat urine. Karena mineral ini ada di banyak makanan, kekurangan kalium jarang terjadi hanya karena kurang makan. Biasanya ada pemicu lain, seperti keringat berlebihan, muntah, diare, atau obat tertentu.
Tidak ada satu jenis makanan yang bisa memenuhi 4.700 mg sendirian. Target yang sama dipakai dalam penelitian pola makan DASH, yang menekankan sayur, buah, dan susu rendah lemak.
Kadar Kalium per Porsi pada Makanan Sehari-hari
Tabel berikut memuat kadar kalium per porsi dari panduan DASH terbitan National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI). Ukuran cangkir memakai cangkir takar, dan porsi lauk 3 ounce atau sekitar 85 gram.
Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.
Menurut National Kidney Foundation, makanan berkalium tinggi umumnya mengandung 200 mg atau lebih per porsi. Porsi tetap menentukan, karena makanan rendah kalium yang dimakan dalam jumlah banyak bisa berubah menjadi sumber kalium yang tinggi.
Berikut kelompok makanan sumber kalium yang mudah ditemukan di Indonesia:
Umbi-umbian. Kentang, khususnya bila dimakan bersama kulitnya, dan ubi jalar termasuk sumber kalium yang baik. Ubi jalar juga masuk daftar makanan kaya kalium yang disarankan dalam pola makan DASH.
Sayuran. Bayam, wortel, dan tomat termasuk sayuran kaya kalium. Daftar National Kidney Foundation juga memasukkan labu, rebung, rumput laut, dan aneka sayuran hijau ke kelompok tinggi kalium per setengah cangkir.
Buah segar dan buah kering. Selain pisang dan jeruk, seperempat buah alpukat, setengah buah pepaya, satu buah mangga sedang, atau lima butir kurma sudah tergolong tinggi kalium. Aprikot kering mengandung kalium lebih banyak daripada aprikot segar, dan kismis juga termasuk buah kering yang tinggi kalium.
Air kelapa. Harvard T.H. Chan School of Public Health memasukkan air kelapa ke daftar sumber kalium. Karena sering dipilih sebagai minuman elektrolit alami, air kelapa perlu ikut dihitung saat kalium sedang dibatasi.
Peran Kalium dalam Menjaga Tekanan Darah
Natrium dari garam yang berlebihan membuat tubuh menahan air, sehingga volume darah dan tekanan pada dinding pembuluh darah meningkat. Kalium bekerja berlawanan. Mineral ini membantu tubuh membuang natrium lewat urine dan membantu dinding pembuluh darah lebih rileks, sehingga tekanan darah bisa turun.
Karena itu, panduan DASH menganjurkan kalium dari makanan, khususnya sayur dan buah, sebagai bagian dari cara menurunkan darah tinggi, dan meminta Anda bertanya ke dokter sebelum mencoba suplemen. Sayur dan buah segar secara alami tinggi kalium dan rendah natrium, sedangkan roti, keju, daging olahan, dan makanan olahan lain umumnya tinggi natrium tetapi rendah kalium.
Cara Menambah Kalium dari Menu Sehari-hari
Bagi orang dewasa dengan ginjal sehat, langkah berikut membantu menambah kalium dari makanan:
Tambahkan sayur di setiap waktu makan. Setengah cangkir bayam matang menyumbang sekitar 290 mg kalium. Tomat atau wortel juga bisa menjadi lalapan.
Ganti camilan asin dengan buah. Satu buah pisang atau jeruk memberi kalium. Buah segar juga rendah natrium, berbeda dengan makanan ringan olahan.
Jadikan umbi dan kacang bagian dari menu. Kentang rebus dengan kulitnya, ubi jalar kukus, atau kacang merah dalam sup bisa bergantian mengisi piring Anda.
Sebagai gambaran, satu buah kentang sedang, satu buah pisang, satu cangkir susu, dan setengah cangkir bayam matang menyumbang sekitar 2.016 mg kalium, atau kurang dari separuh AKG. Sisanya bisa dipenuhi dari makanan lain sepanjang hari.
Kondisi yang Membuat Kalium Perlu Dibatasi
Kelompok berikut sebaiknya membicarakan asupan kalium dengan dokter atau ahli gizi:
Orang dengan penyakit ginjal kronis. Ginjal yang rusak sulit membuang kelebihan kalium, sehingga kadarnya dalam darah bisa naik dan menimbulkan hiperkalemia, yaitu kadar kalium darah yang terlalu tinggi. Orang yang menjalani cuci darah sebaiknya tidak makan terlalu banyak makanan kaya kalium. Pada tahap awal, sebagian pasien justru berisiko mengalami kalium rendah, sehingga aturannya mengikuti hasil tes.
Orang yang minum obat tertentu. Obat tekanan darah golongan ACE inhibitor dan ARB, diuretik hemat kalium, serta obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) bisa menaikkan kadar kalium darah. Pada pasien penyakit ginjal kronis, pedoman Kementerian Kesehatan menganjurkan pemeriksaan kalium dan fungsi ginjal satu minggu setelah ACE inhibitor atau ARB dimulai atau dosisnya dinaikkan.
Orang yang kehilangan kalium lewat cairan. Diuretik untuk tekanan darah tinggi atau gagal jantung, obat pencahar berlebihan, serta muntah atau diare berkepanjangan bisa menurunkan kalium hingga terjadi hipokalemia. Kekurangan magnesium juga bisa ikut menurunkan kalium, karena ginjal membutuhkan magnesium untuk menyerap kembali kalium.
Pengguna garam kalium. Garam kalium berisi kalium klorida sebagai pengganti natrium klorida. Orang dengan gangguan ginjal atau yang minum diuretik dan ACE inhibitor perlu berkonsultasi dulu, dan National Kidney Foundation menyebut sebagian besar orang dengan penyakit ginjal sebaiknya tidak memakainya. Garam ini juga meninggalkan rasa pahit saat dipanaskan.
Pengguna suplemen kalium. Suplemen kalium dan produk herbal yang mengandung kalium bisa memicu kalium darah tinggi. Orang dengan penyakit ginjal atau penyakit kronis lain perlu berbicara dengan dokter sebelum meminumnya.
Pembatasan kalium diatur per orang, karena buah, sayur, kacang, daging, dan susu juga menyumbang vitamin, mineral, dan serat.
Cara Mengurangi Kalium dalam Makanan atas Arahan Dokter
Bila dokter meminta Anda membatasi kalium, cara berikut bisa dibicarakan dengan ahli gizi:
Pilih bahan yang lebih rendah kalium. Apel, semangka hingga 1 cangkir, timun, terong, kol, dan kembang kol tergolong lebih rendah kalium, begitu pula nasi dan mi. Porsi besar tetap menambah jumlah kalium.
Utamakan buah dan sayur utuh. Buah dan sayur utuh lebih disarankan daripada jus atau buah kering. Daftar National Kidney Foundation memasukkan jus jeruk, kismis, dan buah kering lain ke kelompok tinggi kalium.
Rendam dan rebus sayuran. Pedoman Kementerian Kesehatan menyebut merendam bahan makanan di air hangat sekitar 37°C selama 30 sampai 60 menit, lalu merebusnya, membantu menurunkan kadar kalium. Cara ini hanya mengurangi sebagian kalium, jadi porsinya tetap dibatasi.
Cermati makanan kalengan dan kemasan. Hindari meminum atau memakai cairan dari buah dan sayur kalengan, juga cairan dari daging yang dimasak. Pada produk kemasan, hindari yang memakai zat aditif berbahan kalium.
Keluhan yang Perlu Diperiksakan ke Dokter
Kadar kalium yang terlalu tinggi atau terlalu rendah sering tidak menimbulkan keluhan. Bila muncul, keluhannya cenderung ringan dan samar, seperti otot lemah, kesemutan, mual, sembelit, rasa sangat lelah, atau jantung berdebar. Bila Anda memiliki faktor risiko, tanyakan ke dokter apakah kadar kalium darah perlu diperiksa.
Segera ke IGD bila jantung berdebar disertai irama tidak teratur, nyeri dada, atau sesak napas, khususnya pada orang dengan penyakit ginjal atau yang minum obat yang memengaruhi kalium. Perubahan kadar kalium yang mendadak dan berat termasuk kondisi gawat darurat.
Memantau Kadar Kalium lewat Tes Darah
Karena perubahan kadar kalium sering tidak terasa, tes darah menjadi cara untuk mengetahui angkanya. Pemeriksaan Kalium di Bumame mengukur kadar kalium sebagai bagian dari evaluasi keseimbangan elektrolit, dan relevan bagi orang dengan penyakit ginjal atau jantung, atau yang rutin minum diuretik. Pemeriksaan tidak memerlukan puasa dan tersedia secara Walk In maupun Home Care. Sampaikan obat dan suplemen yang rutin Anda konsumsi, dan tetap minum obat sesuai arahan tenaga medis.
Penuhi Kalium dari Beragam Makanan Segar
Bagi orang dewasa dengan ginjal sehat, menu beragam berisi sayur, buah, umbi, kacang, susu, dan ikan membantu mendekati kebutuhan kalium harian. Mulailah dengan menambah satu porsi sayur atau buah di setiap waktu makan. Prinsip yang sama berlaku saat memilih makanan yang mengandung kalsium.
Bila Anda memiliki penyakit ginjal, rutin minum obat tekanan darah, atau ragu soal batas kalium yang sesuai, bicarakan dengan dokter sebelum mengubah menu. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan. Untuk bertanya soal pemeriksaan kalium darah, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia.
National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI), National Institutes of Health. Your Guide to Lowering Your Blood Pressure With DASH.
MedlinePlus, National Library of Medicine. Potassium in diet.
Harvard T.H. Chan School of Public Health, The Nutrition Source. Potassium.
Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI. Garam Kalium untuk Hipertensi.
National Kidney Foundation. Potassium in Your CKD Diet.
National Kidney Foundation. Potassium.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/1634/2023 tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Penyakit Ginjal Kronik.
Ditinjau secara medis oleh dr. Arina Dyga Putri
Frequently Asked Question
Makanan apa saja yang mengandung kalium tinggi?
Kentang, ubi jalar, kacang kedelai, kacang merah, pisang, bayam, susu, dan yoghurt termasuk sumber kalium. Satu kentang sedang mengandung sekitar 926 mg kalium, sedangkan satu pisang sedang sekitar 420 mg.
Berapa kebutuhan kalium orang dewasa per hari?
Menurut Angka Kecukupan Gizi Kementerian Kesehatan, orang dewasa berusia 19 tahun ke atas membutuhkan 4.700 mg kalium per hari. Ibu menyusui membutuhkan tambahan 400 mg per hari.
Apakah makanan tinggi kalium membantu menurunkan tekanan darah?
Kalium membantu tubuh membuang natrium melalui urine dan membuat dinding pembuluh darah lebih rileks. Pola makan kaya sayur dan buah dapat membantu menjaga tekanan darah, tetapi pengobatan hipertensi tetap harus mengikuti arahan dokter.
Apakah penderita penyakit ginjal harus menghindari makanan tinggi kalium?
Tidak selalu. Pembatasan kalium bergantung pada tahap penyakit ginjal dan kadar kalium darah. Dokter atau ahli gizi akan menentukan jumlah yang sesuai berdasarkan kondisi masing-masing pasien.
Apakah garam kalium aman sebagai pengganti garam dapur?
Garam kalium dapat membantu mengurangi natrium, tetapi tidak cocok untuk semua orang. Penderita gangguan ginjal atau pengguna obat seperti diuretik dan ACE inhibitor perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakannya.
