Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Makanan ASI agar Bayi Gemuk: Daftar dan Tips
Kembali ke Artikel & Berita

Daftar Makanan ASI agar Bayi Gemuk tapi Tetap Sehat

SBATips Kesehatan

Setiap ibu pasti merasakan cemas jika berat badan anak belum naik seperti harapan ketika masih di awal prosesnya bertumbuh. Untuk mengatasinya, para ibu pun mulai mencari berbagai macam pilihan makanan ASI agar bayi gemuk.

Meski demikian, pertumbuhan optimal si kecil sebenarnya tidak selalu tergantung dari satu jenis makanan tertentu saja yang dikonsumsi sang Ibu. Perlu juga meninjau faktor-faktor lain seperti frekuensi menyusu, efektivitas perlekatan, dan pola makan seimbang menilai peningkatan berat badan anak.

Kenapa Berat Badan Bayi Bergantung pada Kualitas ASI?

ASI mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin B, C, asam folat, mineral, serta berbagai komponen lain yang dibutuhkan bayi. Komposisinya juga secara alami menyesuaikan kebutuhan bayi selama masa menyusui.

Menariknya, kualitas ASI tidak bisa dinilai hanya dari penampilan atau kekentalannya. ASI yang terlihat lebih encer bukan berarti “jelek” atau tidak bergizi. Bahkan, meskipun pola makan ibu tidak selalu ideal, ASI tetap menyediakan nutrisi yang dibutuhkan bayi pada enam bulan pertama. 

Meski begitu, ibu menyusui tetap membutuhkan pola makan sehat untuk memenuhi kebutuhan tubuh dan mendukung proses menyusui.

Selain itu, asupan ibu juga dapat memengaruhi beberapa komponen dalam ASI, sementara kebutuhan energi dan zat gizi ibu juga meningkat selama menyusui. Karena itu, pola makan seimbang jauh lebih penting daripada mengejar makanan tertentu agar bayi cepat gemuk.

Fakta sebenarnya, bayi yang sehat tidak harus selalu terlihat “gemuk”. Fokus yang lebih penting adalah berat dan panjang badannya bertambah sesuai pola pertumbuhannya.

Daftar Makanan Ibu Menyusui agar Bayi Gemuk

Kalau tujuan ibu adalah mendukung pertumbuhan bayi melalui ASI, pilih makanan ASI agar bayi gemuk yang tetap membantu memenuhi kebutuhan energi, protein, lemak sehat, vitamin, mineral, dan cairan. Berikut beberapa pilihan yang bisa masuk daftar menu sehari-hari.

1. Telur

Telur adalah pilihan bahan makanan yang praktis, mudah ditemukan, dan kaya protein. Protein dibutuhkan untuk membantu menjaga jaringan tubuh ibu sekaligus mendukung kebutuhan nutrisi selama masa menyusui.

2. Ikan

Ikan seperti salmon, kembung, sarden, atau jenis ikan lokal lain dapat menjadi sumber protein dan lemak. Selain itu, ikan juga menyediakan berbagai vitamin dan mineral. Jangan lupa untuk memilih ikan yang aman dikonsumsi dan pastikan dimasak hingga matang.

3. Daging dan Ayam

Daging dan ayam dapat membantu memenuhi kebutuhan protein, zat besi, dan beberapa vitamin B. Tidak perlu selalu memilih menu yang mahal. Potongan ayam, daging sapi, atau sumber protein hewani lain yang mudah didapat sudah bisa menjadi bagian dari menu harian.

4. Kacang-kacangan

Kacang tanah, kacang hijau, kacang kedelai, almond, dan kenari mengandung protein serta lemak. Bisa dikonsumsi sebagai bagian dari makanan utama atau camilan bagi ibu yang sedang menyusui.

5. Sayuran Hijau

Sayuran membantu melengkapi kebutuhan vitamin, mineral, dan serat. Opsi bayam, brokoli, kangkung, dan daun katuk bisa menjadi rekomendasi makanan ASI agar bayi gemuk. Hindari juga makanan olahan yang mengandung tinggi natrium karena dapat memberatkan kerja ginjal bayi yang masih dalam tahap perkembangan.

6. Buah-buahan

Tidak harus buah tertentu. Pisang, pepaya, jeruk, alpukat, apel, jambu, dan buah lokal lainnya juga sangat baik dikonsumsi secara bergantian. Alpukat, misalnya, menyediakan lemak tak jenuh, jeruk kaya akan vitamin C, dan pisang menyediakan kalium yang dapat menjadi bagian dari pola makan sehat ibu menyusui.

7. Karbohidrat yang Mengenyangkan

Nasi, kentang, ubi, jagung, oatmeal, atau sumber karbohidrat lain tetap dibutuhkan. Ibu menyusui tidak perlu takut makan karbohidrat selama porsinya sesuai kebutuhan. Intinya bukan mencari makanan untuk ASI agar bayi gemuk yang paling ampuh, melainkan memastikan menu harian cukup dan bervariasi.

Makanan Pelancar dan Memperbanyak ASI

Ada beberapa makanan yang sejak lama dikenal masyarakat sebagai makanan ASI agar bayi gemuk seperti daun katuk, daun kelor, pepaya, kacang hijau, dan ubi jalar ungu.

Meski begitu, bukan berarti mengonsumsi satu makanan tersebut otomatis membuat ASI melimpah pada setiap ibu. Produksi ASI juga sangat berkaitan dengan seberapa sering bayi menyusu dan seberapa efektif pelekatan bayi pada payudara.

Jika ingin membantu menjaga produksi ASI, Anda bisa melakukan kebiasaan sederhana seperti berikut:

  • Susui bayi sesuai tanda lapar, termasuk pada malam hari.

  • Pastikan posisi dan pelekatan bayi nyaman.

  • Hindari terlalu sering melewatkan sesi menyusui atau memompa jika memang perlu memerah ASI.

  • Cukupi kebutuhan makan dan minum ibu.

  • Beristirahat sebisa mungkin dan minta bantuan keluarga ketika tubuh mulai kelelahan.

Selain itu, minum air putih karena sebagian ASI terdiri dari air, sehingga menjaga tubuh tetap terhidrasi dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan ibu.

Mitos vs Fakta Makanan Penambah Berat Badan Bayi

Berikut deretan mitos serta fakta terkait apa saja makanan ASI agar bayi gemuk.

Mitos: Semakin banyak ibu makan, bayi pasti semakin gemuk.

Fakta: Jumlah makanan yang banyak tidak otomatis membuat berat bayi naik. Yang lebih penting adalah kecukupan dan keseimbangan zat gizi, serta efektivitas bayi mendapatkan ASI.

Mitos: ASI encer berarti kurang bergizi.

Fakta: Tampilan ASI tidak bisa digunakan sebagai patokan sederhana untuk menilai kualitas ASI. Bayi yang mendapat ASI cukup dapat tumbuh dengan baik meskipun ASI terlihat encer.

Mitos: Ibu menyusui harus menghindari banyak makanan agar ASI tidak “bermasalah”.

Fakta: Pantangan makanan yang terlalu banyak justru berisiko membuat pola makan ibu kurang beragam sehingga memengaruhi akses ibu terhadap asupan gizi.

Mitos: Bayi harus terlihat chubby agar dianggap sehat.

Fakta: Penilaian pertumbuhan tidak hanya berdasarkan pipi atau lipatan tubuh bayi. Berat badan, panjang/tinggi badan, dan pola pertumbuhan dari waktu ke waktu perlu dilihat secara menyeluruh.

Tanda Bayi Cukup ASI

Daripada menebak-nebak dari bentuk tubuh bayi, ada beberapa tanda yang bisa diperhatikan. Bayi yang cukup mendapatkan ASI umumnya memiliki ciri berikut:

  • menyusu secara rutin 8–12 kali dalam 24 jam, 

  • terdengar atau terlihat menelan ketika menyusu, 

  • tampak lebih tenang setelah menyusu, 

  • memiliki cukup popok basah, 

  • berat badannya bertambah secara bertahap, dan

  • jumlah popok basah sekitar enam atau lebih per hari.

Selain ciri di atas, ada ciri yang tidak tidak kalah penting yaitu tren berat badan. Bayi memang dapat mengalami penurunan berat badan pada hari-hari pertama setelah lahir, tetapi kemudian diharapkan kembali ke berat lahir dan melanjutkan pertumbuhan.

Kapan Perlu Cek Tumbuh Kembang Anak?

Tidak perlu menunggu bayi terlihat sangat kurus atau mengalami masalah makan untuk mulai memerhatikan pertumbuhannya. Selain mengonsumsi makanan ASI agar bayi gemuk, pemantauan rutin juga penting untuk melihat apakah berat dan panjang badan anak berkembang sesuai usianya.

Sebaiknya konsultasikan kepada dokter atau tenaga kesehatan bila berat badan bayi tidak bertambah seperti yang diharapkan, terus mengalami penurunan berat badan, sulit menyusu, tampak sangat lemas, jumlah popok basah berkurang, atau ibu merasa bayi tidak mendapatkan ASI dengan cukup.

Pemeriksaan tumbuh kembang juga dapat membantu mencari faktor lain yang mungkin berkaitan dengan pertumbuhan anak. Jadi, fokusnya bukan sekadar “bagaimana membuat bayi lebih gemuk”, melainkan memastikan ia tumbuh dan berkembang sesuai kebutuhannya.

Bila orang tua ingin mendapatkan gambaran lebih lengkap mengenai kondisi yang dapat berkaitan dengan tumbuh kembang anak, Paket Tumbuh Kembang Basic dari Bumame dengan harga Rp705.000,00 dapat menjadi salah satu pilihan pemeriksaan yang relevan.

Paket ini mencakup pemeriksaan hematologi lengkap, glukosa sewaktu, serum iron (SI), TIBC, dan ferritin. Pemeriksaan tersebut dapat memberikan informasi mengenai kondisi darah serta status zat besi, yang dapat menjadi bagian dari evaluasi ketika terdapat kekhawatiran tertentu mengenai tumbuh kembang anak.

Wujudkan Berat Badan Ideal Si Kecil dengan Nutrisi Tepat

Kesimpulannya, ibu tidak perlu mengejar target bayi harus terlihat gemuk. Hal yang lebih penting adalah bayi mendapatkan ASI dengan cukup, ibu memperoleh makanan bergizi, dan pertumbuhan anak dipantau secara berkala. 

Ketika ada kekhawatiran mengenai berat badan atau tumbuh kembang, jangan ragu membicarakannya dengan tenaga kesehatan. Dengan begitu, orang tua bisa mendapatkan gambaran yang lebih jelas tanpa harus bergantung pada mitos tentang makanan ASI agar bayi gemuk.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

References:

  1. National Library of Medicine. (2020). Breast Milk, a Source of Beneficial Microbes and Associated Benefits for Infant Health. 

  2. Kemenkes. (2023). Moms, Konsumsi Makanan Ini Agar ASI Melimpah.

  3. National Library of Medicine. (2025). Pregnant Women's Breast Milk and Breastfeeding Myths and Associated Factors: A Case of Refugee and Non‐Refugee Women.

  4. Clinical Guidance in Breastfeeding - Physiology, Success, and Challenges. (2025). Understanding Insufficient Maternal Milk Production: Clinical Causes and Remedies.

  5. Parenting Science. (2018). The newborn feeding schedule: The evidence for feeding on cue, and avoiding regimented, strictly-timed meals. 

Ditinjau secara medis oleh dr. Denizha Irfani

Frequently Asked Question

Apa makanan terbaik agar bayi cepat gemuk?
Tidak ada satu makanan yang secara khusus membuat bayi cepat gemuk melalui ASI. Ibu sebaiknya mengonsumsi makanan beragam yang mencakup protein, karbohidrat, lemak sehat, sayur, buah, serta cukup cairan. 
Apakah produk susu wajib dikonsumsi ibu menyusui agar ASI bagus?

Tidak wajib. Produk susu dapat menjadi salah satu sumber nutrisi, tetapi kebutuhan ibu menyusui juga dapat dipenuhi melalui beragam makanan dengan pola makan yang seimbang. 

Apakah daun katuk benar-benar bisa memperbanyak ASI?
Daun katuk telah diteliti terkait produksi ASI, tetapi respons setiap ibu dapat berbeda. Produksi ASI juga dipengaruhi frekuensi menyusui, pelekatan bayi, kondisi ibu, dan dukungan menyusui. 
Kalau bayi tidak gemuk, apakah ASI ibu pasti kurang?
Belum tentu. Pertumbuhan bayi dipengaruhi banyak faktor sehingga perlu melihat pola pertumbuhan, frekuensi menyusu, jumlah popok basah, kemampuan menyusu, dan kondisi kesehatan secara keseluruhan. 
Kapan bayi mulai membutuhkan makanan selain ASI?

Makanan pendamping ASI mulai diberikan sekitar usia 6 bulan, sambil tetap melanjutkan pemberian ASI. Pada usia tersebut, kebutuhan energi dan zat gizi bayi mulai lebih besar daripada yang dapat dipenuhi ASI saja.