Sepulang kerja, sebagian orang menuang segenggam garam ke ember berisi air hangat lalu merendam kaki sambil bersantai. Ada juga yang menaburkan garam Epsom ke bak mandi, atau sengaja berendam di laut saat liburan karena percaya air asin menyehatkan kulit.
Penelitian tentang manfaatnya ternyata masih sedikit. Ada pula kebiasaan yang justru membawa risiko, seperti membiarkan luka terbuka terkena air laut atau merendam kaki yang sudah mati rasa.
Mandi garam juga dikenal sebagai tradisi di sebagian masyarakat. Artikel ini membahas sisi kesehatannya, yaitu temuan penelitian, beda jenis garam, cara berendam yang lebih aman, siapa yang perlu berhati-hati, dan kapan perlu ke dokter.
Seberapa Kuat Bukti Manfaat Mandi Air Garam?
Jawaban singkatnya, buktinya masih terbatas. Untuk psoriasis, kajian sistematis menilai kepastian bukti rendaman garam yang dipadukan dengan penyinaran lampu khusus masih rendah.
Untuk eksim, National Eczema Association (NEA) menyebut bukti ilmiah untuk rendaman garam dan cara rumahan sejenisnya sering kali sangat minim.
Klaim bahwa garam Epsom memasukkan magnesium ke tubuh lewat kulit juga belum didukung bukti ilmiah, menurut sebuah kajian tahun 2017.
Di Indonesia, rendam kaki dengan air hangat dan garam juga sudah diteliti. Satu penelitian pada 82 penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi di Kecamatan Sokaraja mencatat rata-rata tekanan darah turun dari 151/88 mmHg menjadi 136/81 mmHg setelah rendam kaki. Penelitian ini hanya memakai satu kelompok tanpa pembanding, sehingga peran garamnya belum bisa dipisahkan dari efek air hangat.
Garam Dapur, Garam Laut, dan Garam Epsom, Apa Bedanya?
Kandungan garam untuk berendam berbeda-beda, begitu pula temuan penelitiannya.
Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.
Manfaat yang Sering Disebut dan Batasannya
1. Bercak Bersisik pada Psoriasis
Psoriasis adalah peradangan kulit kronis yang dipengaruhi sistem imun, dengan bercak merah bersisik keperakan. Berendam di Laut Mati sambil berjemur bisa memperbaiki bercak tersebut, tetapi cara ini kurang praktis bagi kebanyakan pasien. Penelitian lalu menirunya dengan rendaman air garam di dalam ruangan, diikuti penyinaran lampu ultraviolet B (UVB).
Kajian Cochrane merangkum 8 uji klinis dengan 1.976 peserta yang dianalisis. Dibanding penyinaran UVB saja, kombinasi rendaman garam dan UVB mungkin membantu meredakan psoriasis, dengan kepastian bukti yang rendah. Dua penelitian yang mendukung hasil ini berasal dari kelompok peneliti yang sama, dan salah satunya didanai asosiasi spa di Jerman.
Rendaman garam di rumah tanpa penyinaran belum tentu memberi efek yang sama. Bila Anda hidup dengan psoriasis, bicarakan pilihan perawatannya dengan dokter kulit.
2. Kulit Kering dan Gatal pada Eksim
NEA menyebut garam Epsom atau garam Laut Mati di air rendaman mungkin membantu meredakan gejala eksim. Di sisi lain, air garam bisa terasa perih, terutama pada kulit yang terbuka atau sedang meradang berat, sehingga keluhan justru bisa bertambah.
NEA menyarankan konsultasi dengan dokter kulit sebelum menambahkan rendaman garam ke perawatan eksim. Setelah mandi, oleskan pelembap saat kulit masih sedikit lembap untuk membantu merawat eksim kering.
3. Pegal dan Otot yang Tegang
Rendaman garam sering dipakai untuk meredakan pegal, dan garam Epsom gencar dipasarkan sebagai cara memasukkan magnesium lewat kulit. Kenyataannya, kemampuan kulit sehat menyerap zat dari luar sangat terbatas. Lapisan luar kulit membentuk pelindung yang menolak air, dan magnesium yang terlarut dalam air sulit menembusnya.
Salah satu penelitian yang dipakai untuk mendukung klaim ini melibatkan 19 orang yang berendam garam Epsom 12 menit sehari selama 7 hari. Kualitasnya dinilai meragukan, dan hasilnya hanya dimuat di situs komersial kelompok industri garam Epsom tanpa telaah sejawat.
Rendaman garam umumnya memakai air hangat, sehingga rasa rileks yang muncul sulit dipisahkan dari efek suhu airnya. Air hangat dan air dingin pun bekerja dengan cara berbeda, jadi timbang manfaat mandi air hangat dan manfaat mandi air dingin sesuai kondisi tubuh Anda.
Bila Anda khawatir kekurangan magnesium, misalnya karena sering kram otot, bicarakan kebutuhan magnesium harian Anda dengan dokter. Menurut kajian tadi, asupan magnesium lewat mulut untuk mengatasi kekurangannya sudah diteliti secara rinci.
4. Kuku Kaki Tebal dan Kaki yang Lelah
Artikel Kemenkes menyebut rendaman air garam melunakkan kuku kaki yang tebal sehingga lebih mudah dirapikan, dan rendaman air hangat bergaram bisa membantu menghilangkan pegal. Artikel yang sama menegaskan rendaman ini hanya terapi pendamping. Infeksi jamur, kuku yang tumbuh ke dalam, atau kaki yang nyeri tetap perlu diperiksakan bila tidak membaik.
Langkah Berendam Air Garam yang Lebih Aman
Bila ingin mencoba, perhatikan langkah berikut:
Pakai air hangat suam-suam kuku. Mandi atau berendam lama dengan air panas bisa membuat kulit kering, dan pada psoriasis bisa memicu kekambuhan. Cek suhu air dengan siku sebelum berendam, terutama bila rasa di kulit kaki Anda berkurang.
Larutkan garam sampai habis. Takaran yang dipakai berbeda-beda. NEA menyebut 1 sampai 2 cangkir garam Epsom atau garam Laut Mati untuk satu bak rendaman, sedangkan artikel Kemenkes memakai setengah sendok garam dalam wadah air hangat untuk rendam kaki.
Hindari menggosok kulit dengan butiran garam. Lulur kasar, spons, dan waslap bisa mengiritasi kulit yang sensitif. Bersihkan kulit dengan lembut memakai tangan.
Batasi waktunya. Untuk kulit yang mudah kering seperti pada psoriasis, American Academy of Dermatology (AAD) menyarankan cukup sekali mandi dalam sehari dan berendam tidak lebih dari 15 menit.
Keringkan dengan lembut, lalu pakai pelembap. Tepuk kulit dengan handuk dan biarkan sedikit lembap. Oleskan pelembap tanpa pewangi dalam 5 menit setelah mandi.
Hentikan bila kulit terasa perih. Rasa perih, gatal hebat, atau kemerahan setelah berendam bisa menandakan kulit teriritasi. Bilas dengan air bersih dan tanyakan ke dokter sebelum mencobanya lagi.
Lindungi luka saat berendam di laut. Luka terbuka, termasuk bekas operasi, tindik, dan tato baru, sebaiknya dijauhkan dari air laut. Bila sulit dihindari, tutup luka dengan plester tahan air, lalu cuci dengan sabun dan air bersih mengalir setelahnya.
Siapa yang Sebaiknya Menunda Berendam Air Garam?
Beberapa kondisi membuat rendaman garam perlu dibicarakan dulu dengan dokter:
Penyandang diabetes atau gangguan peredaran darah. Artikel Kemenkes menyarankan kelompok ini berkonsultasi dengan dokter sebelum merendam kaki di air garam. Diabetes bisa merusak saraf kaki, kondisi yang disebut neuropati diabetik, sehingga kaki bisa terbakar air panas tanpa terasa. NIDDK bahkan menyarankan penyandang diabetes tidak merendam kaki karena kulit bisa terlalu kering. Cuci kaki dengan air bersuhu sekitar 32 sampai 35 derajat Celsius, dan pelajari perawatan luka diabetes bila sudah ada lecet.
Orang dengan luka terbuka atau penyakit hati. Garam bisa membuat luka terasa perih, dan air laut membawa risiko infeksi Vibrio. CDC menyebut langkah pencegahan infeksi ini terutama penting bagi orang dengan penyakit hati.
Orang dengan eksim atau psoriasis yang sedang kambuh berat. Kulit yang meradang lebih mudah perih, jadi tanyakan dulu ke dokter kulit.
Penderita hipertensi yang berharap tensi turun lewat rendam kaki. Penelitian rendam kaki yang disebut di atas belum memakai kelompok pembanding. Tetap minum obat sesuai anjuran dokter dan jadikan rendam kaki sebatas waktu bersantai.
Tanda Kulit atau Kaki Perlu Diperiksa setelah Berendam
Periksakan diri ke dokter bila muncul keluhan berikut:
Kulit kaki merah, hangat, atau nyeri. Menurut NIDDK, tanda ini bisa mengarah pada infeksi. Segera hubungi dokter, terutama bila keluhan muncul setelah luka terkena air laut.
Luka atau lecet yang tidak kunjung membaik. NIDDK menyarankan penyandang diabetes segera menghubungi tenaga kesehatan bila luka, lecet, atau memar di kaki belum mulai sembuh setelah beberapa hari. Pada diabetes, aliran darah ke kaki bisa berkurang sehingga luka lebih sulit pulih.
Ruam, perih, atau gatal yang menetap. Keluhan yang bertahan setelah Anda berhenti berendam bisa berasal dari iritasi atau dermatitis, yaitu peradangan kulit. Dokter bisa menelusuri pemicunya.
Eksim atau psoriasis yang tidak membaik. Dokter kulit bisa menilai pilihan perawatan lain, termasuk penyinaran UVB untuk psoriasis.
Pegal yang tidak hilang setelah beristirahat. Pegal yang menetap perlu diperiksakan agar penyebab badan sakit semua bisa ditemukan.
Pemeriksaan kesehatan atau medical check up juga membantu dokter melihat kondisi Anda secara menyeluruh, misalnya bila Anda mengalami kaki sering kesemutan, yang pada penyandang diabetes bisa berkaitan dengan kerusakan saraf.
Berendam Secukupnya dan Rawat Kulit dengan Lembut
Mandi air garam bisa menjadi waktu bersantai yang menyenangkan bila dilakukan dengan air suam-suam kuku, waktu singkat, dan kulit yang utuh. Manfaatnya bagi kulit masih perlu dibuktikan lewat penelitian yang lebih besar, sehingga perawatan dari dokter tetap menjadi pegangan untuk psoriasis, eksim, dan luka.
Mulailah dari kebiasaan kecil, seperti memakai pelembap setelah mandi dan memeriksa kaki setiap hari bila Anda penyandang diabetes. Bila Anda ingin berdiskusi tentang keluhan kulit atau pemeriksaan kesehatan, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi
Cochrane. Indoor Bathing in Salt Water Followed by Exposure to Artificial Ultraviolet B Light for Chronic Plaque Psoriasis.
National Eczema Association. Bathing and Eczema.
Gröber U, Werner T, Vormann J, Kisters K. Nutrients. Myth or Reality – Transdermal Magnesium?
Suwarno NFC, Ulfah M, Khasanah S. Jurnal Kesehatan Amanah. Pengaruh Terapi Rendam Kaki dengan Air Hangat dan Garam terhadap Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi di Desa Jompo Kulon Kecamatan Sokaraja.
Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI. Manfaat Merendam Kaki dalam Air Garam.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Preventing Vibrio Infection.
American Academy of Dermatology. 8 Ways to Stop Baths and Showers from Worsening Your Psoriasis.
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). Diabetes & Foot Problems.
Ditinjau secara medis oleh dr. Andika Yusuf Ramadhan, M.Biomed
Frequently Asked Question
Apa manfaat mandi air garam untuk kulit?
Rendaman garam yang diikuti penyinaran ultraviolet B (UVB) mungkin membantu meredakan psoriasis. Garam Epsom atau garam Laut Mati juga mungkin membantu meredakan gejala eksim pada sebagian orang, tetapi bukti ilmiahnya masih terbatas.
Garam apa yang bisa digunakan untuk mandi air garam?
Garam dapur, garam laut, dan garam Epsom sering digunakan untuk berendam. Garam Epsom mengandung magnesium sulfat, tetapi klaim bahwa magnesium dapat diserap tubuh melalui kulit belum didukung bukti ilmiah yang memadai.
Berapa lama sebaiknya berendam air garam?
Untuk kulit yang mudah kering, American Academy of Dermatology menyarankan berendam tidak lebih dari 15 menit menggunakan air hangat suam-suam kuku. Setelah mandi, keringkan kulit dengan lembut dan oleskan pelembap tanpa pewangi dalam lima menit.
Apakah luka terbuka boleh terkena air laut?
Sebaiknya hindari paparan air laut pada luka terbuka karena bakteri Vibrio dapat masuk melalui luka dan menyebabkan infeksi. Jika paparan tidak dapat dihindari, tutup luka dengan plester tahan air, lalu bersihkan menggunakan sabun dan air bersih mengalir setelahnya.
Apakah penderita diabetes boleh merendam kaki dengan air garam hangat?
Penderita diabetes sebaiknya tidak merendam kaki tanpa berkonsultasi dengan dokter. Kerusakan saraf dapat membuat kaki tidak merasakan suhu panas, sedangkan perendaman bisa menyebabkan kulit terlalu kering. Gunakan air bersuhu sekitar 32–35°C untuk mencuci kaki dan periksa kondisi kulit secara rutin.
