Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Manfaat Putih Telur sebagai Sumber Protein Rendah Lemak dan Kaitannya dengan Albumin Darah
Kembali ke Artikel & Berita

Manfaat Putih Telur sebagai Sumber Protein Rendah Lemak dan Kaitannya dengan Albumin Darah

SBATips Kesehatan

Saat ada keluarga yang dirawat di rumah sakit, putih telur rebus sering ikut dibawakan dari rumah dengan harapan kadar albumin pasien cepat naik. Di tempat lain, ada yang rutin meminum putih telur mentah setelah berolahraga. Alasannya sederhana, yaitu tambahan protein yang praktis.

Putih telur memang padat protein dan hampir tanpa lemak. Meski begitu, beberapa anggapan tentangnya perlu diluruskan, misalnya bahwa albumin telur langsung berpindah menjadi albumin darah atau bahwa putih telur mentah lebih bergizi.

Artikel ini membahas kandungan gizi putih telur, manfaatnya, hubungannya dengan kadar albumin darah, alasan perlu dimasak matang, siapa yang perlu berhati-hati, dan kapan perlu ke dokter.

Kandungan Gizi dalam Sebutir Putih Telur

Sebagian besar isi putih telur adalah air. Data FoodData Central milik Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) mencatat 100 gram putih telur ayam mentah berisi sekitar 87,6 gram air, 10,9 gram protein, 0,17 gram lemak, dan 52 kalori, tanpa kolesterol.

Putih dari sebutir telur ukuran besar beratnya sekitar 33 gram, sehingga satu putih telur menyumbang kira-kira 3,6 gram protein dan 17 kalori. Kementerian Kesehatan juga mencatat kadar protein putih telur sekitar 10,9 persen dengan lemak dalam jumlah kecil. Protein telur tergolong bermutu tinggi dan mudah dicerna.

Putih Telur atau Telur Utuh, Apa Bedanya untuk Gizi Harian?

Tabel berikut dihitung dari data USDA untuk telur ayam mentah ukuran besar.

Zat Gizi

Putih Telur (33 gram)

Telur Utuh (50 gram)

Energi

17 kalori

72 kalori

Protein

3,6 gram

6,3 gram

Lemak

Kurang dari 0,1 gram

4,8 gram

Kolesterol

0 mg

186 mg

Vitamin D

0 mikrogram

1 mikrogram

Kolin

0,4 mg

147 mg

Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.

Dari sekitar 6,3 gram protein sebutir telur ukuran besar, kira-kira 3,6 gram berasal dari putihnya. Sebaliknya, hampir seluruh lemak, kolesterol, vitamin A, vitamin D, dan kolin berada di kuning telur.

Bagi orang sehat, telur utuh memberi gizi yang lebih beragam, dan manfaat kuning telur ikut hilang bila bagian ini selalu dibuang. Putih telur saja lebih cocok bila dokter meminta Anda membatasi lemak atau kolesterol.

Manfaat Putih Telur yang Didukung Data Gizi

Manfaat putih telur bersumber dari proteinnya yang padat serta lemak dan kalorinya yang rendah. Berikut manfaat yang bisa Anda peroleh:

  • Membantu mencukupi kebutuhan protein. Protein dipakai tubuh untuk pertumbuhan, menjaga sel dan jaringan, serta mengganti sel yang rusak. Pedoman Gizi Seimbang juga menyebut protein hewani memiliki komposisi asam amino yang lebih lengkap dan mudah diserap. Asupan protein yang cukup ikut menopang fungsi otot.

  • Menambah protein tanpa banyak kalori. Satu putih telur besar hanya berisi sekitar 17 kalori, sehingga mudah dimasukkan ke menu orang yang sedang membatasi kalori. Target pribadi Anda bisa diperkirakan lewat cara menghitung protein harian.

  • Lauk rendah lemak tanpa kolesterol. Dalam Pedoman Gizi Seimbang, dua setengah butir putih telur ayam (65 gram) setara satu porsi lauk rendah lemak berisi 7 gram protein, 2 gram lemak, dan 50 kalori. Sebutir telur utuh (55 gram) memberi protein yang sama dengan 5 gram lemak dan 75 kalori. Pilihan ini membantu orang yang sedang menjaga kadar kolesterol normal.

Albumin Putih Telur dan Albumin Darah, Apakah Sama?

Zat gizi utama putih telur adalah protein albumin, dengan ovalbumin sebagai jenis yang dominan. Albumin darah berbeda asal dan tugasnya. Protein ini dibuat oleh hati manusia, menjaga cairan darah agar tetap berada di dalam pembuluh darah, dan membantu mengangkut hormon, vitamin, serta enzim. Dokter membaca hasil pemeriksaannya dengan acuan nilai normal albumin dari laboratorium.

Hati membuat albumin dari pasokan asam amino yang berasal dari protein makanan. Bila pasokan ini kurang, pembentukan albumin ikut terganggu. Di titik ini putih telur berperan sebagai sumber protein bermutu yang menyediakan bahan bakunya. Asupan energi juga perlu cukup agar protein benar-benar dipakai untuk membentuk protein tubuh, termasuk albumin.

Sebuah penelitian di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta dan RSUD Panembahan Senopati Bantul menganalisis data 52 pasien dewasa dengan hipoalbuminemia, yaitu kadar albumin darah di bawah normal. Satu kelompok mendapat makanan rumah sakit ditambah jus dari 40 gram putih telur matang, buah segar, dan sedikit gula, tiga kali sehari selama 7 hari. Kelompok pembanding mendapat makanan rumah sakit ditambah putih telur sebagai lauk.

Kenaikan albumin pada kelompok jus lebih tinggi secara bermakna. Peneliti mencatat putih telur dalam bentuk lauk sering tersisa di piring, sedangkan jus buatan ahli gizi rumah sakit lebih mudah diterima sehingga asupan energi dan protein pasien bertambah. Pasien penyakit ginjal kronis dan pasien yang alergi putih telur tidak diikutkan dalam penelitian ini.

Kadar albumin yang rendah juga bisa menandakan penyakit hati, penyakit ginjal, infeksi, gangguan pencernaan, atau luka bakar luas. Karena itu, putih telur membantu sebagai bagian dari rencana makan, sementara penanganan hipoalbuminemia tetap mengikuti penyebab yang ditemukan dokter.

Alasan Putih Telur Sebaiknya Dimasak Matang

Sebagian orang meminum putih telur mentah karena dianggap praktis dan lebih bergizi. Ada dua alasan untuk memasaknya lebih dulu.

Alasan pertama adalah bakteri Salmonella. Menurut FDA Amerika Serikat, telur segar dengan cangkang yang bersih dan tidak retak pun bisa mengandung bakteri ini. Infeksinya umumnya menimbulkan diare, demam, kram perut, dan muntah 12 sampai 72 jam kemudian, dengan keluhan yang biasanya berlangsung 4 sampai 7 hari. Pada sebagian orang, diarenya cukup berat hingga perlu dirawat.

Alasan kedua berkaitan dengan biotin atau vitamin B7. Telur mentah mengandung avidin, protein yang bisa mengikat biotin sehingga vitamin ini sulit diserap. Pemanasan memecah avidin, sehingga telur matang tidak menimbulkan masalah ini. Kekurangan biotin jarang terjadi, dan tandanya antara lain rambut menipis, ruam bersisik di sekitar mata, hidung, dan mulut, serta kuku rapuh.

Agar manfaat putih telur didapat dengan aman, terapkan kebiasaan berikut:

  • Masak hingga padat. Masak putih dan kuning telur sampai keduanya padat, baik direbus, dikukus, maupun diorak-arik. Telur orak-arik sebaiknya tidak lagi berair.

  • Pakai telur pasteurisasi untuk resep mentah. Resep yang memakai telur mentah atau setengah matang, seperti saus salad dan es krim buatan rumah, sebaiknya memakai telur yang sudah dipasteurisasi. Langkah ini menurunkan risiko Salmonella.

  • Pilih, simpan, dan tangani dengan bersih. Pilih telur yang cangkangnya bersih dan tidak retak, lalu simpan di lemari es. Cuci tangan, peralatan, dan permukaan dapur dengan air panas dan sabun setelah menyentuh telur mentah.

Kondisi yang Membutuhkan Penyesuaian Konsumsi Putih Telur

Beberapa kelompok berikut perlu lebih cermat saat mengonsumsi putih telur:

  • Orang dengan alergi telur. Alergi terhadap protein putih telur lebih sering ditemukan daripada alergi kuning telur. Penderita alergi telur dianjurkan menghindari telur sepenuhnya karena putih dan kuning telur tidak bisa dipisahkan dengan sempurna. Kondisi ini termasuk alergi makanan yang cukup sering dialami anak, dan banyak anak bisa sembuh seiring bertambahnya usia.

  • Anak, lansia, ibu hamil, dan orang dengan daya tahan tubuh lemah. Kelompok ini lebih berisiko sakit berat bila terinfeksi Salmonella. Sajikan putih telur yang benar-benar matang dan hindari minuman atau saus berbahan telur mentah.

  • Pasien penyakit ginjal, penyakit hati, atau albumin rendah. Kebutuhan protein pada kondisi ini perlu diatur bersama dokter dan ahli gizi. Bicarakan dulu rencana menambah banyak putih telur, apalagi bila Anda memiliki gangguan metabolisme protein.

  • Orang yang hanya mengandalkan putih telur. Tidak ada satu jenis makanan yang mengandung semua zat gizi. Padukan putih telur dengan sayur, buah, dan lauk lain agar kebutuhan nutrisi harian terpenuhi.

Kapan Keluhan Perlu Diperiksakan ke Dokter?

Segera ke IGD bila muncul sesak napas, pembengkakan tenggorokan, atau pusing setelah makan telur atau makanan berbahan telur. Tanda ini bisa mengarah pada anafilaksis, yaitu reaksi alergi berat yang perlu segera ditangani.

Periksakan diri ke dokter bila mengalami kondisi berikut:

  • Keluhan setelah makan telur. Biduran, ruam, hidung berair, nyeri perut, muntah, atau diare tidak lama setelah makan telur bisa menandakan alergi. Dokter bisa menelusuri pemicunya lewat tes alergi berupa tes tusuk kulit, tes darah, atau uji makan bertahap di bawah pengawasan.

  • Diare dan demam setelah makan telur mentah. Hubungi dokter bila diare, demam, dan kram perut muncul setelah makan telur mentah atau setengah matang. Diare berat, serta keluhan pada anak, lansia, dan ibu hamil, perlu segera diperiksa.

  • Tanda gangguan hati atau ginjal. Bengkak di kaki atau kelopak mata, urine berbusa, kulit dan mata menguning, atau mudah lelah perlu diperiksakan. Keluhan ini bisa berkaitan dengan gangguan fungsi hati atau ginjal yang memengaruhi kadar albumin.

Peran Tes Albumin dalam Menilai Status Protein Tubuh

Kadar albumin darah dipengaruhi kerja hati, kebocoran protein lewat ginjal, dan kecukupan gizi. Karena itu, dokter memakai pemeriksaan ini untuk menilai kesehatan umum dan status gizi.

Bila dokter menyarankan, pemeriksaan Albumin di Bumame memakai sampel darah tanpa perlu puasa, dan hasilnya bisa diperoleh dalam 1x24 jam. Layanan ini tersedia secara Walk In maupun Home Care.

Masak Matang dan Padukan Putih Telur dengan Menu Beragam

Putih telur adalah sumber protein praktis yang rendah kalori, rendah lemak, dan bebas kolesterol. Manfaatnya didapat dengan aman bila putih telur dimasak matang, dipadukan dengan menu beragam, dan disesuaikan dengan kondisi kesehatan Anda.

Bila Anda ingin berdiskusi tentang pemeriksaan kesehatan sebelum mengubah pola makan, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. U.S. Department of Agriculture, Agricultural Research Service — FoodData Central SR Legacy, Egg, White, Raw, Fresh (FDC 172183) and Egg, Whole, Raw, Fresh (FDC 171287).

  2. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI — Telur dan Kandungannya.

  3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia — Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 41 Tahun 2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang.

  4. Syamsiatun NH, Siswati T, Jurnal Gizi Klinik Indonesia, Universitas Gadjah Mada — Pemberian Ekstra Jus Putih Telur terhadap Kadar Albumin dan Hb pada Penderita Hipoalbuminemia.

  5. MedlinePlus, National Library of Medicine — Albumin Blood Test.

  6. U.S. Food and Drug Administration (FDA) — What You Need to Know About Egg Safety.

  7. Harvard T.H. Chan School of Public Health, The Nutrition Source — Biotin, Vitamin B7.

  8. American College of Allergy, Asthma and Immunology (ACAAI) — Egg Allergy.

Ditinjau secara medis oleh dr. Andika Yusuf Ramadhan, M.Biomed

Frequently Asked Question

Apa manfaat putih telur untuk tubuh?

Putih telur menyediakan protein bermutu dengan kalori rendah, hampir tanpa lemak, dan tanpa kolesterol. Proteinnya membantu pertumbuhan, pemeliharaan jaringan, serta penggantian sel yang rusak.

Berapa protein dalam satu putih telur?

Putih dari sebutir telur ayam ukuran besar, sekitar 33 gram, mengandung sekitar 3,6 gram protein dan 17 kalori berdasarkan data USDA.

Apakah makan putih telur bisa menaikkan albumin darah?

Putih telur menyediakan protein yang dapat digunakan hati untuk membentuk albumin. Penelitian pada pasien dengan hipoalbuminemia menemukan kenaikan albumin lebih tinggi pada kelompok yang mendapat jus putih telur matang. Namun, albumin rendah dapat disebabkan berbagai penyakit sehingga penyebabnya tetap perlu diperiksa dan ditangani dokter.

Apakah putih telur mentah lebih baik daripada putih telur matang?

Tidak. Putih telur mentah berisiko mengandung bakteri Salmonella dan memiliki protein avidin yang dapat menghambat penyerapan biotin. Memasak telur hingga matang membantu mengurangi risiko infeksi dan memecah avidin.

Apakah penderita alergi telur boleh makan putih telurnya saja?

Tidak dianjurkan. Alergi terhadap protein putih telur cukup umum, dan putih serta kuning telur tidak dapat dipisahkan dengan sempurna. Penderita alergi telur sebaiknya menghindari telur dan berkonsultasi dengan dokter mengenai penanganannya.