Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Menyusui sambil Tiduran: Cara Aman dan Risikonya bagi Bayi
Kembali ke Artikel & Berita

Menyusui sambil Tiduran: Cara Aman dan Risikonya bagi Bayi

SBATips Kesehatan

Tengah malam, bayi kembali terbangun dan mencari payudara. Duduk tegak sambil menahan kantuk terasa berat, sehingga banyak ibu memilih berbaring miring dan menyusui di kasur. Nasihat dari keluarga kadang membuat ragu, mulai dari takut bayi tersedak sampai anggapan bahwa posisi ini memicu infeksi telinga.

Posisi berbaring sebenarnya tercantum dalam panduan menyusui dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Hal yang lebih perlu diperhatikan adalah apa yang terjadi bila ibu ikut tertidur, karena kasur orang dewasa dengan bantal dan selimutnya tidak dirancang untuk tidur bayi.

Artikel ini membahas manfaat dan langkah posisi berbaring, risiko saat ibu tertidur, anggapan soal infeksi telinga dan tersedak, serta kapan perlu ke dokter.

Bolehkah Menyusui sambil Tiduran?

Boleh. IDAI mencantumkan posisi berbaring miring sebagai salah satu posisi menyusui. Laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga menyebut posisi menyusui sebaiknya senyaman mungkin, bisa berbaring atau duduk.

Perlu dibedakan antara menyusui sambil berbaring dan tidur bersama bayi di kasur orang dewasa. Selama Anda terjaga dan perlekatan bayi baik, posisi berbaring bisa menjadi pilihan sehari-hari. Risikonya muncul bila ibu ikut terlelap dan bayi tetap berada di antara bantal dan selimut. IDAI menyarankan bayi tidak dibiarkan tidur di ranjang dewasa karena berisiko terbekap atau terperangkap.

Menyusui sendiri memberi perlindungan bagi bayi. American Academy of Pediatrics (AAP) menyebut ASI membantu menurunkan risiko sudden infant death syndrome (SIDS) atau sindrom kematian bayi mendadak. IDAI juga mencatat ASI eksklusif sebagai salah satu faktor yang menurunkan risiko ini.

Alasan Banyak Ibu Memilih Posisi Berbaring

Alasan yang sering muncul adalah waktu istirahat. Bayi baru lahir menyusu berkali-kali sepanjang hari dan malam sesuai keinginannya, sehingga jam tidur normal ibu sering terpotong. IDAI menyebut posisi berbaring memberi kesempatan ibu untuk beristirahat. Menurut AAP, Anda juga tidak perlu bangun dari kasur untuk memindahkan bayi ke payudara sisi lainnya. Kemudahan ini membuat menyusu malam lebih praktis, dan Kemenkes menyebut menyusu yang sering dan tidak dibatasi bermanfaat karena volume ASI yang dihasilkan lebih banyak.

Posisi ini juga memudahkan ibu setelah persalinan caesar, seperti disebut IDAI dan AAP. AAP menambahkan manfaatnya bagi ibu yang merasa lelah atau kurang sehat di hari-hari awal setelah melahirkan. Bayi berbaring di samping Anda, sehingga tidak perlu dipangku di atas perut.

Bagi ibu yang mudah mengalami sakit pinggang belakang setelah lama duduk menyusui, posisi berbaring memberi variasi. Cara ini sejalan dengan anjuran Kemenkes agar posisi menyusui dibuat senyaman mungkin. Kemenkes juga menyebut kontak kulit dan interaksi saat menyusui menimbulkan rasa aman dan nyaman bagi ibu dan bayi, dan posisi berhadapan di kasur memudahkan kontak itu terjadi.

Langkah Menyusui sambil Berbaring Miring

Ikuti langkah berikut agar bayi menyusu dengan nyaman dan Anda tetap rileks:

  1. Rapikan kasur sebelum mulai. Jauhkan bantal, selimut tebal, dan seprai yang longgar dari area bayi. AAP menganjurkan langkah ini bila ada kemungkinan Anda tertidur, karena benda tersebut bisa menutupi wajah, kepala, atau leher bayi dan membuatnya kepanasan.

  2. Atur posisi tubuh Anda. Berbaringlah miring dengan bantal di bawah kepala dan di belakang punggung sebagai penyangga. Pastikan bantal Anda tidak bergeser ke dekat wajah bayi.

  3. Hadapkan tubuh bayi ke tubuh Anda. Baringkan bayi miring menghadap Anda sehingga perutnya menempel ke perut Anda dan dadanya menempel ke dada Anda. Telinga, bahu, dan panggul bayi berada dalam satu garis lurus, dan kepalanya tidak menoleh ke samping.

  4. Sejajarkan hidung bayi dengan puting. IDAI menganjurkan hidung bayi berada di depan puting, sehingga bayi tidak perlu menolehkan leher untuk mencapai payudara. Lengan Anda bisa melingkari punggung bayi agar posisinya tetap stabil.

  5. Dekatkan saat mulut terbuka lebar. Arahkan bayi ke payudara ketika mulutnya terbuka lebar, sehingga sebagian besar areola, yaitu area gelap di sekitar puting, ikut masuk ke mulutnya, terutama bagian bawah. Dagu bayi menempel ke payudara dan bibir bawahnya terlipat keluar.

  6. Sendawakan sebelum berganti sisi. Biarkan bayi menyusu pada satu sisi sampai ia berhenti sendiri, lalu beri jeda sambil menyendawakannya. Setelah itu, tawarkan payudara sisi lainnya.

  7. Kembalikan bayi ke tempat tidurnya. Setelah bayi selesai menyusu atau tertidur, pindahkan ia ke tempat tidurnya sendiri dalam posisi telentang. Tempat tidur bayi sebaiknya berada di kamar yang sama dengan Anda, setidaknya selama 6 bulan pertama.

IDAI menyebut perlekatan yang baik terlihat dari pipi bayi yang tidak kempot, suara menelan tanpa bunyi berdecak, ibu yang tidak kesakitan, dan bayi yang tampak tenang. Bila posisi dan perlekatan belum pas, puting bisa lecet sehingga ibu enggan menyusui. Produksi ASI pun bisa berkurang dan bayi menjadi malas menyusu.

Risiko Muncul saat Ibu Ikut Tertidur

Rasa kantuk sering datang di tengah sesi menyusui malam. Kurang tidur yang menumpuk bisa membuat seseorang terlelap sesaat tanpa sadar, yang dikenal sebagai microsleep. Karena itu, siapkan kasur seolah Anda mungkin tertidur, meski niatnya hanya menyusui sebentar.

AAP menganjurkan bayi yang dibawa ke kasur untuk menyusu atau ditenangkan dikembalikan ke tempat tidurnya sendiri sebelum Anda tidur. Bila Anda telanjur tertidur, pindahkan bayi ke tempat tidurnya begitu Anda terbangun. Tempat tidur bayi yang diletakkan dekat kasur Anda memudahkan langkah ini.

Posisi miring juga perlu diubah begitu bayi terlelap. AAP menjelaskan posisi miring saat tidur sama berisikonya dengan tengkurap, antara lain karena bayi lebih mudah berguling menjadi tengkurap. Bagi bayi, posisi tidur yang baik adalah telentang di atas kasur yang padat tanpa benda lunak di sekitarnya, seperti dianjurkan IDAI setiap kali bayi tidur sampai usia 1 tahun.

Beberapa situasi membuat tidur sekasur dengan bayi lebih berisiko. Tabel berikut merangkum langkah yang lebih aman berdasarkan panduan AAP:

Situasi

Langkah yang Lebih Aman

Anda mulai mengantuk saat menyusui di kasur

Rapikan kasur sejak awal dan pindahkan bayi begitu Anda terbangun.

Menyusui di sofa, kursi empuk, atau bantalan

Hindari saat Anda mengantuk. Risiko kematian bayi terkait tidur jauh lebih tinggi bila bayi tertidur bersama orang dewasa di tempat ini.

Anda sangat lelah, minum obat yang membuat sulit terbangun, merokok, atau berada di bawah pengaruh alkohol atau narkoba

Hindari tidur sekasur dengan bayi karena risikonya meningkat.

Bayi berusia di bawah 4 bulan, lahir prematur, atau berat lahirnya rendah

Risiko tidur sekasur lebih tinggi pada kelompok ini, jadi pastikan bayi kembali ke tempat tidurnya sendiri setelah menyusu.

Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.

Benarkah Memicu Infeksi Telinga atau Tersedak?

Anggapan bahwa menyusui sambil berbaring memicu infeksi telinga cukup sering terdengar. MedlinePlus dari National Library of Medicine Amerika Serikat menyebut infeksi telinga lebih sering terjadi pada anak yang banyak minum dari botol atau gelas minum anak sambil telentang. Susu bisa masuk ke tuba eustachius, saluran yang menghubungkan telinga tengah dengan bagian belakang tenggorokan. Sumber yang sama justru mencatat bayi yang tidak mendapat ASI sebagai salah satu kelompok berisiko infeksi telinga.

Kekhawatiran lain adalah bayi tersedak, sehingga sebagian orang tua ragu menidurkan bayi telentang setelah menyusu. IDAI menjelaskan posisi telentang saat tidur tidak meningkatkan risiko tersedak atau aspirasi, yaitu masuknya cairan ke saluran napas, karena bayi memiliki sistem perlindungan jalan napas. AAP menyampaikan hal serupa dengan menyebut anatomi saluran napas dan gag reflex atau refleks muntah bayi sebagai pelindungnya. Saat menyusu sambil berbaring, jaga jalan napas bayi tetap bebas dengan hidung di depan puting serta bantal dan selimut jauh dari wajahnya.

Kapan Ibu atau Bayi Perlu Diperiksa Dokter?

Periksakan diri atau bayi Anda ke dokter bila muncul kondisi berikut:

  • Puting lecet atau nyeri setiap kali menyusui. Keluhan ini bisa menandakan posisi dan perlekatan yang belum pas. Dokter atau tenaga kesehatan bisa menilai cara bayi melekat dan membantu memperbaikinya.

  • Bayi tampak malas menyusu. IDAI mengaitkan bayi yang malas menyusu dengan perlekatan yang belum pas. Dokter bisa memeriksa kondisi bayi, memantau berat badannya, dan mengenali tanda gangguan tumbuh kembang lebih awal.

  • Bayi rewel dan tangisnya sulit ditenangkan. Menurut MedlinePlus, rewel atau menangis yang tidak bisa ditenangkan sering menjadi tanda utama infeksi telinga pada bayi. Menarik-narik telinga belum tentu berarti ada infeksi, jadi pemeriksaan dokter membantu memastikan penyebabnya.

  • Bayi di bawah 6 bulan mengalami demam. MedlinePlus menganjurkan semua bayi berusia di bawah 6 bulan yang demam atau menunjukkan gejala infeksi telinga diperiksa dokter. Segera hubungi dokter meski bayi tidak menunjukkan keluhan lain.

  • Ibu merasa sangat lelah, sedih, atau cemas. Perasaan ini perlu dibicarakan, apalagi bila tidak membaik atau mengganggu kegiatan merawat bayi. Dokter bisa membantu membedakan baby blues dari kondisi yang memerlukan penanganan lanjutan.

Kesehatan ibu juga perlu dipantau selama masa menyusui. Pemeriksaan kesehatan atau medical check up membantu dokter melihat kondisi Anda secara menyeluruh, misalnya bila rasa lelah tidak kunjung membaik meski waktu istirahat sudah ditambah.

Menyusui dengan Nyaman, Bayi Tidur dengan Aman

Menyusui sambil tiduran memberi kesempatan Anda beristirahat, khususnya di malam hari dan setelah persalinan caesar. Kuncinya ada pada persiapan kasur, posisi bayi yang menghadap tubuh Anda, perlekatan yang pas, dan kebiasaan mengembalikan bayi ke tempat tidurnya sendiri dalam posisi telentang.

Jaga juga kebutuhan Anda sendiri, mulai dari waktu istirahat sampai makanan ibu menyusui. Bila Anda ingin berdiskusi tentang pemeriksaan kesehatan selama masa menyusui, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Satgas ASI. Bagaimana Menyusui dengan Benar?

  2. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI. Sudah Terampilkah Ibu Dalam Menyusui Bayinya?

  3. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Bolehkah Bayi Tidur Tengkurap di Rumah?

  4. American Academy of Pediatrics, HealthyChildren.org. How to Keep Your Sleeping Baby Safe: AAP Policy Explained.

  5. American Academy of Pediatrics, HealthyChildren.org. Positions For Breastfeeding.

  6. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat. ASI (Air Susu Ibu).

  7. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Rulina Suradi. Posisi dan Perlekatan Menyusui dan Menyusu yang Benar.

  8. MedlinePlus, National Library of Medicine. Ear infection - acute.

Ditinjau secara medis oleh dr. Febe Rangga Saba Pong Tambing

Frequently Asked Question

Apakah menyusui sambil tiduran aman untuk bayi?

Aman selama ibu tetap terjaga, kasur sudah dirapikan, serta posisi dan perlekatan bayi benar. Setelah selesai menyusu, kembalikan bayi ke tempat tidurnya sendiri dalam posisi telentang.

Bagaimana posisi menyusui sambil tiduran yang benar?

Berbaringlah miring menghadap bayi dengan perut bayi menempel ke perut Anda. Sejajarkan hidung bayi dengan puting agar ia tidak perlu menoleh. Pastikan telinga, bahu, dan panggul bayi berada dalam satu garis lurus.

Apa yang harus dilakukan bila ketiduran saat menyusui di kasur?

Pindahkan bayi ke tempat tidurnya sendiri begitu Anda terbangun. Jika ada kemungkinan tertidur saat menyusui, jauhkan bantal, selimut tebal, dan seprai longgar dari area bayi sejak awal.

Apakah menyusui sambil tiduran menyebabkan infeksi telinga?

MedlinePlus menyebut risiko infeksi telinga lebih sering dikaitkan dengan kebiasaan minum dari botol atau gelas minum anak sambil telentang. Sumber yang sama juga mencatat bayi yang tidak mendapat ASI sebagai salah satu kelompok berisiko.

Bolehkah menyusui sambil tiduran setelah operasi caesar?

Boleh. IDAI dan AAP menyebut posisi berbaring cocok bagi ibu setelah persalinan caesar atau saat merasa lelah. Gunakan bantal di bawah kepala dan di belakang punggung sebagai penyangga, lalu kembalikan bayi ke tempat tidurnya sendiri setelah menyusu.