Sepiring nasi hangat hampir selalu hadir saat makan siang, dan centong kedua sering ikut tanpa dihitung. Saat mulai mencatat kalori, angkanya justru membingungkan. Ada sumber yang menulis 130 kkal per 100 gram, ada yang 180 kkal, ada pula yang lebih dari 350 kkal.
Selisih sebesar ini bisa membuat perkiraan asupan harian meleset jauh, apalagi bila Anda sedang mengatur berat badan atau menjaga gula darah.
Artikel ini membahas kalori nasi per porsi menurut data gizi Indonesia, alasan angkanya berbeda, perbandingan jenis nasi, cara menakar porsi, dan siapa yang perlu lebih cermat.
Berapa Kalori Satu Porsi Nasi Putih?
Pedoman Gizi Seimbang dari Kementerian Kesehatan menghitung satu porsi nasi seberat sekitar 100 gram, setara ¾ gelas. Porsi ini berisi 175 kkal, 4 gram protein, dan 40 gram karbohidrat. Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI) memberi angka yang mirip, yaitu 180 kkal per 100 gram nasi dengan 39,8 gram karbohidrat, 3 gram protein, dan 0,3 gram lemak. Hampir seluruh kalorinya berasal dari karbohidrat.
Bila piring Anda berisi dua porsi atau 200 gram nasi, kalorinya sekitar 350 sampai 360 kkal, belum termasuk lauk dan pelengkap. Dalam daftar penukar Pedoman Gizi Seimbang, tiga keping kerupuk udang atau ikan berukuran sedang pun dihitung setara satu porsi nasi.
Mengapa Angka Kalori Nasi Berbeda di Setiap Sumber?
Penyebab pertama adalah bentuk beras yang dihitung. TKPI mencatat beras putih mentah berisi 357 kkal per 100 gram, hampir dua kali lipat nasi matang yang 180 kkal. Saat dimasak, beras menyerap air sehingga beratnya bertambah, sedangkan kalorinya tetap. Angka beras mentah tidak bisa langsung dipakai untuk nasi di piring.
Penyebab kedua adalah kadar air. Nasi dalam TKPI mengandung 56,7 gram air per 100 gram, sedangkan data gizi Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) untuk nasi putih bulir panjang mencatat 68,4 gram air dan 130 kkal. Nasi yang lebih sedikit airnya memuat lebih banyak beras di setiap 100 gram, sehingga kalorinya lebih tinggi.
Penyebab ketiga adalah ukuran porsi. Centong dan piring di setiap rumah berbeda, jadi menimbang nasi sekali dengan timbangan dapur memberi patokan yang lebih tepat.
Perbandingan Kalori Jenis Nasi per 100 Gram
Tabel berikut merangkum angka TKPI per 100 gram untuk beberapa jenis nasi dan beras.
Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.
Nasi tim lebih rendah karena kadar airnya 71 gram per 100 gram. Nasi yang dimasak dengan santan atau minyak membawa lemak jauh lebih banyak. Nasi gurih berisi 7,5 gram lemak per 100 gram, sekitar 25 kali lipat nasi putih, ditambah 296 mg natrium. Prinsip yang sama berlaku saat menghitung kalori nasi padang dengan lauk bersantan.
TKPI belum memuat lontong. Artikel Kemenkes menghitung 150 gram lontong, sekitar 6 iris besar, setara 100 gram nasi putih.
Apakah Nasi Merah Lebih Rendah Kalori?
Selisihnya kecil. Dalam bentuk mentah, TKPI mencatat beras merah 352 kkal dan beras putih 357 kkal per 100 gram. Setelah dimasak, nasi merah tercatat 149 kkal, sebagian karena kadar airnya lebih tinggi, yaitu 64 gram berbanding 56,7 gram. Pedoman Gizi Seimbang pun menghitung ¾ gelas nasi merah dan nasi putih sebagai porsi yang setara.
Keunggulan nasi merah ada pada seratnya. Pedoman Gizi Seimbang menggolongkan beras merah sebagai serealia utuh yang tinggi serat, dengan karbohidrat yang lebih lambat diubah menjadi gula darah. Biji-bijian utuh masih memiliki kulit ari yang kaya serat, vitamin B, zat besi, dan magnesium, sedangkan penggilingan membuangnya. Data USDA mencatat serat brown rice, nama Inggris yang dipakai TKPI untuk beras tumbuk merah, sebesar 1,6 gram per 100 gram nasi, sedangkan nasi putih 0,4 gram.
Tabel internasional indeks glikemik, ukuran seberapa cepat makanan menaikkan gula darah, mencatat nasi putih rebus 73 dan brown rice rebus 68. Nilai 70 ke atas tergolong tinggi dan 55 ke bawah tergolong rendah. Tabel yang sama juga menemukan varietas beras putih dengan indeks glikemik rendah. Penelitian pengamatan di Amerika Serikat yang dirangkum Harvard T.H. Chan School of Public Health mencatat risiko diabetes 11 persen lebih rendah pada orang yang makan brown rice dua kali seminggu atau lebih, dibanding yang jarang memakannya.
Benarkah Nasi Dingin Lebih Sedikit Kalorinya?
Nasi yang didinginkan mengalami retrogradasi, yaitu perubahan susunan pati setelah dimasak. Sebagian pati berubah menjadi pati resisten, jenis pati yang tidak dicerna dan tidak diserap di usus halus.
Penelitian di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia mencatat kadar pati resisten nasi putih yang baru matang 0,64 gram per 100 gram, naik menjadi 1,30 gram setelah didiamkan 10 jam di suhu ruang, dan 1,65 gram setelah disimpan 24 jam di suhu 4°C lalu dipanaskan ulang. Pada 15 orang dewasa sehat, nasi dingin yang dipanaskan ulang menghasilkan respons gula darah lebih rendah daripada nasi yang baru matang.
Kenaikan itu hanya sekitar 1 gram dari 34 gram karbohidrat per 100 gram nasi, sehingga kalorinya tidak banyak berubah dan porsi tetap menentukan. Bila ingin mencoba, simpan nasi di lemari es, karena para peneliti mencatat penyimpanan lama di suhu ruang meningkatkan risiko keracunan makanan akibat bakteri.
Cara Menakar Nasi Sesuai Kebutuhan Harian
Kebutuhan nasi berbeda menurut usia, jenis kelamin, dan kondisi. Tabel anjuran porsi Pedoman Gizi Seimbang menganjurkan 4½ porsi nasi sehari, sekitar 790 kkal, bagi perempuan usia 30 sampai 49 tahun dengan kecukupan energi 2.125 kkal. Laki-laki usia yang sama dengan kecukupan 2.625 kkal dianjurkan 7½ porsi. Untuk angka yang lebih personal, mulailah dari kebutuhan kalori harian Anda.
Beberapa kebiasaan berikut membantu porsi nasi tetap sesuai kebutuhan:
Timbang centong Anda sekali. Takar satu centong nasi dengan timbangan dapur dan catat beratnya. Setelah itu, Anda bisa memperkirakan kalori nasi di setiap makan tanpa menimbang ulang.
Ikuti pembagian piring. Panduan Isi Piringku membagi piring menjadi separuh sayur dan buah, serta separuh makanan pokok dan lauk pauk. Dengan pembagian ini, nasi mendapat tempat yang cukup tanpa mendesak sayur dan lauk.
Tukar dengan makanan pokok lain. Satu porsi nasi setara 2 buah kentang sedang (210 gram), 3 iris roti putih (70 gram), 1 ubi jalar kuning sedang (135 gram), atau 1½ potong singkong (120 gram). Daftar ini juga berguna bila Anda tertarik mencoba menu diet tanpa nasi, agar energi dari makanan pokok tetap tercukupi.
Hitung minyak dan santan. Setiap sendok teh minyak menambah sekitar 50 kkal. Nasi goreng dan nasi bersantan perlu dihitung bersama minyak atau santan yang dipakai saat memasak.
Siapa yang Perlu Lebih Cermat dengan Porsi Nasi?
Beberapa kelompok berikut perlu menakar nasi lebih teliti:
Penyandang diabetes atau prediabetes. Orang dengan diabetes tetap boleh makan nasi asalkan jumlah karbohidratnya diperhatikan, dan Kemenkes menyarankan karbohidrat dibagi merata sepanjang hari agar gula darah tidak melonjak lalu turun. Diabetes tipe 2 ditandai resistensi insulin, salah satu bentuk gangguan dalam mengolah karbohidrat. Dietisien bisa membantu menyusun pilihan makanan untuk penderita diabetes, termasuk saat hasil pemeriksaan menunjukkan prediabetes.
Orang yang sedang menurunkan berat badan. Pedoman Gizi Seimbang menekankan keseimbangan antara kalori yang dimakan dan kalori yang dipakai tubuh. Nasi tambahan di setiap makan ikut menambah total kalori harian, jadi takaran yang konsisten membantu, terutama bagi orang dengan obesitas.
Orang yang sering makan nasi bersantan. Nasi gemuk berisi 8,8 gram lemak dan 355 mg natrium per 100 gram menurut TKPI. Bagi Anda yang sedang membatasi lemak atau garam, nasi putih biasa lebih cocok untuk sehari-hari.
Ibu hamil dan menyusui. Pedoman Gizi Seimbang menganjurkan 6 porsi nasi sehari pada kecukupan energi 2.500 kkal untuk kelompok ini. Diskusikan setiap rencana mengurangi nasi dengan dokter atau bidan.
Kapan Porsi Nasi Perlu Dibicarakan dengan Dokter?
Bicarakan porsi nasi Anda dengan dokter pada kondisi berikut:
Muncul tanda gula darah tinggi. Bila Anda mengenali ciri-ciri diabetes pada diri sendiri, dokter bisa meminta pemeriksaan gula darah sebelum memberi saran porsi makan. Hasilnya membantu dokter menentukan langkah berikutnya.
Berat badan berubah tanpa sebab jelas. Berat badan yang terus naik meski porsi sudah diatur, atau turun tanpa sebab yang diketahui, perlu dievaluasi. Dokter bisa mencari penyebab lain di baliknya.
Anda punya penyakit kronis. Memangkas nasi secara drastis saat Anda punya diabetes atau penyakit ginjal sebaiknya dibicarakan dulu. Dokter atau ahli gizi bisa menyesuaikan target dengan kondisi dan obat yang Anda pakai.
Pemeriksaan kesehatan atau medical check up berkala membantu dokter melihat kadar gula darah dan kondisi tubuh Anda sebelum memulai program diet.
Nikmati Nasi dengan Takaran yang Pas untuk Tubuh Anda
Satu porsi nasi putih matang berisi sekitar 175 sampai 180 kkal. Dengan menimbang centong sekali, mengisi separuh piring dengan sayur dan buah, dan sesekali menukar nasi dengan nasi merah atau umbi, nasi tetap bisa hadir di menu harian Anda.
Mulailah dari satu kebiasaan kecil, misalnya menakar nasi makan siang dengan centong yang sudah ditimbang. Bila Anda ingin berdiskusi soal pemeriksaan gula darah sebelum mengatur pola makan, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Data Komposisi Pangan Indonesia — Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI), Database Makanan Komposisi Gizi TKPI, Semua Nutrisi
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia — Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 41 Tahun 2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat — Isi Piringku, Panduan Kebutuhan Gizi Seimbang Harian
Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI — Benarkah Penyandang Diabetes Tidak Boleh Makan Nasi?
Sonia S, Witjaksono F, Ridwan R, Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition — Effect of Cooling of Cooked White Rice on Resistant Starch Content and Glycemic Response
U.S. Department of Agriculture, Agricultural Research Service, FoodData Central — SR Legacy: Rice, White, Long-Grain, Regular, Enriched, Cooked; Rice, Brown, Long-Grain, Cooked; Rice, White, Long-Grain, Regular, Raw, Enriched
Atkinson FS, Foster-Powell K, Brand-Miller JC, Diabetes Care — International Tables of Glycemic Index and Glycemic Load Values 2008
Harvard T.H. Chan School of Public Health, The Nutrition Source — Whole Grains
Ditinjau secara medis oleh dr. Aimee Wineyna
Frequently Asked Question
Berapa kalori satu porsi nasi putih?
Satu porsi nasi putih matang sekitar 100 gram mengandung 175–180 kkal, dengan sebagian besar energi berasal dari karbohidrat.
Apakah kalori beras mentah sama dengan nasi matang?
Tidak. Beras putih mentah mengandung sekitar 357 kkal per 100 gram, sedangkan nasi putih matang sekitar 180 kkal karena beras menyerap air saat dimasak.
Apakah nasi merah lebih rendah kalori daripada nasi putih?
Ya, nasi merah matang mengandung sekitar 149 kkal per 100 gram, dibandingkan nasi putih sekitar 180 kkal. Nasi merah juga mengandung lebih banyak serat.
Apakah nasi dingin memiliki kalori lebih sedikit?
Pendinginan nasi dapat meningkatkan pati resisten dan menurunkan respons gula darah, tetapi perubahan kalorinya relatif kecil sehingga ukuran porsi tetap penting.
Berapa porsi nasi yang dianjurkan dalam sehari?
Kebutuhan nasi bergantung pada usia, jenis kelamin, dan kebutuhan energi. Pedoman Gizi Seimbang menganjurkan 4½ porsi sehari untuk perempuan usia 30–49 tahun dan 7½ porsi untuk laki-laki pada rentang usia yang sama.
