Rapat pagi membuat sarapan terlewat. Menjelang siang, tangan mulai gemetar, keringat dingin muncul, dan perut terasa sangat lapar. Banyak orang menganggapnya lapar biasa lalu menunggu jam makan siang.
Pada penyandang diabetes yang memakai insulin atau obat tertentu, keluhan seperti ini bisa menandakan gula darah sedang turun. Bila terus berlanjut, gula darah rendah bisa membuat seseorang bingung, kejang, hingga pingsan.
Artikel ini membahas apakah ada makanan terlarang, kebiasaan pemicu gula darah turun, hal yang dihindari saat koreksi, pola makan yang membantu, kelompok yang lebih rentan, dan kapan perlu ke dokter.
Adakah Makanan yang Dilarang Total saat Gula Darah Rendah?
Pantangan gula darah rendah umumnya berupa kebiasaan, sementara makanan yang perlu dibatasi bergantung pada pemicunya. Pedoman dan lembaga kesehatan menyoroti kapan dan seberapa banyak Anda makan, minum alkohol, berolahraga, dan memakai obat diabetes. Keseimbangan keempat hal inilah yang menjaga gula darah tetap stabil.
Gula darah rendah atau hipoglikemia terjadi ketika kadar gula darah turun di bawah rentang yang sehat bagi tubuh. Pada banyak penyandang diabetes, batasnya adalah kadar di bawah 70 mg/dL. Ambang diagnosis ditentukan oleh dokter, dan rentang nilai normal gula darah bergantung pada laboratorium dan dokter.
Kondisi ini sering dialami penyandang diabetes tipe 1 dan tipe 2 yang memakai insulin atau obat diabetes tertentu. Pedoman Kemenkes menyebut obat golongan sulfonilurea dan insulin sebagai penyebab yang sering ditemui.
Pada orang tanpa diabetes, gula darah rendah jarang terjadi. Salah satu bentuknya adalah hipoglikemia reaktif, yaitu gula darah yang turun setelah makan, yang juga bisa muncul setelah operasi bariatrik. Karena pemicunya berbeda, pantangan bagi kedua kelompok ini sedikit berbeda.
Tanda Gula Darah Turun dan Kapan Harus ke IGD
Segera bawa ke IGD atau hubungi layanan gawat darurat bila seseorang yang gula darahnya turun tampak bingung, bicaranya pelo, kejang, atau pingsan. Jangan memberi makanan atau minuman lewat mulut kepada orang yang tidak sadar karena ia bisa tersedak. Baringkan ia dalam posisi miring sambil menunggu bantuan.
Tanda awal yang lebih ringan biasanya berupa jantung berdebar, banyak berkeringat, gemetar, rasa lapar, pusing, dan gelisah. Gula darah juga bisa turun saat tidur, dengan tanda seperti mimpi buruk, berkeringat, atau bangun dalam keadaan lelah dan bingung.
Bila orang tersebut masih sadar dan bisa menelan, berikan 15 sampai 20 gram gula atau karbohidrat yang cepat diserap, misalnya larutan 2 sendok makan gula pasir dalam segelas air putih. Periksa ulang gula darah setelah 15 menit dan ulangi bila masih rendah. Ajak keluarga dan rekan kerja memahami gejala dan pertolongan pertama gula darah rendah.
Enam Kebiasaan Pemicu Gula Darah Rendah
Kebiasaan berikut sering memicu gula darah turun, terutama pada pengguna insulin atau obat diabetes. Sebagian juga berlaku bagi orang tanpa diabetes.
1. Melewatkan atau Menunda Jam Makan
Melewatkan makan, menundanya, atau makan terlalu sedikit karbohidrat bisa membuat gula darah turun di bawah batas yang sehat bagi Anda. Risikonya lebih besar bila obat penurun gula darah tetap dipakai seperti biasa.
2. Mengubah Dosis atau Jadwal Obat Sendiri
Penggunaan insulin atau obat diabetes yang melebihi dosis atau tidak teratur termasuk pemicu yang sering disebut. Sebagian obat membantu pankreas melepas insulin ke dalam darah, sehingga gula darah bisa turun bila asupan makan tidak sebanding. Jangan menambah, mengurangi, atau menghentikan obat tanpa arahan dokter. Kadang penyesuaian waktu minum obat, makan, dan olahraga sudah cukup untuk mengatasi masalahnya.
3. Minum Alkohol dengan Perut Kosong
Alkohol bisa menghambat hati membentuk gula baru. Bila diminum dalam jumlah banyak selama beberapa hari tanpa cukup makan, cadangan gula tubuh bisa terpakai habis sehingga gula darah turun. Bila Anda minum alkohol, batasi jumlahnya dan makanlah sesuatu saat minum.
4. Olahraga Berat tanpa Tambahan Asupan
Aktivitas fisik yang lebih berat dari biasanya termasuk penyebab gula darah rendah pada penyandang diabetes, apalagi bila dilakukan tanpa makan yang cukup. Sesuaikan porsi makan dengan aktivitas hari itu. Dokter mungkin menyarankan Anda memeriksa gula darah sebelum, selama, dan sesudah olahraga, serta makan camilan sebelum mulai bergerak.
5. Gula Sederhana dalam Porsi Besar
Pantangan ini terutama berlaku bagi orang dengan hipoglikemia reaktif. Membatasi karbohidrat dalam sekali makan, terutama gula sederhana seperti minuman manis, permen, dan kue manis, membantu mencegah gula darah turun setelah makan. Aturan ini berlaku untuk menu harian, sedangkan saat gula darah sedang turun, sumber gula cepat tetap dibutuhkan untuk koreksi.
6. Memaksakan Puasa saat Gejala Muncul
Pedoman Kemenkes meminta penyandang diabetes menghentikan puasa bila muncul gejala gula darah rendah, yaitu gula darah sewaktu di bawah 60 mg/dL atau di bawah 70 mg/dL dalam beberapa jam setelah sahur. Aturan ini terutama berlaku bagi pengguna insulin, sulfonilurea, dan meglitinid. Pasien dengan riwayat gula darah rendah berulang atau yang tidak disadari termasuk kelompok risiko sangat tinggi yang tidak diperbolehkan berpuasa. Bicarakan rencana puasa dengan dokter sebelum Ramadan.
Apa yang Sebaiknya Dihindari saat Gula Darah Sedang Turun?
Saat gula darah sudah turun, tujuannya menaikkan kadar gula dengan cepat lalu menjaganya stabil. Beberapa kebiasaan berikut memperlambat pemulihan atau menambah risiko:
Memilih cokelat atau kue sebagai penolong. Lemak dalam cokelat dan kue, juga serat pada buah utuh dan kacang-kacangan, memperlambat penyerapan gula. Untuk koreksi cepat, pilih jus buah, minuman bersoda bergula, madu, atau larutan gula pasir.
Berhenti setelah gejala reda. Setelah gula darah kembali normal, makan camilan atau makanan seimbang berisi protein dan karbohidrat. Langkah ini penting bila jam makan berikutnya masih lebih dari 1 jam lagi.
Langsung menyetir. Mengemudi saat gula darah rendah meningkatkan risiko kecelakaan. NHS menyarankan untuk tidak menyetir setidaknya 45 menit setelah gula darah kembali normal.
Pola Makan yang Membantu Mencegah Gula Darah Turun
Tujuannya menjaga pasokan gula darah tetap stabil sepanjang hari, dengan kebiasaan berikut:
Jadwal makan yang konsisten. Makan utama dan camilan sebaiknya berlangsung pada jam yang kurang lebih sama dengan porsi yang tidak berubah-ubah. Pantau gula darah secara berkala sesuai anjuran dokter agar pola penurunannya terlihat.
Porsi kecil tetapi lebih sering. Bagi orang dengan hipoglikemia reaktif, makan lebih sering dengan porsi kecil membantu menahan gula darah agar tidak turun setelah makan. Jumlah karbohidrat per porsi juga sebaiknya lebih sedikit.
Karbohidrat yang ditemani protein. Padukan nasi, roti, atau umbi dengan lauk berprotein dan sayur. Daftar makanan untuk penderita diabetes bisa menjadi titik awal menyusun menu bersama dokter atau ahli gizi.
Menu sahur dan berbuka yang tertata. Pedoman Kemenkes menganjurkan penyandang diabetes yang berpuasa memilih makanan cukup serat, protein, dan lemak sehat, membatasi gorengan dan makanan tinggi gula, serta tidak makan berlebihan saat berbuka agar tidak memicu gula darah tinggi setelah makan. Segelas susu atau buah sebelum tidur bisa membantu menjaga gula darah sampai waktu sahur.
Bekal gula cepat di tas. Selalu bawa sumber gula cepat, misalnya permen, minuman manis kemasan kecil, atau tablet glukosa, terutama saat bepergian atau berolahraga. Pakai bekal ini saat gejala muncul, lalu lanjutkan dengan camilan atau makanan.
Kelompok yang Lebih Rentan Mengalami Gula Darah Rendah
Beberapa kelompok perlu menyusun pantangan dan pola makan lebih cermat bersama dokter:
Lansia penyandang diabetes. Pedoman Kemenkes menyebut lansia lebih berisiko karena kebutuhan terapi insulin dan fungsi ginjal yang terus menurun. Kesadaran lansia setelah gula darah rendah juga sering pulih lebih lambat.
Penyandang penyakit ginjal kronik. Dosis sulfonilurea pada gangguan fungsi ginjal perlu disesuaikan karena risiko gula darah rendah. Bila terjadi, gula darah rendah akibat obat ini bisa berlangsung lama sehingga perlu dipantau lebih panjang.
Orang yang tidak merasakan gejala awal. Kondisi yang disebut hypoglycemia unawareness ini membuat gejala baru terasa saat gula darah sudah sangat rendah. Pemeriksaan gula darah secara rutin membantu mengenali penurunan lebih awal.
Orang yang menjalani operasi bariatrik. Setelah operasi seperti gastric bypass, gula diserap sangat cepat sehingga memicu produksi insulin berlebih. Pengaturan porsi dan jenis karbohidrat perlu dibicarakan dengan dokter.
Kapan Gula Darah Rendah Perlu Dibicarakan dengan Dokter?
Buat janji dengan dokter bila Anda menyandang diabetes dan gula darah rendah sering terjadi, pernah mengalami episode berat, atau gejalanya muncul saat tidur. Orang tanpa diabetes yang mengalami gejala serupa juga sebaiknya diperiksa lebih awal agar penyebabnya ditemukan.
Dokter memastikan gula darah rendah bila kadarnya terbukti rendah saat gejala muncul dan gejala membaik setelah gula darah naik. Catatan berisi waktu makan, menu, aktivitas, alkohol, dan jadwal obat sebelum gejala muncul membantu dokter menyesuaikan rencana makan dan terapi. Dokter juga bisa meminta pemeriksaan gula darah untuk pemantauan.
Tes Glukosa Sewaktu sebagai Bagian dari Pemantauan
Angka gula darah dari laboratorium membantu dokter membandingkan kondisi Anda dengan catatan gejala dan pola makan. Pemeriksaan Glukosa Sewaktu mengukur kadar glukosa tanpa syarat waktu makan tertentu sehingga tidak perlu puasa, dan tersedia secara Walk In maupun Home Care. Hasilnya diperoleh dalam waktu lebih dari 1x24 jam, jadi gejala berat tetap ditangani di IGD lebih dulu. Saat pemeriksaan, sampaikan obat, vitamin, dan suplemen yang rutin Anda konsumsi.
Jaga Ritme Makan agar Gula Darah Tetap Stabil
Pantangan gula darah rendah pada dasarnya adalah menjaga keseimbangan antara makan, aktivitas, alkohol, dan obat. Makan teratur, bawa bekal gula cepat, dan susun rencana puasa atau olahraga bersama dokter.
Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan. Bila Anda ingin menanyakan pemeriksaan gula darah, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). Low Blood Glucose (Hypoglycemia).
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Treatment of Low Blood Sugar (Hypoglycemia).
NHS. Low blood sugar (hypoglycaemia).
Cleveland Clinic. Hypoglycemia (Low Blood Sugar).
Brutsaert EF, MSD Manual Consumer Version. Hypoglycemia (Low Blood Sugar).
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/302/2026 tentang Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Tatalaksana Diabetes Melitus Tipe 2 Dewasa.
Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI. Kiat Mengatasi Hipoglikemia pada Penderita Diabetes Melitus.
Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI. Mengenal Hipoglikemia pada Diabetes Mellitus.
Ditinjau secara medis oleh dr. Denizha Irfani
Frequently Asked Question
Apa saja pantangan bagi orang yang sering mengalami gula darah rendah?
Hindari melewatkan atau menunda makan, minum alkohol tanpa makan, berolahraga berat tanpa asupan cukup, dan mengubah dosis obat diabetes sendiri. Pada hipoglikemia reaktif, batasi gula sederhana dalam porsi besar.
Apakah cokelat bisa dipakai untuk menaikkan gula darah yang turun?
Cokelat kurang cocok karena kandungan lemaknya memperlambat penyerapan gula. Pilih sumber gula cepat, seperti jus buah atau larutan gula pasir, lalu periksa kembali gula darah setelah 15 menit.
Bolehkah penyandang diabetes berpuasa bila sering mengalami gula darah rendah?
Menurut pedoman Kementerian Kesehatan, penyandang diabetes dengan riwayat gula darah rendah berulang atau hipoglikemia yang tidak disadari termasuk kelompok berisiko sangat tinggi yang tidak diperbolehkan berpuasa. Konsultasikan rencana puasa dengan dokter sebelum Ramadan.
Makanan apa yang membantu mencegah gula darah rendah?
Jaga jadwal makan tetap konsisten dan padukan karbohidrat, seperti nasi, roti, atau umbi, dengan protein dan sayuran. Pada hipoglikemia reaktif, porsi kecil yang lebih sering dan pembatasan gula sederhana dapat membantu.
Kapan gula darah rendah perlu diperiksakan ke dokter?
Konsultasikan dengan dokter jika gula darah rendah sering berulang, pernah menyebabkan episode berat, atau muncul saat tidur. Orang tanpa diabetes yang mengalami gejala serupa juga perlu diperiksa untuk mengetahui penyebabnya. Jika terjadi kebingungan berat, kejang, atau pingsan, segera cari pertolongan darurat.
