Penyebab kencing sakit mungkin baru terpikirkan ketika buang air kecil yang biasanya terasa biasa saja tiba-tiba disertai rasa perih, panas, atau nyeri. Keluhan ini bisa muncul sesekali, tetapi jika terjadi berulang tentu dapat membuat aktivitas sederhana seperti pergi ke toilet terasa kurang nyaman.
Rasa sakit saat kencing tidak selalu menandakan kondisi yang serius. Iritasi pada saluran kemih, kurang minum, hingga infeksi saluran kemih (ISK) dapat menjadi pemicunya. Namun, jika keluhan terus berlanjut dan muncul gejala lain, mengetahui penyebabnya dapat membantu menentukan cara mengatasi yang sesuai.
Apa Itu Kencing Sakit (Disuria)?
Disuria adalah keluhan rasa nyeri, perih, panas, atau tidak nyaman yang muncul saat buang air kecil maupun sesaat setelahnya. Sensasinya bisa berbeda pada setiap orang, mulai dari rasa seperti terbakar hingga nyeri yang terasa di sekitar saluran keluarnya urine.
Keluhan ini dapat terjadi pada siapa saja dan bisa dipicu oleh berbagai kondisi. Disuria bukanlah nama suatu penyakit atau diagnosis tertentu, melainkan sebuah gejala.
Karena itu, penyebab kencing sakit perlu dilihat dari kondisi yang mendasarinya serta keluhan lain yang muncul bersamaan. Misalnya, rasa perih saat kencing yang disertai keinginan buang air kecil lebih sering dapat memberikan petunjuk yang berbeda dibandingkan nyeri yang muncul bersama keluhan lainnya.
Perlu Anda ketahui bahwa disuria juga berbeda dengan kondisi tubuh yang terlalu sering buang air kecil. Frekuensi kencing yang meningkat memang dapat muncul bersamaan dengan disuria, tetapi keduanya merupakan keluhan yang berbeda.
Dengan memperhatikan kapan rasa sakit muncul dan gejala lain yang menyertainya, penyebab keluhan dapat lebih mudah dikenali sehingga penanganannya dapat dilakukan sesuai kondisi.
Penyebab Kencing Sakit
Penyebab kencing sakit cukup beragam, mulai dari iritasi ringan hingga infeksi pada saluran kemih. Gejala lain yang menyertai juga dapat membantu mengenali penyebabnya.
A. Penyebab Umum
Beberapa kondisi yang cukup sering menyebabkan rasa sakit saat buang air kecil adalah sebagai berikut.
1. Infeksi Saluran Kemih
Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan salah satu penyebab nyeri saat buang air kecil. Kondisi ini terjadi akibat infeksi bakteri yang memicu peradangan pada saluran kemih.
Wanita lebih rentan mengalaminya karena uretranya lebih pendek dan lebih dekat dengan anus, sehingga bakteri lebih mudah mencapai kandung kemih. Risiko ISK juga dapat meningkat pada wanita hamil karena tekanan janin pada saluran kemih.
2. Dehidrasi
Penyebab kencing sakit juga bisa karena dehidrasi akibat kurang minum. Saat tubuh kekurangan cairan, urine menjadi lebih pekat dan dapat mengiritasi saluran kemih sehingga menimbulkan rasa perih atau terbakar saat kencing. Namun, jika Anda mengalami keluhan sering buang air kecil dan merasa mudah haus, Anda juga perlu waspada terkait gejala kencing manis.
3. Infeksi Jamur
Kencing terasa sakit yang disertai rasa terbakar dan gatal di area kelamin dapat disebabkan oleh infeksi jamur Candida. Kondisi ini dapat ditangani dengan obat antijamur sesuai anjuran dokter. Untuk mencegahnya, jaga kebersihan dan kekeringan area kelamin serta bersihkan area genital dari depan ke belakang.
B. Penyebab yang Perlu Diwaspadai
Selain penyebab yang umum, keluhan ini juga dapat berkaitan dengan kondisi tertentu yang perlu mendapat perhatian.
1. Infeksi Menular Seksual (IMS)
Infeksi menular seksual (IMS), seperti klamidia, gonore, dan herpes, juga bisa menjadi salah satu penyebab kencing sakit. Infeksi tersebut dapat memengaruhi saluran kemih sehingga muncul rasa perih atau nyeri saat buang air kecil.
Gejalanya pun bisa berbeda pada setiap orang. Pada herpes, misalnya, dapat muncul luka atau lepuhan di sekitar area kelamin.
2. Batu Ginjal
Batu ginjal terjadi ketika terbentuk endapan keras yang menyerupai batu di dalam saluran kemih. Ketika batu mengganggu aliran urine, Anda bisa merasakan nyeri atau sensasi terbakar saat kencing. Bahkan, Anda kemungkinan besar juga akan mengalami kencing batu.
3. Kanker Kandung Kemih
Penyebab kencing sakit yang berikutnya adalah kanker kandung kemih. Kondisi ini terjadi ketika sel-sel abnormal tumbuh di dalam kandung kemih.
Selain rasa sakit saat buang air kecil, tanda yang perlu Anda perhatikan adalah adanya darah dalam urine. Beberapa keluhan lain yang dapat muncul antara lain nyeri punggung, nafsu makan menurun, berat badan berkurang, kaki bengkak, dan mudah merasa lelah.
4. Penyakit Radang Panggul (PID)
Pada wanita, rasa sakit saat kencing juga dapat berkaitan dengan penyakit radang panggul (PID). Kondisi ini terjadi akibat infeksi bakteri pada organ reproduksi yang dapat menyebar dari vagina menuju rahim atau saluran tuba. Gejalanya cukup beragam, bahkan pada sebagian orang keluhannya ringan sehingga tidak langsung disadari.
5. Kista Ovarium
Kista ovarium terkadang dapat menimbulkan keluhan saat buang air kecil, terutama ketika ukurannya memberikan tekanan pada kandung kemih. Akibatnya, Anda bisa merasa lebih sering ingin kencing atau mengalami anyang-anyangan. Selain itu, kista ovarium dapat muncul dengan keluhan seperti nyeri haid, nyeri payudara, atau perdarahan dari vagina yang lebih banyak.
Gejala Penyerta Kencing Terasa Sakit
Rasa sakit saat buang air kecil dapat muncul bersama beberapa gejala lain, tergantung pada penyebab kencing sakit. Berikut adalah beberapa gejala yang perlu Anda waspadai.
Sensasi terbakar saat buang air kecil: Rasa perih atau panas yang muncul ketika kencing.
Nyeri di perut bagian bawah atau punggung: Rasa sakit yang dapat terasa tumpul atau tajam.
Urine berbusa dan keruh atau berbau: Warna urine tampak lebih keruh atau baunya menjadi lebih menyengat, bahkan muncul busa.
Sering buang air kecil: Rasa ingin kencing terus-menerus meskipun baru saja dari toilet.
Demam dan menggigil: Dapat muncul ketika infeksi saluran kemih sudah lebih lanjut.
Urine berdarah: Urine terlihat berwarna merah muda, kemerahan, atau kecokelatan.
Mual dan muntah: Dapat terjadi ketika infeksi cukup berat.
Cara Mengatasi Kencing Sakit
Rasa sakit saat buang air kecil dapat ditangani dengan cara yang berbeda, tergantung pada penyebabnya. Berikut ini beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membantu meredakan keluhan.
1. Meningkatkan Asupan Cairan
Pastikan Anda cukup minum air putih agar kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi. Asupan cairan yang cukup juga membantu melancarkan pembuangan urine dan menjaga saluran kemih tetap terhidrasi.
2. Mengonsumsi Obat Antiinflamasi
Jika rasa nyeri cukup mengganggu, Anda dapat menggunakan obat seperti ibuprofen atau paracetamol sesuai aturan pakai. Namun, obat hanya membantu meredakan keluhan, sehingga penyebab kencing sakit tetap perlu diketahui jika rasa nyeri tidak kunjung membaik.
3. Mengonsumsi Vitamin
Vitamin C dapat membantu mendukung sistem kekebalan tubuh dalam melawan infeksi. Anda bisa mendapatkannya dari makanan sehari-hari, seperti jambu merah, kiwi, pepaya, paprika, dan lemon.
4. Mengonsumsi Makanan Kaya Probiotik
Anda juga dapat menambahkan makanan yang mengandung probiotik, seperti tempe dan yogurt, ke dalam menu sehari-hari. Probiotik membantu menjaga keseimbangan bakteri baik dalam tubuh sehingga dapat mendukung kesehatan saluran kemih.
Cara Mencegah Kencing Sakit
Menjaga kesehatan saluran kemih dapat membantu mengurangi risiko kencing terasa sakit. Ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa Anda lakukan sehari-hari untuk membantu mencegahnya.
1. Perbanyak Minum Air Putih
Usahakan Anda minum air putih yang cukup dan teratur agar tubuh tetap terhidrasi. Air membantu mengencerkan urine sekaligus membantu membuang limbah dan bakteri dari saluran kemih. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menganjurkan kita untuk minum sekitar 2 liter air atau 8 gelas setiap hari.
2. Jangan Sering Menahan Buang Air Kecil
Ketika sudah merasa ingin kencing, sebaiknya segera buang air kecil dan jangan membiasakan diri untuk menahannya. Kebiasaan ini membantu mengeluarkan bakteri dari saluran kemih sehingga dapat mengurangi salah satu penyebab kencing sakit yang berkaitan dengan infeksi.
3. Menghindari Minuman yang Berpotensi Mengiritasi Kandung Kemih
Beberapa minuman, seperti kopi, minuman berkafein, alkohol, dan minuman ringan tertentu, dapat membuat kandung kemih lebih sensitif. Jika Anda sedang mengalami keluhan saluran kemih, membatasi jenis minuman tersebut dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman.
Pastikan Kesehatan Kandung Kemih Melalui Pemeriksaan Lengkap
Menjaga kesehatan saluran kemih bukan hanya penting ketika keluhan sudah muncul. Jika Anda mengalami penyebab kencing sakit yang berulang dan ingin memantau kondisi tubuh secara lebih menyeluruh, pemeriksaan kesehatan rutin dapat menjadi salah satu langkah yang dipertimbangkan.
Salah satu pilihannya adalah Medical Check Up Plus dari Bumame, yang mencakup pemeriksaan darah, fungsi hati dan ginjal, profil lemak, kadar gula darah, serta tes urine lengkap.
Dalam paket ini, pemeriksaan urine lengkap dapat memberikan gambaran mengenai kondisi urine, termasuk pH, glukosa, nitrit, sel darah putih, dan sel darah merah. Selain itu, fungsi ginjal juga diperiksa melalui kadar kreatinin dan eGFR.
Jika kencing terasa sakit terus berulang atau disertai keluhan lain, pemeriksaan lebih lanjut tetap diperlukan untuk mengetahui penyebabnya. Dokter dapat membantu menentukan pemeriksaan yang sesuai berdasarkan gejala dan kondisi Anda.
Kapan Harus Periksa ke Dokter?
Rasa sakit, perih, atau sensasi terbakar saat buang air kecil sebaiknya tidak boleh Anda abaikan, terutama jika keluhan terasa mengganggu atau terus berulang, serta muncul gejala lain seperti demam, muncul darah dalam urine, dan muncul cairan aneh.
Jika sudah demikian, penyebab kencing sakit perlu diperiksa untuk memastikan apakah keluhan berkaitan dengan infeksi saluran kemih atau kondisi medis lainnya. Semakin cepat tahu penyebabnya, semakin cepat pula Anda bisa mendapatkan penanganan yang sesuai.
Kenali Penyebabnya dan Jaga Kesehatan Saluran Kemih
Penyebab kencing sakit cukup beragam, mulai dari kurang minum dan iritasi hingga infeksi saluran kemih. Karena itu, perhatikan keluhan yang muncul, terutama jika rasa sakit terus berulang atau disertai perubahan pada urine.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi:
Sakra World Hospital. (2026). Disuria (Nyeri Saat Buang Air Kecil): Pengobatan, Penyebab & Gejala.
Cleveland Clinic. (2020). Disuria (Nyeri Saat Buang Air Kecil).
Ciputra Hospital. (2024). Waspada 11 Penyebab Sakit Saat Buang Air Kecil.
Siloam Hospital. (2026). Sakit saat Kencing, Ini 7 Kondisi yang Bisa Menjadi Penyebabnya.
RS Premierejatinegara. (2024). Nyeri Saat Kencing? Hati-Hati Infeksi Saluran Kemih!.
Sakra World Hospital. (2026). Disuria (Nyeri Saat Buang Air Kecil): Pengobatan, Penyebab & Gejala.
Ciputra Hospital. (2024). 11 Cara Mengatasi Anyang-Anyangan yang Mengganggu.
Ditinjau secara medis oleh dr. Talitha Amalia
.png&w=3840&q=75)