Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Sindrom Marfan: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatannya
Kembali ke Artikel & Berita

Sindrom Marfan: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatannya

SBATips Kesehatan

Pernahkah Anda melihat seseorang dengan lengan dan jari-jari yang tampak lebih panjang dibandingkan proporsi tubuhnya? Ciri tersebut tidak selalu menandakan masalah kesehatan, tetapi bisa menjadi salah satu karakteristik sindrom marfan, kelainan genetik yang memengaruhi jaringan ikat. 

Kondisi ini tidak hanya berkaitan dengan bentuk tubuh, tetapi juga dapat memengaruhi mata, jantung, dan pembuluh darah. Mengenali gejalanya pun penting agar sindrom marfan dapat didiagnosis lebih awal dan ditangani sesuai kebutuhan.

Apa Itu Sindrom Marfan?

Sindrom Marfan adalah kelainan genetik yang memengaruhi jaringan ikat, yaitu jaringan yang berperan menopang dan menghubungkan berbagai bagian tubuh, termasuk tulang, organ, dan pembuluh darah. Kondisi ini dapat memengaruhi beberapa bagian tubuh sekaligus, terutama tulang, mata, jantung, dan pembuluh darah.

Orang dengan kelainan ini umumnya memiliki tubuh tinggi dan kurus, serta lengan, kaki, dan jari-jari yang panjang. Tingkat keparahannya pun dapat berbeda pada setiap orang. 

Pada kondisi lebih serius, marfan sindrom dapat menyebabkan aorta, yaitu pembuluh darah besar yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh, melemah atau robek. Komplikasi ini dapat mengancam jiwa, sehingga deteksi dan pemantauan medis sangat penting.

Gejala dan Tanda Sindrom Marfan yang Perlu Diwaspadai

Meski merupakan kelainan genetik sejak lahir, gejalanya terkadang baru terlihat saat memasuki usia remaja atau dewasa. Berikut beberapa gejala marfan syndrome berdasarkan bagian tubuh yang terpengaruh.

1. Perubahan pada Mata

Sindrom ini dapat memengaruhi struktur mata dan menyebabkan rabun jauh, mata juling, hingga pergeseran posisi lensa mata. Penderitanya juga berisiko mengalami gangguan lain, seperti glaukoma dan katarak yang muncul pada usia lebih muda.

2. Perubahan pada Tulang dan Sendi

Ciri fisik yang umum juga meliputi tubuh tinggi dan kurus, lengan serta kaki yang panjang, dan jari-jari tangan maupun kaki yang ramping. Sementara itu, gejala lainnya dapat berupa tulang dada yang menonjol atau cekung, skoliosis, kaki rata, serta sendi yang lebih lentur.

3. Gangguan Jantung dan Pembuluh Darah

Sindrom marfan dapat melemahkan jaringan ikat pada dinding aorta sehingga menyebabkan aneurisma, yaitu pelebaran abnormal pada pembuluh darah tersebut. Kondisi ini perlu diwaspadai karena dapat berkembang menjadi robekan aorta yang mengancam jiwa. 

4. Perubahan pada Kulit

Terakhir, penderita sindrom ini dapat mengalami stretch mark pada area seperti punggung bawah, pinggul, dan bahu, meskipun berat badan tidak berubah secara signifikan. Tanda ini dapat muncul akibat perubahan pada jaringan ikat di bawah kulit.

Penyebab dan Faktor Risiko Sindrom Marfan

Sindrom marfan disebabkan oleh mutasi pada gen FBN1 yang berperan dalam produksi protein fibrilin. Protein ini berfungsi untuk membantu membentuk dan menjaga kekuatan serta elastisitas jaringan ikat yang menopang berbagai bagian tubuh. 

Jadi, ketika gen FBN1 mengalami perubahan, fungsi jaringan ikat dapat terganggu. Akibatnya, pertumbuhan tulang serta fungsi organ, seperti jantung, mata, dan pembuluh darah menjadi terpengaruh. Faktor risiko paling utama dari kelainan ini adalah riwayat keluarga. 

Jika salah satu orang tua memiliki mutasi gen penyebabnya, setiap anak memiliki peluang 50% untuk mewarisi mutasi tersebut. Namun, kondisi ini juga dapat terjadi akibat mutasi gen baru yang muncul secara spontan meskipun tidak ada anggota keluarga yang memiliki riwayat serupa. 

Karena berhubungan dengan faktor genetik, kondisi ini pun sulit dicegah. Meski demikian, konseling genetik dapat membantu individu dan keluarga memahami risiko pewarisan kepada keturunan. Pemeriksaan dan pemantauan kesehatan secara berkala juga penting untuk mendeteksi komplikasi sejak dini, terutama yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah.

Diagnosis Sindrom Marfan dan Pemeriksaan yang Diperlukan

Pemeriksaan sejak dini penting untuk mendeteksi komplikasi dan menentukan penanganan yang sesuai. Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk membantu menegakkan diagnosis meliputi.

  • Pemeriksaan fisik, untuk menilai karakteristik tubuh, seperti panjang lengan dan jari, bentuk tulang dada, serta kondisi tulang belakang.

  • Pemeriksaan riwayat keluarga, untuk mengetahui apakah terdapat anggota keluarga dengan kondisi serupa.

  • Pemeriksaan mata, untuk mendeteksi gangguan penglihatan atau pergeseran lensa mata.

  • Ekokardiografi, yaitu pemeriksaan menggunakan gelombang suara untuk mengevaluasi struktur dan fungsi jantung, termasuk kondisi aorta dan katup jantung.

  • Tes genetik, untuk mendeteksi perubahan pada gen yang berkaitan dengan kondisi ini apabila diperlukan.

Dokter dapat menggabungkan hasil beberapa pemeriksaan tersebut untuk menentukan diagnosis. Jika diperlukan, dokter juga dapat merekomendasikan pemeriksaan lanjutan atau konsultasi dengan dokter spesialis, terutama untuk mengevaluasi risiko komplikasi pada jantung dan pembuluh darah. 

Pilihan Pengobatan

Pengobatan sindrom marfan bertujuan untuk mengendalikan gejala, menjaga fungsi organ, dan mencegah komplikasi sesuai kondisi setiap pasien. Berikut pengobatan yang umum dilakukan dokter untuk penderita.

1. Obat-Obatan

Dokter dapat meresepkan obat penghambat beta atau penghambat reseptor angiotensin untuk membantu memperlambat pelebaran aorta. Selain itu, ada juga obat antiradang dan pereda nyeri juga dapat diberikan sesuai kebutuhan.

2. Alat bantu dan Koreksi Penglihatan

Ada penyangga yang dapat digunakan untuk membantu mengendalikan kelengkungan tulang belakang. Sementara itu, jika mata sudah terkena dampaknya, maka dokter juga akan memberikan kacamata atau lensa kontak guna membantu mengoreksi gangguan penglihatan.

3. Perubahan Gaya Hidup

Penderita sindrom marfan wajib menghindari jenis-jenis olahraga berat atau aktivitas dengan kontak fisik intens yang berisiko. Aktivitas ringan, seperti berjalan kaki, berenang, dan bersepeda, dapat dipertimbangkan sesuai rekomendasi dokter.

4. Terapi Fisik dan Okupasi

Pengobatan berikutnya adalah melakukan terapi. Terapi ini bertujuan untuk membantu menjaga kekuatan otot, meningkatkan kemampuan beraktivitas, serta mengatasi gangguan pada tulang dan sendi.

5. Pembedahan

Dokter dapat merekomendasikan operasi jika terjadi pelebaran aorta yang berisiko atau komplikasi serius lainnya. Tindakan ini bertujuan mengurangi risiko komplikasi yang mengancam jiwa.

Cara Mencegah Komplikasi Sindrom Marfan

Sindrom ini tidak dapat dicegah karena disebabkan oleh perubahan genetik. Meski begitu, risiko komplikasi bisa dikurangi dengan pemeriksaan rutin, terutama untuk memantau kondisi jantung dan aorta. Dokter juga dapat memberikan obat atau menyarankan operasi jika diperlukan untuk mencegah masalah yang lebih serius.

Bagi penderita yang berencana memiliki anak, konseling genetik dapat membantu memahami risiko pewarisan kondisi ini. Setiap anak dari orang tua dengan sindrom Marfan memiliki peluang 50% untuk mewarisi perubahan gen penyebabnya. (6)

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Segera konsultasikan dengan dokter jika mengalami gangguan penglihatan, nyeri dada, sesak napas terutama saat berolahraga, atau detak jantung tidak teratur. Pemeriksaan juga diperlukan jika Anda memiliki ciri fisik yang mengarah pada sindrom marfan atau riwayat keluarga dengan kondisi tersebut.

Bagi orang yang telah terdiagnosis, nyeri hebat di dada atau punggung, kelemahan atau kesemutan mendadak pada lengan maupun kaki, serta demam tanpa penyebab yang jelas perlu diwaspadai. 

Nyeri dada atau punggung yang muncul mendadak dan intensitas tinggi, terutama pada penderita sindrom ini, menjadi pertanda kondisi sedang darurat. Sehingga sangat membutuhkan pertolongan medis segera. Jangan menunda ke IGD untuk menunggu jadwal konsultasi atau pemeriksaan rutin.

Kenali Sindrom Marfan dan Pentingnya Pemeriksaan Genetik!

Sindrom marfan merupakan kelainan genetik yang dapat memengaruhi tulang, mata, jantung, dan pembuluh darah. Mengenali gejalanya serta menjalani pemeriksaan medis sejak dini penting untuk membantu mendeteksi risiko komplikasi dan menentukan penanganan yang sesuai.

Anda pun dapat mempertimbangkan DNAset Complete dari Bumame. Pemeriksaan DNA ini mendeteksi lebih dari 800 karakter genetik untuk memberikan gambaran mengenai karakteristik genetik dan potensi diri. Tes DNA ini pun dapat membantu Anda mengenal karakteristik tubuh berdasarkan informasi genetik.

Selain itu, jika memang memiliki ciri fisik yang mengarah pada sindrom marfan atau riwayat keluarga terkait, konsultasikan dulu dengan dokter untuk menentukan pemeriksaan lebih tepat. Pemantauan kesehatan secara berkala sangat penting untuk membantu mendeteksi komplikasi sejak dini dan menjaga kualitas hidup.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi:

  1. Mayo Clinic — Marfan Syndrome

  2. Siloam Hospitals — Sindrom Marfan – Penyebab, Faktor Risiko, dan Gejalanya

  3. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan — Mengenal Sindrom Marfan

  4. CDC — Tentang Sindrom Marfan

  5. NIH — Marfan Syndrome: Diagnosis, Treatment, and Steps to Take

  6. Harvard Health Publishing — Marfan Syndrome

Ditinjau secara medis oleh dr. Arina Dyga Putri

Frequently Asked Question

Apa itu sindrom Marfan?

Sindrom Marfan adalah kelainan genetik yang memengaruhi jaringan ikat tubuh, termasuk tulang, mata, jantung, dan pembuluh darah, terutama aorta.

Apa penyebab sindrom Marfan?

Sindrom Marfan disebabkan oleh mutasi pada gen FBN1 yang berperan dalam pembentukan protein fibrilin. Kondisi ini dapat diwariskan dari orang tua atau terjadi akibat mutasi gen baru.

Apa saja gejala sindrom Marfan yang perlu diwaspadai?

Gejalanya meliputi tubuh tinggi dan ramping, lengan serta jari-jari panjang, gangguan penglihatan, kelainan tulang belakang, dan masalah jantung atau pembuluh darah. Gejala dapat berbeda pada setiap orang.

Bagaimana sindrom Marfan didiagnosis?

Diagnosis dapat dilakukan melalui pemeriksaan fisik, riwayat keluarga, pemeriksaan mata, ekokardiografi untuk mengevaluasi jantung dan aorta, serta tes genetik jika diperlukan.

Apakah sindrom Marfan dapat disembuhkan?

Sindrom Marfan belum dapat disembuhkan, tetapi risiko komplikasinya dapat dikurangi melalui pemantauan medis rutin, obat-obatan sesuai anjuran dokter, penyesuaian aktivitas fisik, dan operasi jika diperlukan.