Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Tes Toxoplasma: Tujuan dan Prosedur
Kembali ke Artikel & Berita

Tes Toxoplasma: Tujuan, Prosedur, Cara Baca, dan Harga

SBAOthers

Memelihara kucing, berkebun tanpa sarung tangan, atau makan daging yang masih belum matang sempurna mungkin menjadi bagian dari keseharian. Dalam kondisi tertentu, ternyata kebiasaan tersebut bisa menjadi alasan untuk melakukan tes toxoplasma, lho.

Apa Itu Tes Toxoplasma?

Tes toxoplasma merupakan jenis pemeriksaan imunologi laboratorium yang biasanya menggunakan sampel darah untuk mendeteksi antibodi spesifik terhadap parasit Toxoplasma gondii. Pemeriksaan toxoplasma yang sangat umum dilakukan mencakup uji antibodi imunoglobulin G (IgG) dan imunoglobulin M (IgM).

Dalam laporan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), IgM dan IgG memberi informasi yang tidak sama tentang respons tubuh terhadap infeksi. IgG bisa menunjukkan bahwa Anda pernah terpapar toxoplasma, sementara IgM bisa Anda temukan pada infeksi yang lebih baru.

Akan tetapi, IgM bisa bertahan cukup lama, sehingga hasil positif tidak secara otomatis menandakan bahwa infeksi sedang berlangsung. Untuk itu, interpretasinya harus melihat waktu pemeriksaan, kondisi tertentu, dan pemeriksaan lanjutan.

Tes ini bisa dilakukan pada seseorang yang dicurigai mengalami toksoplasmosis, wanita yang berencana untuk hamil sesuai pertimbangan dokter, dan orang yang sistem kekebalan tubuhnya sedang melemah. Pemeriksaan juga bisa dilakukan untuk melakukan evaluasi terhadap kemungkinan infeksi pada janin maupun bayi.

Tujuan Tes Toxoplasma

Pemeriksaan anti toxoplasma bisa memberi informasi tentang status paparan seseorang terhadap parasit Toxoplasma gondii dan tujuan lainnya berikut ini.

  • Membantu menilai adanya infeksi baru yang terjadi lewat pemeriksaan IgM dan IgG.

  • Mengetahui riwayat paparan toksoplasma, khususnya lewat pemeriksaan antibodi IgG.

  • Membantu melakukan evaluasi kesehatan sebelum maupun selama awal kehamilan saat terdapat alasan klinis untuk potensi adanya infeksi.

  • Mendukung pemeriksaan pada seseorang yang sistem imunnya melemah dan berisiko terkena gejala toksoplasmosis yang lebih berat.

  • Membantu dokter dalam menentukan pemeriksaan lanjutan ketika hasil awal mengindikasikan adanya infeksi baru.

  • Mendukung evaluasi terhadap dugaan toksoplasmosis kongenital pada kondisi tertentu, melalui pemeriksaan khusus seperti PCR jika dibutuhkan.

Dengan begitu, tes anti toxoplasma bukan hanya berhubungan dengan program hamil. Pemeriksaan tersebut juga bisa menjadi bagian dari evaluasi medis terhadap kelompok yang berpotensi memiliki risiko atau gejala tertentu.

Prosedur Tes Toxoplasma

Pada umumnya, pemeriksaan toxoplasma cukup sederhana karena menggunakan sampel darah. Berikut ini tahapannya.

  • Persiapan pemeriksaan: Umumnya, pemeriksaan antibodi toxoplasma tidak membutuhkan persiapan khusus, tetapi ikuti petunjuk dokter atau laboratorium jika ada pemeriksaan yang dilakukan dalam waktu bersamaan.

  • Pengambilan sampel: Petugas akan mengambil darah dari pembuluh darah vena, umumnya di area lengan.

  • Pengumpulan darah: Sampel akan dimasukkan ke tabung pemeriksaan yang sesuai dan diberi identitas untuk selanjutnya diproses di laboratorium.

  • Analisis laboratorium: Laboratorium melakukan pemeriksaan terhadap antibodi spesifik Toxoplasma gondii, khususnya IgM dan IgG, menggunakan metode serologi seperti enzyme immunoassay dan metode lain yang tersedia.

  • Penerbitan hasil: Biasanya, hasil mencantumkan status IgM dan IgG, seperti negatif, reaktif, positif, atau non reaktif, sesuai dengan metode dan sistem laboratorium.

  • Interpretasi: Lalu, hasil akan dibahas berdasarkan kombinasi IgG dan IgM, waktu pemeriksaan, riwayat kesehatan, dan kondisi pasien. Jika perlu, dokter bisa menyarankan untuk melakukan pemeriksaan tambahan seperti aviditas IgG maupun pemeriksaan konfirmasi.

Cara Membaca Hasil Tes Anti Toxoplasma

Hasil tes anti toksoplasma sebaiknya tidak dibaca hanya dengan berfokus pada satu angka. Kombinasi antara IgM dan IgG memberi gambaran yang lebih berguna, tetapi hasil tetap harus disesuaikan dengan kondisi klinis.

1. IgG dan IgM Negatif

Hasil IgM dan IgG negatif berarti tidak ada antibodi yang terdeteksi terhadap Toxoplasma gondii. Umumnya, kondisi ini menunjukkan bahwa belum ada bukti serologis infeksi sebelumnya, tetapi juga tidak berarti Anda pasti tidak akan terkena infeksi di kemudian hari.

Bagi Anda yang merencanakan maupun menjalani kehamilan, hasil pemeriksaan semacam ini bisa menjadi alasan untuk lebih memperhatikan langkah pencegahan, misalnya mencuci buah dan sayuran hingga memasak daging sampai matang. Selain itu, penting juga untuk menghindari kontak langsung dengan kotoran kucing maupun tanah yang berpotensi terkontaminasi.

2. IgG Positif dan IgM Negatif

Umumnya, kombinasi ini menunjukkan adanya infeksi atau paparan toxoplasma di masa lalu. IgG bisa bertahan dalam tubuh dalam waktu yang lama, sehingga hasil positif tidak secara otomatis menunjukkan infeksi baru.

Untuk wanita hamil, hasil ini tetap harus dilihat berdasarkan kapan pemeriksaan dilakukan dan riwayat sebelumnya. Ketika dokter memerlukan kepastian lebih lanjut, pemeriksaan tambahan bisa menjadi pertimbangan.

3. IgG Negatif dan IgM Positif

Menginterpretasikan hasil IgG negatif dan IgM positif membutuhkan perhatian lebih. Sebab, kombinasi tersebut bisa mengarah pada potensi adanya infeksi baru.

Akan tetapi, hasil IgM bisa mengalami positif palsu sehingga tidak cukup jika Anda menggunakannya untuk memastikan adanya infeksi akut. Dokter bisa menyarankan pemeriksaan ulang atau tes konfirmasi, khususnya untuk pasien yang sedang sakit atau memiliki alasan klinis lain sehingga waktu terjadinya infeksi penting untuk diketahui.

4. IgG dan IgM Positif

Jika keduanya sama-sama positif terhadap antibodi Toxoplasma, maka hasil tersebut bisa Anda temukan pada infeksi yang relatif baru atau kondisi lain. IgM bisa bertahan selama berbulan-bulan, bahkan lebih lama pada sebagian orang.

Maka dari itu, kombinasi antara IgM dan IgG positif tidak boleh secara langsung menjadi kesimpulan adanya infeksi akut. Perlu adanya pemeriksaan lanjutan seperti IgG avidity atau tes konfirmasi lain agar bisa memperkirakan waktu terjadinya infeksi, khususnya saat hamil.

Tes Pelengkap Pemeriksaan Anti Toxoplasma

Pemeriksaan toksoplasma bisa menjadi bagian dari evaluasi infeksi yang berhubungan dengan kehamilan. Pemeriksaan lain yang bisa menjadi pertimbangan adalah sebagai berikut.

  • Tes anti rubella: Memeriksa antibodi IgM dan/atau IgG terhadap virus rubella untuk membantu mengetahui status kekebalan serta kemungkinan infeksi, sesuai dengan kondisi pemeriksaan. Penting untuk memeriksakan gejala rubella karena infeksi selama kehamilan bisa berdampak pada janin.

  • Tes anti CMV: Memeriksa antibodi terhadap cytomegalovirus (CMV), terutama IgM dan IgG. Pemeriksaan tersebut membantu dokter mengevaluasi kemungkinan infeksi atau riwayat paparan CMV terhadap indikasi klinis.

  • Tes toxoplasma sebelum hamil lainnya: Jika hasil IgM dan IgG menunjukkan dugaan infeksi baru, maka dokter bisa mempertimbangkan pemeriksaan seperti aviditas IgG atau tes konfirmasi yang lain untuk memudahkan dalam memperkirakan waktu infeksi.

Kombinasi pemeriksaan ini sering disebut sebagai bagian dari pemeriksaan TORCH, yang di dalamnya mencakup Toxoplasmosis, Rubella, dan Cytomegalovirus. Pemeriksaan juga harus menyesuaikan kebutuhan serta kondisi setiap pasien.

Periksa Kesehatan Sebelum Program Hamil

Persiapan kehamilan tidak sekadar berhubungan dengan menghitung masa subur. Fungsi tiroid, kondisi hormon, dan beragam faktor kesehatan reproduksi juga bisa menjadi bagian dari pemeriksaan sebelum menjalankan program kehamilan.

Bumame menawarkan Paket Kesuburan Wanita yang mencakup pemeriksaan FSH, LH, prolaktin, estradiol, dan TSHs. Pemeriksaan ini menggunakan sampel darah serta bisa dilakukan tanpa persiapan khusus.

Bagi wanita yang berencana menjalani program kehamilan, pemeriksaan kesehatan bisa bantu memberi gambaran tentang kondisi yang harus diperhatikan sebelum kehamilan. Bumame menyediakan paket kesehatan tersebut lewat layanan Walk-In maupun Home Care.

Harga Tes Toxoplasma di Bumame

Biaya pemeriksaan toxoplasma di Bumame dibanderol dari Rp2.839.000,00. Dengan harga tersebut, Anda tidak sekadar mendapatkan pemeriksaan toksoplasma, melainkan juga mencakup setidaknya enam parameter berikut.

  • Anti Rubella IgG

  • Anti Toxoplasma IgM

  • Anti Rubella IgM

  • Anti CMV IgG

  • Anti CMV IgM

Paket TORC dari Bumame bisa menjadi pilihan bagi Anda yang ingin melakukan pemeriksaan beberapa antibodi terkait secara bersamaan. Khususnya ketika pemeriksaan tersebut memang direkomendasikan sesuai rencana kehamilan atau kondisi kesehatan Anda.

Lebih Tenang dengan Mengetahui Kondisi Kesehatan

Tes toxoplasma adalah pemeriksaan darah yang bertujuan untuk melihat antibodi IgM dan IgG terhadap parasit Toxoplasma gondii. Hasilnya bisa memberi informasi tentang riwayat paparan dan membantu dokter dalam menilai kemungkinan infeksi baru.

Akan tetapi, membaca hasilnya memerlukan konteks. IgM positif, misalnya, tidak selalu menandakan bahwa infeksi sedang berlangsung karena antibodi ini bisa bertahan cukup lama. Maka dari itu, penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk interpretasi yang tepat.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240


Referensi:

  1. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2024). Clinical Overview of Toxoplasmosis.

  2. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2024). DPDx – Toxoplasmosis: Laboratory Diagnosis.

  3. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2024). Toxoplasmosis – Clinical Overview and Diagnosis.

  4. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2024). Preventing Toxoplasmosis.

  5. World Health Organization (WHO). (.n.d). Rubella – Fact Sheet and Congenital Rubella Information.

  6. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (.n.d). Cytomegalovirus (CMV) and Congenital CMV.

  7. Bumame. (2026). Paket Kesuburan Wanita: Tes, Harga & Parameter Diperiksa.

  8. Bumame. (2026). Medical Check Up TORC: Tes, Harga, Fungsi & Hasil yang Diukur.

  9. Mayo Clinic. (2026). Toxoplasmosis – Diagnosis and Treatment.

  10. Mayo Clinic News Network. (2022). Mayo Clinic Minute: Pregnancy and Toxoplasmosis.

Ditinjau secara medis oleh dr. Andika Yusuf Ramadhan, M.Biomed

Frequently Asked Question

Apa itu tes toxoplasma?
Tes toxoplasma adalah pemeriksaan darah untuk mendeteksi antibodi IgM dan IgG terhadap parasit Toxoplasma gondii.
Kapan sebaiknya melakukan tes toxoplasma sebelum hamil?
Tes sebelum hamil dapat menjadi pertimbangan dalam pemeriksaan prakonsepsi, terutama berdasarkan faktor risiko dan rekomendasi tenaga medis.
Apa arti IgG positif pada tes anti toxoplasma?
IgG positif umumnya menunjukkan pernah terjadi infeksi atau paparan toxoplasma, tetapi tidak dapat menentukan secara pasti kapan infeksi berlangsung.
Apakah IgM positif berarti terkena toksoplasma?
IgM positif dapat ditemukan pada infeksi yang lebih baru, tetapi perlu pemeriksaan lanjutan karena IgM dapat bertahan lama dan berpotensi menghasilkan positif palsu.
Berapa harga tes toxoplasma di Bumame?
Biaya pemeriksaan toxoplasma di Bumame dibanderol mulai dari Rp2.839.000,00 dan mencakup beberapa pemeriksaan antibodi terkait.