Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Toksoplasmosis: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya
Kembali ke Artikel & Berita

Toksoplasmosis: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

SBATips Kesehatan

Tiba-tiba merasa kebingungan, sakit kepala hebat, dan sulit menjaga keseimbangan? Sebaiknya periksakan diri karena gejala tersebut dapat menjadi tanda toksoplasmosis. Penyakit ini umumnya tidak menimbulkan gejala serius pada orang sehat. Namun, pada ibu hamil dan orang dengan daya tahan tubuh yang lemah, komplikasi bisa serius.

Kegiatan seperti membersihkan kotoran kucing atau mengonsumsi makanan yang terkontaminasi parasit pun dapat meningkatkan risiko infeksi jika kebersihan tidak dijaga. Karena risikonya, penting bagi Anda untuk memahami gejala, penyebab, serta cara penanganan. Yuk, simak lebih dalam di sini!

Apa Itu Toksoplasmosis?

Secara umum, toxoplasmosis atau toksoplasmosis merupakan infeksi akibat parasit Toxoplasma gondii (T. gondii) yang masuk ke tubuh manusia melalui makanan, air, dan tanah yang sudah terkontaminasi parasit. Selain manusia, parasit ini juga biasanya menginfeksi beberapa hewan, salah satunya adalah kucing.

Pada orang dengan daya tahan tubuh yang baik, toxoplasmosis umumnya tidak menimbulkan gejala serius dan hanya menyebabkan gejala ringan. Namun, infeksi dari penyakit ini bisa menjadi lebih serius jika menyerang bagian mata dan otak, terutama pada orang dengan daya tahan tubuh yang lemah.

Selain itu, toxoplasmosis juga perlu diperhatikan selama masa kehamilan. Jika ibu baru terinfeksi saat hamil atau sesaat sebelum kehamilan, ada kemungkinan parasit menular ke janin dan menyebabkan adanya gangguan kesehatan. Meski begitu, tidak semua infeksi pada masa kehamilan akan menular ke janin.

Gejala dan Tanda-Tanda Toksoplasmosis

Pada dasarnya, gejala toksoplasmosis dapat berbeda-beda pada setiap orang. Sebagian besar orang dengan daya tahan tubuh baik bahkan tidak menyadari adanya infeksi karena tidak mengalami keluhan apapun. Namun, pada beberapa orang, gejala toksoplasmosis dapat menyerupai flu ringan, seperti:

Pada orang dengan daya tahan tubuh lemah, toxoplasmosis dapat menyebabkan gejala lebih berat. Gejalanya biasanya seperti sakit kepala hebat, kebingungan, kejang, dan kesulitan menjaga keseimbangan tubuh. Jika penyakit ini menyerang mata, orang tersebut dapat mengalami gejala penglihatan kabut dan mata yang kemerahan.

Di samping itu, bayi yang terinfeksi sejak dalam kandungan mungkin tidak menunjukkan gejala apapun saat lahir. Namun, pada sebagian bayi, infeksi toxoplasmosis dapat menyebabkan gangguan penglihatan, pendengaran, bahkan gangguan perkembangan.

Penyebab dan Faktor Risiko Toksoplasmosis

Secara umum, penyebab utama toksoplasmosis adalah infeksi parasit yang masuk ke tubuh manusia dan hewan lewat makanan atau minuman terkontaminasi. Pada beberapa kasus, parasit dapat masuk melalui kontak dengan tanah atau kotoran hewan. Berikut adalah beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko infeksi.

1. Mengonsumsi Daging yang Belum Matang

Konsumsi daging yang belum matang menjadi salah satu penyebab infeksi toxoplasmosis. Daging mentah atau kurang matang biasanya mengandung parasit Toxoplasma gondii. Karena itu, risiko penularannya dapat meningkat jika daging tidak diolah dengan benar.

2. Kontak dengan Kotoran Kucing yang Terinfeksi

Kucing yang terinfeksi Toxoplasma gondii dapat mengeluarkannya melalui kotoran. Sehingga, seseorang bisa saja terinfeksi penyakit ini jika parasit secara tidak sengaja masuk ke mulut melalui tangan yang tidak dicuci setelah membersihkan kotoran kucing.

3. Mengonsumsi Makanan atau Air yang Terkontaminasi

Buah, sayuran, dan air yang terkontaminasi parasit Toxoplasma gondii juga dapat menjadi faktor resiko infeksi toksoplasmosis. Hal tersebut dapat terjadi ketika makanan-makanan ini tidak dicuci dengan baik atau air yang digunakan tidak terjamin kebersihannya.

4. Memiliki Daya Tahan Tubuh Lemah

Orang dengan daya tahan tubuh lemah, seperti penderita HIV, memiliki resiko lebih tinggi terhadap infeksi toxoplasmosis. Bahkan, infeksi yang sebelumnya mungkin tidak menimbulkan gejala apapun pada orang tersebut bisa saja tiba-tiba muncul. 

5. Kehamilan

Sebenarnya, kehamilan tidak secara langsung menyebabkan infeksi. Hanya saja, infeksi yang terjadi selama atau sebelum kehamilan dapat menular ke janin. Oleh karena itu, ibu hamil perlu lebih memperhatikan pencegahan dan pemeriksaan sesuai anjuran dokter untuk mengurangi risiko infeksi toxoplasmosis.

Diagnosis dan Pemeriksaan Toksoplasmosis

Diagnosis umumnya dilakukan dengan mempertimbangkan gejala, riwayat kesehatan, serta hasil pemeriksaan laboratorium. Dokter juga dapat menanyakan riwayat kehamilan, konsumsi makanan, atau kondisi tertentu yang mempengaruhi daya tahan tubuh. Berikut beberapa pemeriksaan toxoplasmosis yang dapat dilakukan.

1. Konsultasi dan Pemeriksaan Fisik

Pertama adalah konsultasi dan pemeriksaan fisik. Dokter akan menanyakan keluhan yang penderita alami, riwayat kesehatan, hingga konsumsi makanan. Kemudian, pemeriksaan fisik juga perlu untuk melihat gejala infeksi, seperti demam, sakit kepala, nyeri, maupun pembengkakan kelenjar getah bening.

2. Pemeriksaan Darah IgG dan IgM

Pemeriksaan darah IgG dan IgM dilakukan untuk mendeteksi fungsi antibodi, yaitu protein yang dihasilkan tubuh sebagai respons terhadap infeksi Toxoplasma gondii. Antibodi IgG umumnya menunjukkan riwayat infeksi, sedangkan antibodi IgM dapat membantu mendeteksi dugaan infeksi baru dari toksoplasmosis.

Pemeriksaan darah IgG dan IgM ini juga berkaitan dengan tes toxoplasma yang berperan untuk membantu dokter menilai riwayat infeksi atau kemungkinan adanya infeksi toksoplasmosis. Hasil dari tes ini tetap perlu mendapat evaluasi berdasarkan kondisi penderita dan pemeriksaan lain.

3. Pemeriksaan Lanjutan

Jika hasil pemeriksaan darah IgG dan IgM belum memberikan informasi yang cukup, dokter dapat menyarankan pemeriksaan tambahan, seperti tes aviditas IgG atau PCR. Hasil dari pemeriksaan ini nantinya dapat membantu dokter mendeteksi materi genetik parasit pada sampel tertentu.

4. Pemeriksaan TORC

Pemeriksaan TORC juga dapat dilakukan untuk membantu mengevaluasi beberapa infeksi yang berkaitan selama masa kehamilan, termasuk toxoplasmosis, rubella, dan CMV. Hasil dari pemeriksaan ini dapat menjadi bagian dari evaluasi medis apabila terdapat dugaan infeksi pada ibu hamil.

Bumame pun menyediakan Medical Check Up TORC yang mencakup pemeriksaan Anti Toxoplasma IgG dan IgM, serta antibodi terhadap rubella dan CMV. Layanan pemeriksaan ini dapat membantu memberikan informasi laboratorium yang relevan bagi dokter dalam menilai kemungkinan adanya infeksi toxoplasmosis. 

Pengobatan Toksoplasmosis

Pada dasarnya, pengobatan toxoplasmosis bergantung pada kondisi kesehatan seseorang dan tingkat keparahan infeksinya. Pada orang dengan daya tahan tubuh baik, gejala ringan sering kali membaik tanpa pengobatan khusus. Namun, sebagian penderita membutuhkan obat untuk mengendalikan dan mengurangi risiko komplikasi.

1. Pemberian Obat Antiparasit

Dokter dapat meresepkan obat seperti pyrimethamine dan sulfadiazine untuk mengatasi infeksi toxoplasmosis. Penggunaan obat-obatan tersebut biasanya disertai asam folinat yang berfungsi untuk mengurangi efek samping obat. Jenis obat dan lama pengobatan disesuaikan dengan kondisi penderitanya.

2. Pengobatan pada Ibu Hamil

Ibu hamil yang terkena infeksi toksoplasmosis memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui risiko infeksi pada janin. Pada umumnya, dokter akan memberikan obat yang sesuai dengan usia kehamilan, waktu terjadinya infeksi, hingga hasil pemeriksaan.

3. Penanganan Infeksi pada Mata

Jika infeksi toxoplasmosis menyerang mata, dokter spesialis mata akan menentukan pengobatan yang tepat berdasarkan kondisi dan tingkat keparahannya. Hal tersebut bertujuan untuk mengendalikan infeksi pada mata serta mengurangi risiko gangguan penglihatan pada penderita.

4. Pengobatan pada Penderita dengan Daya Tahan Tubuh Lemah

Penderita dengan daya tahan tubuh lemah mungkin memerlukan penanganan dan pengobatan yang lebih lama. Pada kondisi tertentu, pengobatan lanjutan juga diperlukan untuk mencegah infeksi agar tidak muncul kembali di kemudian hari.

Bagaimanapun, pengobatan toxoplasmosis dapat membantu mengendalikan infeksi parasit Toxoplasma gondii, namun tidak selalu bisa menghilangkan seluruh parasit dari tubuh. Oleh karena itu, pemeriksaan dari dokter tetap diperlukan, terutama pada penderita yang berisiko tinggi mengalami komplikasi.

Cara Mencegah Toksoplasmosis

Cara mencegah infeksi sebenarnya cukup sederhana, yaitu menjaga kebersihan makanan dan lingkungan. Karena caranya yang sederhana, maka langkah ini perlu dilakukan oleh semua orang, terutama bagi ibu hamil dan orang dengan daya tahan tubuh yang lemah. Meski begitu, ada beberapa cara pencegahan lain, seperti berikut.

  1. Memasak daging hingga benar-benar matang.

  2. Mencuci buah, sayuran, dan daging dengan air bersih yang mengalir.

  3. Selalu mencuci bersih peralatan masak dan permukaan meja dapur setelah memasak.

  4. Selalu mencuci tangan setelah berkebun atau membersihkan kotoran kucing.

  5. Menggunakan sarung tangan ketika berkebun.

  6. Membersihkan kotak pasir kucing setiap hari.

  7. Hindari minum air yang tidak diolah.

Sebenarnya, memelihara kucing tidak selalu berarti seseorang pasti akan terkena infeksi toxoplasmosis. Risiko infeksi dari parasit Toxoplasma gondii ini dapat dikurangi dengan cara sederhana, yaitu menjaga kebersihan kotak pasir kucing dan mencuci tangan setelah membersihkan kotorannya.

Bagi wanita yang sedang hamil, menjaga kebersihan makanan dan lingkungan juga menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko infeksi. Selain toxoplasmosis, penyakit kehamilan lainnya seperti rubella juga perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi kesehatan janin selama masa kehamilan.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Gejala toksoplasmosis sering kali tidak disadari karena gejalanya cenderung ringan menyerupai flu. Namun, jika mengalami gejala demam, nyeri, atau sakit kepala yang tidak kunjung membaik, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebabnya.

Ibu hamil yang diduga terkena toxoplasmosis sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter, meskipun tidak mengalami gejala. Begitu juga dengan orang yang memiliki daya tahan tubuh lemah, terutama jika mengalami sakit kepala berat, kejang, atau gangguan penglihatan.

Dokter dapat menyarankan tes darah selama kehamilan jika ada dugaan infeksi. Salah satu pilihan pemeriksaan yang dapat Anda pertimbangkan adalah paket TORC Bumame, yang mencakup tes antibodi toksoplasma, rubella, dan campak. Hasilnya dapat membantu dokter menentukan apakah diperlukan pemeriksaan atau penanganan lebih lanjut.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi:

  1. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) — About Toxoplasmosis

  2. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) — Symptoms of Toxoplasmosis

  3. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) — Toxoplasmosis: Causes and How It Spreads

  4. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) — People at Increased Risk for Toxoplasmosis

  5. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) — Clinical Overview of Toxoplasmosis

  6. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) — Clinical Care of Toxoplasmosis

  7. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) — Preventing Toxoplasmosis

  8. Mayo Clinic — Toxoplasmosis

  9. Harvard Health Publishing — Toxoplasmosis

Ditinjau secara medis oleh dr. Arina Dyga Putri

Frequently Asked Question

Apa itu toksoplasmosis?

Toksoplasmosis adalah infeksi akibat parasit Toxoplasma gondii yang dapat masuk ke tubuh melalui makanan, air, atau tanah yang terkontaminasi.

Apa saja gejala toksoplasmosis?

Gejalanya dapat berupa demam, nyeri otot, pembengkakan kelenjar getah bening, kelelahan, dan sakit kepala. Pada kondisi berat, dapat muncul sakit kepala hebat, kebingungan, kejang, gangguan keseimbangan, atau gangguan penglihatan.

Bagaimana toksoplasmosis menular?

Penularan dapat terjadi melalui daging yang kurang matang, makanan atau air terkontaminasi, serta parasit dari tanah atau kotoran kucing yang masuk ke mulut melalui tangan yang tidak dicuci.

Apakah toksoplasmosis berbahaya bagi ibu hamil?

Ya. Infeksi yang baru terjadi selama atau sesaat sebelum kehamilan dapat menular ke janin dan menyebabkan gangguan kesehatan. Ibu hamil yang diduga terinfeksi sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

Bagaimana cara mencegah toksoplasmosis?

Pencegahan dapat dilakukan dengan memasak daging hingga matang, mencuci buah dan sayuran, menggunakan air bersih, mencuci tangan setelah berkebun atau membersihkan kotoran kucing, serta menjaga kebersihan peralatan masak dan kotak pasir kucing.