Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Apakah TBC Bisa Sembuh? Lama Pengobatan dan Cara Dokter Menyatakan Sembuh
Kembali ke Artikel & Berita

Apakah TBC Bisa Sembuh? Lama Pengobatan dan Cara Dokter Menyatakan Sembuh

SBAOthers

Beberapa minggu setelah mulai minum obat, sebagian pasien merasa batuknya berkurang dan nafsu makannya kembali. Lalu muncul pertanyaan yang jarang diucapkan, apakah obat masih perlu diminum sampai habis kalau badan sudah terasa sehat?

Jawaban atas pertanyaan itu menentukan hasil akhir pengobatan. TBC bisa disembuhkan, dan pedoman Kemenkes menyebut ketaatan minum obat sebagai kunci untuk mencapai kesembuhan, mencegah penularan, dan menghindari kuman kebal obat.

Artikel ini membahas peluang sembuh, lama pengobatan, cara dokter menyatakan pasien sembuh, arti bercak di foto dada, serta langkah agar TBC tidak kembali.

Apakah TBC Bisa Sembuh?

Bisa. Tuberkulosis atau TBC adalah infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis yang umumnya menyerang paru, walau bisa juga mengenai organ lain. WHO menegaskan bahwa TBC bisa dicegah dan disembuhkan. Kemenkes mencatat bahwa dengan paduan obat antituberkulosis (OAT) selama 4 sampai 6 bulan sesuai rekomendasi WHO, sekitar 90% pasien bisa disembuhkan.

Angka itu berlaku bila pengobatan dijalani dengan benar, sedangkan tanpa pengobatan TBC bisa berakibat fatal. Menurut WHO, pengobatan yang dimulai lebih awal juga memperbesar peluang pulih. Batuk lama, demam, dan keringat malam termasuk gejala TBC yang perlu diperiksakan.

Pada TB laten, kuman ada di dalam tubuh tanpa gejala dan tidak menular, tetapi bisa berubah menjadi TBC aktif. WHO memperkirakan 5 sampai 10% orang yang terinfeksi akhirnya jatuh sakit.

Berapa Lama Pengobatan TBC Sampai Tuntas?

Pada TBC paru pasien baru, pedoman Kemenkes membagi pengobatan menjadi dua tahap dengan total 6 bulan. Mayo Clinic mencatat lamanya bisa 4, 6, atau 9 bulan sesuai keputusan dokter. Kedua tahap punya tugas berbeda:

  • Tahap awal selama 2 bulan. Obat diminum setiap hari untuk menurunkan jumlah kuman secara efektif. Bila obat diminum teratur dan tidak ada penyulit, daya tular umumnya sudah sangat menurun setelah 2 minggu pertama.

  • Tahap lanjutan selama 4 bulan. Tahap ini membunuh sisa kuman yang masih bertahan, khususnya kuman persisten, agar pasien bisa sembuh dan tidak kambuh. Pasien mungkin sudah merasa sehat pada tahap ini, tetapi NHS mengingatkan bahwa TBC bisa kembali bila obat dihentikan lebih awal.

Pada TBC di luar paru, seperti TBC tulang belakang, serta pada anak, respons pengobatan dinilai dari perbaikan klinis. TBC yang menyebar ke otak atau area sekitar jantung kadang memerlukan tambahan obat steroid selama beberapa minggu.

Lima Hal yang Menentukan Peluang Sembuh

Lima hal berikut ikut menentukan hasil akhir pengobatan:

  • Setiap dosis diminum sesuai jadwal. Mayo Clinic menegaskan setiap dosis perlu diminum sesuai petunjuk sampai pengobatan selesai untuk membasmi kuman dan mencegah kuman kebal obat. Rasa sehat di tengah pengobatan belum menandakan kuman sudah habis.

  • Ada pendamping minum obat. Pedoman Kemenkes menganjurkan pengawas menelan obat (PMO), yaitu orang yang memastikan obat ditelan dengan jenis, dosis, dan jarak waktu yang tepat. PMO sebaiknya sudah dilatih dan dipilih bersama pasien.

  • Efek samping dilaporkan ke dokter. Sebagian besar pasien menyelesaikan pengobatan tanpa efek samping yang berarti. Mual, muntah, urine gelap, ruam, serta kulit atau mata menguning tetap perlu segera disampaikan. Kulit dan mata yang menguning bisa menandakan gangguan fungsi hati, dan keluhan berat bisa membuat dokter menghentikan atau menyesuaikan obat tertentu.

  • Penyakit penyerta ikut dikendalikan. WHO mencatat orang dengan HIV 12 kali lebih mungkin jatuh sakit TBC, dan diabetes juga menaikkan risikonya. Pedoman Kemenkes menyebut penyakit penyerta bisa mengganggu respons pengobatan. Penelitian FKM Universitas Airlangga tentang kekambuhan TBC paru di Surabaya menyarankan perhatian khusus bagi pasien dengan diabetes atau HIV.

  • Gizi cukup dan berhenti merokok. WHO memasukkan kurang gizi, penggunaan tembakau, dan konsumsi alkohol berbahaya ke dalam kondisi yang menaikkan risiko sakit TBC. Makan bergizi serta menjauhi rokok dan alkohol mendukung perawatan diri selama pengobatan.

Bagaimana Dokter Menyatakan TBC Sudah Sembuh?

Merasa sehat belum cukup untuk dinyatakan sembuh. Pada TBC paru, respons pengobatan dipantau lewat pemeriksaan dahak BTA atau basil tahan asam, yaitu pemeriksaan mikroskop untuk mencari kuman di dahak. Pada pasien baru, dahak diperiksa ulang di akhir bulan kedua, dan berat badan dipantau setiap bulan.

Pedoman Kemenkes memakai istilah berikut untuk hasil akhir pengobatan:

Status

Artinya

Sembuh

Dahak positif di awal pengobatan, lalu BTA atau biakan (kultur kuman) negatif di akhir pengobatan dan pada salah satu pemeriksaan sebelumnya

Pengobatan lengkap

Obat diminum sampai selesai tanpa bukti gagal, tetapi hasil dahak negatif di akhir pengobatan tidak tersedia

Pengobatan gagal

BTA atau biakan masih positif pada bulan kelima atau di akhir pengobatan

Putus obat

Pengobatan tidak dimulai setelah diagnosis, atau terhenti 2 bulan berturut-turut atau lebih

Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.

Status sembuh dan pengobatan lengkap sama-sama dihitung sebagai keberhasilan pengobatan. Bila dahak negatif sejak awal dan tetap negatif di akhir bulan kedua, dokter beralih memantau keluhan dan berat badan.

Mengapa Bercak di Foto Dada Bisa Menetap?

Infeksi TBC bisa meninggalkan bekas di paru. Salah satu temuan yang umum pada foto dada adalah fibrosis, yaitu jaringan parut yang biasanya terbentuk akibat infeksi kronik. Pedoman Kemenkes juga menjelaskan bahwa area radang pada infeksi awal bisa digantikan oleh jaringan parut dan kalsifikasi atau perkapuran.

Bekas seperti ini bisa tetap terlihat walau pengobatan sudah tuntas. Karena itu, dokter membaca hasil rontgen TB paru bersama hasil dahak dan keluhan. Pedoman Kemenkes menegaskan bahwa diagnosis TBC tidak dibenarkan hanya berdasarkan foto dada, karena gambarannya tidak selalu khas.

Bisakah TBC Kambuh Setelah Dinyatakan Sembuh?

Bisa. Pedoman Kemenkes mengenal istilah kasus kambuh, yaitu pasien yang pernah dinyatakan sembuh atau pengobatan lengkap lalu kembali didiagnosis TBC. Penyebabnya bisa kuman lama yang kembali aktif atau reaktivasi, bisa juga infeksi baru karena terpapar lagi oleh orang dengan TBC aktif atau reinfeksi.

Artinya, riwayat sembuh tidak membuat seseorang kebal. NHS juga memasukkan orang yang pernah sakit TBC tanpa pengobatan yang benar ke dalam kelompok yang lebih mudah sakit lagi.

Bila Obat Terputus atau Kuman Menjadi Kebal

TBC resistan obat atau TB RO terjadi bila kuman tidak lagi bisa dibunuh oleh OAT biasa. Kemenkes menyebutnya fenomena buatan manusia, karena kuman kebal obat muncul akibat pengobatan yang tidak memadai atau tertular dari pasien TB RO. WHO menambahkan bahwa resistansi muncul saat obat dipakai tidak tepat, termasuk bila pasien berhenti berobat terlalu dini.

Kabar baiknya, WHO menyebut bentuk ini tetap bisa disembuhkan dengan obat lain yang umumnya lebih mahal dan efek sampingnya lebih banyak. Pasien kambuh dan pasien yang kembali setelah putus obat termasuk kelompok yang diperiksa untuk kemungkinan TB RO.

Peran Foto Dada dalam Menilai Kondisi Paru

Foto dada memperlihatkan bercak, rongga, cairan, dan jaringan parut di paru, sehingga dokter bisa memintanya saat menilai keluhan paru atau membandingkan kondisi paru dari waktu ke waktu. Pemeriksaan ini termasuk jenis rontgen yang umum dipakai untuk paru, sementara kemajuan pengobatan tetap dipantau lewat pemeriksaan dahak.

Di Bumame, pemeriksaan ini tersedia sebagai Rontgen - Thorax. Menurut halaman produknya, foto ini membantu mendeteksi gambaran yang mengarah ke TBC dan mendukung pemantauan respons terapi dengan membandingkan hasil sebelumnya. Pemeriksaan tidak memerlukan puasa, dan obat atau suplemen yang rutin diminum perlu diinformasikan kepada petugas. Untuk pertanyaan seputar pemeriksaan, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Periksakan diri ke dokter bila mengalami salah satu kondisi berikut:

  • Batuk 2 minggu atau lebih. Pedoman Kemenkes memasukkan batuk 2 minggu atau lebih, batuk berdahak, dan dahak bercampur darah ke dalam gejala TBC paru. Gejala TBC bisa ringan selama berbulan-bulan, sehingga ciri batuk TBC mudah dianggap batuk biasa.

  • Keluhan umum yang menetap. Demam, keringat malam, lelah terus-menerus, nafsu makan turun, dan berat badan turun tanpa sebab perlu dicek. Keluhan ini biasanya muncul perlahan.

  • Keluhan kembali setelah sembuh. Batuk yang tidak kunjung sembuh, demam, atau berat badan yang kembali turun setelah pengobatan selesai perlu dievaluasi. Pemeriksaan ulang membantu dokter membedakan bekas infeksi lama, infeksi paru-paru lain, dan kekambuhan.

  • Kontak erat dengan pasien TBC. NHS menganjurkan pemeriksaan bagi orang yang banyak menghabiskan waktu dengan pasien TBC bergejala, misalnya yang tinggal serumah. WHO juga menganjurkan skrining bagi kontak serumah dan rekan kerja.

Batuk berdarah dalam jumlah banyak, sesak napas berat, atau leher kaku disertai sakit kepala hebat perlu segera ditangani di IGD.

Langkah Mencegah Penularan dan Kekambuhan

Langkah berikut membantu menekan penularan TBC di rumah:

  • Terapkan etika batuk. Tutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin, pakai masker, serta buang dahak dan tisu bekas dengan benar. WHO juga menyarankan pasien TBC menghindari kontak dekat dengan orang lain.

  • Jaga sirkulasi udara. WHO menyebut ventilasi yang baik penting untuk menekan penularan di fasilitas kesehatan dan institusi lain. Di rumah, buka jendela secara rutin agar udara segar mengalir.

  • Periksakan anggota keluarga. Bila skrining menunjukkan infeksi laten, dokter bisa meresepkan terapi pencegahan TB (TPT) agar tidak berkembang menjadi sakit. WHO menganjurkan terapi ini dituntaskan.

  • Imunisasi BCG pada anak. Menurut WHO, vaksin BCG yang diberikan pada bayi atau anak kecil membantu menurunkan risiko TBC berat dan kematian akibat TBC. Langkah pencegahan lain tetap perlu dijalankan.

Tuntaskan Pengobatan dan Raih Kesembuhan

TBC bisa disembuhkan, dan peluangnya besar bila obat diminum setiap hari sampai jadwal selesai. Dukungan keluarga dan kontrol rutin membantu pengobatan berjalan sampai akhir. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan, jadi periksakan diri bila batuk tidak kunjung reda. Untuk informasi pemeriksaan, chat CS Bumame.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/755/2019 tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Tuberkulosis.

  2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat. Latar Belakang Hari Tuberkulosis Sedunia.

  3. Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Pemeriksaan Penunjang TB pada Anak.

  4. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga. Faktor Risiko Kekambuhan Pasien TB Paru Dewasa di Kota Surabaya.

  5. World Health Organization. Tuberculosis.

  6. NHS. Tuberculosis (TB).

  7. Mayo Clinic. Tuberculosis, Diagnosis and Treatment.

Ditinjau secara medis oleh dr. Muhammad Reza Kurniawan

Frequently Asked Question

Apakah TBC bisa sembuh total?

Ya, TBC bisa disembuhkan dengan pengobatan yang tepat dan tuntas. Sekitar 90% pasien dapat sembuh dengan paduan obat antituberkulosis yang direkomendasikan WHO. Namun, bekas jaringan parut di paru masih bisa terlihat pada foto dada meskipun infeksi sudah selesai.

Berapa lama pengobatan TBC sampai dinyatakan sembuh?

Pengobatan TBC paru pada pasien baru umumnya berlangsung selama 6 bulan, terdiri dari 2 bulan tahap awal dan 4 bulan tahap lanjutan. Durasi dapat berbeda sesuai kondisi pasien dan keputusan dokter, terutama pada TBC resistan obat atau TBC di luar paru.

Bagaimana dokter menentukan pasien TBC sudah sembuh?

Dokter menilai hasil pengobatan berdasarkan pemeriksaan dahak BTA atau biakan kuman, riwayat pengobatan, dan kondisi klinis. Pada TBC paru, status sembuh memerlukan hasil dahak negatif di akhir pengobatan dan pada salah satu pemeriksaan sebelumnya. Merasa sehat saja belum cukup untuk memastikan kesembuhan.

Apakah TBC bisa kambuh setelah dinyatakan sembuh?

Bisa. Kekambuhan dapat terjadi ketika kuman lama kembali aktif atau ketika seseorang terinfeksi kembali. Jika batuk, demam, keringat malam, atau penurunan berat badan muncul lagi setelah pengobatan, segera konsultasikan dengan dokter.

Apa risiko jika obat TBC dihentikan sebelum pengobatan selesai?

Menghentikan obat terlalu dini dapat membuat kuman kembali berkembang dan meningkatkan risiko resistansi obat. Karena itu, minum obat sesuai jadwal sampai tuntas, mengikuti kontrol rutin, dan melaporkan efek samping kepada dokter sangat penting untuk mendukung kesembuhan.