Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Bayi Tidur Ngorok: Penyebab, Tanda Darurat, dan Kapan Perlu ke Dokter
Kembali ke Artikel & Berita

Bayi Tidur Ngorok: Penyebab, Tanda Darurat, dan Kapan Perlu ke Dokter

SBATips Kesehatan

Tengah malam, terdengar dengkur halus dari tempat tidur si Kecil, mirip dengkuran orang dewasa dalam versi mini. Sebagian orang tua menganggapnya lucu. Sebagian lain langsung terjaga dan memperhatikan dada bayi yang naik turun.

Kebanyakan dengkur pada bayi berasal dari hidung yang mungil dan mudah tersumbat, sehingga umumnya tidak berbahaya. Meski begitu, dengkur yang muncul di banyak malam, disertai jeda napas, atau membuat bayi tampak bersusah payah bernapas perlu mendapat perhatian lebih.

Artikel ini membahas tanda darurat, penyebab bayi tidur ngorok, cara membedakan dengkur biasa dari gangguan napas saat tidur, serta pemeriksaan dan penanganannya.

Tanda Darurat yang Perlu Segera Dibawa ke IGD

Perhatikan dulu cara bayi bernapas. Cleveland Clinic menganjurkan pertolongan darurat bila muncul salah satu tanda berikut:

  • Napas berhenti cukup lama. Bayi baru lahir bisa berhenti bernapas beberapa detik lalu bernapas seperti biasa lagi. Jeda yang lebih panjang dari itu, atau jeda yang disertai tanda lain di bawah, perlu ditangani saat itu juga.

  • Bibir atau kulit membiru. Perhatikan warna bibir dan kulit wajah bayi saat suara napasnya terdengar tidak biasa. Warna kebiruan perlu segera ditangani.

  • Tampak bersusah payah bernapas. Cuping hidung bayi kembang kempis dan dadanya naik turun dengan berat setiap kali menarik napas. Kondisi ini menandakan bayi bekerja keras untuk bernapas.

  • Wajah memerah saat berusaha bernapas. Perubahan warna ini muncul padahal ia tidak sedang mengejan saat buang air besar. Tanda ini juga perlu segera ditolong.

Bila salah satu tanda ini muncul, segera bawa bayi ke IGD rumah sakit tanpa menunggu pagi. Pencarian penyebabnya dilakukan setelah napas bayi tertangani.

Apakah Wajar Bayi Mendengkur saat Tidur?

Pada banyak bayi, jawabannya wajar. Bayi baru lahir bernapas lewat hidung, sementara hidung dan saluran napasnya masih kecil sehingga mudah tersumbat. Sumbatan ringan sudah cukup membuat bayi mendengkur, mendengus, atau bersiul dari hidung.

Bayi juga masih belajar mengatur napasnya. Pada bulan-bulan pertama, ia berpindah antara fase tidur aktif (REM) dan tidur tenang (non-REM) dengan cepat, sehingga suara dan irama napasnya ikut berubah-ubah. Selama tidak ada tanda bersusah payah bernapas, pola ini termasuk perkembangan yang normal.

Beberapa Penyebab Bayi Tidur Ngorok

Sumber dengkur bisa berada di hidung, tenggorokan, atau jaringan di sekitar saluran napas, seperti berikut:

1. Hidung Tersumbat saat Pilek

Pilek dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) lainnya membuat hidung bayi dipenuhi lendir, sehingga napasnya berbunyi saat tidur. Perhatikan apakah dengkurnya ikut berkurang setelah pilek sembuh.

2. Lendir dan Sisa Susu di Saluran Napas

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebut bunyi "grok-grok" muncul dari udara napas yang melewati lendir di saluran napas. Sisa ASI atau susu formula yang belum tertelan sempurna juga bisa membuat tidur bayi terdengar berisik. Keduanya umumnya tidak berbahaya selama bayi menyusu dengan baik dan napasnya tidak tampak berat.

3. Laringomalasia

Laringomalasia terjadi saat jaringan di kotak suara atau laring jatuh ke saluran napas setiap kali bayi menarik napas, karena tulang rawannya masih lunak. American Academy of Pediatrics (AAP) menyebut kondisi ini umum pada bayi baru lahir dan sering menjadi penyebab stridor pada bayi, yaitu suara mencicit bernada tinggi yang berulang saat bernapas.

Gejalanya biasanya mulai beberapa hari sampai beberapa minggu setelah lahir dan umumnya hilang sekitar usia satu tahun. Pada sebagian bayi, prosesnya butuh waktu sampai usia 18 bulan hingga 2 tahun.

4. Amandel dan Adenoid yang Membesar

Amandel atau tonsil berada di kanan dan kiri ujung belakang rongga mulut, sedangkan adenoid terletak di langit-langit belakang hidung. Keduanya bagian dari sistem pertahanan tubuh di pintu masuk saluran napas. IDAI menyebut pembesaran amandel dan adenoid sebagai faktor risiko utama gangguan napas saat tidur pada anak.

Meski begitu, ukuran amandel yang besar saja tidak menjadi alasan operasi. IDAI menyebut operasi baru dipertimbangkan bila sudah muncul gangguan napas saat tidur atau bila terjadi radang amandel berulang akibat kuman streptokokus.

5. Alergi dan Paparan Asap Rokok

IDAI mengaitkan penyakit yang berhubungan dengan alergi, seperti rinitis alergi, asma, dan sinusitis, dengan gangguan napas saat tidur pada anak. Bayi dengan kecenderungan alergi di saluran napas juga memproduksi lendir lebih banyak, apalagi bila ada riwayat alergi dalam keluarga.

Asap rokok, bulu binatang, debu rumah, dan tungau debu rumah termasuk pemicu yang menambah produksi lendir. IDAI menganjurkan pemicu seperti ini dihindari sebisa mungkin.

Dengkur Biasa atau Gangguan Napas saat Tidur?

Dengkur yang sering bisa menjadi tanda obstructive sleep apnea (OSA), yaitu gangguan napas saat tidur akibat saluran napas yang tersumbat sebagian atau seluruhnya. Kondisi ini adalah bentuk sleep apnea yang terjadi pada anak.

Menurut IDAI, anak dengan OSA tidur dengan mulut terbuka, mendengkur, dan sering mengalami henti napas, lalu terbangun karena gelagapan. OSA patut diduga bila anak mendengkur lebih dari tiga hari dalam seminggu, dan ambang diagnosis ditentukan oleh dokter. OSA juga dilaporkan berhubungan dengan perilaku hiperaktif, mudah marah, dan gagal tumbuh, salah satu bentuk gangguan tumbuh kembang.

Pola Suara Napas

Ciri yang Biasanya Terlihat

Langkah yang Disarankan

Dengkur atau dengus ringan

Muncul saat hidung tersumbat, bayi tetap tenang, menyusu dengan baik, dan warna kulitnya normal

Amati di rumah dan jaga hidung tetap bersih

Dengkur yang sering atau suara mencicit

Mendengkur di banyak malam, tidur dengan mulut terbuka, gelagapan, atau suara mencicit disertai sulit menyusu

Buat janji dengan dokter anak dan bawa rekaman video saat bayi tidur

Tanda darurat

Jeda napas yang lama, bibir atau kulit membiru, cuping hidung kembang kempis, atau dada naik turun dengan berat

Segera bawa bayi ke IGD

Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.

Kapan Bayi yang Mendengkur Perlu Diperiksakan?

Di luar kondisi darurat, buat janji dengan dokter anak bila Anda melihat tanda berikut:

  • Dengkur muncul di banyak malam. Dengkur yang tetap terdengar saat bayi tidak sedang pilek perlu diceritakan kepada dokter. Catat berapa malam dalam seminggu ia mendengkur agar polanya mudah dinilai.

  • Jeda napas atau gelagapan saat tidur. AAP memasukkan jeda napas saat tidur sebagai gejala yang perlu diperiksa pada laringomalasia. Gelagapan dalam tidur juga sering menyertai OSA pada anak.

  • Sulit menyusu. Bayi tersedak atau megap-megap saat menyusu, sering gumoh, dan rewel setelahnya. Keluhan seperti ini, apalagi bila berat badannya tidak naik, termasuk alasan bayi perlu diperiksa untuk laringomalasia.

  • Kulit leher atau sela iga tertarik ke dalam. Tarikan setiap kali bayi menarik napas ini disebut retraksi. Periksakan secepatnya, dan anggap sebagai keadaan darurat bila disertai bibir kebiruan atau napas berat.

Cara Dokter Mencari Sumber Dengkur

Dokter akan menanyakan sejak kapan bayi mendengkur, seberapa sering, serta ada tidaknya jeda napas dan gangguan menyusu, lalu memeriksa hidung, tenggorokan, dan pertumbuhan bayi. IDAI menyebut rekaman video buatan orang tua sering membantu dokter mendiagnosis OSA.

Bila dicurigai laringomalasia, dokter spesialis THT anak biasanya memastikannya dengan selang kamera kecil yang dimasukkan lewat hidung bayi. Untuk memastikan OSA, IDAI menyebut perlunya pemeriksaan tidur khusus yang disebut polisomnografi.

Langkah Penanganan Menurut Sumber Dengkurnya

Untuk hidung tersumbat, kuncinya menjaga hidung tetap bersih. IDAI menyebut cuci hidung dengan cairan steril membantu melunakkan dan mengalirkan lendir, dan aman dilakukan orang tua asalkan mengikuti petunjuk dokter. Hindari memberi obat pilek kepada bayi tanpa anjuran dokter.

Kebanyakan bayi dengan laringomalasia tidak memerlukan pengobatan. Bila bayi juga mengalami refluks gastroesofageal, yaitu naiknya isi lambung ke kerongkongan, dokter bisa memberikan obat refluks yang juga bisa membantu napasnya. Bila bayi mengalami masalah napas atau menyusu yang berat, atau berat badannya tidak naik, dokter bisa menyarankan operasi yang disebut supraglotoplasti.

Pada OSA karena amandel dan adenoid yang membesar, IDAI menyebut penanganannya berupa operasi pengangkatan keduanya. Penyakit penyerta seperti asma dan sinusitis juga perlu ditangani.

Tidur Aman Tetap Berlaku saat Bayi Mendengkur

Saat bayi mendengkur, orang tua kadang tergoda meninggikan kepalanya dengan bantal atau menidurkannya tengkurap agar napasnya terdengar lebih lega. Panduan tidur aman tetap berlaku, karena posisi tengkurap saat tidur berkaitan dengan sudden infant death syndrome (SIDS) atau sindrom kematian bayi mendadak. Beberapa langkah berikut membantu:

  • Telentang setiap kali tidur. IDAI menganjurkan bayi diletakkan telentang setiap tidur sampai usia satu tahun. Posisi tengkurap cukup dilakukan saat bayi terjaga penuh dan diawasi, sehingga kebiasaan bayi tidur tengkurap sebaiknya dihindari meski ia mendengkur.

  • Permukaan datar dan padat. Gunakan matras padat yang dibungkus seprai berukuran pas. AAP menyebut permukaan tidur yang dibuat miring tidak aman, dan bayi dengan refluks pun tetap dianjurkan tidur telentang di permukaan datar.

  • Tempat tidur yang lapang. Jauhkan bantal, boneka, selimut, dan rajutan dari tempat tidur bayi. Bayi sebaiknya tidur sekamar dengan orang tua, tetapi di tempat tidur terpisah.

  • Kamar bebas asap rokok dan tidak gerah. AAP menganjurkan orang tua tidak merokok selama hamil maupun setelah bayi lahir. Jaga juga suhu kamar agar bayi tidak kepanasan.

Amati dengan Tenang, Periksakan saat Polanya Berubah

Dengkur bayi sering membaik seiring pertumbuhannya. Dengarkan pola napasnya, rekam bila perlu, dan bawa si Kecil ke dokter bila dengkur muncul di banyak malam atau disertai jeda napas dan sulit menyusu. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan.

Saat kontrol rutin, Anda juga bisa menanyakan dengkur si Kecil dan kebutuhan jam tidur normal sesuai usianya. Untuk informasi layanan ibu dan anak di Bumame, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) — Waspadai Keluhan Mendengkur pada Anak.

  2. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) — Napas Grok-Grok pada Bayi dan Anak, Berbahayakah?

  3. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) — Amandel Besar pada Anak, Apakah Perlu Dioperasi?

  4. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) — Bolehkah Bayi Tidur Tengkurap di Rumah?

  5. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) — Amankah Tindakan Cuci Hidung pada Anak?

  6. American Academy of Pediatrics, HealthyChildren.org — Stridor & Laryngomalacia: Is My Baby's Noisy Breathing Serious?

  7. American Academy of Pediatrics, HealthyChildren.org — How to Keep Your Sleeping Baby Safe: AAP Policy Explained.

  8. Cleveland Clinic — Baby Grunting in Their Sleep? Panting? Snoring? Here's Why.

Ditinjau secara medis oleh dr. Arina Dyga Putri

Frequently Asked Question

Apakah normal bayi tidur ngorok?

Bayi tidur ngorok sering kali masih normal karena hidung dan saluran napasnya kecil serta mudah tersumbat. Namun, dengkur yang muncul di banyak malam, disertai jeda napas, sulit menyusu, atau napas berat perlu diperiksakan ke dokter.

Kenapa napas bayi berbunyi grok-grok saat tidur?

Bunyi grok-grok dapat muncul ketika udara melewati lendir di saluran napas. Sisa susu juga bisa membuat napas terdengar berisik. Hindari paparan asap rokok, debu, dan bulu binatang yang dapat memperburuk produksi lendir.

Bolehkah bayi yang ngorok tidur tengkurap atau memakai bantal?

Tidak. Bayi dianjurkan tidur telentang di permukaan yang datar dan padat, tanpa bantal, boneka, atau selimut longgar. Posisi tengkurap saat tidur meningkatkan risiko sindrom kematian bayi mendadak atau SIDS.

Kapan bayi ngorok harus dibawa ke IGD?

Segera bawa bayi ke IGD jika napasnya berhenti cukup lama, bibir atau kulitnya membiru, cuping hidung kembang kempis, atau dada tampak bekerja keras saat bernapas. Jangan menunggu hingga pagi jika tanda tersebut muncul.

Apakah ngorok pada bayi bisa hilang sendiri?

Dengkur akibat hidung tersumbat biasanya membaik setelah pilek mereda. Gejala laringomalasia juga sering menghilang sekitar usia satu tahun, meskipun sebagian bayi memerlukan waktu lebih lama. Dengkur yang menetap atau disertai gangguan napas perlu diperiksa dokter.