Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Cara Mengatasi Perut Kembung pada Anak: Langkah di Rumah dan Tanda Perlu ke Dokter
Kembali ke Artikel & Berita

Cara Mengatasi Perut Kembung pada Anak: Langkah di Rumah dan Tanda Perlu ke Dokter

SBATips Kesehatan

Sepulang dari pesta ulang tahun, si kecil mengeluh perutnya begah. Perutnya tampak membuncit, ia lebih sering kentut atau bersendawa, lalu enggan bermain.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), kembung pada anak biasanya tidak tergolong gawat darurat. Meski begitu, kembung juga bisa menjadi tanda sumbatan usus yang perlu segera ditangani dokter.

Artikel ini dimulai dari tanda yang perlu segera dibawa ke IGD, lalu membahas pemicu kembung, langkah meredakannya di rumah, perawatan bayi, dan kapan perlu ke dokter anak.

Periksa Tanda Bahaya Ini Sebelum Merawat Kembung di Rumah

Segera bawa anak ke IGD bila kembung disertai salah satu tanda berikut. Menurut IDAI dan MSD Manual, tanda ini bisa mengarah ke sumbatan usus atau penyakit lain yang perlu dinilai dokter saat itu juga:

  • Perut membengkak dan teraba keras disertai muntah berulang. Perut yang terus membesar, tegang, atau terasa nyeri saat disentuh perlu segera diperiksa. Muntah berulang juga berisiko membuat anak kekurangan cairan atau dehidrasi.

  • Muntah berwarna hijau. IDAI menyebut kembung dengan muntah hijau, tanpa buang air besar (BAB) dan buang angin, sebagai gejala volvulus atau usus terpuntir. MSD Manual meminta anak dengan muntah hijau terang segera diperiksa dokter.

  • Tinja berdarah atau berlendir. Kembung yang didahului sakit perut lalu diikuti BAB berdarah dan berlendir adalah gejala invaginasi, yaitu bagian usus yang terlipat masuk ke bagian di bawahnya. MSD Manual menyebut kondisi ini bisa diawali tangisan yang datang berulang dengan kaki ditarik ke arah dada.

  • Tidak BAB dan tidak kentut. IDAI meminta anak yang kembung dan sama sekali tidak bisa BAB maupun kentut segera diperiksakan. Kondisi ini bisa menandakan saluran usus tersumbat sebagian atau total.

  • Demam tinggi atau sakit perut hebat. Keduanya termasuk tanda yang perlu segera diperiksakan menurut IDAI. AAP menambahkan, nyeri yang bermula di tengah perut lalu pindah ke kanan bawah, dengan anak menolak makanan kesukaannya, bisa mengarah ke radang usus buntu.

  • Anak tampak sangat mengantuk atau lemas. MSD Manual memasukkan anak yang lesu dan tidak bertenaga (letargi) ke tanda yang perlu segera dinilai dokter. Anak yang terus tertidur dan tidak mau bermain perlu dibawa ke IGD tanpa menunggu.

Catat kapan kembung mulai, makanan terakhir, dan kapan anak terakhir BAB atau kentut agar dokter bisa menilai lebih cepat.

Apa yang Terjadi di Perut Anak saat Kembung?

Kembung atau meteorismus adalah perut yang terasa penuh atau tampak membesar karena gas menumpuk di saluran cerna. Menurut IDAI dan Kemenkes, gas bisa berasal dari udara yang tertelan saat anak menangis, batuk, atau makan terlalu cepat. Gas juga terbentuk ketika sisa makanan yang tidak tercerna sempurna difermentasi bakteri di usus besar.

Gas makin menumpuk bila gerakan usus atau peristaltik melemah, misalnya setelah diare, atau bila ada sumbatan usus. Pemicu perut kembung pada orang dewasa umumnya serupa. Pada anak, cara makan, jenis susu, kebiasaan BAB, dan usia ikut menentukan langkah yang cocok.

Pemicu Kembung yang Sering Dialami Anak

  • Kebiasaan makan dan minum. Minum dengan sedotan, permen karet, minuman bersoda, berbicara saat makan, dan makan sambil berlarian bisa menambah udara yang tertelan. NIDDK menyarankan kebiasaan ini dikurangi bila gas sering mengganggu.

  • Makanan pembentuk gas. IDAI mencontohkan ubi, keju, kol, dan sawi bila dimakan berlebihan. NIDDK menambahkan apel, pir, jus buah, brokoli, kacang-kacangan, dan permen berpemanis sorbitol. Banyak di antaranya bergizi, jadi bicarakan dengan dokter atau ahli gizi sebelum mencoretnya dari menu.

  • Susu dan intoleransi laktosa. Sebagian anak kekurangan enzim untuk mencerna gula susu atau laktosa, yang menurut AAP bisa memicu sakit perut, kembung, dan diare. Keluhan setelah minum susu juga bisa berkaitan dengan alergi susu sapi, dan dokter yang membedakan keduanya.

  • Sembelit. Menurut Kemenkes, tinja yang tertahan lama memberi bakteri waktu lebih untuk memfermentasi isi usus sehingga gas bertambah. AAP menyebut sembelit sebagai penyebab umum sakit perut pada anak yang lebih besar.

  • Infeksi dan antibiotik. IDAI menyebut infeksi usus dan pemakaian antibiotik jangka panjang bisa membuat bakteri usus tumbuh berlebihan (bacterial overgrowth) sehingga gas bertambah. Diare juga bisa menurunkan kadar kalium yang membuat gerakan usus melemah.

Cara Mengatasi Perut Kembung pada Anak di Rumah

Bila tidak ada tanda bahaya dan anak masih mau bermain, langkah berikut bisa dicoba.

1. Kompres Perut dengan Handuk Hangat

Kemenkes menyebut kompres hangat di perut sebagai salah satu cara meredakan kembung. Gunakan handuk yang dibasahi air hangat atau botol plastik berisi air hangat yang dibungkus kain, dan cek suhunya di pergelangan tangan Anda lebih dulu. Dampingi anak selama dikompres.

2. Pijat Perut dan Ajak Anak Meregangkan Badan

Pijatan lembut dan peregangan ringan membantu gas yang terperangkap keluar lewat kentut atau sendawa, menurut Kemenkes. IDAI mencontohkan pijatan searah jarum jam dengan minyak telon atau minyak bayi untuk anak yang sembelit, dari perut kanan bawah ke kanan atas, lalu ke kiri atas dan kiri bawah. Hentikan bila anak kesakitan atau perutnya makin tegang.

3. Atur Cara Makan dan Minum

NIDDK menyarankan makan perlahan sambil duduk, tidak berbicara saat mengunyah, dan membagi makanan menjadi porsi kecil yang lebih sering. Biasakan anak menyelesaikan makan di meja sebelum kembali bermain, dan batasi sedotan, permen karet, serta minuman bersoda selama keluhan masih ada.

4. Catat Menu dan Waktu Kembung Muncul

Catatan harian berisi makanan, minuman, dan waktu munculnya keluhan membantu dokter atau ahli gizi menemukan pemicunya, menurut NIDDK. Catatan ini juga berguna saat dokter perlu membedakan kembung karena gas dengan alergi makanan. Hindari memangkas banyak jenis makanan sekaligus tanpa saran dokter.

5. Jaga BAB Tetap Lancar

AAP menyebut masalah BAB lebih mudah muncul bila menu anak kurang cairan, buah, sayur, dan biji-bijian utuh yang kaya serat. IDAI menganjurkan anak duduk sebentar di toilet setelah makan pagi atau siang agar terbiasa BAB teratur. Tambahkan serat secukupnya karena serat yang terlalu banyak bisa menambah gas, menurut NIDDK. Kebiasaan ini sejalan dengan menjaga kesehatan saluran pencernaan seluruh keluarga.

Bila yang Kembung Masih Bayi

Bayi yang banyak menangis sering kembung karena ikut menelan udara, dan bayi yang minum dari botol lebih mudah mengalaminya, menurut IDAI. Langkah yang membantu:

  • Sendawakan setelah minum. IDAI menyebut cara ini bisa mengurangi kembung akibat udara yang tertelan. Lakukan setiap kali bayi selesai menyusu.

  • Periksa pelekatan dan dot. Udara mudah tertelan bila puting kurang pas di mulut bayi atau dot tidak terisi penuh susu. Pegang botol dengan sudut yang membuat ujung dot selalu berisi susu.

  • Hindari susu berlebihan. Bayi yang terlalu banyak minum (overfeeding) bisa kembung karena sebagian susu tidak tercerna. Tanyakan takaran yang sesuai kepada dokter atau bidan.

  • Perhatikan BAB sejak lahir. Bayi yang sulit BAB sejak lahir, kembung, dan pertumbuhannya kurang baik perlu dibawa ke dokter anak. IDAI menyebut pola ini bisa mengarah ke penyakit Hirschsprung, yaitu bagian bawah usus besar yang tidak memiliki saraf sehingga tidak bisa berkontraksi normal.

MSD Manual menyebut bayi sering gumoh sedikit sesudah menyusu, yang bisa terjadi karena minum terlalu cepat atau menelan udara. Lain halnya dengan muntah pada anak yang kuat, berulang, atau berwarna hijau, yang perlu diperiksa dokter.

Kapan Perlu ke Dokter Anak dan Apa yang Diperiksa?

Di luar tanda darurat, jadwalkan konsultasi ke dokter anak dalam kondisi berikut:

  • Keluhan tidak membaik dalam beberapa jam. AAP meminta orang tua segera menghubungi dokter bila keluhan perut menetap atau memburuk dalam beberapa jam. Hal yang sama berlaku bila anak demam atau nafsu makan dan tenaganya berubah drastis.

  • Kembung sering kambuh atau polanya berubah. NIDDK menyarankan konsultasi bila keluhan gas mengganggu, berubah tiba-tiba, atau datang bersama nyeri perut, sembelit, diare, atau berat badan turun. Kembung yang menyertai diare berkepanjangan juga perlu dicari penyebabnya.

  • Muncul setiap kali minum susu atau makan jenis tertentu. Pola ini bisa mengarah ke intoleransi laktosa atau gangguan penyerapan makanan lain, menurut IDAI. Dokter akan membantu menyesuaikan menu yang tetap memenuhi gizi anak.

Dokter biasanya menanyakan pola makan, jenis susu, kebiasaan BAB, dan obat yang pernah diminum, lalu memeriksa perut anak. Pada anak yang sembelit, gumpalan tinja (skibala) kadang teraba dari luar perut, menurut IDAI. Untuk dugaan invaginasi, MSD Manual mencantumkan USG perut sebagai pemeriksaannya.

Pengobatan dari Dokter Menyesuaikan Pemicu Kembung

Pengobatan kembung pada anak mengikuti pemicunya. Menurut IDAI, kembung akibat usus terpuntir, invaginasi, atau usus yang tidak terbentuk sejak lahir (atresia) bisa memerlukan tindakan bedah. Pertumbuhan bakteri usus yang berlebihan bisa diobati dengan probiotik atau bakteri baik sesuai saran dokter.

Pada sembelit, dokter mengeluarkan tinja yang menumpuk lebih dulu, lalu melanjutkan perawatan dengan cairan, serat, pijat perut, latihan BAB, dan obat pencahar yang aman untuk jangka panjang bila diperlukan. Untuk intoleransi laktosa, NIDDK menyebut pengurangan laktosa dalam menu bisa membantu, dan pada anak penyesuaiannya diatur bersama dokter agar gizinya tetap terpenuhi. Obat pereda kembung, termasuk yang dijual bebas, sebaiknya diberikan setelah berkonsultasi dengan dokter atau apoteker.

Perut Lega Lagi, Si Kecil Kembali Ceria Bermain

Kembung karena gas bisa dibantu dengan kompres hangat, pijatan lembut, dan cara makan yang lebih tenang. Tanda bahaya tetap perlu dicermati sejak awal, karena deteksi dini memberi lebih banyak pilihan.

Untuk pertanyaan seputar pemeriksaan kesehatan keluarga, termasuk medical check up, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Muzal Kadim — Kembung pada Bayi dan Anak

  2. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) — Kembung pada Anak

  3. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Muzal Kadim — Sembelit (Konstipasi) pada Anak

  4. Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan — Berbagai Cara Mengatasi Perut Kembung

  5. Consolini DM (MSD Manual Consumer Version) — Vomiting in Infants and Children

  6. American Academy of Pediatrics, HealthyChildren.org — Abdominal Pain in Children, 7 Possible Causes

  7. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) — Symptoms & Causes of Gas in the Digestive Tract

  8. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) — Eating, Diet, & Nutrition for Gas in the Digestive Tract

Ditinjau secara medis oleh dr. Aimee Wineyna

Frequently Asked Question

Bagaimana cara cepat mengatasi perut kembung pada anak?

Kompres perut dengan handuk hangat, berikan pijatan lembut searah jarum jam, dan ajak anak melakukan peregangan ringan. Pastikan tidak ada tanda bahaya sebelum mencoba langkah tersebut dan hentikan pijatan jika anak kesakitan atau perutnya semakin tegang.

Kapan perut kembung pada anak harus dibawa ke IGD?

Segera bawa anak ke IGD jika perut membengkak dan keras disertai muntah berulang, muntah hijau, BAB berdarah atau berlendir, tidak bisa BAB maupun kentut, demam tinggi, sakit perut hebat, atau anak tampak sangat mengantuk dan lemas.

Makanan apa saja yang bisa membuat anak kembung?

Beberapa contohnya adalah ubi, keju, kol, sawi, kacang-kacangan, brokoli, apel, pir, jus buah, minuman bersoda, dan permen dengan pemanis sorbitol. Pemicu setiap anak bisa berbeda, sehingga catatan makanan dapat membantu mengenalinya. Jangan menghilangkan banyak jenis makanan tanpa saran dokter.

Kenapa bayi sering kembung?

Bayi dapat menelan udara saat menangis atau menyusu, terutama jika posisi menyusu kurang tepat atau dot botol tidak terisi penuh susu. Menyendawakan bayi setelah menyusu dan memastikan pelekatan yang tepat dapat membantu mengurangi kembung.

Apakah susu bisa membuat anak kembung?

Bisa, terutama pada anak yang mengalami intoleransi laktosa, yaitu kesulitan mencerna gula alami dalam susu. Jika kembung berulang setiap kali minum susu, konsultasikan dengan dokter untuk memastikan penyebabnya dan menyesuaikan asupan agar kebutuhan gizi anak tetap terpenuhi.