Perut terasa membesar lebih cepat dari kehamilan sebelumnya, mual datang jauh lebih berat, atau keluarga punya riwayat anak kembar. Wajar bila Anda mulai bertanya-tanya apakah ada dua janin di dalam rahim.
Jawabannya datang dari pemeriksaan USG, dan mengetahuinya sejak awal membantu dokter menyiapkan pemantauan yang sesuai. Bila Anda hamil dan mengalami perdarahan dari jalan lahir, muntah terus-menerus sampai lemas, atau air ketuban keluar sebelum waktunya, segera ke IGD atau fasilitas kesehatan terdekat.
Artikel ini membahas tanda yang sering dikaitkan dengan hamil kembar, mana yang hanya petunjuk, kapan USG bisa memastikannya, serta pemeriksaan yang menyertainya.
Bagaimana Kehamilan Kembar Terjadi?
Hamil kembar atau kehamilan gemelli adalah kehamilan dengan dua janin di dalam rahim pada waktu yang sama. Peneliti Universitas Diponegoro membaginya menjadi dua jenis:
Kembar identik atau monozigot. Satu sel telur dibuahi oleh satu sperma, lalu membelah menjadi dua pada waktu tertentu setelah pembuahan. Tergantung kapan pembelahan itu terjadi, kedua janin bisa berbagi satu plasenta (ari-ari) atau memiliki plasenta masing-masing.
Kembar tidak identik atau dizigot. Dua sel telur yang berbeda dibuahi oleh dua sperma yang berbeda pula. Hasilnya adalah dua janin dari dua pembuahan terpisah.
Siapa yang Lebih Berpeluang Mengandung Anak Kembar?
Beberapa kondisi berikut membuat peluang hamil kembar lebih besar:
Riwayat kembar dalam keluarga. MedlinePlus menyebut riwayat keluarga dengan anak kembar membuat kehamilan kembar lebih mungkin terjadi. Sampaikan riwayat ini saat kontrol pertama.
Hamil di usia 30 tahun ke atas. MedlinePlus menyebut kehamilan setelah usia 30 tahun ikut menaikkan peluang mengandung lebih dari satu janin. Peneliti Universitas Diponegoro juga mencatat angka kehamilan kembar meningkat seiring bertambahnya usia ibu.
Program hamil dengan bantuan medis. Obat kesuburan, induksi ovulasi, dan program bayi tabung ikut menaikkan angka kehamilan kembar. Peneliti Universitas Diponegoro menyebut perkembangan teknologi reproduksi berbantu sebagai salah satu alasan angka kehamilan kembar terus naik.
Sudah pernah melahirkan. Menurut peneliti yang sama, makin sering seorang ibu bersalin, makin tinggi peluang kehamilan kembarnya. Dalam penelitian mereka, 58,4% ibu hamil kembar sudah pernah melahirkan sebelumnya.
Ciri-Ciri Hamil Kembar yang Sering Dirasakan
Selain ciri awal kehamilan pada umumnya, beberapa tanda berikut sering dikaitkan dengan hamil kembar. Tiga yang pertama hanya petunjuk, sedangkan yang keempat memastikan jumlah janin.
1. Mual dan Muntah yang Terasa Lebih Hebat
Cleveland Clinic mengaitkan mual berat di awal kehamilan dengan hormon kehamilan atau hCG, yang dibuat tubuh dengan cepat dan dalam jumlah besar. Kadarnya memuncak sekitar minggu ke-10, masa ketika mual banyak dikeluhkan.
Kehamilan kembar termasuk faktor risiko hiperemesis gravidarum, yaitu mual dan muntah berat yang menetap. Kehamilan pertama dan riwayat mual berat sebelumnya juga termasuk faktor risikonya, jadi keluhan ini belum menandakan kembar. Hubungi dokter bila Anda muntah tiga kali atau lebih sehari selama beberapa hari.
2. Kadar hCG Lebih Tinggi dari Perkiraan
hCG dibuat oleh plasenta selama kehamilan. Menurut Cleveland Clinic, kadar hCG yang tinggi bisa berarti kehamilan kembar atau lebih, usia kehamilan lebih tua dari perkiraan, atau hamil anggur.
Kadar ini hanya terbaca lewat tes darah, yang menampilkan hasilnya dalam angka. Tes kehamilan urine atau tespek hanya menunjukkan ada atau tidaknya hCG, sehingga garis yang lebih tebal tidak bisa dipakai untuk menebak jumlah janin.
3. Rahim Lebih Besar dari Usia Kehamilan
Saat kontrol, tenaga kesehatan menilai tinggi puncak rahim atau fundus. Pada hamil kembar, fundus bisa lebih tinggi dari usia kehamilan yang dihitung dari hari pertama haid terakhir (HPHT).
Petunjuk teknis USG dari Kemenkes mencatat penyebab lain untuk temuan yang sama, yaitu perhitungan HPHT yang keliru, hamil anggur, bayi besar, dan cairan ketuban berlebih atau polihidramnion. Karena itu, temuan ini perlu dilanjutkan dengan USG.
4. Dua Janin Terlihat pada Layar USG
Inilah tanda yang memastikan hamil kembar. Lewat USG, dokter bisa menghitung jumlah kantong kehamilan dan janin, lalu memeriksa denyut jantung masing-masing. Janin yang terlihat di layar termasuk tanda kehamilan yang berasal dari janin, sehingga jumlahnya bisa dihitung langsung.
Mana yang Hanya Petunjuk dan Mana yang Memastikan?
Tiga tanda pertama punya kemungkinan penyebab lain, sehingga kesimpulannya tetap menunggu hasil USG.
Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.
Kapan USG Bisa Menemukan Dua Janin?
Kemenkes menganjurkan USG trimester pertama untuk semua ibu hamil, yaitu pada kunjungan di usia kehamilan 6 sampai 14 minggu. Pemeriksaan ini menentukan apakah kehamilan berada di dalam rahim, berapa jumlah janinnya, dan berapa usia kehamilannya. Hasil tunggal atau ganda juga dicatat di Buku KIA pada kunjungan pertama.
Bila USG di layanan primer menemukan lebih dari satu janin, Kemenkes mengarahkan rujukan ke rumah sakit untuk memastikan diagnosis dan merencanakan perawatan bersama dokter spesialis kandungan. Pemeriksaan lanjutan seperti USG fetomaternal membantu memantau tumbuh kembang kedua janin.
Lewat USG, dokter juga menilai korionisitas, yaitu jumlah plasenta yang terbentuk. Peneliti Universitas Diponegoro menjelaskan bahwa kembar yang berbagi satu plasenta (monokorionik) berisiko lebih besar mengalami pertumbuhan janin terhambat, kehilangan salah satu janin, dan twin-to-twin transfusion syndrome (TTTS), yaitu aliran darah yang tidak seimbang di antara kedua janin.
Risiko yang Lebih Sering Menyertai Kehamilan Kembar
American Academy of Pediatrics (AAP) menyebut sebagian besar kehamilan kembar berjalan lancar. Meski begitu, MedlinePlus mencatat bayi kembar jauh lebih berisiko lahir prematur dan dengan berat badan rendah. Penelitian pada 77 ibu hamil kembar di RSUP Dr. Kariadi Semarang tahun 2015 sampai 2018 mencatat beberapa kondisi berikut:
Kelahiran prematur. Sebanyak 71,4% persalinan dalam penelitian itu terjadi sebelum waktunya. Peneliti mengaitkannya dengan rahim yang meregang berlebihan sehingga memicu kontraksi lebih awal.
Kurang darah. Sebanyak 53,2% ibu mengalami anemia. Peneliti menjelaskan bahwa volume cairan darah bertambah lebih banyak dibanding sel darah merah, sehingga kadar hemoglobin menurun.
Tekanan darah tinggi. Preeklamsia ditemukan pada 36,4% ibu. AAP menjelaskan kondisi ini ditandai tekanan darah yang naik, protein dalam urine, dan bengkak yang lebih dari biasa pada kehamilan.
Ketuban pecah dini. Kondisi ini dialami 46,8% ibu. Peneliti mengaitkannya dengan tekanan dalam rahim yang meningkat akibat desakan dua janin.
Angka tersebut berasal dari satu rumah sakit rujukan. Pemantauan sejak trimester pertama membantu dokter mengenali kondisi ini lebih awal.
Keluhan Selama Hamil Kembar yang Perlu Segera Diperiksa
Kemenkes meminta ibu hamil segera datang ke fasilitas kesehatan terdekat bila mengalami perdarahan dari jalan lahir, mual dan muntah terus-menerus sampai lemas, demam tinggi, gerakan janin berkurang, atau air ketuban keluar sebelum waktunya. Bengkak yang disertai pusing, pandangan kabur, nyeri ulu hati, atau kejang juga termasuk tanda bahaya karena bisa mengarah ke preeklamsia.
Pada kehamilan kembar, AAP menambahkan tanda persalinan prematur yang perlu segera disampaikan kepada dokter kandungan, yaitu kontraksi yang makin sering serta rasa tertekan di panggul atau punggung bawah. Di luar keadaan darurat, jadwalkan kontrol pertama sedini mungkin agar USG trimester pertama bisa dilakukan tepat waktu.
Skrining NIPT pada Kehamilan Kembar
Ibu yang mengandung kembar juga bisa menjalani skrining kelainan kromosom, dengan beberapa catatan. Mulai usia kehamilan 10 minggu, skrining NIPT atau cell-free DNA membaca DNA janin yang beredar di darah ibu untuk memperkirakan risiko sindrom Down (trisomi 21), sindrom Edwards (trisomi 18), dan sindrom Patau (trisomi 13).
MedlinePlus mencatat skrining ini kurang akurat bila ada lebih dari satu janin, dan hasilnya tidak bisa memastikan diagnosis. Hasil berisiko tinggi perlu dilanjutkan dengan tes diagnostik seperti amniosentesis atau chorionic villus sampling (CVS), yang diputuskan oleh dokter kandungan.
Di Bumame, skrining ini tersedia sebagai NIFTY Twins. Menurut halaman produknya, pemeriksaan ini mencakup trisomi 21, 18, dan 13 serta kelainan jumlah kromosom lain yang jarang, dengan sampel darah ibu dan tanpa persiapan khusus. Diskusikan waktunya dengan dokter kandungan Anda, atau hubungi CS Bumame lewat WhatsApp untuk pertanyaan seputar pemeriksaan.
Langkah Merawat Kehamilan dengan Dua Janin
Ikuti jadwal kontrol dari dokter. AAP menyebut kehamilan kembar perlu diikuti lebih ketat. Dokter akan menyesuaikan jadwal pemeriksaan dengan hasil korionisitas dan kondisi kedua janin.
Minum satu vitamin kehamilan setiap hari. AAP menganjurkan vitamin prenatal yang mengandung asam folat, idealnya sejak tiga bulan sebelum hamil. Satu tablet sehari sudah cukup walau janinnya dua, dan suplemen lain mengikuti arahan dokter.
Makan lebih sering dalam porsi kecil. Kehamilan kembar membutuhkan tambahan energi yang lebih besar dibanding kehamilan tunggal. AAP menyarankan camilan sehat yang kaya protein, yang juga membantu meredakan mual.
Periksakan darah secara berkala. Karena anemia sering menyertai kehamilan kembar, tes darah selama hamil membantu dokter memantau kadar hemoglobin. Hasilnya menjadi dasar dokter menentukan kebutuhan suplemen.
Sambut Dua Janin dengan Pemantauan yang Terencana
Mual yang berat, kadar hCG yang tinggi, atau perut yang lebih besar bisa menjadi petunjuk, dan USG memberi jawabannya. Mengetahui jumlah janin dan plasenta sejak trimester pertama membantu dokter menyusun pemantauan yang sesuai. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan.
Bila ada pertanyaan seputar pemeriksaan kehamilan, chat CS Bumame.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi
Saffira AN, Trisetiyono Y, Andar EBPS, Dewantiningrum J, Diponegoro Medical Journal, Universitas Diponegoro — Luaran Maternal dan Neonatal pada Kehamilan Gemelli di RSUP Dr. Kariadi Semarang.
MedlinePlus, National Library of Medicine — Twins, Triplets, Multiple Births.
Cleveland Clinic — Hyperemesis Gravidarum: Causes, Symptoms & Treatment.
Cleveland Clinic — Human Chorionic Gonadotropin (hCG): Purpose & Levels.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia — Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/75/2023 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Alat Ultrasonografi untuk Antenatal Care bagi Dokter Umum di Layanan Primer.
Flais SV, American Academy of Pediatrics, HealthyChildren.org — Expecting Twins? How to Stay Healthy During Your Pregnancy.
Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, RSUP dr. Sardjito Yogyakarta — Tanda-Tanda Bahaya pada Ibu Hamil.
MedlinePlus, National Library of Medicine — Prenatal Cell-Free DNA Screening.
Ditinjau secara medis oleh dr. Andika Yusuf Ramadhan, M.Biomed
Frequently Asked Question
Apakah hamil kembar bisa diketahui tanpa USG?
Belum bisa dipastikan tanpa USG. Mual berat, kadar hCG tinggi, dan rahim yang lebih besar dari usia kehamilan hanya merupakan petunjuk karena masing-masing dapat disebabkan kondisi lain. USG memungkinkan dokter melihat dan menghitung jumlah janin secara langsung.
Pada usia kehamilan berapa USG bisa mendeteksi bayi kembar?
USG trimester pertama dianjurkan pada kunjungan kehamilan usia 6–14 minggu. Pemeriksaan ini membantu menentukan jumlah janin, usia kehamilan, dan lokasi kehamilan. Jika ditemukan lebih dari satu janin, dokter dapat merujuk ibu ke rumah sakit untuk pemeriksaan lanjutan.
Apakah garis tespek yang tebal menandakan hamil kembar?
Tidak. Tespek urine hanya mendeteksi keberadaan hormon hCG dan tidak dapat menentukan jumlah janin. Kadar hCG yang tinggi pada tes darah juga belum memastikan kehamilan kembar karena dapat dipengaruhi usia kehamilan atau kondisi lain, seperti hamil anggur.
Apa saja faktor yang meningkatkan peluang hamil kembar?
Peluang hamil kembar dapat meningkat jika terdapat riwayat anak kembar dalam keluarga, usia ibu 30 tahun ke atas, penggunaan obat kesuburan atau teknologi reproduksi berbantu, serta riwayat persalinan sebelumnya. Namun, faktor-faktor tersebut tidak memastikan seseorang akan mengandung anak kembar.
Apakah pemeriksaan NIPT bisa dilakukan pada kehamilan kembar?
Bisa. NIPT atau skrining DNA bebas sel dapat memperkirakan risiko kelainan kromosom, seperti trisomi 21, 18, dan 13. Namun, menurut MedlinePlus, akurasinya lebih rendah pada kehamilan dengan lebih dari satu janin. Hasil berisiko tinggi perlu dibahas dengan dokter untuk menentukan pemeriksaan diagnostik lanjutan.
