Celana dalam terasa basah saat Anda bangkit dari kursi, padahal baru saja buang air kecil. Di trimester ketiga, banyak ibu hamil mengira rembesan seperti ini hanya urine atau keputihan.
Setiap rembesan cairan dari jalan lahir perlu segera disampaikan kepada dokter atau bidan, sekalipun jumlahnya sedikit. Segera ke IGD bila cairan berwarna hijau atau cokelat, keruh atau berbau, disertai demam atau perdarahan, atau gerakan janin terasa berkurang.
Artikel ini membahas ciri air ketuban, bedanya dengan urine dan keputihan, langkah sambil menghubungi dokter, serta penanganannya menurut usia kehamilan.
Rembesan yang Membutuhkan Pertolongan IGD Segera
Kemenkes meminta ibu hamil yang merasakan air ketuban pecah sebelum waktunya segera ke fasilitas kesehatan. NHS juga meminta ibu langsung menghubungi tenaga kesehatan, termasuk di tengah malam. Datang ke IGD atau ruang bersalin saat itu juga bila muncul tanda berikut:
Cairan hijau, cokelat, keruh, atau berbau. Cleveland Clinic menyebut air ketuban cokelat atau hijau menandakan janin sudah mengeluarkan mekonium, yaitu tinja pertamanya. Kemenkes juga memasukkan air ketuban yang keruh dan berbau ke daftar tanda bahaya persalinan.
Demam. Demam setelah ketuban pecah bisa menandakan infeksi di dalam kandungan. NHS menyebut suhu tubuh umumnya tergolong tinggi bila melewati 37,5°C.
Gerakan janin berkurang. Kemenkes meminta ibu segera datang bila janin kurang aktif atau tidak bergerak. Pemeriksaan di fasilitas kesehatan memastikan kondisi janin.
Perdarahan. Air ketuban bisa sedikit bercampur darah di awal. Darah yang terus keluar perlu segera dilaporkan karena ibu dan janin mungkin butuh penanganan cepat.
Tali pusat atau bagian tubuh janin tampak di jalan lahir. Kemenkes memasukkan keadaan ini ke daftar tanda bahaya persalinan. Segera menuju IGD.
Sebelum 37 minggu, ketuban yang pecah juga bisa menjadi tanda persalinan prematur, menurut Kemenkes.
Apa yang Terjadi saat Air Ketuban Merembes?
Air ketuban adalah cairan dalam kantung ketuban yang mengelilingi janin. Cleveland Clinic menjelaskan cairan ini menjadi bantalan, melindungi janin dari infeksi, dan mencegah tali pusat tertekan. Di trimester ketiga kehamilan, jumlahnya memuncak di usia 34 sampai 36 minggu, sedikit di bawah 1 liter, lalu berkurang menjelang hari perkiraan lahir.
Bila kantung ketuban pecah sebelum persalinan dimulai, kondisinya disebut ketuban pecah dini. Cleveland Clinic mencatat kondisi ini terjadi pada hingga 10% kehamilan, dan sekitar 3% kehamilan mengalaminya sebelum usia 37 minggu.
Ciri Air Ketuban yang Merembes
1. Bening dan Tidak Berbau Pesing
NHS menggambarkan air ketuban bening dan pucat, sementara Kemenkes menyebutnya jernih kekuningan dengan bau yang berbeda dari urine yang pesing seperti amonia. Cleveland Clinic menyebut air ketuban normal seharusnya tidak berbau, sehingga bau busuk perlu segera diperiksakan.
2. Terus Merembes dan Tidak Bisa Ditahan
Menurut NHS, cairan bisa keluar sebagai rembesan pelan atau semburan yang tidak bisa ditahan. Kemenkes menjelaskan cairan ini terus diproduksi sampai persalinan. Cleveland Clinic menambahkan, rembesan biasanya keluar lagi saat Anda berdiri atau janin bergerak.
3. Tanpa Rasa Nyeri
Pecahnya ketuban tidak menimbulkan nyeri, dan sebagian ibu tidak merasakan apa pun. Cleveland Clinic menjelaskan ketuban bisa pecah tanpa disadari, sehingga rembesan kecil sering baru diketahui saat pakaian dalam terasa basah.
Air Ketuban, Urine, atau Keputihan?
NHS mengakui air ketuban kadang sulit dibedakan dari urine. Perbandingan berikut membantu membaca cirinya:
Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.
Gambaran warna urine yang sehat membantu Anda membandingkan cairan di pembalut. Untuk keputihan saat hamil, NHS meminta ibu menghubungi bidan bila keputihan berbau tidak sedap, berwarna hijau atau kuning, gatal, atau disertai nyeri saat buang air kecil. Bila masih ragu, hubungi dokter, karena hanya pemeriksaan tenaga kesehatan yang bisa memastikan ketuban sudah pecah.
Mengapa Ketuban Bisa Pecah Sebelum Persalinan?
Kemenkes menyebut penyebab ketuban pecah dini belum diketahui secara jelas. Cleveland Clinic mencatat risikonya naik pada kondisi yang melemahkan selaput ketuban, antara lain:
Infeksi. Infeksi menular seksual seperti klamidia atau gonore, vaginosis bakterial, dan infeksi saluran kemih termasuk di dalamnya. Keputihan berbau atau perih saat buang air kecil perlu diperiksakan sejak awal.
Kehamilan kembar dan air ketuban berlebih. Cleveland Clinic memasukkan kehamilan kembar dan polihidramnion, yaitu air ketuban yang berlebih, ke daftar faktor risiko. Air ketuban yang terlalu banyak juga membuat dokter memantau kehamilan lebih ketat.
Leher rahim pendek dan riwayat sebelumnya. Serviks atau leher rahim yang pendek, riwayat ketuban pecah sebelum waktunya, dan riwayat persalinan prematur menaikkan risiko. Sampaikan riwayat ini kepada dokter sejak kontrol pertama.
Merokok dan jarang kontrol. Kemenkes mencatat merokok, indeks massa tubuh rendah, perdarahan vagina, dan kontrol kehamilan yang tidak rutin sebagai faktor risiko. Cara mencegahnya belum ditemukan. Tidak merokok, menjauhi asap rokok, dan kontrol teratur tetap dianjurkan.
Risiko bagi Ibu dan Janin setelah Ketuban Pecah
Tanpa perlindungan air ketuban, kehamilan lebih rentan mengalami komplikasi berikut:
Infeksi. Kemenkes menyebut ketuban yang pecah sebelum waktunya bisa mempermudah infeksi dalam kandungan, dan Cleveland Clinic mencontohkan korioamnionitis. Tanda infeksi berupa demam, bercak darah yang banyak dari vagina, nyeri perut, dan detak jantung janin yang lebih cepat.
Persalinan prematur. Bila ketuban pecah sebelum 37 minggu, kelahiran prematur menjadi perhatian utama. Bayi prematur bisa mengalami kesulitan bernapas, suhu tubuh rendah, dan pertumbuhan lambat.
Gangguan tali pusat dan plasenta. Tali pusat bisa tertekan atau keluar mendahului janin (prolaps tali pusat), dan plasenta bisa lepas sebelum waktunya (solusio plasenta). Kemenkes juga mencatat kekurangan oksigen pada janin (hipoksia) dan bayi sulit bernapas saat lahir (asfiksia).
Cleveland Clinic menjelaskan persalinan dalam 24 jam setelah ketuban pecah berisiko infeksi lebih rendah dibanding persalinan setelah 24 jam.
Yang Bisa Dilakukan sambil Menghubungi Dokter
Langkah dari NHS dan Cleveland Clinic berikut membantu dokter menilai keadaan Anda:
Pakai pembalut, hindari tampon. Pembalut menampung cairan sehingga warnanya bisa diperiksa. Hindari memasukkan tampon ke vagina.
Catat jam, warna, jumlah, dan bau. Catatan ini membantu dokter membedakan air ketuban, urine, dan keputihan. Catat juga bila muncul mulas atau perut terasa kencang yang makin teratur.
Hindari berhubungan seksual. Menurut NHS, hubungan seksual setelah ketuban pecah bisa menaikkan risiko infeksi. Mandi berendam atau dengan pancuran tidak terbukti menaikkan risiko tersebut.
Pantau suhu dan gerakan janin. Bila dokter mengizinkan Anda menunggu persalinan, NHS menganjurkan mengukur suhu setiap 4 jam saat terjaga. Laporkan segera bila suhu naik, gerakan janin berkurang, atau warna dan bau cairan berubah.
Cara Dokter Memastikan Ketuban Sudah Pecah
Menurut Kemenkes, dokter menanyakan gejala dan riwayat kehamilan, lalu melakukan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan berikut membantu memastikannya:
Pemeriksaan spekulum steril. Alat ini membantu dokter melihat leher rahim dan mengambil contoh cairan. Genangan air ketuban di bagian atas vagina bisa memastikan ketuban sudah pecah.
Tes nitrazin dan tes pakis. Kertas nitrazin berubah biru bila cairan yang diperiksa kemungkinan besar air ketuban, karena air ketuban kurang asam dibanding cairan vagina. Pada tes pakis (fern test), cairan yang mengering dilihat di bawah mikroskop untuk mencari pola seperti daun pakis.
Pemeriksaan USG. Melalui USG, dokter menilai posisi janin dan jumlah air ketuban yang tersisa. Hasilnya membantu dokter menentukan langkah berikutnya.
Kontrol Lab Trimester Ketiga yang Diminta Dokter
Kemenkes mencatat infeksi saluran kemih sebagai faktor risiko ketuban pecah sebelum waktunya dan menganjurkan pemeriksaan kehamilan rutin. Pada kontrol ini, dokter kandungan bisa meminta tes darah saat hamil dan pemeriksaan urine.
Bumame menyediakan Paket Kehamilan Trimester III untuk usia kehamilan 28 sampai 40 minggu. Isinya hematologi lengkap, vitamin D 25-OH total, ferritin, urine lengkap, GTT 2 jam PP, dan HBsAg kualitatif, disertai pembacaan hasil dengan dokter dan konsultasi dokter opsional. Rembesan air ketuban tetap diperiksa di IGD atau ruang bersalin. Untuk pertanyaan seputar paket ini, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.
Penanganan Setelah Ketuban Dipastikan Pecah
Menurut Kemenkes, dokter lebih dulu menilai apakah janin sudah siap dilahirkan. Langkah selanjutnya bergantung pada usia kehamilan:
37 minggu atau lebih. Cleveland Clinic mencatat sekitar 90% ibu di usia 37 sampai 40 minggu mulai bersalin dalam 24 jam setelah ketuban pecah. Bila persalinan belum dimulai, NHS menyebut ibu akan ditawari induksi persalinan karena risiko infeksi pada bayi sedikit meningkat.
34 sampai di bawah 37 minggu. Kemenkes menjelaskan dokter menyiapkan persalinan dan memberikan antibiotik untuk mencegah infeksi. Dokter menimbang risiko kelahiran prematur dan risiko infeksi.
Di bawah 34 minggu. Ibu biasanya dirawat di rumah sakit agar kehamilan bisa dipertahankan lebih lama. Dokter bisa memberikan kortikosteroid untuk membantu pematangan paru janin dan antibiotik, sambil memantau tanda infeksi dan kondisi janin.
Bila infeksi sudah ada atau muncul setelah ketuban pecah, persalinan perlu dilakukan, menurut Cleveland Clinic.
Siapkan Diri Menyambut Minggu-Minggu Akhir Kehamilan
Persiapan sederhana membantu Anda bergerak cepat saat rembesan muncul. Simpan nomor dokter atau bidan, siapkan pembalut di tas, dan ketahui rute ke fasilitas bersalin di sekitar Anda. Lanjutkan kontrol rutin dan konsumsi vitamin ibu hamil sesuai anjuran dokter. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan.
Bila ada pertanyaan seputar pemeriksaan kehamilan, chat CS Bumame.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan — Mengenal Ketuban Pecah Dini
Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan — Tanda-Tanda Bahaya pada Ibu Hamil
Kementerian Kesehatan RI, Ayo Sehat — Persalinan Ditolong Oleh Tenaga Kesehatan
NHS — Signs That Labour Has Begun
NHS — Vaginal Discharge in Pregnancy
Cleveland Clinic — Water Breaking, Labor Sign, What It Feels Like and What's Next
Cleveland Clinic — Premature Rupture of Membranes, Causes and Treatment
Cleveland Clinic — Amniotic Fluid, Color, Smell, Function and Disorders
Ditinjau secara medis oleh dr. Aimee Wineyna
Frequently Asked Question
Bagaimana cara membedakan air ketuban dan urine saat hamil?
Air ketuban biasanya bening atau kuning pucat, tidak berbau pesing, dan terus merembes tanpa bisa ditahan. Urine umumnya lebih kuning, berbau pesing, dan dapat ditahan. Pemeriksaan tenaga kesehatan diperlukan untuk memastikan apakah ketuban sudah pecah.
Apakah air ketuban merembes sedikit di trimester 3 berbahaya?
Rembesan sedikit pun perlu segera diperiksakan karena ketuban yang pecah sebelum persalinan dapat meningkatkan risiko infeksi. Segera ke IGD jika cairan berwarna hijau atau cokelat, keruh, berbau, disertai demam, perdarahan, atau gerakan janin berkurang.
Berapa lama persalinan dimulai setelah ketuban pecah?
Pada kehamilan cukup bulan, persalinan sering dimulai dalam 24 jam setelah ketuban pecah. Jika persalinan belum dimulai, dokter dapat menawarkan induksi untuk mengurangi risiko infeksi. Penanganan disesuaikan dengan usia kehamilan dan kondisi ibu serta janin.
Apa yang harus dilakukan bila air ketuban merembes di rumah?
Gunakan pembalut, bukan tampon, untuk menampung cairan. Catat waktu mulai, warna, jumlah, dan bau cairan, lalu segera hubungi dokter atau bidan dan pergi ke fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan. Hindari berhubungan seksual sampai diperiksa.
Apakah ketuban pecah dini bisa dicegah?
Belum ada cara yang dapat menjamin ketuban pecah dini bisa dicegah. Tidak merokok, menghindari asap rokok, memeriksakan keluhan infeksi, dan menjalani kontrol kehamilan secara rutin tetap dianjurkan untuk memantau kesehatan ibu dan janin.
