Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Fraktura Adalah: Pengertian, Jenis Patah Tulang, Gejala, dan Pemeriksaannya
Kembali ke Artikel & Berita

Fraktura Adalah: Pengertian, Jenis Patah Tulang, Gejala, dan Pemeriksaannya

ab3bf4ca-8ed2-4d91-a98c-d07a51e0fc3dmedical check up

Fraktura adalah sebutan lain untuk fraktur, yang dalam bahasa sehari-hari disebut patah tulang. Kondisi ini bisa bermula dari kejadian biasa, seperti terpeleset di kamar mandi atau jatuh dari motor.

Nyeri dan bengkak setelah jatuh kerap dianggap keseleo biasa. Padahal tulang yang patah perlu dikembalikan ke posisinya dan dijaga tetap diam agar menyambung dengan baik.

Berikut penjelasan jenis, penyebab, gejala, pertolongan pertama, hingga cara dokter memastikannya lewat rontgen.

Apa Itu Fraktura?

Fraktura adalah kondisi saat tulang retak atau patah, baik sebagian maupun seluruhnya. Kemenkes menjelaskannya sebagai terputusnya kesinambungan tulang akibat tekanan yang lebih besar dari kemampuan tulang menahannya. Bagi dokter, retak dan patah berarti hal yang sama.

Tulang sebenarnya sedikit lentur, tetapi akan patah bila tekanannya terlalu besar. Tekanan yang sedikit melewati batas bisa membuat tulang retak saja, sedangkan benturan yang sangat keras bisa membuatnya hancur. Letak dan bentuk patahan inilah yang dilihat dokter pada hasil rontgen untuk menentukan penanganan.

Jenis Patah Tulang Menurut Bentuk Patahannya

Dokter membagi patah tulang menurut keadaan kulit di atasnya dan bentuk patahannya.

1. Patah Tulang Tertutup dan Terbuka

Pada patah tulang tertutup, kulit di atas tulang yang patah tetap utuh. Pada patah tulang terbuka, tulang menembus kulit atau ada luka dalam sampai ke tulang, sehingga berisiko infeksi dan perdarahan.

2. Retak atau Patah Sebagian

Tulang bisa retak tanpa terputus sepenuhnya. Pada fraktur greenstick, sebagian tulang patah sementara sisi lainnya hanya melengkung.

3. Fraktur Stres Akibat Gerakan Berulang

Fraktur stres muncul saat tulang terus menerima tekanan yang melebihi kekuatannya, misalnya karena gerakan yang sama berulang kali. Kondisi ini lebih sering dialami atlet olahraga berdampak tinggi dan calon anggota militer.

4. Fraktur Kompresi dan Kominutif

Pada fraktur kompresi, tulang remuk atau tertekan sehingga tampak lebih lebar atau pipih. Pada fraktur kominutif, tulang hancur menjadi tiga bagian atau lebih, misalnya akibat kecelakaan kendaraan. Patahan dengan banyak serpihan bisa lebih lambat menyambung.

5. Fraktur Avulsi

Fraktur avulsi terjadi di dekat tempat melekatnya tendon atau ligamen. Tarikan jaringan tersebut membuat sepotong kecil tulang ikut terlepas.

6. Fraktur Patologis

Fraktur patologis terjadi pada tulang yang sudah lemah karena penyakit, sehingga benturan ringan pun bisa membuatnya patah. Contohnya pada osteoporosis dan osteosarkoma, sejenis kanker tulang.

Penyebab Patah Tulang dan Faktor Risikonya

Selain besarnya benturan, tulang lebih rentan patah saat terpelintir. Pemicu dan faktor risikonya antara lain:

  • Benturan dan jatuh. Jatuh, kecelakaan kendaraan, pukulan, atau tendangan bisa mematahkan tulang. Benturan di satu titik kadang juga menimbulkan patahan di bagian lain di sekitarnya.

  • Olahraga. Tabrakan atau tekel saat bertanding bisa menyebabkan patah tulang. Latihan dengan gerakan berulang juga bisa memicu fraktur stres.

  • Osteoporosis dan usia lanjut. Osteoporosis membuat tulang lemah sehingga bisa patah karena jatuh ringan. Kondisi ini adalah penyebab umum patah tulang pada lansia.

  • Merokok dan alkohol. Tembakau dan nikotin melemahkan tulang dan meningkatkan risiko patah tulang. Alkohol juga bisa membuat tulang lebih mudah patah.

Seperti Apa Gejala Patah Tulang?

Gejala patah tulang bisa mirip kondisi lain, misalnya cedera ACL pada lutut. Tanda yang umum muncul adalah sebagai berikut.

1. Nyeri Mendadak dan Sulit Digerakkan

Nyeri muncul tiba-tiba saat cedera dan bisa terasa sangat hebat. Bagian yang cedera atau sendi di dekatnya jadi sulit digerakkan.

2. Bengkak, Memar, dan Terasa Hangat

Area di sekitar patahan membengkak dan nyeri saat ditekan. Kulit di atasnya bisa memar, kemerahan, atau terasa hangat.

3. Bentuk Tubuh Tampak Berubah

Lengan, tungkai, atau jari bisa tampak bengkok atau keluar dari posisinya. Bagian yang berubah bentuk sebaiknya tidak digerakkan sampai diperiksa dokter.

4. Tidak Kuat Menumpu Berat Badan

Pada cedera tungkai, bagian yang patah bisa tidak kuat menahan berat badan. Orang yang cedera jadi sulit berdiri atau berjalan.

5. Tulang Terlihat Menembus Kulit

Pada patah tulang terbuka, ujung tulang bisa mencuat atau terlihat di dasar luka. Kondisi ini darurat karena luka dan tulang berisiko terinfeksi.

6. Kesemutan atau Mati Rasa Setelah Cedera Punggung

Cedera tulang belakang bisa menimbulkan nyeri punggung hebat, kesemutan, mati rasa, atau lemah. Sebagian kasus juga disertai gangguan buang air kecil atau besar.

Pertolongan Pertama Saat Diduga Patah Tulang

Pertolongan pertama bertujuan menjaga bagian yang patah agar tidak bergeser sampai ditangani dokter. Bila Anda mendampingi orang yang diduga patah tulang, lakukan hal berikut:

  • Diamkan bagian yang cedera. Usahakan bagian yang diduga patah tidak digerakkan agar patahan tidak bergeser. Hindari mencoba meluruskannya sendiri, karena mengembalikan posisi tulang atau reposisi adalah tindakan medis oleh dokter.

  • Segera cari pertolongan medis. Bawa orang yang cedera ke dokter secepatnya. Untuk patah tulang terbuka atau dugaan cedera tulang belakang, hubungi layanan gawat darurat.

Patah Tertutup, Terbuka, atau Retak Halus?

Ketiganya termasuk fraktur, tetapi tanda dan kedaruratannya berbeda.

Jenis

Ciri

Urgensi

Penanganan awal

Patah tulang tertutup

Tulang patah, kulit utuh. Bisa bengkak, memar, atau berubah bentuk.

Perlu diperiksa dokter secepatnya

Diamkan bagian yang cedera, dokter memastikan dengan rontgen

Patah tulang terbuka

Tulang menembus kulit atau ada luka dalam sampai tulang

Darurat, segera ke IGD

Ditangani segera di IGD karena berisiko infeksi dan perdarahan

Retak halus atau patah sebagian

Tulang retak tanpa terputus, bisa tanpa perubahan bentuk

Perlu diperiksa dokter secepatnya

Istirahatkan bagian yang nyeri, dokter menilai dengan rontgen

Tabel ini membantu memahami perbedaannya secara garis besar. Diagnosis tetap ditegakkan oleh dokter.

Kapan Harus Segera ke IGD?

Patah tulang terbuka perlu segera ditangani di IGD. Menurut Kemenkes, robekan kulit dan pembuluh darah pada kondisi ini bisa menimbulkan perdarahan hingga syok, yaitu keadaan saat tekanan darah turun.

Dugaan patah tulang belakang juga termasuk darurat, sehingga segera hubungi layanan gawat darurat. Dugaan patah tulang lain tetap perlu diperiksa dokter secepatnya.

Rontgen dan Pemeriksaan Lain untuk Memastikan Fraktura

Dokter menanyakan bagaimana cedera terjadi, keluhan, dan riwayat kesehatan, lalu memeriksa bagian yang cedera. Pemeriksaan lanjutan dipilih dokter sesuai letak dan beratnya cedera, antara lain:

  • Foto rontgen. Pemeriksaan ini menjadi cara utama menilai patah tulang karena menampilkan gambar tulang dengan jelas. Hasil rontgen menunjukkan apakah tulang patah, jenis patahannya, dan letaknya.

  • CT scan atau MRI. CT scan memakai sinar-X dan komputer untuk menampilkan tulang, otot, dan organ secara rinci. MRI memakai magnet dan gelombang radio untuk membuat gambar struktur tubuh yang detail.

  • Tes kepadatan tulang. Bila tulang patah karena benturan ringan, dokter bisa menilai kemungkinan osteoporosis dengan densitometri atau DEXA. Hasilnya membantu menentukan perlu tidaknya terapi penguat tulang.

Pemeriksaan Vitamin D dan Kalsium Setelah Patah Tulang

Patah tulang karena benturan ringan pada usia lanjut bisa menjadi tanda tulang yang mulai keropos, dan kekurangan vitamin D atau kalsium bisa menghambat penyambungannya. Karena itu, kadar vitamin D dan kalsium darah adalah langkah awal yang dokter minta untuk menilai kesehatan tulang setelah patahnya sembuh.

Di Bumame, Paket MCU Kesehatan Tulang berisi pemeriksaan Vitamin D 25-OH Total dan Kalsium (Ca), dengan pilihan konsultasi dokter. Saat cedera masih baru, penanganan dokter atau IGD didahulukan, termasuk rontgen sesuai permintaan dokter. Untuk pertanyaan seputar pemeriksaan, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Pengobatan Patah Tulang dan Lama Penyembuhannya

Pengobatan bertujuan mengembalikan posisi tulang, meredakan nyeri, memberi waktu tulang menyambung, dan memulihkan fungsinya. Pilihannya bergantung pada jenis patahan:

  • Reposisi. Dokter mengembalikan tulang yang bergeser agar sejajar kembali. Tindakan ini bisa dilakukan tanpa sayatan atau lewat operasi.

  • Gips atau bidai. Gips menjaga ujung tulang tetap pada posisinya selama menyambung. Banyak patah tulang bisa sembuh setelah posisinya diperbaiki lalu dipasang gips.

  • Operasi. Patahan bisa disatukan dengan sekrup, pelat, atau batang logam, yang sering disebut pemasangan pen. Bila jaringan di sekitarnya rusak berat, rangka logam bisa dipasang di luar kulit sebagai fiksasi eksternal.

  • Latihan pemulihan. Kekuatan otot dan gerak sendi di sekitar patahan bisa menurun selama masa penyembuhan. Fisioterapi dengan latihan rentang gerak membantu memulihkannya dan mencegah sendi kaku.

Lama penyembuhan bergantung pada beratnya cedera, letak patahan, usia, kondisi kesehatan, dan kepatuhan pada anjuran dokter. Menurut AAOS, patah tulang jari bisa sembuh dalam 3 sampai 4 minggu, sedangkan patah lain bisa butuh 6 sampai 8 minggu hingga beberapa bulan. Nyeri biasanya hilang sebelum tulang cukup kuat untuk aktivitas normal.

StatPearls mencatat hingga 10 persen patah tulang mengalami penyambungan yang terlambat atau gagal. Faktor yang memperlambatnya antara lain usia lanjut, merokok, diabetes, infeksi, kekurangan vitamin D atau kalsium, dan pemakaian kortikosteroid.

Kebiasaan yang Membantu Tulang Tetap Kuat

Sebagian besar patah tulang terjadi karena kecelakaan seperti jatuh. Kebiasaan berikut membantu menjaga tulang tetap kuat:

  • Cukupi kalsium dan vitamin D. Makanan kaya kalsium dan vitamin D membantu menjaga kekuatan tulang. Kadar vitamin D darah bisa diketahui lewat pemeriksaan vitamin D 25-OH.

  • Latihan menahan beban. Latihan kekuatan membantu menjaga tulang tetap kuat. Sesuaikan jenis dan intensitasnya dengan kondisi tubuh.

  • Hindari rokok dan batasi alkohol. Tembakau melemahkan tulang dan menghambat penyembuhan. Alkohol juga tidak baik bagi tulang.

  • Periksakan kesehatan tulang di usia lanjut. Diskusikan risiko osteoporosis dengan dokter. Bila tulang terbukti keropos, jalani pengobatan sesuai anjuran dokter.

Periksakan Cedera Lebih Awal agar Tulang Pulih dengan Baik

Patah tulang bisa berupa retakan kecil hingga tulang yang hancur, dan banyak di antaranya bisa sembuh baik dengan penanganan yang tepat. Pemeriksaan dokter dan rontgen membantu memastikan jenis patahannya sejak awal. Makin awal diketahui, makin banyak pilihan penanganan yang tersedia.

Jika ada pertanyaan seputar kesehatan tulang, chat CS Bumame.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Mengenal Fraktur. Retrieved 24 September 2026 from https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/98/mengenal-fraktur

  2. AAOS OrthoInfo. Fractures (Broken Bones). Retrieved 24 September 2026 from https://orthoinfo.aaos.org/en/diseases--conditions/fractures-broken-bones/

  3. Johns Hopkins Medicine. Fractures. Retrieved 24 September 2026 from https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/fractures

  4. StatPearls, NCBI Bookshelf. Fracture Healing Overview. Retrieved 24 September 2026 from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK551678/

  5. Cleveland Clinic. Bone Fractures (Broken Bones): Types, Symptoms & Treatment. Retrieved 24 September 2026 from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15241-bone-fractures

  6. MedlinePlus. Fractures. Retrieved 24 September 2026 from https://medlineplus.gov/fractures.html

Ditinjau secara medis oleh dr. Talitha Amalia

Frequently Asked Question

Apa itu fraktura?
Fraktura atau fraktur adalah patah tulang, yaitu kondisi saat tulang retak atau patah sebagian maupun seluruhnya. Retakan kecil pun termasuk fraktur.
Apa beda fraktur terbuka dan tertutup?
Pada fraktur tertutup, kulit di atas tulang yang patah tetap utuh. Pada fraktur terbuka, tulang menembus kulit atau ada luka dalam sampai tulang, sehingga perlu segera ditangani di IGD.
Apa yang harus dilakukan saat diduga patah tulang?
Usahakan bagian yang cedera tidak digerakkan, hindari meluruskan tulang sendiri, dan segera cari pertolongan dokter. Untuk patah tulang terbuka atau dugaan cedera tulang belakang, segera hubungi layanan gawat darurat.
Bagaimana dokter memastikan tulang patah?
Dokter menanyakan riwayat cedera, memeriksa bagian yang sakit, lalu memastikannya dengan rontgen. CT scan atau MRI bisa ditambahkan sesuai pertimbangan dokter.
Berapa lama patah tulang sembuh?
Lama penyembuhan bergantung pada letak dan beratnya patahan, usia, dan kondisi kesehatan. Patah tulang jari bisa sembuh dalam 3 sampai 4 minggu, sedangkan patah tulang lain bisa butuh 6 sampai 8 minggu hingga beberapa bulan.