Titik keras di sisi jari kelingking kaki sering baru terasa saat sepatu mulai menekan. Banyak orang lalu mengikisnya dengan silet atau menempelkan plester dari apotek tanpa tahu benjolan apa yang sedang ditangani.
Mata ikan umumnya membaik dengan perawatan sederhana dan sepatu yang pas. Penyandang diabetes perlu lebih hati-hati, karena luka kecil di kaki bisa tidak terasa dan lambat sembuh.
Artikel ini membahas penyebab mata ikan, bedanya dengan kapalan dan kutil, perawatan yang aman, serta kapan perlu ke dokter.
Apa Itu Penyakit Mata Ikan?
Mata ikan atau clavus adalah benjolan kecil dari kulit yang keras dan tebal. Menurut American Family Physician (AAFP), penebalan kulit atau hiperkeratosis ini adalah respons alami kulit terhadap tekanan atau gesekan berulang. Ciri khasnya berupa inti berbentuk kerucut di bagian tengah yang bisa menimbulkan nyeri.
Kapalan atau kalus terbentuk lewat proses yang sama, tetapi berupa lapisan tebal yang lebih lebar dengan tepi samar dan tanpa inti. NHS menyebut keduanya umumnya muncul di kaki, jari kaki, dan tangan. Pedoman diabetes Kemenkes bahkan menyebut kapalan dengan istilah mata ikan.
Mengapa Mata Ikan Bisa Muncul?
Pemicu dan faktor risiko yang sering ditemui antara lain:
Sepatu yang tidak pas. American Academy of Dermatology (AAD) menyebut sepatu dengan ukuran dan bentuk yang tidak sesuai kaki sebagai penyebab umum mata ikan. NHS juga menyarankan untuk menghindari hak tinggi serta sepatu sempit berujung lancip.
Bagian dalam sepatu yang tidak rata. AAFP mencatat sepatu ketat, permukaan dalam sepatu yang tidak rata, dan aktivitas fisik yang tinggi sebagai pemicu. NHS menyarankan untuk tidak berjalan jauh atau berdiri lama selama mata ikan dirawat.
Kuku kaki yang terlalu panjang. Menurut AAD, kuku yang panjang bisa mendorong jari kaki menekan bagian dalam sepatu. Lama-kelamaan, tekanan ini bisa membentuk mata ikan.
Jari kaki bengkok atau tulang yang menonjol. Kemenkes menyebut jari bengkok seperti pada hammer toe meningkatkan risiko mata ikan karena tergesek bagian dalam sepatu. AAFP juga mencatat tonjolan tulang di kaki sebagai pemicu dari dalam tubuh.
Ciri-Ciri Mata Ikan yang Bisa Anda Amati
Berikut ciri mata ikan dan kapalan yang umum ditemui.
1. Benjolan Keras dengan Inti di Tengah
Mata ikan keras berupa benjolan kecil berbatas jelas dengan inti di tengahnya. Menurut AAFP, jenis ini umumnya muncul di sisi luar bagian atas jari kelingking kaki.
2. Nyeri Saat Ditekan Langsung
AAFP menyebut mata ikan di telapak kaki lebih nyeri saat ditekan tepat di atasnya. Bila nyeri sampai mengganggu kegiatan sehari-hari, NHS menyarankan pemeriksaan ke dokter.
3. Kulit Lunak di Sela Jari
Mata ikan lunak tampak lembek dan lembap, umumnya di antara jari keempat dan kelima. AAFP menjelaskan bahwa jenis ini muncul karena kulit menyerap banyak kelembapan dari keringat.
4. Lapisan Tebal dan Kasar di Telapak Kaki
Kapalan berupa lapisan kulit kasar yang lebih lebar, umumnya di telapak kaki bagian depan di bawah pangkal jari, menurut AAFP. NHS mencatat kapalan juga bisa terasa nyeri.
Mata Ikan, Kapalan, atau Kutil?
Kutil di telapak kaki bisa tampak mirip mata ikan karena sama-sama keras, padahal penyebab dan penanganannya berbeda.
Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.
Menurut NHS, kutil disebabkan virus dan bisa menular lewat kontak kulit atau permukaan yang tercemar. Kutil di telapak kaki hanyalah salah satu dari beberapa jenis kutil yang bisa muncul di kulit.
Risiko bila Mata Ikan Salah Ditangani
Cara merawat yang kurang tepat bisa menimbulkan beberapa risiko:
Perdarahan dan infeksi. AAD mengingatkan bahwa mengikis kulit terlalu banyak bisa menimbulkan perdarahan dan infeksi. NIDDK menyebut memotong mata ikan atau memakai produk penghilangnya yang dijual bebas juga bisa merusak kulit.
Kerusakan kulit sehat di sekitarnya. AAFP menyarankan untuk menghindari produk bebas yang mengandung asam pengelupas kulit. Risikonya lebih besar pada orang dengan kerusakan saraf atau daya tahan tubuh lemah.
Mata Ikan pada Penyandang Diabetes Perlu Ditangani Dokter
Kadar gula darah tinggi yang terus-menerus bisa merusak saraf, kondisi yang disebut neuropati. Menurut NIDDK, kerusakan saraf membuat kaki kehilangan rasa dan mata ikan bisa berubah menjadi luka terbuka atau ulkus. Aliran darah yang berkurang juga membuat luka lambat sembuh.
Artikel Kemenkes tentang kaki diabetes mengingatkan bahwa di bawah kapalan sering tersembunyi luka yang dalam. Menurut NIDDK, kapalan berisi darah kering sering menjadi tanda pertama luka tersebut, yang termasuk luka diabetes dan perlu ditangani tenaga kesehatan.
Pedoman diabetes Kemenkes juga mencatat kapalan di telapak kaki sebagai salah satu tanda awal kelainan kaki, bersama gejala diabetes pada kaki lainnya. Anjuran dari pedoman tersebut dan NIDDK antara lain:
Serahkan kepada tenaga kesehatan. Kapalan dipotong di layanan kesehatan, tanpa zat kimia atau plester. Mata ikan juga tidak dipotong sendiri.
Hindari merendam kaki. Merendam kaki membuat kulit terlalu kering. Batu apung hanya dipakai atas saran dokter.
Periksa kaki setiap hari. Laporkan kulit yang mengelupas, merah, atau terluka kepada dokter. Pemeriksaan kaki menyeluruh dilakukan minimal setahun sekali.
Perawatan Mata Ikan di Rumah yang Aman
Bagi orang tanpa diabetes atau gangguan aliran darah, AAD dan NHS menganjurkan langkah berikut:
Rendam lalu kikis perlahan. Rendam area mata ikan dalam air hangat selama 5 sampai 10 menit hingga kulit melunak. Gosok perlahan dengan batu apung yang dibasahi, tanpa mengikis terlalu dalam.
Oleskan pelembap setiap hari. NHS menyebut pelembap membantu menjaga kulit tetap lunak. Apoteker atau dokter bisa membantu memilih produk dengan bahan pelunak kulit keras.
Pasang bantalan. Bantalan berbentuk donat di sekeliling mata ikan mencegahnya bersentuhan langsung dengan sepatu. Sol empuk dan kaus kaki tebal juga membantu meredam gesekan.
Jangan memotong sendiri. NHS meminta untuk tidak memotong mata ikan atau kapalan sendiri. Silet atau gunting bisa menimbulkan luka yang menjadi jalan masuk infeksi.
Plester atau cairan penghilang mata ikan yang dijual bebas, juga ramuan rumahan, sebaiknya ditanyakan dulu kepada apoteker atau dokter sebelum dipakai.
Kapan Mata Ikan Perlu Diperiksakan ke Dokter?
NHS dan AAD menyarankan pemeriksaan ke dokter bila:
Ada diabetes, gangguan aliran darah, atau daya tahan tubuh lemah. Menurut NHS, kondisi ini bisa membuat masalah kaki lebih serius. Tenaga kesehatan bisa menipiskan kulit keras sesuai kondisi kaki.
Mata ikan berdarah, bernanah, atau mengeluarkan cairan. Kulit sekitar yang merah, hangat, dan nyeri juga bisa menandakan infeksi, menurut NIDDK.
Tidak membaik setelah 3 minggu perawatan di rumah. Dokter bisa mencari sumber tekanan yang belum teratasi, misalnya bentuk jari atau sepatu.
Nyeri berat atau ragu dengan jenis benjolannya. Nyeri yang menghambat kegiatan sehari-hari perlu dinilai. AAD juga menyarankan konsultasi bila penyebab benjolan belum jelas.
Penyandang diabetes perlu segera mencari bantuan medis bila luka di kaki tidak kunjung sembuh dalam 24 sampai 48 jam, menurut artikel Kemenkes. Keluhan seperti kaki sering kesemutan atau telapak kaki terasa panas juga perlu diceritakan saat konsultasi.
Pemeriksaan dan Penanganan Mata Ikan oleh Dokter
Dokter membedakan mata ikan dari kutil dengan menekan benjolan dari beberapa arah. Menurut AAFP, kutil lebih nyeri saat dijepit dari kedua sisi dan cenderung berdarah saat ditipiskan. Pada penyandang diabetes, pedoman Kemenkes menyebut pemeriksaan kaki menyeluruh meliputi pengamatan kulit, perabaan denyut nadi kaki, dan pemeriksaan saraf perasa.
Pilihan penanganannya meliputi:
Menipiskan kulit keras. Tenaga kesehatan memotong lapisan keras dengan alat khusus. AAFP menyebut langkah ini sebagai andalan untuk meredakan keluhan.
Plester, krim, atau bantalan khusus. NHS menyebut plester atau krim bisa dipakai untuk melunakkan kulit keras sebelum diangkat. Bantalan atau sol empuk yang dibuat khusus membantu mengurangi tekanan.
Operasi bila ada kelainan bentuk. Bila mata ikan berkaitan dengan jari bengkok atau tonjolan tulang, operasi bisa dipertimbangkan. Menurut AAFP, tujuannya meluruskan posisi jari agar sumber tekanan hilang.
Mata ikan yang terinfeksi bisa memerlukan antibiotik dari dokter. Bila sudah ada luka pada kaki diabetes, pedoman Kemenkes menyebut pembuangan kapalan dan sepatu berukuran sesuai diperlukan untuk mengurangi tekanan, bersama perawatan luka diabetes yang teratur.
Sepatu dan Kebiasaan yang Mencegah Mata Ikan Kembali
Mata ikan bisa muncul lagi bila sumber tekanannya tetap ada. Kebiasaan berikut membantu mencegahnya:
Pilih sepatu yang lega. AAFP menganjurkan sepatu berhak rendah dengan bagian atas lembut dan ruang jari yang lapang. Kemenkes menyarankan membeli sepatu pada sore hari, saat ukuran kaki sedang lebih besar, dan mengganti sepatu yang mulai sempit.
Pakai kaus kaki yang pas. Pedoman Kemenkes menganjurkan kaus kaki katun yang tidak membuat lipatan di ujung jari. Kaus kaki tebal yang empuk juga membantu meredam gesekan.
Rawat kuku dan jaga kaki tetap kering. Potong kuku lurus dan tidak terlalu dalam di bagian pojok agar tidak memicu kuku cantengan. Keringkan kaki dan sela jari setelah mandi.
Rawat Kaki dengan Telaten, Konsultasikan Bila Ragu
Mata ikan umumnya bisa diatasi dengan sepatu yang pas, bantalan, dan perawatan yang telaten. Bagi penyandang diabetes, serahkan perawatannya kepada tenaga kesehatan dan periksa kaki setiap hari.
Tes gula darah atau medical check up berkala membantu mengetahui kondisi tubuh lebih awal, dan deteksi dini memberi lebih banyak pilihan. Untuk pertanyaan seputar pemeriksaan, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia — Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/302/2026 tentang Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Tatalaksana Diabetes Melitus Tipe 2 Dewasa
Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI — Mengenal Kaki Diabetes: Langkah Awal Mencegah Amputasi dan Hidup Lebih Sehat
Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI — Apa Itu Hammer Toe dan Bagaimana Penyebabnya?
Freeman DB, American Family Physician, American Academy of Family Physicians — Corns and Calluses Resulting from Mechanical Hyperkeratosis
NHS — Corns and Calluses
American Academy of Dermatology — How to Treat Corns and Calluses
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases — Diabetes & Foot Problems
NHS — Warts and Verrucas
Ditinjau secara medis oleh dr. Aimee Wineyna
Frequently Asked Question
Apa penyebab mata ikan di kaki?
Mata ikan muncul akibat tekanan atau gesekan berulang, misalnya karena sepatu sempit, hak tinggi, kuku kaki panjang, atau bentuk jari yang bengkok. Kulit menebal sebagai respons perlindungan terhadap tekanan tersebut.
Apa beda mata ikan dan kutil?
Mata ikan terbentuk akibat tekanan atau gesekan dan biasanya terasa nyeri saat ditekan langsung. Kutil disebabkan infeksi virus, dapat menular, dan terkadang memiliki titik hitam kecil. Pemeriksaan dokter membantu membedakan keduanya.
Apakah mata ikan boleh dipotong sendiri?
Tidak disarankan karena memotong atau mengikis terlalu dalam dapat menyebabkan perdarahan dan infeksi. Orang tanpa diabetes atau gangguan aliran darah dapat merendam area dengan air hangat lalu menggosoknya perlahan menggunakan batu apung.
Mengapa penderita diabetes tidak boleh mengobati mata ikan sendiri?
Diabetes dapat menyebabkan kerusakan saraf dan gangguan aliran darah sehingga luka kaki sulit terasa dan lebih lambat sembuh. Perawatan mata ikan sebaiknya dilakukan tenaga kesehatan tanpa memotong atau menggunakan bahan kimia sendiri.
Apakah mata ikan bisa hilang sendiri?
Mata ikan dapat membaik dengan mengurangi tekanan, memakai sepatu yang sesuai, dan menggunakan bantalan pelindung. Jika tidak membaik setelah tiga minggu perawatan di rumah, terasa sangat nyeri, atau menunjukkan tanda infeksi, periksakan ke dokter.
