Kaki kesemutan saat bangun tidur sering dianggap akibat posisi tidur. Lecet di jari yang baru ketahuan saat mandi juga jarang dikaitkan dengan gula darah.
Keluhan seperti ini bisa menjadi tanda kerusakan saraf akibat gula darah yang lama tinggi. Gejalanya berkembang perlahan, dan pedoman nasional mencatat gangguan saraf bisa ditemukan saat diabetes tipe 2 baru terdiagnosis.
Artikel ini membahas gejalanya, cara membedakannya dari kesemutan biasa, kapan perlu ke dokter, dan pemeriksaan untuk memastikannya.
Mengapa Diabetes Bisa Menimbulkan Gejala di Kaki?
Gula darah yang melebihi normal disebut hiperglikemia. Bila berlangsung lama, kondisi ini bisa merusak saraf dan pembuluh darah kecil yang memberi makan saraf. Kerusakan saraf tepi ini disebut neuropati perifer diabetik dan biasanya mengenai kaki lebih dulu sebelum tangan.
Diabetes juga bisa mengurangi aliran darah ke kaki sehingga luka lebih sulit sembuh. Keduanya termasuk efek gula darah tinggi dalam jangka panjang. CDC mencatat sekitar separuh penderita diabetes mengalami kerusakan saraf, dan data Kemenkes dari RSCM tahun 2011 mencatat neuropati pada 54% pasien diabetes.
Siapa yang Lebih Berisiko?
Menurut CDC dan Mayo Clinic, risiko kerusakan saraf lebih besar pada kondisi berikut:
Gula darah sulit terkendali. Gula darah yang sering di atas target menaikkan risiko kerusakan saraf. Risikonya bertambah seiring lamanya seseorang mengidap diabetes.
Usia di atas 40 tahun dan berat badan berlebih. CDC memasukkan keduanya sebagai faktor risiko. Mayo Clinic menyebut indeks massa tubuh 25 atau lebih ikut menaikkan risiko.
Tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, atau gangguan ginjal. Ketiganya berkaitan dengan risiko kerusakan saraf yang lebih besar. Ginjal yang rusak bisa membuat racun menumpuk dan ikut merusak saraf.
Merokok. Rokok menyempitkan pembuluh darah sehingga aliran darah ke kaki berkurang. Luka pun lebih lama sembuh dan saraf tepi ikut rusak.
Gejala Diabetes pada Kaki yang Perlu Dikenali
Gejala bisa berbeda pada tiap orang, dan sebagian penderita tidak merasakan keluhan apa pun.
1. Kesemutan seperti Ditusuk Jarum
Pada kerusakan saraf akibat diabetes, kesemutan biasanya muncul perlahan di kedua kaki dan sering lebih terasa pada malam hari. Kesemutan yang menetap atau kambuh tanpa pemicu jelas perlu diperiksakan.
2. Mati Rasa atau Kaki Terasa Tebal
Kaki menjadi kurang peka terhadap sentuhan, nyeri, panas, dan dingin. Kerikil di dalam kaus kaki atau benda tajam yang terinjak bisa tidak terasa, sehingga luka kecil baru ketahuan setelah memburuk.
3. Rasa Terbakar dan Nyeri
Sebagian orang mengeluhkan rasa panas di telapak kaki, nyeri tajam, atau kram. Kulit bisa sangat peka sampai sentuhan seprai pun terasa sakit, dan keluhan yang mengganggu tidur perlu dikonsultasikan.
4. Otot Melemah dan Keseimbangan Terganggu
Kerusakan saraf bisa melemahkan otot, mengubah cara berjalan, dan menaikkan risiko jatuh. Bentuk kaki dan jari kaki juga bisa berubah, jadi sampaikan kepada dokter bila langkah mulai goyah.
5. Kulit Kering, Pecah-pecah, dan Kapalan
Gangguan saraf bisa mengubah produksi keringat, dan kulit kaki yang kering serta pecah-pecah perlu diperiksakan. Kapalan (kalus) di titik yang sering tertekan bisa berubah menjadi luka pada kaki yang mati rasa. Kuku yang menebal dan menguning juga perlu diperiksa, bersama gejala diabetes pada kulit lainnya.
6. Kram saat Berjalan serta Perubahan Warna dan Suhu Kaki
CDC meminta pemeriksaan segera bila muncul kram di betis atau paha saat beraktivitas, rambut di kaki rontok, atau warna dan suhu kaki berubah. Dokter akan ikut menilai aliran darah kaki, karena aliran darah yang kurang memperlambat penyembuhan luka.
7. Luka atau Lecet yang Lama Sembuh
Diabetes membuat luka di kaki lebih sulit sembuh dan mudah terinfeksi. NIDDK juga menyebut kapalan berisi bercak darah kering bisa menjadi tanda awal luka di bawahnya.
Komplikasi yang Bisa Muncul pada Kaki
Luka yang tidak terasa bisa berkembang menjadi luka terbuka (ulkus). Infeksinya bisa menyebar ke tulang atau menyebabkan jaringan mati (gangren), sehingga pada kondisi berat dokter perlu mengamputasi jari, kaki, atau sebagian tungkai. Meski jarang, kerusakan saraf juga bisa memicu kaki Charcot, yaitu kerusakan tulang kaki yang diawali kaki memerah, hangat, dan bengkak.
Kabar baiknya, CDC menyebut sebagian besar penderita diabetes bisa mencegah komplikasi kaki yang serius lewat perawatan rutin di rumah dan kontrol teratur. Penanganan dini pada luka diabetes juga membantu menurunkan peluang infeksi berat.
Bedanya Kesemutan Biasa dan Kesemutan karena Diabetes
Menurut NHS, kesemutan sehari-hari muncul ketika aliran darah ke saraf terhambat, misalnya saat duduk atau tidur menindih kaki, dan hilang dalam beberapa menit. Kesemutan karena diabetes punya pola berbeda.
Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.
Kesemutan yang menetap juga bisa disebabkan saraf terjepit di punggung, konsumsi alkohol berlebihan, efek obat tertentu, atau kekurangan vitamin B12. Karena daftar penyebab kaki sering kesemutan cukup panjang, penilaian dokter tetap diperlukan.
Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?
Periksakan diri bila kesemutan, rasa terbakar, atau mati rasa terus ada, sering kambuh, atau mengganggu tidur, baik Anda sudah terdiagnosis diabetes maupun belum.
Temui dokter secepatnya bila luka di kaki belum membaik setelah beberapa hari, atau kulit kaki memerah, hangat, dan nyeri karena bisa menandakan infeksi. Luka yang menghitam dan berbau bisa menandakan jaringan mati dan perlu segera ditangani dokter.
Pemeriksaan untuk Memastikan Penyebabnya
Dokter akan menanyakan keluhan dan riwayat kesehatan, lalu memeriksa kulit, bentuk, saraf, dan pembuluh darah kaki. ADA menganjurkan pemeriksaan saraf ini sejak diabetes tipe 2 terdiagnosis, lalu setiap tahun. Pemeriksaan yang umum dilakukan antara lain:
Tes garpu tala dan monofilamen. Garpu tala ditempelkan di ibu jari kaki untuk menilai rasa getar, sedangkan benang nilon disentuhkan ke kaki untuk menilai rasa sentuhan. Dokter juga bisa menguji keseimbangan dan cara berjalan.
Ankle-brachial index (ABI). Pemeriksaan pada kedua tungkai ini membantu mencari gangguan aliran darah di kaki. Pedoman nasional memasukkannya dalam pemeriksaan kaki menyeluruh.
Tes darah. Tes gula darah membantu memastikan ada tidaknya diabetes. Dokter juga bisa memeriksa fungsi tiroid, ginjal, dan kadar vitamin B12 untuk menyingkirkan penyebab lain.
Menurut pedoman nasional yang disusun PERKENI dan kriteria ADA, diabetes ditegakkan bila glukosa plasma puasa 126 mg/dL atau lebih, atau HbA1c 6,5% atau lebih dengan metode yang terstandar. Glukosa puasa 100 sampai 125 mg/dL atau HbA1c 5,7 sampai 6,4% tergolong prediabetes. Tes biasanya diulang di hari lain dan ambang diagnosis ditentukan oleh dokter. Nilai rujukan bergantung pada laboratorium dan dokter, dan memahami perbedaan HbA1c dan gula darah puasa membantu Anda membaca hasilnya.
Cek Gula Darah dengan Paket Diabetes Melitus
Karena gejala kaki akibat diabetes berawal dari gula darah yang lama tinggi, langkah awal memastikannya adalah mengukur gula darah. HbA1c menggambarkan rata-rata gula darah 2 sampai 3 bulan sebelum pemeriksaan, sedangkan glukosa puasa menunjukkan kadar gula darah saat itu.
Kedua pemeriksaan ini tersedia dalam Paket Diabetes Melitus di Bumame, dengan persiapan puasa 8 sampai 10 jam dan tetap boleh minum air mineral. Layanan ini tersedia di klinik maupun lewat Home Care. Bawa hasilnya saat berkonsultasi dengan dokter, dan untuk mengatur jadwal, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.
Cara Dokter Menangani Gejala Diabetes di Kaki
Penanganan utama adalah menjaga gula darah, tekanan darah, dan kolesterol mendekati target agar kerusakan saraf tidak bertambah berat. Untuk sebagian besar orang dewasa, ADA menganjurkan target HbA1c di bawah 7%, yang bisa disesuaikan dokter. Pola makan, aktivitas fisik, dan obat menjadi bagian dari cara menurunkan gula darah.
Untuk nyeri saraf, dokter bisa meresepkan jenis antidepresan atau antikonvulsan tertentu maupun krim oles. Obat ini membantu meredakan nyeri tanpa memperbaiki kerusakan sarafnya, sementara terapi fisik membantu memperkuat otot dan keseimbangan.
Kebiasaan Merawat Kaki Setiap Hari
Pedoman nasional, CDC, dan NIDDK menganjurkan langkah berikut:
Periksa kaki setiap hari. Cari luka, kemerahan, lecet, atau kapalan, termasuk di sela jari. Gunakan cermin atau minta bantuan keluarga untuk melihat telapak.
Cuci dengan air hangat. Cek suhu air dengan siku, karena kaki yang mati rasa bisa terbakar tanpa disadari, dan hindari merendam kaki. Keringkan sela jari, lalu oleskan pelembap di luar sela jari.
Selalu pakai alas kaki. Gunakan alas kaki bahkan di dalam rumah dan cek bagian dalam sepatu sebelum dipakai. Pilih sepatu yang pas dan hindari hak tinggi.
Rawat kuku dan kapalan dengan aman. Potong kuku lurus lalu haluskan ujungnya. Kapalan sebaiknya tidak dipotong sendiri.
Jaga aliran darah. Angkat kaki saat duduk, gerakkan jari kaki beberapa kali sehari, dan berhenti merokok. Jalan kaki, berenang, atau bersepeda termasuk aktivitas yang ramah kaki.
Lecet kecil sebaiknya segera ditutup perban bersih, lalu langkah perawatan luka diabetes berikutnya dibicarakan dengan dokter.
Rawat Kaki dan Cek Gula Darah Sejak Awal
Kesemutan, mati rasa, dan kulit kaki yang mengering bisa menjadi petunjuk awal masalah gula darah. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan, jadi mulailah dengan memeriksa kaki setiap hari dan mengenali ciri-ciri diabetes lain seperti sering haus dan sering buang air kecil. Bila keluhan menetap, chat CS Bumame untuk menjadwalkan cek gula darah.
Lokasi Klinik Bumame
Pemeriksaan tersedia di lima klinik Bumame.
Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28, Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi
Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi
Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kec. Serpong, Tangerang, Banten 15310. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi
Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23, RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat 11610. Senin sampai Minggu, pukul 06.00 sampai 20.00. Lihat lokasi
Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Kelapa Gading Barat, Kec. Kelapa Gading, Jakarta Utara, DKI Jakarta 14240. Senin sampai Minggu, pukul 06.00 sampai 20.00. Lihat lokasi
Pilih lokasi terdekat dari tempat Anda.
Referensi
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/603/2020 tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Diabetes Melitus Tipe 2 Dewasa.
Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Cara Cegah dan Atasi Kaki Kesemutan.
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Peripheral Neuropathy.
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Diabetes & Foot Problems.
Centers for Disease Control and Prevention. Your Feet and Diabetes.
Mayo Clinic. Diabetic Neuropathy, Symptoms and Causes.
American Diabetes Association. Diabetes Diagnosis.
National Health Service. Pins and Needles.
Ditinjau secara medis oleh dr. Talitha Amalia
Frequently Asked Question
Apa saja gejala diabetes pada kaki?
Gejala diabetes pada kaki meliputi kesemutan, mati rasa, rasa terbakar, nyeri yang sering memburuk pada malam hari, kulit kering, dan luka yang sulit sembuh. Sebagian penderita tidak merasakan keluhan, sehingga pemeriksaan kaki secara rutin tetap diperlukan.
Apakah kaki kesemutan selalu menandakan diabetes?
Tidak. Kesemutan sesaat akibat posisi duduk atau tidur biasanya hilang dalam beberapa menit setelah kaki digerakkan. Namun, kesemutan yang menetap atau berulang bisa berkaitan dengan diabetes, kekurangan vitamin B12, saraf terjepit, atau penyebab lain yang perlu diperiksa dokter.
Kapan kaki kesemutan akibat dugaan diabetes perlu diperiksakan ke dokter?
Periksakan diri bila kesemutan, rasa terbakar, atau mati rasa menetap, sering kambuh, atau mengganggu tidur dan aktivitas. Luka yang tidak membaik setelah beberapa hari, kulit kaki yang memerah dan hangat, atau luka yang menghitam dan berbau memerlukan penanganan medis segera.
Pemeriksaan apa yang dilakukan untuk memastikan penyebab gejala diabetes pada kaki?
Dokter dapat memeriksa sensasi sentuhan dan getaran menggunakan monofilamen dan garpu tala, menilai aliran darah kaki, serta melakukan tes darah seperti glukosa puasa dan HbA1c. Pemeriksaan tambahan dapat mencakup fungsi ginjal, tiroid, dan vitamin B12 untuk menyingkirkan penyebab lain.
Bagaimana cara merawat kaki bagi penderita diabetes?
Periksa kaki setiap hari untuk menemukan luka atau kemerahan, cuci dengan air hangat dan keringkan sela jari, serta gunakan alas kaki yang sesuai. Potong kuku lurus dan jangan memotong kapalan sendiri. Jalani pemeriksaan kaki menyeluruh oleh dokter secara rutin, minimal setahun sekali.
