Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Vaksin Rotavirus: Jadwal dan Manfaat
Kembali ke Artikel & Berita

Vaksin Rotavirus: Manfaat, Jenis, dan Waktu Pemberian Terbaik

SBAVaksin Others

Sebagai orang tua, melihat anak, terlebih masih bayi, tiba-tiba lemas, rewel, dan diare berkepanjangan pasti membuat cemas. Namun, kondisi gangguan kesehatan pencernaan pada anak sebenarnya dapat dicegah. Salah satunya melalui pemberian vaksin rotavirus (RV).

Daya tahan tubuh bayi, terutama yang baru lahir, masih dalam tahap berkembang sehingga mereka sangat rentan terhadap serangan kuman di sekitar. Pemberian vaksin yang satu ini dapat menguatkan sistem kekebalan tubuh anak terhadap risiko tersebut.

Apa Itu Vaksin Rotavirus?

Secara sederhana, vaksin rotavirus adalah jenis imunisasi oral (diberikan melalui tetes mulut) yang dirancang khusus untuk merangsang pembentukan antibodi tubuh bayi dalam melawan rotavirus.

Virus ini merupakan penyebab utama terjadinya peradangan lambung (gastritis) dan usus halus (gastroenteritis) yang memicu diare akut dan muntah-muntah hebat. Menurut WHO, kasus radang pencernaan tersebut paling banyak terjadi pada anak berusia di bawah 5 tahun.

Nah, vaksin mengandung partikel virus rotavirus, tapi dalam kondisi telah dilemahkan. Ketika masuk ke dalam saluran cerna, vaksin tidak menimbulkan penyakit apapun. Justru, vaksin menjadi pelatih imun untuk mengenali dan membangun perlindungan terhadap infeksi virus ini di kemudian hari.

Ini merupakan konsep pengobatan yang umum, yaitu “mengalahkan racun dengan sumber racun itu sendiri”. Jadi, Anda tidak perlu khawatir jika pemberian vaksin rotavirus justru akan mencelakai anak. Aturan yang mengikat sangatlah ketat untuk meminimalisir risiko kontaminasi.

Manfaat Vaksin Rotavirus

Pemberian imunisasi ini memiliki peranan penting untuk menjaga kesehatan anak agar memiliki kesempatan tumbuh sehat secara optimal. Tentunya dengan terhindar dari gejala dan risiko gangguan kesehatan berikut ini.

  • Mencegah diare berat dan dehidrasi akibat buang air terus menerus dan muntah.

  • Menurunkan risiko timbulnya gejala infeksi usus parah akibat kekurangan cairan tubuh dan elektrolit secara drastis, yang mana merupakan efek berkelanjutan dari diare dan muntah.

  • Melindungi kesehatan pencernaan bayi jangka panjang, bahkan hingga dewasa. Peluang terkena peradangan usus berulang hingga malnutrisi jauh lebih kecil. 

  • Menurunkan risiko rawat inap di rumah sakit yang menghabiskan waktu, tenaga, dan biaya.

  • Menciptakan kekebalan kelompok dalam tubuh (herd immunity) berkat vaksin yang menekan penyebaran virusnya secara signifikan. Otomatis, risiko menjadi wabah juga jauh lebih kecil.

Jenis Vaksin Rotavirus dan Jadwal Pemberiannya

Di dunia medis Indonesia, terdapat dua jenis utama vaksin rotavirus yang umum diberikan ke anak. Keduanya sama-sama aman dan efektif, tetapi memiliki komposisi tipe virus serta jadwal pemberian dosis berbeda. Berikut ini penjelasannya.

1. Monovalen (Rotarix)

Jenis vaksin ini memuat satu jenis tipe virus utama (monovalen), yaitu strain human rotavirus G1P. Tujuan utamanya untuk merangsang kemampuan tubuh bayi untuk membentuk kekebalan terhadap varian yang paling sering menginfeksi.

Imunisasinya terjadwal dua kali atau dua dosis. Dosis pertama diberikan saat bayi berusia 6 minggu atau sekitar 2 bulan, dan dosis kedua dengan jarak minimal 4 minggu setelahnya. Seluruh jadwal pemberian dosis wajib selesai sebelum bayi berusia 24 minggu atau 6 bulan.

2. Pentavalen (Rotateq)

Melansir Public Health Wales, jenis vaksin rotavirus pentavalen mengandung lima kombinasi tipe virus dari manusia dan sapi, yaitu G1, G2, G3, G4, dan P1A. Secara teknis, imunisasi ini memberi cakupan perlindungan yang lebih luas terhadap berbagai varian virus yang beredar.

Namun, hal ini juga berpengaruh terhadap jadwal imunisasi dan dosisnya. Vaksinasi harus terbagi menjadi tiga dosis. Dosis pertama diberikan saat bayi berusia 6-12 minggu, sementara dosis kedua dan ketiga berjarak 4-10 minggu antar dosis. Seluruh rangkaian pemberian harus sudah selesai sebelum bayi genap berusia 32 minggu atau 8 bulan.

Menjaga kelengkapan jumlah imunisasinya sama pentingnya dengan memberi perlindungan dari infeksi saluran pernapasan melalui vaksin influenza untuk anggota keluarga. Tentu saja hal ini harus sesuai anjuran dokter spesialis anak agar tidak menimbulkan efek negatif di kemudian hari.

Persiapan Sebelum Pemberian Vaksin Rotavirus

Dalam mempertimbangkan imunisasi rotavirus untuk bayi, tentu Anda sebagai orang tua perlu melakukan beberapa persiapan penting agar berjalan lancar dan memberikan hasil optimal, di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Pastikan anak dalam keadaan sehat, tidak sedang mengalami demam tinggi, muntah hebat, atau diare sedang hingga berat. Jika anak sedang sakit, maka jadwal imunisasi sebaiknya ditunda sampai kondisi tubuhnya benar-benar pulih.

  • Beri tahu riwayat kesehatan anak, terutama yang berkaitan dengan pemberian vaksinasi. Contohnya, apakah anak pernah mengalami sebagian usus terlipat (intusepsi) atau ada kelainan bawaan pada saluran pencernaan.

  • Sampaikan riwayat alergi berat bayi, terlebih saat pemberian dosis sebelumnya.

  • Menginformasikan terkait kelainan genetik anak, khususnya tentang sistem kekebalan tubuh yang terlalu lemah akibat faktor keturunan.

Cara Pemberian Vaksin Rotavirus

Banyak orang tua yang merasa takut memberi imunisasi pada anak, termasuk vaksin rotavirus, karena khawatir dengan kondisi anak. Terlebih lagi, sebagian besar masyarakat masih beranggapan bahwa teknik vaksinasi terbatas pada suntikan tubuh.

Padahal, imunisasi yang satu ini berbeda dengan vaksinasi lainnya, karena pemberiannya menggunakan tetes mulut (oral). Petugas medis akan meneteskan cairan vaksin ke dalam mulut bayi, tepatnya di area pipi bagian dalam. 

Rasa formula vaksinnya cenderung agak manis, sehingga bayi bisa menelannya dengan mudah dan tidak meninggalkan rasa getir yang kemudian membuat mereka enggan menyusu.

Efek Samping Vaksin Rotavirus

Selain khawatir dengan kerumitan prosedur, rasa enggan orang tua untuk memberi vaksin pada anak juga biasanya dipicu oleh kekhawatiran akan efek samping. Namun, Anda tidak perlu khawatir, sebagaimana penanganan keluhan bayi kuning, efek samping imunisasi ini cukup ringan, seperti:

  • Bayi sedikit rewel karena demam dan kehilangan nafsu makan (bersifat sementara); serta

  • Konsistensi tinja saat buang air besar sedikit lebih lunak selama beberapa hari setelah pemberian vaksin.

Kedua reaksi fisiologis tersebut merupakan hal yang normal karena merupakan indikasi vaksin mulai bekerja dalam tubuh anak. Jadi, Anda tidak perlu memupuk kekhawatiran berlebih, apalagi sampai panik.

Pilih Vaksinasi Sesuai Risiko dan Kebutuhan Utama

Mewujudkan perlindungan kesehatan keluarga tentu tidak hanya berkaitan dengan pemberian imunisasi. Seiring berjalannya waktu, setiap anggota keluarga dari berbagai usia menghadapi berbagai risiko paparan penyakit infeksi yang berbeda. Bisa dari aktivitas harian, perjalanan, hingga interaksi dengan hewan sekitar.

Risiko terakhir memiliki peluang lebih besar untuk Anda yang memiliki hewan peliharaan atau pencinta binatang. Namun, serangan tidak terduga seperti gigitan atau cakaran dapat berpotensi menularkan rabies. Oleh sebab itu, Anda memerlukan layanan pencegahan proaktif seperti vaksin rabies Verorab dari Bumame.

Sebagai pencegahan, Anda akan mendapatkan 3 dosis utama dan 2 dosis tambahan (booster) yang tentu berada di bawah tanggung jawab tenaga medis profesional. Sementara untuk vaksin yang terjadi setelah gigitan, Anda akan mendapatkan 5 dosis utama.

Anda tidak memerlukan puasa sebelum pemberian vaksin, tetapi perlu istirahat cukup agar kondisi tubuh prima. Selain itu, Anda juga tidak perlu datang ke fasilitas Bumame, karena bisa menggunakan layanan home care yang lebih fleksibel.

Harga Vaksin Rotavirus

Bumame juga menyediakan layanan vaksinasi rotavirus. Sama dengan layanan imunisasi lain dari Bumame, Anda juga bisa memesan paket home care untuk anak, yang mungkin lebih terasa nyaman dan aman.

Harga vaksin rotavirus di Bumame juga sangat terjangkau seperti harga vaksin meningitis, yaitu di kisaran Rp490.000,00–Rp910.000,00 per pasien. Biaya tersebut sudah termasuk pelayanan imunisasi di rumah, lengkap dengan transportasi dan peralatannya. Terjangkau sekali, bukan?

Melindungi Tumbuh Kembang Buah Hati Melalui Imunisasi Rutin

Pemberian imunisasi rutin pada anak, termasuk vaksin rotavirus, merupakan upaya nyata untuk melindungi tumbuh kembangnya tetap optimal. Melalui vaksinasi yang sesuai rekomendasi dokter, Anda telah memberi perlindungan terbaik dari risiko diare berat yang dapat membahayakan nyawa buah hati.

Jangan menunda pemenuhan imunisasi anak demi masa depan yang lebih sehat dan ceria. Konsultasikan kebutuhan vaksinasi keluarga Anda bersama tim medis tepercaya Bumame. Dapatkan pelayanan kesehatan yang nyaman, aman, dan transparan untuk keluarga tercinta.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240


Referensi:

  1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Apa itu Vaksin Rotavirus?

  2. World Health Organization. (2021). Immunization, Vaccines and Biologicals: Rotavirus.

  3. Ikatan Dokter Anak Indonesia. (2015). Melengkapi/ Mengejar Imunisasi (Bagian III)

  4. National Library of Medicine. (2019). Timing of Rotavirus Vaccine Doses and Severe Rotavirus Gastroenteritis among Vaccinated Infants in Low- and Middle-Income Countries.

  5. Centers for Disease Control and Prevention. (2023). Rotavirus Vaccination: What Everyone Should Know. CDC.

  6. Public Health Wales. (2025). Rotavirus Vaccine.

  7. Puskesmas Kuta 2 Kabupaten Badung. (2023). Pengertian Vaksin Rotavirus.

Ditinjau secara medis oleh dr. Aimee Wineyna

Frequently Asked Question

Apa itu vaksin rotavirus?
Vaksin rotavirus adalah imunisasi oral melalui tetes mulut yang dirancang untuk merangsang antibodi bayi dalam melawan infeksi rotavirus. 
Apa manfaat vaksin rotavirus untuk bayi?
Vaksin rotavirus membantu mencegah diare berat dan dehidrasi, menurunkan risiko infeksi usus parah, serta mengurangi kemungkinan bayi perlu dirawat di rumah sakit. 
Kapan vaksin rotavirus diberikan kepada bayi?
Vaksin monovalen diberikan dalam dua dosis mulai usia 6 minggu dan harus selesai sebelum 24 minggu. Sementara vaksin pentavalen diberikan tiga dosis mulai usia 6–12 minggu dan harus selesai sebelum 32 minggu. 
Bagaimana cara pemberian vaksin rotavirus?

Vaksin rotavirus diberikan secara oral dengan meneteskan cairan vaksin ke bagian dalam pipi bayi, bukan melalui suntikan. 

Apa efek samping vaksin rotavirus?
Efek samping yang dapat muncul biasanya ringan, seperti bayi sedikit rewel, demam, nafsu makan menurun, dan konsistensi tinja yang lebih lunak selama beberapa hari.