Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Vitamin B1: Fungsi, Sumber Makanan, dan Gejala Kekurangannya
Kembali ke Artikel & Berita

Vitamin B1: Fungsi, Sumber Makanan, dan Gejala Kekurangannya

SBAmedical check up

Sepiring nasi putih dengan lauk seadanya sering dianggap cukup untuk bertenaga seharian. Saat badan tetap lelah, kaki kesemutan, dan nafsu makan turun, banyak orang menganggapnya efek kurang tidur.

Keluhan seperti ini punya banyak kemungkinan penyebab, dan asupan vitamin B1 jarang terpikirkan. Padahal, kekurangan vitamin ini bisa memengaruhi saraf, otot, dan jantung.

Artikel ini membahas fungsi, kebutuhan harian, sumber makanan, kelompok berisiko, dan gejala kekurangan vitamin B1, hingga kapan perlu memeriksakan diri.

Apa Itu Vitamin B1?

Vitamin B1 atau tiamin adalah satu dari delapan vitamin dalam kelompok vitamin B yang larut dalam air. NIH mencatat tubuh hanya menyimpan sedikit tiamin, sebagian besar di hati, sehingga asupannya perlu datang terus-menerus dari makanan. Menurut WHO, kekurangan bisa berkembang dalam 2 sampai 3 bulan bila asupan tidak cukup.

Vitamin ini punya kaitan sejarah dengan Indonesia. Di laboratorium rumah sakit militer Batavia, Christiaan Eijkman menemukan bahwa beri-beri berkaitan dengan kurangnya zat penting di kulit ari beras. Temuan yang melahirkan konsep vitamin ini mengantarnya meraih Nobel Fisiologi atau Kedokteran 1929.

Fungsi Vitamin B1 bagi Tubuh

Vitamin B1 berperan dalam beberapa fungsi berikut:

  • Mengubah karbohidrat menjadi energi. Kementerian Kesehatan menyebut vitamin B1 membantu sel mengubah karbohidrat menjadi energi. Menurut NIH, bentuk aktifnya mendampingi lima enzim pengolah glukosa, asam amino, dan lemak.

  • Menjaga kerja saraf dan otot. Saraf tepi di tangan dan kaki bergantung pada kecukupan vitamin B1. Kekurangannya bisa mengganggu fungsi rasa, gerak, dan refleks, serta melemahkan otot.

  • Mendukung kerja jantung. Otot jantung juga memerlukan energi dari proses ini. Kekurangan yang berat bisa membuat jantung membesar dan memicu bengkak di tungkai bawah.

Vitamin B1 bekerja bersama anggota vitamin B kompleks lain, misalnya vitamin B6 yang juga menjaga kerja jaringan saraf.

Berapa Banyak Vitamin B1 yang Dibutuhkan Setiap Hari?

Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2019, laki-laki dewasa membutuhkan 1,2 mg vitamin B1 per hari dan perempuan dewasa 1,1 mg per hari, termasuk pada usia lanjut.

Ibu hamil memerlukan tambahan 0,3 mg per hari dan ibu menyusui tambahan 0,4 mg per hari. Kebutuhan anak lebih kecil dan naik bertahap sesuai usia. Pada kondisi khusus, kebutuhannya perlu dibahas dengan dokter atau ahli gizi.

Sumber Makanan Vitamin B1 dan Cara Menjaga Kandungannya

Vitamin B1 tersebar di banyak bahan makanan, sehingga menu yang beragam membantu mencukupi kebutuhan harian. Sumber yang mudah ditemukan antara lain:

  • Beras pecah kulit dan biji-bijian utuh. Menurut NIH, beras putih yang tidak diperkaya hanya mengandung sekitar sepersepuluh vitamin B1 beras pecah kulit atau beras yang tidak disosoh. WHO juga mengaitkan kekurangan berat dengan menu yang sebagian besar berupa beras sosoh.

  • Daging, ikan, dan telur. NIH menyebut daging dan ikan sebagai sumber vitamin B1. Kementerian Kesehatan juga mencantumkan daging tanpa lemak, jeroan, dan telur.

  • Kacang-kacangan dan sayuran hijau. StatPearls memasukkan kedelai, kacang-kacangan, dan kacang polong sebagai sumber vitamin B1. Kementerian Kesehatan menambahkan sayuran berdaun hijau dan sereal.

Produk susu dan sebagian besar buah hanya mengandung sedikit vitamin B1, menurut NIH. Vitamin ini larut dalam air dan berkurang saat dipanaskan, sehingga cara mengolah ikut menentukan:

  • Cuci beras secukupnya. Penelitian Universitas Muhammadiyah Gresik menemukan nasi dari beras yang dicuci empat kali mengandung vitamin B1 lebih rendah dibanding yang dicuci dua kali. Peneliti menyarankan dua kali cuci tanpa menunggu airnya jernih.

  • Manfaatkan air masakan. Menurut NIH, cukup banyak vitamin B1 terbuang bersama air rebusan. Sayur berkuah atau sup membantu vitamin yang larut tetap termakan.

  • Masak secukupnya. NIH mencatat roti mengandung 20 sampai 30% lebih sedikit tiamin dibanding bahan mentahnya akibat pemanasan. Hindari memasak terlalu lama atau menghangatkan berulang kali.

Siapa yang Lebih Mudah Kekurangan Vitamin B1?

Kekurangan bisa terjadi karena asupan kurang, penyerapan terganggu, atau pembuangan lewat urine meningkat. Kelompok berikut perlu lebih memperhatikan asupannya:

  • Peminum alkohol berat. Alkohol mengurangi penyerapan dan cadangan vitamin B1. NIH mencatat hingga 80% orang dengan ketergantungan alkohol kronis mengalami kekurangan tiamin.

  • Lansia. NIH mencatat hingga 20 sampai 30% lansia memiliki hasil laboratorium yang mengarah ke kekurangan tiamin. Asupan rendah, penyakit kronis, dan banyak obat diduga ikut berperan.

  • Penyandang diabetes. Beberapa studi kecil menemukan kadar tiamin lebih rendah pada penyandang diabetes tipe 1 dan 2, kemungkinan karena lebih banyak terbuang lewat ginjal. Kesemutan pada penyandang diabetes tetap perlu dievaluasi dokter.

  • Pasien setelah operasi bariatrik. Operasi penurunan berat badan ini bisa mengganggu penyerapan. NIH menyebut suplemen berisi tiamin hampir selalu dianjurkan setelahnya.

  • Pasien cuci darah dan pengguna diuretik. MedlinePlus memasukkan cuci darah atau hemodialisis serta diuretik atau obat peluruh cairan dosis tinggi ke dalam faktor risiko. Menurut StatPearls, diuretik golongan loop dosis tinggi jangka panjang meningkatkan pembuangan tiamin.

  • Ibu hamil dan menyusui. StatPearls memasukkan kehamilan, menyusui, dan muntah berkepanjangan ke dalam faktor risiko. Muntah berat saat hamil atau hiperemesis gravidarum perlu ditangani dokter, dan bayi yang disusui ibu dengan asupan vitamin B1 rendah juga bisa terdampak.

Gejala Kekurangan Vitamin B1

Gejala awal sering samar dan mirip kondisi lain. Menurut StatPearls, keluhan awal umumnya muncul dari saraf, jantung, dan saluran cerna.

1. Nafsu Makan Turun dan Berat Badan Berkurang

NIH mencatat penurunan berat badan dan hilangnya nafsu makan sebagai tanda tahap awal. Berat badan yang terus turun tanpa diet perlu diperiksakan ke dokter.

2. Mudah Lelah dan Otot Terasa Lemah

Badan tidak bertenaga dan otot lemah termasuk gejala awal menurut StatPearls. Karena penyebab mudah lelah sangat beragam, dokter perlu menilai kemungkinan lain.

3. Kesemutan, Mati Rasa, atau Nyeri di Tangan dan Kaki

Gangguan saraf tepi atau neuropati perifer merupakan ciri utama beri-beri menurut NIH. MedlinePlus juga mencatat kesemutan, hilangnya rasa, dan nyeri di tangan serta kaki. Karena penyebab kaki sering kesemutan beragam, keluhan yang menetap perlu diperiksa.

4. Mudah Bingung atau Sering Lupa

Kebingungan dan gangguan ingatan jangka pendek bisa muncul sejak tahap awal, menurut NIH. Keluhan ini perlu diperhatikan pada peminum alkohol berat dan lansia.

5. Jantung Berdebar, Sesak, dan Tungkai Bengkak

MedlinePlus menyebut detak jantung cepat, sesak saat beraktivitas, terbangun malam karena sesak, dan bengkak di tungkai bawah sebagai gejala beri-beri basah. Keluhan ini perlu segera diperiksa dokter.

Beri-Beri dan Komplikasi Lain Akibat Kekurangan Vitamin B1

Kekurangan yang berat dan lama bisa berkembang menjadi penyakit beri-beri, termasuk bentuk basah yang pada kasus jarang memicu gagal jantung. Otak juga bisa terdampak lewat sindrom Wernicke-Korsakoff, yang diawali tahap akut bernama ensefalopati Wernicke. Tabel berikut merangkum perbedaannya.

Bentuk

Bagian yang terdampak

Keluhan yang sering muncul

Beri-beri kering

Saraf tepi

Kesemutan, mati rasa, nyeri, otot tungkai lemah, sulit berjalan

Beri-beri basah

Jantung dan pembuluh darah

Jantung berdebar, sesak saat beraktivitas, bengkak di tungkai bawah

Ensefalopati Wernicke

Otak, muncul mendadak

Bingung, jalan sempoyongan, gerakan bola mata tidak normal

Sindrom Korsakoff

Otak, bersifat kronis

Gangguan ingatan jangka pendek berat, disorientasi, mengarang cerita tanpa sadar

Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.

Menurut MedlinePlus, gejala biasanya cepat membaik dengan pengobatan, dan kerusakan saraf bisa pulih bila ditangani sejak awal.

Kapan Perlu ke Dokter atau IGD?

Segera ke IGD bila muncul kebingungan mendadak, jalan sempoyongan, gerakan bola mata tidak normal, atau sesak napas berat disertai bengkak di tungkai. NIH menyebut ensefalopati Wernicke sebagai tahap akut yang mengancam nyawa, dan penanganan cepat membantu mencegah gangguan yang menetap.

Di luar keadaan darurat, buat janji dengan dokter bila kesemutan, mati rasa, mudah lelah, atau penurunan berat badan tidak membaik. Konsultasi juga dianjurkan bagi kelompok berisiko di atas meski keluhannya masih ringan.

Pemeriksaan Kadar Vitamin B1 dalam Darah

Dokter akan menanyakan keluhan, pola makan, konsumsi alkohol, dan obat yang dipakai, lalu memeriksa cara berjalan, koordinasi, dan tanda gangguan jantung. Menurut MedlinePlus, tes darah untuk kadar tiamin dan tes urine bisa ditambahkan. NIH mencatat kadar dalam darah belum tentu mencerminkan cadangan tubuh, jadi hasilnya dibaca bersama gejala. Nilai rujukan bergantung pada laboratorium dan dokter.

Pemeriksaan kadar vitamin B1 membantu dokter menilai apakah keluhan seperti lelah atau kesemutan berkaitan dengan kekurangan vitamin ini. Bumame menyediakan Panel Vitamin B1 & B6 yang mengukur kadar kedua vitamin tersebut dari sampel darah, di klinik atau lewat Home Care. Persiapannya berupa puasa 8 sampai 12 jam sesuai konfirmasi tim Bumame, dengan air putih tanpa pemanis tetap boleh diminum. Sampaikan juga obat, vitamin, dan suplemen yang rutin Anda konsumsi.

Perlukah Minum Suplemen Vitamin B1?

Menurut MedlinePlus, orang dengan pola makan sehat dan seimbang umumnya sudah mendapat cukup tiamin. NIH menilai suplemen berguna saat kebutuhan sulit dipenuhi dari makanan saja.

Pada kekurangan yang sudah terbukti, dokter mengganti vitamin B1 lewat suplemen tiamin yang diminum atau disuntikkan, lalu diikuti perbaikan pola makan. Vitamin ini juga tersedia dalam suplemen vitamin B complex. Kelebihannya dibuang lewat urine dan belum ada batas atas asupan yang ditetapkan, tetapi tetap diskusikan suplemen dengan dokter bila Anda rutin minum obat lain.

Penuhi Vitamin B1 Lewat Menu Harian yang Beragam

Mengganti sebagian nasi putih dengan beras pecah kulit, mencuci beras secukupnya, dan menambah lauk dari kacang-kacangan, ikan, atau telur membantu menjaga asupan vitamin B1 setiap hari.

Bila keluhan seperti kesemutan atau mudah lelah tidak membaik, bicarakan dengan dokter. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan. Untuk menanyakan jadwal pemeriksaan, silakan hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Lokasi Klinik Bumame

Pemeriksaan tersedia di lima klinik Bumame.

Bumame Cideng

JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28, Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi

Bumame TB Simatupang

Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi

Bumame BSD

Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kec. Serpong, Tangerang, Banten 15310. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi

Bumame Puri

Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23, RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat 11610. Senin sampai Minggu, pukul 06.00 sampai 20.00. Lihat lokasi

Bumame Kelapa Gading

Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Kelapa Gading Barat, Kec. Kelapa Gading, Jakarta Utara, DKI Jakarta 14240. Senin sampai Minggu, pukul 06.00 sampai 20.00. Lihat lokasi

Pilih lokasi terdekat dari tempat Anda.

Referensi

  1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia.

  2. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI. Jangan Asal Konsumsi, Ketahuilah Jenis Vitamin yang Larut dalam Air.

  3. Chotimah C, Prayitno SA, Utami DR, Universitas Muhammadiyah Gresik. Pengaruh Frekuensi Pencucian Beras terhadap Kadar Vitamin B1, Serat Kasar, dan Total Gula pada Nasi.

  4. National Institutes of Health, Office of Dietary Supplements. Thiamin, Fact Sheet for Health Professionals.

  5. StatPearls, NCBI Bookshelf. Vitamin B1 (Thiamine).

  6. MedlinePlus, National Library of Medicine. Beriberi.

  7. World Health Organization. Thiamine deficiency and its prevention and control in major emergencies.

  8. NobelPrize.org, Nobel Prize Outreach. Christiaan Eijkman, Biographical.

Ditinjau secara medis oleh dr. Talitha Amalia

Frequently Asked Question

Vitamin B1 berfungsi untuk apa?

Vitamin B1 membantu tubuh mengubah karbohidrat menjadi energi serta mendukung fungsi saraf, otot, dan jantung. Karena tubuh hanya menyimpan sedikit tiamin, vitamin ini perlu diperoleh secara rutin dari makanan.

Berapa kebutuhan vitamin B1 per hari untuk orang dewasa?

Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG), laki-laki dewasa membutuhkan 1,2 mg vitamin B1 per hari, sedangkan perempuan dewasa membutuhkan 1,1 mg. Ibu hamil memerlukan tambahan 0,3 mg dan ibu menyusui tambahan 0,4 mg per hari.

Apa saja makanan yang mengandung vitamin B1?

Sumber vitamin B1 antara lain beras pecah kulit, biji-bijian utuh, daging, ikan, telur, kacang-kacangan, kedelai, kacang polong, dan sayuran hijau. Mengonsumsi makanan yang beragam membantu memenuhi kebutuhan vitamin B1 harian.

Apa saja gejala kekurangan vitamin B1?

Gejala kekurangan vitamin B1 dapat berupa nafsu makan menurun, berat badan berkurang, mudah lelah, otot lemah, kesemutan, mati rasa, serta gangguan ingatan. Pada kondisi berat, kekurangan vitamin B1 dapat mengganggu saraf dan jantung.

Apakah suplemen vitamin B1 perlu dikonsumsi setiap hari?

Orang dengan pola makan sehat dan seimbang umumnya dapat memenuhi kebutuhan vitamin B1 dari makanan. Suplemen dapat diperlukan jika asupan tidak mencukupi atau terjadi kekurangan yang terbukti. Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen secara rutin.