Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Vitamin daya tahan tubuh anak
Kembali ke Artikel & Berita

Vitamin Daya Tahan Tubuh Anak: Jenis dan Sumbernya

SBATips Kesehatan

Anak Anda sering sakit? Ini wajar karena usia anak-anak merupakan usia perkembangan, termasuk bagi sistem imunnya, sehingga rentan untuk terkena penyakit. Apalagi jika mereka aktif bermain di luar, interaksi dengan lingkungan dan orang lain bisa meningkatkan paparan terhadap kuman. Untuk itulah, sebagai orang tua penting untuk memastikan nutrisi anak terpenuhi, terutama vitamin agar sistem imunnya berfungsi baik. Lalu, apa saja vitamin daya tahan tubuh anak?

Sebenarnya, berbagai vitamin dan mineral yang dibutuhkan untuk mendukung sistem imun bisa ditemukan dengan mudah dan dapat dipenuhi dari asupan makanan sehari-hari. Untuk lebih jelasnya, berikut pembahasan tentang jenis vitamin dan mineral yang bagus untuk sistem imun anak serta sumber makanannya. 

Kenapa Daya Tahan Tubuh Anak Perlu Dijaga?

Sistem imun merupakan pertahanan alami tubuh yang bisa membantu mendeteksi dan melawan berbagai mikroorganisme penyebab penyakit seperti bakteri dan virus. Namun, saat masa kanak-kanak, sistem imun masih berkembang, sehingga anak cenderung lebih rentan terserang infeksi atau sakit. 

Selain itu, saat anak mengalami infeksi atau sakit, mereka juga menjadi lebih mudah lelah, kurang aktif, sulit berkonsentrasi, dan kehilangan nafsu makan. Jika ini terus berlanjut atau berlangsung lama, bisa mengganggu aktivitas sehari-hari dan tumbuh kembang anak serta membuat kegiatan belajar dan bermain ikut terganggu.

Untuk itu, keharusan menjaga daya tahan tubuh anak dengan menerapkan cara alami meningkatkan daya tahan tubuh seperti memberikan vitamin daya tahan tubuh anak melalui makanan menjadi sangat penting untuk mendukung kesehatan dan tumbuh kembangnya secara optimal.

Jenis Vitamin Daya Tahan Tubuh Anak

Secara umum, beberapa vitamin dan mineral bisa digunakan untuk menjaga fungsi sistem imun anak. Berikut daftar vitamin dan mineral tersebut. 

  • Vitamin C, berfungsi sebagai antioksidan untuk membantu melindungi sel tubuh anak dari kerusakan, sekaligus mendukung fungsi sel imun, serta membantu menyerap zat besi dan proses pulih dari luka.

  • Vitamin D, berperan sebagai imunomodulator yang membantu tubuh anak dalam mengatur dan menyeimbangkan respons sistem imun terhadap infeksi kuman maupun virus serta menjaga kesehatan tulang. 

  • Zinc, berfungsi mengaktifkan dan menjaga kerja sistem imun anak agar bisa terus optimal dalam melawan infeksi serta membantu dalam proses penyembuhan luka.

  • Vitamin A, berperan dalam mendukung fungsi sistem imun serta menjaga kesehatan kulit dan selaput lendir (mukosa) yang melapisi saluran pernapasan dan pencernaan anak.

  • Vitamin B6, berfungsi dalam berbagai reaksi biokimia untuk menjaga dan memperkuat sistem imun anak agar optimal melawan infeksi.

  • Vitamin E, bisa bertindak sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh anak dari kerusakan termasuk radikal bebas.

Untuk itu, sebaiknya pastikan semua kebutuhan vitamin dan mineral anak tersebut terpenuhi untuk mendukung daya tahan tubuhnya. Salah satu caranya adalah dengan cek kadar vitamin D sesuai anjuran dokter.

Sumber Makanan Bergizi untuk Mendukung Daya Tahan Tubuh Anak

Ada berbagai makanan yang mengandung vitamin daya tahan tubuh anak untuk mendukung sistem imunnya tetap optimal, antara lain: 

  • Sayuran (seperti bayam, brokoli, wortel, dan kangkung) yang bisa menyediakan vitamin A, vitamin C, folat, mineral, serat, dan berbagai senyawa antioksidan untuk mendukung fungsi sistem imun.

  • Buah-buahan (seperti jeruk, jambu biji, kiwi, stroberi, dan pepaya) yang mengandung vitamin C untuk mendukung fungsi sel imun serta serat, folat, dan berbagai senyawa antioksidan yang bisa membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak. 

  • Telur, kaya akan protein yang bagus untuk pertumbuhan dan pemeliharaan sel tubuh, termasuk sel-sel sistem imun.

  • Ikan seperti salmon, sarden, dan tuna, yang menyediakan berbagai protein, vitamin D, selenium, dan asam lemak omega-3 untuk mendukung kesehatan dan fungsi sistem imun.

  • Kacang-kacangan dan biji-bijian (seperti kacang tanah, kedelai, kacang merah, almond, biji labu, dan biji bunga matahari) yang kaya protein, lemak sehat, serat, zinc, vitamin E, dan berbagai mineral yang bisa menyokong sistem imun.

  • Susu dan produk olahannya seperti yoghurt dan keju, yang juga kaya protein, kalsium, vitamin B12, serta vitamin D yang bagus untuk sistem imun dan mendukung pertumbuhan tulang serta jaringan tubuh anak.

  • Ubi jalar, kentang, singkong, dan jagung, yang kaya karbohidrat sebagai sumber energi untuk beraktivitas, tumbuh, dan menjalankan berbagai fungsi tubuhnya. Selain itu, ubi jalar juga kaya beta-karoten yang bisa diubah tubuh menjadi vitamin A untuk mendukung fungsi sistem imun dan menjaga kesehatan jaringan tubuh.

Kapan Anak Perlu Suplemen Tambahan?

Tidak semua anak butuh suplemen mineral atau vitamin daya tahan tubuh anak, tapi suplemen bisa dipertimbangkan jika anak mengalami kondisi berikut ini.

  • Pola makan yang sangat terbatas atau kebiasaan picky eating, karena berisiko membuat anak kekurangan zat gizi tertentu yang bisa mengganggu pertumbuhan serta sistem imunnya.

  • Menjalani pola makan vegetarian, karena bisa membuat anak kekurangan vitamin yang berasal dari produk hewani seperti vitamin B12, zat besi, kalsium, dan vitamin D, sehingga dibutuhkan suplemen untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral tersebut.

  • Punya alergi atau intoleransi pada makanan tertentu, sehingga ada potensi anak kekurangan gizi dari makanan yang tidak bisa dia makan.

  • Punya gangguan penyerapan zat gizi, sehingga anak tidak bisa menyerap nutrisi yang dimakan secara optimal dan membutuhkan suplemen untuk memenuhinya. 

  • Terbukti punya kekurangan zat gizi tertentu berdasarkan hasil pengecekan dokter, sehingga perlu suplemen untuk memenuhi gizi tersebut.

Namun, perlu diperhatikan bahwa dosis pemberian suplemen sebaiknya tidak berlebihan karena bisa memberikan efek samping seperti mual, muntah, diare, dan sakit perut atau mengganggu keseimbangan zat gizi lainnya.

Tanda Anak Mungkin Mengalami Kekurangan Zat Gizi

Anak yang mengalami kekurangan zat gizi tertentu, termasuk vitamin daya tahan tubuh anak, biasanya akan menimbulkan gejala tertentu.

  • Sering sakit atau sulit sembuh, terutama jika anak kekurangan Vitamin A, vitamin C, vitamin D, zinc, dan protein yang berperan dalam fungsi sistem imun.

  • Anak sering terlihat lemas, kurang aktif bermain, atau mudah lelah karena kekurangan zat besi dan protein.

  • Kulit terlihat lebih pucat, terlebih saat anak kekurangan zat besi. 

  • Berat atau tinggi badan tidak bisa bertambah sesuai harapan, terutama jika anak kekurangan energi, protein, vitamin, atau mineral.

  • Nyeri tulang atau kelemahan otot, jika anak kekurangan vitamin D atau kalsium.

  • Rambut sering rontok dan kuku rapuh, terutama jika anak kekurangan asupan protein, zat besi, dan zinc.

  • Perkembangan atau kemampuan belajar anak menurun, terutama saat anak kekurangan zat besi, yodium, atau zat gizi lainnya yang berperan penting dalam perkembangan otak dan fungsi kognitif.

Kapan Perlu Cek Kesehatan Anak?

Umumnya, pengecekan kesehatan anak sebaiknya dilakukan secara berkala tanpa harus menunggu anak sakit. Pengecekan rutin ini bisa membantu memantau kondisi kesehatan, pertumbuhan, dan perkembangan anak serta mendeteksi lebih awal jika ada masalah tertentu yang perlu ditangani. 

Namun, anak sebaiknya perlu segera diperiksakan ke dokter jika sudah mengalami gejala atau perubahan kondisi seperti:

  • Tampak lelah dan lemas atau kurang aktif dari biasanya dan ini berlangsung berhari-hari.

  • Berat dan tinggi badan anak sulit bertambah.

  • Anak sering sakit dan butuh waktu hingga berhari-hari untuk pulih.

  • Terlalu picky eater sampai jenis makanan yang dikonsumsi sangat terbatas, sehingga berisiko membuatnya kekurangan energi.

Selama pengecekan biasanya dokter akan menilai pola makan, pertumbuhan, riwayat kesehatan, dan keluhan anak untuk menentukan apakah diperlukan pengecekan lebih lanjut. Setelah diketahui masalahnya, dokter dapat memberikan penanganan atau saran yang sesuai dengan kondisi anak seperti memberikan suplemen vitamin daya tahan tubuh anak.

Penuhi Kecukupan Gizi Anak dan Berikan Pemeriksaan yang Tepat

Vitamin dan mineral punya peranan penting dalam mendukung fungsi sistem imun, pertumbuhan, dan kesehatan anak. Oleh karena itu, pastikan kebutuhan vitamin daya tahan tubuh anak tetap tercukupi, baik melalui makanan sehari-hari maupun dengan memberikan suplemen tambahan jika diperlukan.

Namun, untuk hasil yang lebih optimal, sebaiknya Anda juga melakukan pengecekan kesehatan anak secara rutin, salah satunya melalui Paket Tumbuh Kembang Anak Basic dari Bumame. 

Dalam satu paket pengecekan ini, sudah tersedia cek Hematologi Lengkap, Glukosa Sewaktu, Serum Iron (SI), TIBC, hingga Ferritin, yang bisa membantu Anda untuk deteksi gangguan tumbuh kembang anak (stunting) lebih dini terutama yang berkaitan dengan anemia, fungsi tulang, dan infeksi. Jadi, penanganan yang tepat pun bisa segera dilakukan jika ada masalah.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi:

  1. IGC Rumah Sakit Pelni. (2020). Menjaga Daya Tahan Tubuh Anak: Panduan Lengkap dari RS PELNI Jakarta. 

  2. Redoxon. (2022). Peran Sistem Imun terhadap Prestasi Anak di Sekolah. 

  3. Nestle. (2024). Apa Saja Vitamin untuk Daya Tahan Tubuh Anak Usia 1 Tahun?. 

  4. Morinaga. (2024). Vitamin untuk Daya Tahan Tubuh Anak yang Perlu Dipenuhi Sejak Dini. 

  5. Lifebuoy. (2026). Sumber Vitamin Penting untuk Kekebalan Tubuh Anak. 

  6. Rumah Sakit Ibu dan Anak Annisa. (2025). Makanan Sehat untuk Anak : 9 Pilihan terbaik untuk tumbuh kembang optimal. 

  7. Rumah Sakit Pondok Indah. (2024). Vitamin Tambahan untuk Si Kecil, Perlukah?. 

  8. Zero Stunting. (2025). Perlukah Suplemen untuk Anak? Cek Faktanya!. 

  9. Kids Ville Pediatrics. (2026). 7 Signs Your Child May Have A Vitamin Deficiency. 

  10. Primaya Hospital. (2022). Tanda dan Gejala Kekurangan Vitamin pada Anak. 

  11. Kids First Pediatrics. (2026). Signs Your Child May Have a Vitamin Deficiency. 

Ditinjau secara medis oleh dr. Reycha Nabila

Frequently Asked Question

Apa saja vitamin dan mineral yang membantu menjaga daya tahan tubuh anak?
Vitamin C, D, A, B6, dan E serta zinc berperan dalam mendukung fungsi sistem imun anak. Nutrisi tersebut membantu melindungi sel tubuh, mendukung respons imun, dan membantu tubuh melawan infeksi.
Apa saja sumber makanan yang baik untuk daya tahan tubuh anak?
Sumber makanan yang dapat mendukung daya tahan tubuh anak meliputi sayuran, buah-buahan, telur, ikan, kacang-kacangan, biji-bijian, susu dan produk olahannya, serta ubi jalar, kentang, singkong, dan jagung.
Kapan anak membutuhkan suplemen vitamin tambahan?
Suplemen dapat dipertimbangkan jika anak memiliki pola makan sangat terbatas, menjalani pola makan vegetarian, mengalami alergi atau intoleransi makanan, memiliki gangguan penyerapan zat gizi, atau terbukti kekurangan nutrisi berdasarkan pemeriksaan dokter. Dosisnya perlu disesuaikan agar tidak berlebihan.
Apa tanda-tanda anak mungkin mengalami kekurangan zat gizi?
Tanda yang dapat muncul meliputi sering sakit atau sulit sembuh, mudah lelah, kurang aktif, kulit pucat, pertumbuhan berat atau tinggi badan terhambat, nyeri tulang, kelemahan otot, rambut rontok, kuku rapuh, serta penurunan kemampuan belajar.
Apakah anak yang sering sakit selalu berarti kekurangan vitamin?
Tidak selalu. Anak yang sering sakit juga dapat dipengaruhi oleh infeksi, pola tidur yang buruk, atau faktor lingkungan. Jika anak sering sakit, sulit pulih, tampak lemas selama berhari-hari, atau mengalami hambatan pertumbuhan, sebaiknya konsultasikan kondisinya kepada dokter.