Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Penyebab Panu, Ciri-Cirinya di Badan dan Wajah, serta Cara Menghilangkannya
Kembali ke Artikel & Berita

Penyebab Panu, Ciri-Cirinya di Badan dan Wajah, serta Cara Menghilangkannya

SBAOthers

Bercak putih di punggung baru terlihat saat berganti baju, atau belang di leher makin jelas setelah lama di bawah matahari. Banyak orang langsung membeli salep, lalu berhenti memakainya setelah beberapa hari.

Panu umumnya ringan dan bisa diobati. Namun, jamur penyebabnya tetap tinggal di kulit, sehingga bercak bisa muncul lagi dan warna kulit butuh waktu untuk kembali rata.

Artikel ini membahas penyebab panu, siapa yang rentan, cara membedakannya dari bercak lain di wajah, serta cara mengobati dan mencegahnya kambuh.

Apa Itu Panu?

Panu adalah infeksi jamur ringan pada lapisan luar kulit yang menimbulkan bercak berubah warna dan bersisik. Dalam istilah medis, panu disebut pitiriasis versikolor atau tinea versicolor. Menurut MSD Manual, panu cukup umum, khususnya pada dewasa muda.

DermNet mencatat istilah tinea sebenarnya dipakai untuk infeksi jamur dermatofit, kelompok jamur yang berbeda dari penyebab panu. Kelompok inilah yang menimbulkan kurap dan gatal selangkangan, dua jenis jamur kulit lain di luar panu.

Penyebab Panu Berawal dari Jamur yang Sudah Ada di Kulit

Penyebab panu adalah jamur ragi Malassezia. Kemenkes menyebut jamur ini normal terdapat pada tubuh manusia tanpa menimbulkan gejala. AAD bahkan menyebutnya hidup di kulit semua orang.

Panu baru muncul saat jamur tumbuh berlebihan. Penelitian di jurnal Media Medika Muda mencatat ada 14 spesies Malassezia yang pada keadaan tertentu bisa berubah menjadi penyebab kelainan kulit.

DermNet menjelaskan bercak putih diduga muncul karena zat yang dihasilkan Malassezia meresap ke kulit dan mengganggu kerja melanosit, sel pembentuk pigmen. Panu berwarna merah muda juga bisa muncul bersamaan dengan dermatitis seboroik karena keduanya berkaitan dengan pertumbuhan berlebih Malassezia.

NHS menyebut panu tidak menular dari orang ke orang. Panu juga tidak disebabkan oleh kulit yang jarang dicuci, dan kebanyakan orang yang mengalaminya dalam kondisi sehat.

Siapa yang Lebih Mudah Terkena Panu?

MSD Manual menyebut sebagian orang mungkin punya kecenderungan genetik terhadap pertumbuhan jamur ini. Beberapa keadaan berikut juga ikut berperan:

  • Iklim panas dan lembap. DermNet menyebut panu lebih sering terjadi di iklim panas dan lembap. Menurut AAD, anak dan lansia jarang terkena kecuali tinggal di daerah tropis atau subtropis seperti Indonesia.

  • Mudah berkeringat. Panu sering dialami orang yang banyak berkeringat, menurut DermNet. Kemenkes juga mengaitkan panu dengan aktivitas padat yang membuat tubuh mudah berkeringat dan keseimbangan asam basa kulit yang terganggu.

  • Kulit berminyak. AAD menyebut remaja dan dewasa muda lebih rentan karena kulitnya berminyak. Kemenkes mencatat produksi kelenjar minyak meningkat saat beranjak dewasa.

  • Daya tahan tubuh melemah. MSD Manual menyebut daya tahan tubuh yang menurun akibat pemakaian kortikosteroid, kehamilan, kurang gizi, atau diabetes sebagai faktor risiko. Bila panu terus kembali, dokter bisa menelusuri kondisi yang ikut berperan, termasuk ciri-ciri diabetes.

Ciri-Ciri Panu pada Kulit

1. Bercak Lebih Terang atau Lebih Gelap dari Kulit Sekitar

Bercak panu bisa berwarna putih, merah muda, cokelat muda, atau cokelat. Penelitian di RSUP dr. Kariadi Semarang terhadap 80 sampel menemukan 73% bercak lebih terang atau hipopigmentasi dan 27% lebih gelap atau hiperpigmentasi. Pada kulit sawo matang, NHS menyebut bercak cenderung lebih pucat dari kulit sekitarnya.

2. Sisik Halus di Permukaan Bercak

Bercak panu biasanya disertai sisik halus yang terasa saat diraba. DermNet menyebut sisik halus ini sebagai tanda infeksi masih aktif.

3. Muncul di Dada, Punggung, Bahu, dan Leher

Kemenkes menyebut panu lebih sering muncul di dada, punggung, bahu, dan leher. NHS menambahkan lengan atas dan perut, sedangkan MSD Manual mencatat panu sesekali muncul di wajah.

4. Bercak Menyatu dan Meluas

Bercak panu datar dan bulat, lalu bisa menyatu membentuk area yang lebih luas, menurut NHS. Kemenkes mencatat bercak sering menyebar cepat dan luas sehingga membuat sebagian orang malu.

5. Gatal Ringan atau Tanpa Keluhan

NHS menyebut bercak panu kadang terasa gatal, sedangkan MSD Manual mencatat panu biasanya tidak menimbulkan gejala lain. Bila gatalnya berat, dokter bisa menilai kemungkinan penyebab gatal pada kulit yang lain.

Panu di Wajah dan Bercak Lain yang Mirip

Panu di wajah lebih jarang dibanding di badan, tetapi tetap bisa terjadi. Pada anak dan remaja, bercak putih di pipi juga bisa berupa pitiriasis alba, kelainan kulit ringan yang menurut Kemenkes sering dikira panu oleh orang tua. Kondisi ini berkaitan dengan kulit kering, kulit sensitif, atau dermatitis ringan.

Pembeda

Panu

Pitiriasis alba

Penyebab

Jamur Malassezia

Kulit kering, kulit sensitif, atau dermatitis ringan

Lokasi yang sering

Dada, punggung, bahu, dan leher

Pipi, kadang lengan atas, leher, atau badan atas

Usia yang sering terkena

Remaja dan dewasa muda

Anak dan remaja

Tampilan bercak

Lebih terang atau lebih gelap, dengan sisik halus

Lebih terang dengan batas kurang tegas, kadang diawali kemerahan ringan

Kerokan kulit dengan KOH

Biasanya ditemukan elemen jamur

Tidak ditemukan jamur

Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.

Bercak yang sangat putih juga perlu dibedakan dari vitiligo. Kemenkes menyarankan pemeriksaan ke dokter spesialis kulit bila ragu membedakan keduanya.

Bercak cokelat di pipi pun bisa tertukar dengan flek hitam. Kemenkes mengingatkan bercak putih di wajah anak tidak selalu berasal dari jamur, jadi pastikan diagnosisnya sebelum memakai obat antijamur.

Apa Akibatnya bila Panu Tidak Diobati?

MSD Manual menggolongkan panu sebagai infeksi ringan. Meski begitu, NHS menyebut panu biasanya hanya hilang bila diobati, sehingga bercak bisa bertahan dan meluas.

Dampaknya lebih sering terasa pada penampilan. Menurut Kemenkes, rasa malu membuat banyak orang mencoba obat sendiri tanpa pemeriksaan, dan pemakaian yang tidak tepat bisa membuat infeksi berulang.

Tanda Bercak Kulit Perlu Diperiksa Dokter

Periksakan bercak ke dokter, khususnya dokter spesialis kulit, pada keadaan berikut:

  • Bercak baru yang belum jelas penyebabnya. NHS menyarankan menemui dokter bila ada kulit yang berubah warna. Kemenkes juga menyarankan keluhan diperiksa dulu untuk memastikan benar infeksi jamur.

  • Bercak meluas atau tidak membaik. Bercak yang terus meluas setelah memakai obat oles perlu dinilai ulang. Sisik yang tidak kunjung hilang juga menandakan infeksinya masih aktif.

  • Bercak menonjol atau bersisik tebal. NHS mengingatkan bercak bersisik yang menonjol bisa berupa psoriasis. Pemeriksaan membantu memastikan penyebabnya.

  • Panu sering kambuh. Dokter bisa menyarankan pengobatan jangka panjang. Dokter juga bisa menilai kondisi yang menurunkan daya tahan tubuh.

Bagaimana Dokter Memastikan Bercak Itu Panu?

Menurut AAD, dokter spesialis kulit sering bisa mengenali panu dari tampilannya. Bila ragu, dokter melakukan salah satu pemeriksaan berikut:

  • Kerokan kulit dengan KOH. Sedikit sisik kulit dikerok, diberi larutan KOH, lalu diperiksa di bawah mikroskop. Pada panu, Kemenkes menyebut elemen jamur biasanya bisa ditemukan.

  • Pemeriksaan lampu Wood. Dokter menyorotkan lampu khusus ini ke kulit. Menurut AAD, kulit yang terkena panu tampak hijau kekuningan di bawah lampu tersebut.

Cara Menghilangkan Panu dengan Obat Antijamur

Panu diobati dengan obat antijamur. Menurut AAD, obat ini membantu mengendalikan pertumbuhan jamur dan tersedia dalam beberapa bentuk:

  • Obat oles. Pilihannya meliputi sampo, sabun, krim, dan losion antijamur yang dipakai langsung pada kulit yang terkena. Sampo antijamur, menurut NHS, dioleskan pada bercak lalu dibilas.

  • Obat minum. Dokter bisa meresepkannya bila panu menutupi area luas atau obat oles tidak berhasil, menurut NHS. Kemenkes mencatat obat antijamur tablet bisa menimbulkan gangguan hati, dan pemakaian yang tidak tepat bisa membuat jamur kebal obat.

Sebagian besar obat antijamur bertanda biru pada kemasan, artinya termasuk obat bebas terbatas yang bisa dibeli tanpa resep dokter. Kemenkes mengingatkan obat ini tetap punya peringatan khusus. Pemakaian yang terlalu singkat bisa memicu infeksi berulang, sedangkan pemakaian jangka panjang tanpa arahan bisa menimbulkan rasa terbakar, kemerahan, dan gatal.

Mengapa Panu Mudah Kambuh dan Warna Kulit Lama Pulih?

Bercak yang tetap putih setelah pengobatan sering dikira tanda obatnya gagal. DermNet menjelaskan sisik halus adalah penanda infeksi aktif. Setelah sisiknya hilang, infeksi tidak lagi berlangsung, walaupun warna kulit bisa bertahan berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. MSD Manual bahkan menyebut pigmen bisa butuh berbulan-bulan sampai bertahun-tahun untuk pulih.

Panu juga sering kambuh. MSD Manual menyebut panu sering kembali setelah pengobatan berhasil karena jamur penyebabnya memang hidup di kulit, dan DermNet mencatat panu kerap muncul lagi saat cuaca kembali panas dan lembap. Bila kambuh, NHS menyebut pengobatan yang sama bisa diulang atau dokter menyarankan pengobatan jangka panjang.

Langkah Menjaga Kulit agar Panu Tidak Cepat Kembali

Pertumbuhan jamur penyebab panu bisa ditekan dengan kebiasaan berikut:

  • Jaga kulit tetap bersih dan kering. Kemenkes menyarankan menjaga kulit bersih dan kering, khususnya di lipatan kulit. Keringkan tubuh setelah mandi atau berkeringat, lalu ganti pakaian yang basah.

  • Tanyakan soal pembersih antijamur berkala. Menurut AAD, pembersih antijamur yang dipakai berkala, khususnya saat cuaca panas dan lembap, bisa mencegah jamur tumbuh berlebihan lagi. Frekuensinya sebaiknya mengikuti anjuran dokter.

  • Lindungi kulit dari matahari. Bercak panu tidak ikut menggelap, sehingga belang makin jelas saat kulit di sekitarnya menggelap, menurut MSD Manual. AAD menyarankan melindungi kulit dari matahari untuk membantu meratakan warna kulit.

Tuntaskan Pengobatan dan Beri Waktu Kulit untuk Pulih

Panu berasal dari jamur yang memang hidup di kulit, sehingga kulit yang kering, pengobatan yang tuntas, dan kesabaran menunggu warna pulih sama-sama berperan. Bila bercak muncul di wajah, meluas, atau sering kambuh, pemeriksaan dokter membantu memastikan penyebabnya.

Panu yang terus kembali juga bisa menjadi momen untuk mengecek kesehatan secara umum lewat medical check up. Untuk informasi pemeriksaan, silakan hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan (Dr. dr. Luh Made Mas Rusyati, Sp.KK(K), RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah). Obat Anti-Jamur: Bebas Terbatas.

  2. Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan (dr. Prima Sanjiwani Saraswati Sudarsa, SpDVE, RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah). Mengenal Pitiriasis Alba.

  3. Widyawati, Prasetyowati, Subakir (Media Medika Muda, Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro). Kajian Mengenai Jenis Spesies Malassezia dan Warna Lesi Pitiriasis Versikolor.

  4. NHS. Pityriasis Versicolor.

  5. American Academy of Dermatology. Tinea Versicolor: Who Gets and Causes.

  6. American Academy of Dermatology. Tinea Versicolor: Diagnosis and Treatment.

  7. Oakley A (DermNet). Pityriasis Versicolor.

  8. Aaron DM, Dartmouth Geisel School of Medicine (MSD Manual Consumer Version). Tinea Versicolor (Pityriasis Versicolor).

Ditinjau secara medis oleh dr. Arina Dyga Putri

Frequently Asked Question

Apa penyebab panu?

Panu disebabkan oleh jamur ragi Malassezia yang normal hidup di kulit, tetapi tumbuh berlebihan pada kondisi tertentu. Faktor pemicunya antara lain iklim panas dan lembap, keringat berlebih, kulit berminyak, serta daya tahan tubuh yang melemah.

Apakah panu menular?

Panu tidak menular dari orang ke orang. Jamur Malassezia umumnya sudah hidup di kulit manusia tanpa menimbulkan masalah. Panu muncul ketika jamur tersebut tumbuh berlebihan dalam kondisi tertentu.

Apakah panu bisa muncul di wajah?

Bisa, meskipun panu lebih sering muncul di dada, punggung, bahu, dan leher. Bercak putih di wajah, terutama pada anak, juga dapat disebabkan oleh pitiriasis alba atau vitiligo. Periksakan ke dokter untuk memastikan penyebabnya sebelum menggunakan obat antijamur.

Kenapa bekas panu masih putih setelah diobati?

Warna kulit membutuhkan waktu untuk kembali normal setelah infeksi teratasi. Bercak dapat tetap terlihat selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan, bahkan lebih lama. Jika sisik halus sudah hilang, infeksi biasanya tidak lagi aktif meskipun warna kulit belum pulih sepenuhnya.

Bagaimana cara mencegah panu kambuh?

Jaga kulit tetap bersih dan kering, keringkan tubuh setelah mandi atau berkeringat, serta segera ganti pakaian yang basah. Lindungi kulit dari matahari dan konsultasikan dengan dokter mengenai penggunaan pembersih antijamur secara berkala, terutama saat cuaca panas dan lembap.